End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 52. Gate Break Jeju Island


__ADS_3

Di gedung asosiasi hunter Korea Selatan.


"coba cari tahu data anggota para hunter yang bekerja untuk pengusaha Park" Ghie meminta bantuan kepada asistennya.


setelah beberapa menit, asistennya memberikan data yang diminta kepada Ghie.


Ghie langsung terkejut ketika melihat nama yang tidak asing.


"Hunter Surya?! dia mengikuti raid itu juga?" mata Ghie melotot.


'aku tahu ia memang seorang hunter rank-S, tapi menyelesaikan gate rank-C sendirian itu cukup sulit, terlebih ia melakukannya 12 kali dalam sehari' membatin Ghie.


"mungkin tim raidnya juga merupakan hunter yang kuat" pikir Ghie.


ia membaca data-data profil tiap hunter yang bersama Surya, kemudian dirinya dibuat terkejut lagi.


'mantan hunter? hunter yang pensiun karena sakit? hunter yang cacat? ini bukanlah hunter yang bisa membantu walau di gate rank-D sekalipun!'


setelah berpikir beberapa menit, Ghie mencapai ke suatu kesimpulan yang sebelumnya ia ragukan.


"dia menyelesaikan gate itu sendirian!" keringat dingin keluar dari leher Ghie.


begitu juga dengan sisten Ghie yang mendengar ucapannya.


seorang hunter menyelesaikan gate dengan tingkat kesulitan menengah sebanyak 12 kali dalam sehari.


belum pernah ada pencapaian seperti itu yang pernah dilakukan hunter manapun.


'Hunter Surya…kau ini apa sebenarnya?!' dahi Ghie mengkerut.


kemudian asisten Ghie menunjukan data lainnya.


"ketua, karena kejadian kemarin, para guild besar juga mengalami kerugian yang cukup besar secara mendadak…mereka jadi kekurangan gate tingkat menengah untuk melatih tim mereka" ucap asisten Ghie.


Ghie mengusap dagunya.


'seorang hunter bersaing dengan guild besar?! ini menarik!!'


"kesampingkan soal itu, bagaimana dengan jadwalku selanjutnya?" tanya Ghie.


"ah iya ketua, hari ini kau akan ada rapat dengan para menteri" ucap asisten.


"baiklah, siapkan mobilnya, aku segera menyusul!" ucap Ghie.


asisten Ghie mengangguk dan pergi.


'dia kartu AS milik korea, mungkin dunia hunter akan segera mengubah pandangan mereka!' Ghie tersenyum.


***


di toko para hunter, Surya membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menaiki menara kehancuran.


dia membutuhkan beberapa perlengkapan dan jubah yang memiliki resistensi terhadap api.


Surya menatap sebuah jubah hitam dengan style yang sesuai seleranya.


jubah polos yang menyerupai blazer dengan lengan panjang dan kerah yang lebar membuat Surya tertarik.


"permisi…apa yang ini memiliki resistensi terhadap api?" Surya menunjuk ke arah jubah tersebut.


"ah tidak, itu hanya memiliki kemampuan menampung mana penggunanya, tapi itu seperti jubah yang akan dilapisi oleh mana…tepatnya, jubah itu akan membantu penggunanya membentuk zirah mana di tubuhnya" ucap pemandu toko.


'aku membutuhkan barang dengan resistensi api…tunggu dulu!' mata Surya melebar.


'jika aku memiliki tittle penguasa elemen, maka itu bisa membantuku bukan?!' membatin Surya.


"baiklah, aku ambil yang ini!" dengan sigap Surya membeli jubah hitam tersebut.


beberapa menit kemudian, Surya langsung mengenakan jubah tersebut.


'itu sangat cocok untukmu, tuanku!' ucap Emptiness.


'tuanku, belikan aku juga' Gluttony mengemis.


'hei hei bisakah kalian diam?' ucap Surya dengan ekspresi jengkel.


setelah beberapa hari, mereka jadi sering berbicara kepada Surya dan menunjukan hal- hal yang konyol.


'baiklah, dengan ini sudah cukup!' membatin Surya.


setelah membeli beberapa perlengkapan, Surya langsung keluar toko dan bergegas pergi.


tanpa disadari, Chun Hei Gi yang sedang melihat lihat pedang di toko, tidak sengaja melihat Surya yang keluar toko menggunakan perlengkapan untuk raid.


***


di lokasi…


"baiklah…ayo kita lanjutkan!"


Surya membentuk gate menuju menara kehancuran.


[Anda memasuki gate]


Surya berhenti sebentar di depan pintu masuk menara dan memeriksa kembali peralatannya.

__ADS_1


"jubah dan cincin resistensi, aku hanya ingin berusaha menghemat manaku sebelum mencapai puncak!"


tiba-tiba pesan sistem masuk.


[Lantai 1 sampai 51 sudah terbuka, lantai mana yang akan anda pilih?]


Surya tersenyum.


'aku kesini bukan untuk membuang buang waktuku!'


"lantai 51!"


[Anda akan diteleportasi ke lantai 51]


~Wuuung


[Lantai.51]


beberapa saat kemudian Surya sudah berada di lantai 51.


Surya melihat tumpukan batu didepannya.


ia melompat ke puncak tumpukan tersebut dan memulai pertarungan lebih dulu.


[War Cry : active]


"Aaaargghh!"


~ngiiiing


serentak para iblis bergetar dan secara terpaksa menghampiri lawan yang berani menyusup ke wilayah mereka.


[High Class Demon : Rank-S]


"dari sini mereka semua sudah sekuat hunter rank-S!" mata Surya menyipit.


"GORY!!"


ketika Surya memanggil salah satu pasukannya, dari langit terdengar raungan yang keras, dan sosok naga melaju dengan kecepatan tinggi secara menukik.


~KUARGHH


Gory menerjang, dan memakan para iblis yang ada didepannya dan melaju dengan kecepatan tinggi.


~Woshhh


Gory juga menghembuskan nafas api yang sangat panas dan membukakan jalan untuk tuannya.


"Vanity, Gluttony!" ucap Surya.


"Mengamuklah!" senyum beringas keluar dari wajah Surya.


"dengan senang hati, tuanku!" ucap serentak.


aura haus akan darah mengalir di seluruh tubuh mereka.


seiring meningkatnya Surya, maka kekuatan prajuritnya juga akan meningkat.


~BOOM


~Guarghhh


keduanya melompat dan membantai sisi kanan dan kiri Surya.


Surya berjalan di jalan yang terbentuk diantara dua pasukan iblis yang terbagi dua bagian.


namun di kejauhan, tepat di depan Surya…iblis dengan wujud yang cukup berbeda juga berjalan ke arah Surya.


'mulai dari sini, tiap lantai akan ada mini boss nya!' membatin Surya.


Surya mengambil dragon sword miliknya.


iblis itu juga mengambil senjata kapak yang dilapisi lava di balik punggungnya.


"huuuh!"


ketika Surya berfokus, jubahnya kini mulai dilapisi aura dingin yang menusuk, dragon sword juga menyesuaikan element yang Surya gunakan.


Es melawan Lava.


iblis itu berlari ke arah Surya.


"datanglah!" Surya memasang kuda-kuda dan memfokuskan pikirannya.


iblis itu kini menyala terang dan seluruh tubuhnya dipenuhi lava panas.


lalu iblis itu melompat dan akan menebas Surya dengan kapaknya secara vertikal.


dengan mata tertutup Surya mengatakan…


"Slash Void!"


~Sring


~Crat…crat

__ADS_1


dengan kecepatan yang melawan ruang dan waktu Surya sudah membelakangi iblis tersebut.


iblis itu terdiam sejenak…tiba-tiba tubuh iblis itu tercincang dengan rapih.


garis potong yang menyerupai potongan diagonal sebanyak puluhan kali, tubuh iblis itu berceceran ke tanah sekaligus membeku akibat suhu dingin dari dragon sword.


pesan sistem masuk.


[Unique Skill : Slash Void]


[Slash Void「Lv.???」: menebas dengan kecepatan yang merobek ruang dan waktu selama dua detik, setiap tebasan selanjutnya, serangan tersebut akan dikali dua ]


Surya tersenyum.


'sepertinya takdir sedang memihakku!' itu berpacu dengan skill yang ia dapatkan merupakan skill unik.


"tapi skill ini juga menggunakan mana yang cukup banyak secara instan" ucap Surya.


7 jam kemudian…


[Lantai.55]


Name : Surya Yeon-Jun


Level : 72


User : Cheater Job : -


HP : 26600/27800


MP : 70800/78800


INT : 289 AGI : 273


STR : 303 DEX : 273


VIT : 279 sisa poin : 9


Surya kembali melihat mini boss di setiap lantainya, namun kali ini, mini boss tersebut memiliki ukuran yang tidak biasa.


"Huuh, yang satu ini ukurannya sangat besar!" ucap Surya.


***


di waktu yang sama…


di wilayah Mokpo…


muncul sosok naga tanpa sayap dengan panjang 6 meter entah dari mana asalnya.


naga itu menghancurkan daerah sekitat dengan gerakan tubuhnya yang cepat serta sisiknya yang sekeras baja.


kedatangan hunter kelas atas yang terlambat membuat puluhan manusia menjadi korban hanya dalam satu jam.


namun pada akhirnya naga tersebut berhasil dikalahkan.


hal serupa juga terjadi di daerah Kyushu, Jepang.


Korea dan Jepang mulai mencari tahu asal dari kemunculan naga tersebut.


kemudian satelit mereka menemukan konsentrasi mana yang mengerikan bersinkronisasi di pulau Jeju.


Korea terlambat menyadari kemunculan red gate yang telah menjadi gate break.


kini pulau Jeju yang terkenal akan keindahannya telah dirusak oleh puluhan naga.


"Ini bukan naga biasa!! mereka adalah naga jenis leviathan!" Ghie berkata dengan tegas di rapat darurat.


"dia bisa melewati lautan dengan berenang, jika mereka sampai melewati pulau, Korea akan segera hancur!" ucap Ghie.


"tapi mengapa hanya beberapa dari mereka saja yang melintasi lautan?" tanya menteri Korea Selatan.


Ghie menatap layar proyektor dimana terdapat petunjuk yang didapatkan dari satelit.


terdapat puluhan cahaya ungu yang mengelilingi pulau Jeju, dan ditengah tengahnya terdapat cahaya ungu gelap yang besar.


Ghie menunjuk cahaya besar tersebut dan berkata.


"mereka sedang melindungi sesuatu!! jika bukan boss gate, lalu siapa lagi?" ucap Ghie.


menteri tersebut ketakutan.


"ji…jika cahaya tersebut mewakili kekuatan mereka…maka!"


Ghie langsung melanjutkan pendapat menteri.


"benar! ini gate dengan skala bencana!" Ghie menyatakan kenyataan yang pahit.


"kudengar monster itu juga sampai ke wilayah Jepang dan dampak kerusakannya sebesar yang terjadi di Mokpo" ucap menteri.


"satu naga ini dapat merusak hampir satu wilayah dan menimbulkan banyak korban! kita harus cepat mengambil tindakan ini dan mengerahkan kekuatan terbesar kita!" ucap Ghie.


"tapi ketua, jumlah hunter kuat kita tidak akan cukup kuat untuk menghadapi mereka semua" ucap menteri.


Ghie terdiam sejenak, lalu menyatakan pendapatnya.

__ADS_1


"karena itu, kita akan mengajukan kerja sama dengan Jepang!"


__ADS_2