
Hari disaat raid pulau Jeju.
(Hari ini, raid pulau Jeju akan dilakukan, berdasarkan informasinya, total partisipasi hunter sebanyak dua puluh hunter rank-S, dua belas hunter rank-S Jepang dan delapan hunter rank-S Korea.)
salah satu stasiun televisi memberitakan informasi mengenai raid pulau Jeju.
(kami dari stasiun televisi hunter Korea, dengan ini mengirim salah satu reporter kami untuk menampilkan situasi raid pulau Jeju secara langsung)
(agar tidak menjadi sebuah kesalah pahaman, reporter yang kami kirim bersama para hunter adalah seorang hunter yang memiliki rank-A menengah)
seluruh dunia kini menunjukan minat untuk menyaksikan raid di pulau Jeju.
tidak hanya Korea, tetapi Jepang dan China juga mengerahkan armada angkatan lautnya serta para hunter dan menjaga di laut perbatasan masing-masing negara.
itu bertujuan untuk mencegah monster yang berusaha pergi ke daratan.
setelah melihat informasi mengenai siapa saja hunter yang mengikuti raid pulau Jeju, beberapa orang menanyakan alasan mengapa hunter Surya tidak mengikuti raid.
beberapa orang juga berspekulasi bahwa hunter Surya takut untuk mengikuti raid kelas atas.
di helikopter hunter Korea…
"sepertinya hunter Surya memiliki kesibukan ya?" wajah Hak-Kun sedikit muram.
"kita tidak berhak mengetahui apa kesibukan yang ia lakukan, tapi apa ia tidak menganggap raid ini serius sedikitpun?!" Ha-Neul sedikit kesal.
"raid ini menentukan apakah negara kita bisa selamat dari puluhan naga yang kuat itu!" ucap Jin-Ho.
"kau benar! kita adalah garis pertahanan pertama sekaligus terakhir, jika tidak bisa mengatasinya, maka Korea dipastikan akan hancur!" ucap Woong Suck Chin.
"ngomong-ngomong, apa tidak masalah bagimu mengikuti kami?"
ucap Hak-Kun kepada seorang reporter yang ditugaskan untuk merekam raid pulau Jeju.
"ah tidak masalah, begini-begini aku cukup bisa melindungi diri dari monster tipe naga itu…mungkin!" ucap reporter, kata-katanya sedikit ragu.
'hunter Surya, apa yang kau pikirkan sebenarnya?' membatin Chun Hei Gi.
"hunter Chun, kau baik-baik saja?" tanya Woong Suck Chin.
"ah…ya tentu" jawab Chun Hei Gi.
Jin-Ho berjalan dan berdiri di pinggir pintu helikopter.
"sepertinya sudah dimulai!" ucap Jin-Ho.
semua hunter yang ada di dalam helikopter merasa gugup.
mereka kini sudah dekat dengan pulau Jeju, dan mereka melihat bom asap yang dilemparkan pada tiga sisi.
mereka juga melihat dimana para leviathan mulai menyadari asap yang ada di pulau dan perlahan menuju lokasi asap tersebut.
"tim Charlie sudah dilokasi, ganti!"
"tim Beta sudah dilokasi, ganti!"
"tim Alpha sudah dilokasi!"
"baiklah, bentuk kekkainya!!" ucap Shiba.
"baik!" jawab tiga hunter mage Jepang pada masing-masing sisi.
~Sriiing.
tiga cahaya merah yang menjalar ratusan meter ke atas terbentuk, disusul sebuah gelombang transparan yang terbentuk menyentuh tiga sisi tersebut.
setelah beberapa saat, sebuah kekkai raksasa dengan bentuk segitiga menutupi pulau Jeju.
"itukah kekkai?! sangat besar!!" Ha-Neul terkagum melihat kekkai tersebut.
"apakah aku bisa menerobosnya?" Jin-Ho berbicara pada dirinya sendiri.
setelah beberapa saat, para Leviathan mulai muncul di pesisir pulau Jeju.
"lepaskan sekarang!" ucap Shiba.
seluruh hunter Jepang melepas agroo untuk menarik perhatian para Leviathan.
di helikopter lainnya…
Ghie terbang pada batas ketinggian helikopter, ia melihat seluruh pergerakan yang ada di pulau Jeju dengan salah satu matanya.
"agroo mereka berhasil menarik perhatian Leviathan yang ada di luar dan di dalam kekkai, tapi seperti yang kuduga, boss nya tidak akan mudah terpancing!! bahkan ada beberapa Leviathan di dalam yang tidak terpengaruh oleh argoo para hunter Jepang!" ucap Ghie.
"baiklah, mari kita mulai pertarungannya!!" ucap Mikami.
para fighter dan assassin hunter Jepang mulai maju menghadapi Leviathan yang ada di luar kekkai dan melindungi para hunter mage.
"Otsuka, dia keluar!!" ucap Touka.
puluhan Leviathan keluar dari dalam pulau Jeju.
~Kieeekkk.
mereka merayap dengan sangat cepat.
~deg…deg…deg.
__ADS_1
para Leviathan semakin dekat dengan kekkai.
~Kieeekk…Dbuug
~Dbug…dbug…duakk
para Leviathan yang mencoba menghancurkan kekkai hanya berakhir membenturkan dirinya dan terpental.
~Kieeekkkkk
salah satu Leviathan meraung tepat di hadapan Kato Sunohara.
"ughh menyebalkan!!" ucap Kato.
"sepertinya kekkainya berhasil!! nona Irene!!" ucap Shiba.
di sebuah pesawat dengan ketinggian lima kilo meter tepat dibawah pulau Jeju.
Irene melihat pertarungan yang ada di bawahnya dan menerima sinyal dari Shiba.
Irene mengenakan full armor berwarna merah darah dan dilapisi puluhan mana kristal.
"Huuf, baiklah mari kita lakukan!" ucap Irene.
Irene melompat dari pesawat tersebut.
~Wushhhhhh
ia meluruskan badannya secara vertikap dengan posisi kepala berada di bawah.
'aku pasti bisa melakukannya!!' membatin Irene.
setelah memejamkan mata sejenak, Irene bersiap.
"CHARGE!!!"
~BOOOM
Seluruh tubuhnya mulai terbakar hebat.
para hunter melihat kobaran api besar yang jatuh dari langit.
"itu nona Irene!" ucap Chun Hei Gi.
"afinitas apinya sangat besar!" ucap Hak-Kun.
raid sudah mulai direkam langsung oleh reporter, penonton raid tersebut sudah mencapai 70% seluruh penduduk Korea.
"wah lihat! itu hunter Irene!"
"kau benar! itu sangat hebat!"
semakin dekat Irene menyentuh tanah, keraguannya semakin besar.
'ayo fokus, Irene!!' membatin Irene.
ia harus membentuk api dengan skala yang besar dan harus tepat sasaran mengenai bagian dalam kekkai.
dalam waktu singkat Irene sudah berada di ketinggian dua kilo meter.
"Arghhh!!"
~Woshhh
apinya semakin terkonsentrasi dan warnanya menjadi biru.
mana kristal yang menempel di armornya mulai pecah.
kemudian Irene mengarahkan tangan kanannya ke bagian dalam kekkai.
api mulai berkumpul di telapak tangan kanannya dan dalam waktu yang cepat, api tersebut membesar.
kemudian Irene teringat pengalaman ketika melihat Surya membentuk bola api raksasa.
Irene tersenyum.
"hahaha, aku tidak akan kalah dari orang itu!" tatapannya menjadi ganas.
apinya semakin besar dan terus membesar.
para hunter mage Jepang menatap ke langit dan terkagum dengan sihir skala besar tersebut.
setelah berjarak delapan ratus meter di atas pulau, Irene menghempaskan serangannya.
api diseluruh tubuhnya mengecil dan bersatu di tangan kanannya.
"Ultimate Fire Burst!!"
~BOOOOMM
pilar api raksasa melaju dengan cepat dan tepat sasaran.
~Woshhh
api biru membakar bagian dalam kekkai dan berhasil membakar para Leviathan.
~KIEEEKK
__ADS_1
para Leviathan mengerang kesakitan karena terbakar hidup-hidup.
"ughh, bahkan pancaran panasnya sampai menembus kekkai?!" ucap para hunter mage.
"melihat kobaran apinya sungguh membuatku bertambah semangat!! ucap Shiro.
Shiro mengamuk sesuka hatinya dan mulai berpencar dari formasi, namun itu itu menganggu konsentrasi hunter lainnya.
~BOOM…BOOM…BOOM
~Crat…Sreet…Craaat
~Woshhh
suara ledakan dan sayatan senjata terjadi di pulau Jeju.
masyarakat terkagum melihat raid kelas atas secara langsung.
beberapa saat setelah menghempaskan serangannya, Irene menolak tolakan gravitasi dengan menyemburkan apinya ke bawah agar pendaratannya melambat.
kemudian Irene mendarat lebih dulu di dalam kekkai.
"hufftt" Irene sedikit kelelahan.
ia melirik para leviathan yang terbakar hidup-hidup.
bagian dalam kekkai kini terbakar hebat oleh api milik Irene.
walau masih ada banyak Leviathan yang hidup, mereka belum menyadari kedatangan Irene.
kemudian Irene memberikan sinyal kepada para hunter Korea melalui headset yang dipasangkan di salah satu telinganya.
"kalian sudah bisa turun!" ucap Irene.
deg…deg…deg
"baiklah!"
para hunter Korea berbaris dipinggir pintu helikopter.
"kita datang kesini untuk menang!!" ucap Jin-Ho.
"baiklah, ayo maju!!" ucap Hak-Kun.
ia melompat terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh Jin-Ho, Myung-Ki, Min-Jun, Ha-Neul, Chun Hei, Woong Suck, dan seorang reporter.
dilengkapi dengan armor dan persenjataan yang lengkap, mereka melompat dari helikopter.
"semoga kalian selamat!" wajah Ghie mengeras yang menatap mereka dari atas helikopter.
kemudian ia teringat hal yang ia lakukan pada malam sebelum raid dimulai.
malam sebelum raid pulau Jeju.
Ghie meminta Surya untuk menemuinya di sebuah restoran.
setelah menunggu selama setengah jam, Surya tiba di restoran tersebut.
"ketua" ucap Surya.
"hunter Surya, silahkan duduk" ucap Ghie.
Surya berpikir ketua asosiasi memanggilnya karena ingin menanyakan alasannya tidak mengikuti raid.
"ketua, mungkin kau sudah mengetahuinya lewat media-"
sebelum Surya melanjutkan kata-katanya, Ghie berbicara.
"aku tidak akan menanyakan ataupun memaksamu mengikuti raid pulau Jeju, tapi aku ingin meminta tolong padamu" ucap Ghie.
kemudian ia mengeluarkan sebuah flashdisk yang ia simpan di kantong jas nya.
"kumohon periksa dan amatilah situasi pulau Jeju melalui peta satelit yang tersimpan datanya di dalam flashdisk ini" Ghie memberikan flashdisknya kepada Surya.
kemudian Ghie menjelaskan alasannya memberikan flashdisk kepada Surya.
"aku melihat puluhan pancaran cahaya yang mengelilingi pulau Jeju, dan itu adalah puluhan Leviathan yang berenang di permukaan air, sedangkan pancaran besar yang ada di tengah pulau kemungkinan besar adalah boss gate nya" ucap Surya.
dengan cepat Surya juga mengetahui hal tersebut.
kemudian Ghie menyampaikan inti pembicaraannya.
"ketika kau melihat peta tersebut, terdapat pancaran cahaya yang sama dan itu berada di tengah-tengah laut Korea dan laut China…kupikir itu adalah salah satu Leviathan, namun pada saat kuselidiki, tidak ada monster apapun disana!" ucap Ghie.
Surya berpikir.
'jika tidak berenang di perairan, bukankah mereka bisa berenang di kedalaman? tapi jika mereka berenang di kedalaman, seharusnya konsentrasi sihir yang terdeteksi oleh satelit melemah!' tiba-tiba mata Surya melotot.
"jangan-jangan!" Surya berspekulasi.
"kau benar hunter Surya! kemungkinan itu adalah sosok monster yang sangat kuat dan berada di kedalaman, aku hanya berharap itu hanya sesosok monster kuat yang terdiam!" ucap Ghie.
tengah malam…
Surya melihat peta satelit melalui proyektor miliknya.
"jika ini bukan sesosok monster…maka kemungkinan…" mata Surya menyipit.
__ADS_1
Surya merasa harus memantau situasi raid pulau Jeju dengan serius.
terutama jalur laut China Timur yang mengarah langsung ke pulau Jeju.