End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 38. Sumpah Setia


__ADS_3

tiga prajurti berzirah dengan bentuk tubuh seperti monster, berdiri di hadapan Surya.


mereka terdiam dan tidak bergerak sedikitpun.


'bawahan Cala memang memiliki kecerdasan, tapi mengapa mereka hanya diam? aku ingin menanyakan ini pada Cala namun entah kenapa Cala tidak merespon ku sama sekali' membatin Surya.


Surya memperhatikan kembali nama dari tiga prajurit tersebut.


'Vanity, Emptiness, Gluttony… kuyakin nama mereka mewakili sifat asli mereka' mata Surya menyipit.


tiba-tiba prajurit yang berada di tengah maju.


itu adalah Emptiness, wujudnya yang ditutupi aura hitam membuat kesan padanya menjadi lebih menakutkan.


setelah maju beberapa langkah, tiba-tiba mereka bertiga bertekuk lutut dan menundukan kepala.


Surya terkejut dengan apa yang dilihatnya.


tiba-tiba…


"Kami dengan segala hormat menyambut kehadiran penguasa yang baru"


itu adalah ucapan Emptiness.


kemudian pesan sistem muncul.


[Gatekeepers of Destruction menyambut anda sebagai penguasanya]


[apa anda akan menjadikannya prajurit anda? Ya/Tidak]


Surya tidak habis pikir dengan apa yang ada didepan matanya.


"tunggu sebentar, jadi aku tidak harus menaiki menara ini hingga lantai tertinggi?" Surya bertanya pada dirinya sendiri.


"Mohon ampun atas kelancangan saya tuan…tapi tuan belum pantas menaiki menara karena kekuatan tuan belum cukup" tiba-tiba Emptiness berbicara.


Surya masih merasa tidak terlalu nyaman mendengar kata-kata dari Emptiness.


"a…ah jadi begitu haha" Surya merasa canggung.


"Karena itu, kami akan membantu tuan untuk mencapai kekuatan tertinggi agar dapat menaiki menara" ucap Emptiness.


Surya berpikir keras…bagaimana monster yang seharusnya ia lawan kini bertekuk lutut dihadapannya.


namun Surya tersenyum lega karena tidak harus melawan mereka bertiga sekaligus karena menyadari perbedaan kekuatan mereka.


'lagi pula mereka adalah bawahan Cala…mereka tidak akan mengkhianati tuannya bukan?' membatin Surya.


namun Surya tetap ingin memastikan kepercayaan mereka bertiga.


Surya memfokuskan dirinya dan mengeluarkan aura kuat.


ia juga mengaktifkan skill war cry nya.


"kalau begitu…buktikan kesetiaan kalian!" ucap Surya.


suara Surya memberikan tekanan hebat pada mereka bertiga, dan mereka bertiga semakin menundukan kepalanya.


tiba-tiba mereka bertiga mengucapkan kalimat yang tidak dapat Surya mengerti.


dan setelah itu lingkaran sihir terbentuk dari mereka bertiga dan terdapat garis yang menghubungkan mereka ke tempat pijakan Surya.


"Kami bersumpah akan berada disisi penguasa kami hingga akhir hayat kami!" serentak mereka bertiga bersumpah.


[apa anda akan menjadikannya prajurit anda? Ya/Tidak]


Surya menarik nafas dan memutuskan pilihannya.


"Ya!"


~Wuooonggg


mana Surya dengan mereka beresonansi dan mengeluarkan aura yang mengerikan.


"Kami…terlahir kembali dengan kekuatan yang baru!" mereka bertiga berbicara pada dirinya sendiri.


kemudian Surya berfikir.


'jika mereka menjadi prajuritku, apa mereka akan tinggal dirumahku?'


Surya merasa tidak enak dan tertawa karena apa yang ia pikirkan.


'yaa sepertinya tidak mungkin…haha'


"lalu, bagaimana kalian akan mengikutiku?" Surya bertanya.


kemudian mereka bertiga membentuk gate nya masing-masing.


"kami adalah prajurit yang beruntung karena dapat terhubung langsung dengan kekuatan tuan…karena itu kami dapat membentuk portal kami sendiri…dan kami akan sigap melayani tuan jika tuan membutuhkan kami" ucap Emptiness.


'kekuatan mereka memang sudah melebihi rank-S, karena itu akan menarik perhatian orang jika mereka terlihat' membatin Surya.


"syukurlah…baiklah, sekarang kalian kembali" ucap Surya.


serentak mereka bertiga menjawab.


"baik…tuan!"


mereka memasuki gate mereka masing-masing dan menghilang.


Surya tidak terlalu memikirkan dimana mereka tinggal saat berada di gate…Surya menatap menara yang tepat ada didepannya.


pesan sistem muncul.


[Persyaratan memasuki menara belum terpenuhi]


[Interior gate akan menghilang dan kembali menjadi Crystal Gate]


~Wushhh


seiring gate menghilang…Surya masih menatap mayat-mayat di sekitarnya yang samar-samar.


"aku harus menjadi lebih kuat!" ucap Surya dan meraih Crystal Gate.


Surya berjalan kembali menuju rumahnya.


tiba-tiba seorang wanita memanggilnya dari belakang.


"Surya…kau kah itu?"


ketika Surya melihat wanita itu, matanya melebar.


"Su Jin-Ae?"


namun seketika wajah Surya menjadi sedikit muram ketika melihat wanita tersebut.


Su Jin-Ae adalah sosok wanita pertama yang Surya sukai ketika ia masih duduk dibangku SMA.


"Sudah lama ya…aku senang kita dapat bertemu lagi" ucap Jin-Ae.

__ADS_1


"tentu…aku juga tidak menyangka" ucap Surya.


'vitalitas yang berkurang, ekspresi yang tegang…apa terjadi sesuatu padanya?' membatin Surya.


"aku terkejut…sekarang kau sangat berbeda dari dirimu waktu SMA" ucap Jin-Ae.


ia melihat Surya yang kini memiliki tubuh ideal dan wajah yang tampan walau sekarang ia sedang mengenakan baju biasa dengan sweater hitam.


'bagaimana ia bisa berubah dengan drastis dalam beberapa tahun' kening Jin-Ae mengkerut dan pipinya memerah.


"apa sesuatu telah terjadi?" Surya bertanya.


"ah bukan hal yang buruk…aku hanya sedang bertengkar dengan pacarku" Jin-Ae memalingkan wajahnya.


"jadi begitu…ngomong-ngomong aku harus pergi" wajah Surya muram dan ia memalingkannya.


"tunggu!" ucap Jin-Ae.


Surya berhenti namun tidak memandang wajah Jin-Ae.


"ka…kamu yang sekarang sangat berbeda…a…andai saja saat itu aku tidak-"


Surya memotong ucapan Jin-Ae


"tidak ada yang perlu disesali!"


Surya lanjut berjalan dan berkata.


"semoga beruntung" ucap Surya.


Jin-Ae yang melihat Surya berjalan menjauh, perlahan merintihkan air matanya.


'salah…aku salah besar!' membatin Jin-Ae sambil menangis.


Surya merasa kesal ketika mengingat kenangan masa lalunya.


"aku menyadari bahwa diriku yang dulu memang tidak pantas dipandang…aku tidak menyukai sudut pandang orang-orang sepertinya"


Perasaan Surya ditolak oleh Jin-Ae karena dirinya miskin dan fisiknya yang tidak sesuai harapan Jin-Ae…Surya berfikir kenapa ia bisa suka dengan wanita seperti itu.


"lagi pula…sekarang ada hal yang lebih penting dari itu!" Surya menegaskan dirinya sendiri.


***


dalam beberapa hari, dunia masih gempar mengenai kemunculan Unbeatable Hunter.


dan setelah kejadian itu, dunia mengadakan konferensi pers untuk seluruh hunter yang mewakili tiap-tiap negara, dan membicarakan mengenai tindakan selanjutnya bila terjadi gate break berskala besar seperti yang terjadi di Beijing.


3 hari kemudian…


Surya dan Mora memutuskan untuk ikut ke perayaan yang Ae-Cha adakan.


Surya dan Mora pergi menuju ke rumah Ae-Cha.


"Oppa, apa benar kita akan ke pantai?" tanya Mora.


"tentu saja"


ekspresi bahagia muncul dari Mora, karena ini menjadi pertama kalinya ia pergi ke pantai.


saat Surya sampai di rumah Ae-Cha…seorang wanita telah menunggunya didepan rumahnya.


"Kak Surya" Ae-Cha berteriak saat Surya dan Mora baru memasuki gerbang rumahnya.


Surya melambaikan tangannya.


"ah iya benar" pipi Ae-Cha sedikit memerah.


"ngomong-ngomong…ini adalah adikku, Mora" Surya memperkenalkan mereka berdua.


"Halo…aku Mora Sun-Hee…senang bertemu denganmu" Mora tersenyum.


"Huwa jadi kau adikknya kak Surya…cantik sekali…ah iya…aku Ae-Cha" Ae-Cha girang karena mendapatkan teman baru.


"i…iya…kamu juga terlihat anggun" pipi Mora memerah.


'sepertinya mereka cukup akrab' membatin Surya.


suasana mereka menjadi ramah satu sama lain.


tiba-tiba Park keluar dari pintu rumah.


mereka juga saling menyapa dan memutuskan untuk berangkat.


setelah perjalan beberapa jam…mereka sampai di pantai.


Surya dan Mora bersama dengan Ae-Cha dan ayahnya menginap di sebuah vila pribadi milik Park.


"Waaaah…besar sekali" Mora terkejut.


"hehe, tidak perlu sungkan…ayo kita masuk, lalu ganti baju dan mandi di pantai" Ae-Cha tersenyum.


"ah betul…ayo ayo" ucap Mora.


hanya dalam beberapa jam mereka sudah sangat akrab.


"sepertinya tempat ini cukup terpencil ya tuan Park" ucap Surya.


"haha, begitulah…tidak banyak yang tahu tempat ini, pemandangan disini cukup bagus ketika matahari terbenam" ucap Park.


"jadi begitu" ucap Surya.


Surya menatap laut dari Vila yang memiliki beberapa tingkat sambil meminum susu.


"sepertinya tempat ini memang jarak diketahui orang, tapi apa tempat ini aman?" ucap Surya.


Vila tersebut berada jauh di pemukiman dan kota, terletak di balik pegunungan dan berada di antara pantai dan hutan.


30 menit kemudian…


setelah bersiap siap, mereka akhirnya pergi untuk mandi di tepi pantai.


dan yang paling semangat dalam hal itu adalah Mora dan Ae-Cha.


keduanya mengenakan pakaian renang dan bersenang senang di pantai.


Surya menelan ludahnya ketika menatap mereka berdua, terutama Ae-Cha.


'Sepertinya pakaian renangnya cukup terbuka…ehehe' membatin Surya saat menatap setelan renang berwarna pink dan putih yang Ae-Cha kenakan.


namun Surya lebih merasa bahagia ketika mereka sangat menikmati liburan mereka, terutama adikknya.


"mereka jadi terlihat seperti anak kecil" ucap Surya.


dari kejauhan Mora berteriak.


"Haa…apa-apaan baju yang oppa kenakan?" wajah Mora cemberut.


Surya yang tidak berniat bermain air, hanya mengenakan celana training dan kaos biasa.

__ADS_1


"aku tidak akan mandi…aku takut air" Surya bergurau.


Mora tidak memperdulikannya dan lanjut bersenang senang dengan Ae-Cha.


sedangkan Park sedang mengurus beberapa hal di Vila.


"kalau begitu, sepertinya tidak masalah jika aku menyelesaikan quest disini" ucap Surya dan ia mulai menyelesaikan quest hariannya.


berkat kemampuannya yang berkembang pesat, seluruh quest dapat ia selesaikan kurang dari satu jam.


"fiuhh…sepertinya sudah selesai"


Surya mengecek status bar nya.


『System Name : Calamity


Level : 2


Name : Surya Yeon-Jun


Level : 43


User : Cheater Job : -


HP : 21800/21800


MP : 73200/73200


INT : 232 AGI : 212


STR : 225 DEX : 212


VIT : 218 sisa poin : 0


"aku berharap menemukan sesuatu yang bisa meningkatkan HP ku" ucap Surya.


tiba-tiba ia melihat sesuatu yang bersinar dari dalam hutan.


"aku merasakan mana disini"


Surya memasuki hutan tersebut dan ia menemukan sebuah gate biru.


"huh?ditempat seperti ini?"


Surya kembali teringat tentang keamanan sekitar Vila.


"sebaiknya kuselesaikan sekarang"


dengan kekuatan Surya yang sekarang, menyelesaikan Blue Gate bukanlah hal yang sulit.


[Anda memasuki Gate]


ketika memasuki gate, ia disambut oleh puluhan Fenrir…itu adalah serigala berukuran raksasa yang memiliki rank-B High.


Surya tersenyum.


'aku tahu ini sedikit tidak adil…tapi ku ingin tahu sekuat apa prajuritku!'


"keluarlah!" ucap Surya.


tiga gate terbentuk dibelakangnya dan keluar tiga pasukan barunya.


'sepertinya salah satu saja sudah cukup'


"Vanity, Emptiness, kalian kembali lah!" ucap Surya.


"baik tuanku" ucap mereka berdua secara bersamaan.


Surya menatap satu prajurit yang tersisa.


'Gluttony…ya?' membatin Surya.


sosok Gluttony memiliki empat tangan dengan cakar buasnya yang dilapisi zirah…dibalik helm zirahnya, bersembunyi mata hewan buas yang memancarkan cahaya merah.


"Perintahmu, tuanku"


Suara Gluttony seakan ia sudah tidak sabar menunggu perintah tuannya, cakarnya juga mulai memanjang.


"habisi mereka semua!" ucap Surya.


"dengan senang hati…tuanku" Suaranya yang terkesan tenang, berlawanan dengan fisiknya yang kini berubah.


Gluttony berjalan dan mengeluarkan cakar buasnya dengan panjang hampir satu meter.


salah satu tangannya melepas helm zirahnya, dan sosok kepala Gluttony menyerupai kepala hiu tanpa sirip bagian atasnya.


yang membuatnya berbeda ketika ia mulai membuka mulutnya, rahangnya dapat terbuka sangat lebar, dan Gluttony mengeluarkan gigi tajamnya.


~Kuorghhh


"Perintah tuanku adalah mutlak!!" ucap Gluttony


~Boom


Gluttony melompat dengan cepat dan membantai puluhan Fenrir kurang dari 30 menit.


"sepertinya aku juga mendapat exp nya dari monster yang ia bunuh!"


[Anda naik level]


[Anda naik level]


Surya menatap Gluttony yang sedang melahap boss Fenrir yang ukurannya 6x lebih besar dari Gluttony.


'perintahku memang menghabisi mereka semua, tapi apa perlu sampai melahap habis-habis mereka semua?' membatin Surya.


setelah beberapa menit…Gluttony telah melahap seluruh Fenrir dan tidak sedikitpun daging atau tulang yang tersisa.


kemudian Gluttony melompat ke depan Surya dan wujudnya kembali seperti semula, ia juga mengenakan kembali helm zirahnya.


"Hamba telah menyelesaikan perintah anda, tuanku!" ucap Gluttony sambil bertekuk lutut.


"bagus…kalau begitu…bisakah kau mengambil seluruh mana kristal yang ada disini?" Surya memberinya tugas ke dua.


"dengan senang hati…my lord"


dengan cepat…Gluttony merampas seluruh kristal mana…Surya menyimpannya di inventorynya dan ia berencana akan menjualnya nanti.


"baiklah Gluttony…kau boleh kembali"


Gluttony kembali ke dalam gate nya.


'kejam!' pikir Surya mengenai Gluttony.


Surya akhirnya keluar dari gate…namun tiba-tiba…


~BOOM


Surya mendengar suara ledakan yang cukup besar…dan ketika Surya menemukan arah ledakan tersebut…itu berasal dari Vila.

__ADS_1


__ADS_2