End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 105. Dominasi


__ADS_3

"guild ku akan melakukan raid besar besaran selama tiga hari kedepan!" ucap Surya.


Ghie cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Surya, karena setiap perwakilan sebuah guild yang akan berangkat menghadiri konferensi pers, dipilih oleh ketua asosiasi.


'jadi ini bisa dibilang jika dia mencoba merekomendasikan guildnya kepadaku? menarik!' membatin Ghie.


"aku cukup terkejut, hunter Surya" ucap Ghie.


kemudian Lilia mendekat ke arah Surya sambil membawa selembaran kertas.


"ketua, setelah raid disini kita akan langsung ke lokasi berikutnya" ucap Lilia sambil menunjukan lokasi gate berikutnya.


secara tidak sengaja Ghie melihat daftar gate yang akan dimasuki.


Ghie terkejut ketika jumlah gate yang ditargetkan mencapai delapan gate per hari dengan peringkat C hingga A.


"kalian akan melakukan raid sebanyak itu dalam sehari? bukankah akan memakan banyak waktu?" tanya Ghie.


Surya tersenyum ketika menatap ke arah bagian dalam gate sambil berjalan.


"oh? kelihatannya sudah selesai!" ucap Surya.


serentak mereka berhenti berjalan dan melihat ke arah depan mereka.


seketika mata mereka melebar karena terkejut.


seekor monster gorila raksasa telah terbelah menjadi puluhan bagian kecil.


didepan mereka terdapat dua wanita kembar yang berjalan ke arah mereka.


masing-masing memancarkan aura yang saling mendominasi, mereka berhenti dihadapan Surya dan melaporkan bahwa tugas mereka telah berakhir.


"senang rasanya dapat melayani tuan!" ucap serentak Seele dan Zeere.


suara Seele terdengar seperti suara gadis kecil, sedangkan Zeere terdengar seperti suara gadis dewasa.


Surya menatap ke mayat boss gate yang tercincang menjadi puluhan bagian.


'ughh! sepertinya mayatnya jadi sulit untuk dibawa!' membatin Surya.


"kembalilah" ucap Surya.


kemudian Seele dan Zeere kembali ke dalam gate mereka.


Surya menatap ke belakang dimana anggota guild serta ketua asosiasi berada.


"ayo ke tempat selanjutnya" ucap Surya.


***


di luar gate…


orang-orang sedang menunggu hasil dari raid yang dilakukan Surya.


sebagian dari mereka meragukan keselamatan Surya karena menganggap enteng mengenai monster yang ada di dalam gate.


"Hei…bagaimana menurutmu mengenai raid ini? tidakkah hunter Surya Yeon-Jun terlalu menganggap remeh gate?!" tanya seorang pria kepada temannya yang berdiri disampingnya.


"umh…menurutku begitu, ta…tapi kita tahu kan bahwa hunter Surya Yeon-Jun itu sangat kuat?! itu terbukti ketika raid di pulau Jeju dan dengan prajuritnya, kurasa ia bisa mengatasi gate seorang diri!" ucap teman pria tersebut.


pria itu menatap gate dengan serius.


"memang ia dan prajuritnya sangat kuat, tapi kita tidak tahu monster apa yang ada dibalik gate itu! sedangkan hunter Surya Yeon-Jun memperlakukan prajuritnya sebagai budak bukan rekan! ketika prajuritnya tumbang…maka tamatlah riwayatnya!!" ucap pria tersebut.


tiba-tiba…

__ADS_1


~wuoong


"lihat! mereka keluar!" ucap orang-orang.


Surya dan yang lainnya keluar dari gate, ia menyelesaikan raid kurang dari setengah jam


"hebat!! bukankah ini sangat cepat?!"


"benar! ia menyelesaikan gate peringkat B hanya dalam beberapa menit!"


pria yang awalnya meragukan Surya, membuka mulutnya selebar mungkin dan tidak dapat berkata kata.


Surya dengan dua wanita cantik di sampingnya, lalu diikuti ketua asosiasi dan Luxia.


Luxia menundukan kepalanya karena tidak menyangka dengan apa yang ia lihat di dalam gate.


bukannya pertarungan antara hunter melawan monster, melainkan pemandangan pembantaian para monster hanya dalam beberapa saat.


Luxia masih membayangkan ketika aura prajurit Surya yang mendominasi, aura kedua prajurit Surya membuat aura Luxia seperti api yang redup.


padahal ia adalah hunter rank-A yang memiliki kekuatan besar.


ketika Luxia yang merasa takut, Lilia dan Jin Ae merasa malu dan pipinya memerah.


para wartawan mengambil gambar ketika dua wanita tersebut bersebelahan dengan Surya.


sehingga orang-orang yang melihat mulai berasumsi bahwa telah terjadinya cinta segitiga.


(Surya menang banyak:v)


"kalian tidak perlu memaksakan diri, sebaiknya kembalilah ke kantor dan melakukan hal yang biasa kalian lakukan" ucap Surya kepada Lilia dan Jin Ae.


"ba…baiklah" ucap serentak keduanya.


"kuharap salah satu dari kalian dapat menyetir" Surya mengejek keduanya.


"a…aku bisa!" ucap Jin Ae yang pipinya memerah.


Surya berjalan dikawal oleh penjaga dan melewati para wartawan.


"ketua, terima kasih telah mengawal kami" ucap Surya.


Ghie tersenyum.


"ini adalah keinginanku, aku merasa senang bisa melihat bagaimana kau mengatasi monster-monster itu…untuk urusan konferensi pers, akan kuusahakan yang terbaik!" ucap Ghie.


para wartawan tak henti hentinya mengejar dan mencari informasi dari Surya.


'aku harus menyelesaikan ini dengan cepat!' membatin Surya.


ketika Surya berpapasan dengan salah seorang penjaga, ia menepuk bahu penjaga tersebut.


"terima kasih" ucap Surya.


"sama-sa…" penjaga tersebut terkejut.


ketika penjaga itu menengok ke arah Surya, ia tak melihat Surya dimanapun.


Surya mengaktifkan stealth dan menjauh dari keramaian dengan cepat.


***


di puncak sebuah gedung…


Surya berdiri dan melihat pemandangan kota Seoul yang disinari matahari pagi.

__ADS_1


di belakangnya, lima prajurit terkuatnya bertekuk lutut kepadanya.


Serena [7th high-general]


Drogoda [5th high-general]


Felien [4th high-general]


Seele [2nd high-general]


Zeere [1st high-general]


Surya menatap kelima wanita yang bertekuk lutut kepadanya.


"aku memberikan tugas kepada kalian! masing-masing dari kalian akan menyelesaikan satu gate yang telah kuberi tahu lokasinya!" ucap Surya.


serentak mereka menjawab.


"dengan senang hati, my lord!"


"sekarang!" ucap Surya.


kemudian kelima prajuritnya berpencar ke lokasi gate yang telah ditentukan.


mereka melaju dengan sangat cepat hingga tidak diketahui oleh orang-orang sekitar, kecuali hunter peringkat tinggi.


setelah Surya sendirian, ia melihat ponselnya.


"baiklah, kurasa hari ini cukup delapan gate!" ucap Surya dan pergi ke lokasi gate lainnya.


***


Yogyakarta, Indonesia…


memiliki salah satu dari tujuh keajaiban dunia.


[Borobudur Temple]


tempat tersebut dijadikan destinasi wisata yang terkenal hingga ke seluruh dunia.


namun kini tempat tersebut tidak dikunjungi oleh siapapun.


para elit hunter dari Indonesia serta polisi dan pasukan militer berkumpul beberapa ratus meter dari candi Borobudur.


mereka menatap tajam candi Borobudur yang dilapisi oleh sesuatu yang entah dari mana asalnya.


'setelah gate…kali ini apa lagi yang akan terjadi?!' membatin seorang hunter.


kemudian hunter lainnya menepuk bahunya.


"hei…bukankah itu terlihat seperti gate yang akan menelan candi Borobudur?!" ucap hunter tersebut dengan ekspresi sinis.


sebuah lingkaran sihir mengeluarkan konsentrasi sihir yang sangat besar dan berputar tepat di atas candi Borobudur.


karena merasakan aura dan konsentrasi sihir yang besar, para hunter bergegas ke lokasi dan mengasumsikan lingkaran sihir tersebut merupakan gate peringkat tinggi.


namun asumsi mereka sepenuhnya salah.


mereka tidak menyadari hal yang tidak dilihat oleh mata mereka.


tepat di pusat candi Borobudur, terdapat sosok bertudung yang ditutupi aura hitam.


sosok tersebut berdiri di puncak yang menjadi pusat candi Borobudur.


dalam keheningan yang membuat suara angin mendominasi di sekitar candi Borobudur…terdapat senyuman jahat yang bersembunyi dibalik tudung hitam tersebut.

__ADS_1


__ADS_2