End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 108. Challenge


__ADS_3

7 hari sebelum konferensi pers…


4 hari sebelum raid di Indonesia…


Surya memeriksa pesan sistem mengenai quest harian yang baru saja ia selesaikan.




INT Quest :「Done」


- Membaca pengetahuan


[60/60 menit]


- Mempelajari 1 bahasa asing


[30/30 menit]




STR Quest :「Done」


- Push up [x 100]


- Sit up [x 100]


- Squat Jump [x 100]




VIT Quest :「Done」


- Plank [15/15 menit]


- Meditasi Tahan nafas [5/5 menit]


- Joging [10 km]




AGI Quest :「Done」


- Sprint [2 x 400 m]


- Skiping [x 5000]




DEX Quest :「Done」


- Burpee [x 100]




[Anda dapat menggunakan Instant Recovery]


"yosh!" Surya mengangkat tinjunya ke langit.


Surya telah terbiasa melakukan kegiatan yang dianggap tidak normal oleh kebanyakan orang.


'daripada kurus karena kaloriku yang terbakar setiap harinya…sistem malah membuat tubuhku menjadi lebih bagus' membatin Surya.


"lagian kenapa aku harus mementingkan hal itu? sebaiknya aku pergi ke kantor…kuyakin mereka berdua membutuhkan penjelasan dari apa yang telah terjadi" ucap Surya.


~wushh


Surya berjalan dan pergi ke tempat yang sepi, kemudian ia membentuk gate dan pergi menuju kantornya.


dalam hitungan detik, Surya muncul beberapa puluh meter didepan gedung miliknya yang digunakan sebagai gedung Cala guild.


sebuah gedung yang hanya memiliki tujuh lantai dan identik dengan warna hitam pada tembok dan seluruh kacanya.


Surya berjalan memasuki gedung milik guildnya, ketika ia memasuki gedung…Lilia dan Jin Ae membuka matanya lebar-lebar.


"ketua!!!" teriak kedua wanita tersebut.


'sudah kuduga' Surya tersenyum melas.


"ketua, apa kau sudah dengar beritanya?! guild kita akan mewakili Korea Selatan untuk mengikuti konferensi pers di London!!" ucap Lilia.


"itu benar!! aku tidak menyangka hanya dalam waktu tiga hari setelah berdirinya guild, kau langsung membuat guild kita bersaing dengan guild-guild besar!" ucap Jin Ae.


keduanya saling melemparkan kata-kata yang mereka tahan selama lebih dari dua puluh empat jam kepada Surya.


Surya sedikit merasa jengkel kepada dua wanita yang ada didepannya.


"iya iya aku tahu itu! tenangkan diri kalian!" ucap Surya.


seketika Lilia dan Jin Ae terdiam dan menatap Surya.

__ADS_1


"aku memiliki beberapa hal penting yang harus aku cari tahu, untuk itu aku menggunakan gate rank tinggi sebagai batu loncatan sekaligus ini dapat membuat masyarakat percaya!" ucap Surya sambil menggaruk kepalanya.


Lilia dan Jin Ae cukup terkejut mendengar penjelasan dari Surya.


"hal penting? jadi begitu…" ucap Jin Ae.


Surya menatap Jin Ae, pandangan mereka bertemu satu sama lain dan seketika pipi Jin Ae memerah.


"maafkan aku Jin Ae, aku akan membawa Lilia sebagai asisten ku nanti" ucap Surya.


"hee?? a…aku?" Lilia terkejut.


Jin Ae merasa sedikit sedih mendengar ucapan Surya.


"ini hal yang penting, untuk itu harus ada yang menjaga gedung ini selagi aku pergi…dan juga dalam dua hari kedepan akan ada 10 karyawan yang berasal dari perusahaan tuan Park yang akan bekerja untuk Cala guild"


hal tersebut sama seperti Lilia yang sebelumnya juga merupakan karyawan dari perusahaan milik Park.


"mereka akan bekerja dibawah kepemimpinanmu selagi aku pergi, karena itu kupercayakan tugas ini kepadamu!" ucap Surya kepada Jin Ae.


Jin Ae merasa bahwa Surya telah mempercayakan suatu tanggung jawab kepadanya…ia berharap itu bisa menjadi suatu kesempatan untuk mendapatkan kembali kepercayaan Surya sepenuhnya.


"a…aku akan melakukan yang terbaik, ketua" wajah Jin Ae memerah.


tiba-tiba Surya berkata hal yang lainnya.


"tapi sebelum itu…"


seketika suasana ruangan menjadi sangat sunyi, Lilia dan Jin Ae menunggu kata-kata Surya selanjutnya.


"aku akan pergi ke Indonesia dalam waktu empat hari kedepan! sebuah lingkaran sihir raksasa muncul dan diduga sebagai gate peringkat tinggi!" ucap Surya.


"kalau begitu kami-"


"tidak!" ucap Surya dengan tegas.


ia menolak permintaan anggotanya yang ingin mengikutinya ke Indonesia.


"aku akan bergerak cepat!" mata Surya menyipit.


tidak ada balasan apapun dari Lilia dan Jin Ae, keduanya menyetujui keputusan Surya setelah melihat wajahnya yang menunjukan ekspresi serius.


"ha…hati-hati disana, ketua!" Lilia merasa khawatir.


Surya menganggukkan kepalanya.


"aku cukup sibuk, jadi aku harus pergi, selamat bekerja!" ucap Surya sambil berjalan ke arah pintu keluar.


'sepertinya ia memiliki urusan yang darurat!' Jin Ae merasa resah.


***


Surya telah mengganti pakaiannya, setelah mengunjungi kantornya, ia pulang ke rumah dan bersiap siap.


kali ini tujuannya adalah gedung asosiasi hunter, Surya berencana untuk memberitahukan rencananya yang akan pergi ke Indonesia kepada ketua asosiasi.


"syukurlah Mora mengizinkanku pergi!" ucap Surya.


ia teringat ketika ia meminta izin kepada adiknya untuk pergi, respon dari Mora tidak buruk namun terkesan tidak menyetujui tujuan Surya sepenuhnya.


Surya tetap menjaga fokusnya selagi mengendarai mobil miliknya, meski begitu masih ada beberapa hal yang membuat Surya berpikir keras.


'lingkaran sihir itu…bentuknya berbeda dari gate, ia memiliki pola tersendiri seperti…'


tiba-tiba Surya teringat sesuatu.


'bukankah itu seperti lingkaran sihir yang ada di ruangan ketika aku bertemu Myxtica?! meski polanya berbeda!' membatin Surya.


perjalanannya menjadi tidak terasa karena Surya memikirkan hal secara intensif, beberapa saat kemudian ia tersadar bahwa dirinya telah tiba didepan gedung asosiasi hunter.


setelah memarkirkan mobilnya, Surya berjalan masuk kedalam gedung asosiasi hunter.


Surya melihat seorang petugas yang ada didepannya.


"permisi, apa hari ini ketua berada di kantornya?" tanya Surya.


"oh tuan hunter! hari ini ketua asosiasi memiliki banyak waktu senggang, kali ini ketua sedang berada di ruang pelatihan" ucap petugas tersebut.


'ruang pelatihan?! woah…jarang-jarang aku melihat kekuatan ketua asosiasi' Surya menjadi penasaran.


~Boom


tiba-tiba gedung asosiasi sedikit bergetar, Surya bisa merasakan aura kuat yang berasal dari ruang pelatihan.


Surya berjalan ke arah ruang pelatihan ditemani oleh karyawan yang bekerja di asosiasi hunter.


setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya Surya tiba didepan pintu ruang pelatihan milik asosiasi hunter.


namun…


~Woshh


~wush…wush…Boom!!


ketika Surya membuka pintu ruang pelatihan, ia langsung disuguhkan pemandangan ketua asosiasi yang sedang berlatih bersama seorang wanita.


'bukankah itu hunter Chun Hei Gi?' membatin Surya sambil berjalan dipinggir ruang pelatihan.


"oh hunter Surya, lama tak jumpa"


seorang wanita yang duduk di kursi menyapa Surya.

__ADS_1


"hunter Woong Suck Chin! lama tak jumpa!" Surya menyapa balik dan kembali menatap ke arah tengah ruang pelatihan.


"aku cukup terkejut ketika tiba-tiba hunter Chun Hei mengajakku berlatih di ruang pelatihan" ucap Woong Suck.


"begitu kah? berarti ini jarang terjadi?" tanya Surya.


Woong Suck menggelengkan kepalanya.


"ia sering berlatih disini, namun kali ini sepertinya ia sangat antusias" ucap Woong Suck.


Surya menatap pertarungan antara Chun Hei melawan Ghie.


~Boom


~wush


"ada apa nona Chun? sepertinya kau melambat!" ucap Ghie.


sebuah pukulan dari Chun Hei dapat ditangkis oleh Ghie, itu menimbulkan gelombang kejut yang cukup kuat.


"jangan lengah dulu!…hyaatt!"


~dbom…dbom…dbom


Chun Hei memberikan puluhan pukulan yang sangat cepat kepada Ghie.


namun Ghie masih bisa mengimbangi kecepatannya.


'meski ketua merupakan hunter tipe petarung, ia masih bisa mengimbangi kecepatan nona Chun Hei yang merupakan hunter tipe assassin!'


membatin Surya sambil menganalisis pertarungan.


'tapi jangan lengah dulu! kemampuan asli seorang assassin ada pada serangannya yang bervariasi dari arah titik buta lawan…ditambah dengan kecepatan, itu dapat membuat lawan kalah dalam sekali serang' Surya tersenyum.


~srat


~wush


Chun Hei melakukan sapuan menggunakan kakinya, Ghie sedikit lengah terhadap serangan kejutannya sehingga ia terangkat ke udara.


namun Ghie mencoba bertahan dengan menaruh satu tangannya ke lantai ketika kedua kakinya terangkat ke udara.


'kena kau!' membatin Chun Hei.


ia tidak mengincar tubuh Ghie yang terangkat ke udara, melainkan satu tangannya yang digunakan untuk menopang tubuhnya.


ketika tangannya yang dijadikan sebagai fondasi terkena serangan Chun Hei, itu akan membuat Ghie kehilangan keseimbangan sepenuhnya.


Chun Hei memanfaatkan kesempatan tersebut dan berputar sekali lagi dengan cepat.


ia menggunakan satu kakinya untuk melakukan sapuan yang sama seperti sebelumnya.


~Wushh


dengan percaya diri, Chun Hei dapat menyerang tangan Ghie hingga ke udara.


namun…


~Boom


ketika sapuan keras dari kaki Chun Hei mengenai target dengan tepat.


Chun Hei terkejut karena tangan Ghie tidak bergeser se inci pun dari tempatnya.


aura emas berkumpul di tangannya yang dijadikan fondasi.


melihat hal tersebut, mata Surya menyipit.


'nona Chun Hei, kau lupa jika hunter petarung memiliki konsentrasi mana yang kuat di otot tangan dan kakinya!' membatin Ghie.


Ghie memanfaatkan kakinya yang ada di udara dan menggunakan gaya momentum untuk menyerang balik Chun Hei.


kini Chun Hei lah yang lengah, ia tidak menyadari salah satu kaki Ghie yang melaju ke arah kepalanya.


~Wushh


namun Ghie tidak menendangnya, ia berhenti ketika kakinya berada di jarak yang sangat dekat dengan kepala Chun Hei yang tidak bergeming sedikitpun.


"selesai" ucap Ghie.


"fiuhh…aku kalah lagi, kau sangat cerdik ketua Ghie!" ucap Chun Hei.


"ahaha, aku hanya memanfaatkan pengetahuan tiap tipe hunter saja" Ghie mengulurkan tangannya dan membantu Chun Hei berdiri.


"aku belajar banyak darimu, ketua!" ucap Chun Hei.


keduanya berjalan ke arah Woong Suck, namun mereka telat menyadari bahwa di sebelah Woong Suck sudah ada Surya.


"oh hunter Surya…maaf aku tidak menyadari kedatanganmu" ucap Ghie.


"tidak apa! aku tidak ingin menganggu latihan kalian jadi aku menontonnya tadi!" ucap Surya.


Ghie dan Surya bertukar senyum, tetapi tidak dengan Chun Hei.


ia berjalan mendekat ke arah Surya dan menatapnya secara tajam.


'ugh perasaanku tidak enak!' membatin Surya.


Surya dan Chun Hei bertatapan mata beberapa saat, kemudian Chun Hei mengatakan hal yang mengejutkan.


"hunter Surya, aku ingin bertarung melawan prajuritmu!"

__ADS_1


__ADS_2