End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 50. Setengah Jalan


__ADS_3

6 hari kemudian di dalam menara kehancuran.


Surya sedang membersihkan pakaiannya yang berlumuran darah, walaupun usahanya sia-sia.


[Lantai.50]


"aku berhasil menaiki menara dengan cepat, ini sudah setengah jalan…aku ingin melanjutkannya tapi…"


Surya menatap sekelilingnya dimana seluruh monster dan iblis telah berserakan.


"sepertinya ini sudah satu minggu"


Surya duduk di tumpukan mayat monster yang menggunung.


di bawahnya terdapat Gluttony yang sedang memakan tubuh monster dan Vanity yang sedang membangga banggakan dirinya.


dan Gory berada di udara sambil memantau keadaan sekitar.


"aku cukup lelah" gumam Surya.


ia melihat beberapa rincian dari misinya.


[Abyss Soul : 54300/100000]


[Cursed Soul : 108500/???]


[Level : 67]


"aku tidak berharap banyak akan mendapatkan sesuatu ketika mencapai suatu lantai tertentu"


Surya mengambil sesuatu dari inventorynya.


"tidak kusangka aku akan mendapatkan crystal key saat mencapai lantai 50" ucap Surya.


[Crystal Key : kunci yang akan menuntun anda ke ujian tahap akhir.


Rarity : ???


Waktu : Belum ditentukan ]


Surya kembali teringat ketika pertama kalinya mendapatkan kunci kristal yang digunakan untuk ujian tahap awal.


'saat itu aku masih sangat lemah dan harus melawan banyak monster yang kuat' membatin Surya.


Surya menyimpan kembali kristal hitam itu kedalam inventorynya.


"baiklah…sekarang aku akan mengakumulasikan poin stat ku ke STR!"


'mengingat beberapa kali pukulanku tidak terlalu memberikan dampak besar ke beberapa monster' membatin Surya.


[Mengakumulasikan semua stat poin ke STR…]


[Berhasil]


Name : Surya Yeon-Jun


Level : 67


User : Cheater Job : -


HP : 18700/26800


MP : 45500/77800


INT : 278 AGI : 262


STR : 292 DEX : 262


VIT : 268 sisa poin : 0


"baiklah…ayo kembali"


Surya mengubah seluruh interior menara menjadi kunci kristal kembali.


dalam satu minggu, merupakan sebuah pencapaian besar telah menaiki setengah dari seluruh lantai menara kehancuran.


'aku telah meningkatkan levelku dan mendapatkan prajurit baru…untuk sekarang aku harus puas dengan itu!' Surya menegaskan dirinya sendiri.


Surya memeriksa ponselnya…terdapat puluhan panggilan tak terjawab dari berbagai kontak.


namun yang pertama kali ia kabari adalah adiknya.


***


Mora sedang menyisir rambut Ae-Cha sambil membicarakan hal yang tidak penting.


terkadang mereka juga membicarakan Surya.


tiba-tiba…


~tunt…tunt

__ADS_1


"Ae-Cha sebentar, aku mau mengangkat telepon" ucap Mora.


"oke" Ae-Cha sedang mengaca sambil mengelus rambutnya.


"Ah ini dari Oppa" Mora sempat khawatir karena kakaknya tidak dapat dihubungi berhari hari.


(halo oppa…kau sudah selesai dengan urusanmu?) tanya Mora.


(iya, aku langsung kembali setelah menyelesaikannya…ngomong-ngomong aku akan menjemputmu dan Ae-Cha sekarang, aku akan mentraktir kalian makan malam…bersiap siaplah) ucap Surya sambil menyetir mobil yang ia gunakan sesaat baru sampai dirumah.


(oke oppa) Mora tersenyum dan menutup panggilannya.


"hey…sepertinya oppa mau mentraktir kita makan malam" ucap Mora.


"wahh senangnya" pipi Ae-Cha sedikit memerah.


***


2 jam kemudian


di sebuah restoran yang menyajikan berbagai steak.


Surya, Mora, dan Ae-Cha telah menyantap hidangan dari restoran tersebut.


"apa adikku merepotkanmu?" tanya Surya.


"ti…tidak…kami sangat bersenang senang kok" ucap Ae-Cha.


"syukurlah…aku sangat berterima kasih karena telah menjaga Mora…kukira dia akan sangat bawel" Surya tersenyum.


"huuh jangan mengejekku oppa, kau kira aku anak bayi?" Mora cemberut.


Ae-Cha tersenyum melihat suasana bahagia di depannya.


"baiklah…kalau begitu ayo kita pulang"


setelah makan malam…Surya dan Mora mengantar Ae-Cha pulang dan berpamitan…setelah itu Surya dan Mora pulang ke rumah.


walau malam sudah larut, Seoul tetap menjadi kota yang ramai…Surya melewati jalan yang dipinggirannya terdapat gedung-gedung dan apartemen.


beberapa saat kemudian Mora melihat sesuatu yang jaraknya cukup jauh…


"oppa, apa terjadi sesuatu disana?" Mora melirik ke arah kanan.


"sepertinya terjadi gate break…tapi tidak masalah, para hunter pasti akan menyelesaikannya" ucap Surya.


keduanya melihat kebakaran yang ada di pinggir sebuah gedung, namun Surya bisa melihat dan mengukur tingkat gate tersebut dengan kepekaannya terhadap mana.


mereka melanjutkan kembali perjalanannya.


beberapa menit kemudian.


Surya berhenti di minimarket.


"sepertinya kita harus belanja bahan masakan untuk besok" ucap Surya.


"ah iya, rumah kita ditinggal selama satu minggu, bahan masakan di kulkas pasti hanya sedikit yang masih bisa digunakan" ucap Mora.


mereka membeli beberapa jenis sayuran, daging, telor, dan juga camilan.


setelah menunggu antre sebanyak 2 orang, mereka akhirnya membayar dikasir.


tiba-tiba Surya merasakan sesuatu ketika melihat wanita yang sedang berjalan dipinggir jalan tepat di depan minimarket.


"Mora, ini kartu kredit ku…kau tunggu disini sebentar!"


Surya bergegas keluar dari pintu minimarket dan melaju dengan cepat ke arah wanita yang ada dipinggir jalan.


wanita itu menyadari bahwa ada mobil terbakar yang datang ke arahnya dari samping.


"Eh?" wanita itu bengong


mobil itu akan menimpa wanita yang sedang berjalan.


~Sringg


~Boom


tiba-tiba mobil yang akan menimpanya terbelah dua dan melewati wanita itu.


didepan wanita itu sudah ada sosok pria yang muncul.


"apa kau baik-baik saja?" tanya Surya.


"a…ah iya…terima kasih banyak" wanita itu berkeringat dingin karena telat menyadari bahwa hidupnya hampir lenyap secara tragis…kemudian ia langsung berlari ketakutan.


Surya menatap di kejauhan.


"sepertinya boss gate ini cukup kuat"


Surya pergi dengan kecepatan tinggi ke arah dimana mobil itu muncul.

__ADS_1


dari jarak sekitar 100 meter, Surya berdiri di atap sebuah apartemen yang tinggi.


"ini gate break yang tadi kulihat!" ucap Surya.


ia melihat para hunter sedang menahan boss gate yang beruwujud golem.


golem itu mengamuk dan menghempaskan benda-benda yang ada di sekitarnya.


Surya juga mendengar ucapan tim hunter yang kewalahan menghadapi monster dengan ketahanan tubuh yang kuat.


"mereka membutuhkan bantuan hunter peringkat atas dengan segera, namun jika mereka menunggu…maka kerusakannya akan semakin besar!" ucap Surya.


dari puncak apartemen…Surya membentuk sebuah tombak api dengan ukuran yang besar.


afinitas apinya tidak sekuat api biru, namun itu sudah cukup untuk mengalahkan boss gate itu.


~Wushhh


tombak api itu melaju dengan cepat.


~BOOOM


tombak itu menembus perut golem dan golem tersebut hancur berkeping keping, dan tombak api itu masuk ke dalam gate.


"kita berhasil?!" salah satu hunter terheran.


semua hunter yang ada di tempat kejadian perkara tahu bahwa mereka tidak akan bisa mengalahkan boss gate itu.


"si…siapa yang mengeluarkan sihir mengerikan sebesar itu?!" tanker tersebut bertanya.


karena di tempat kejadian, hunter mage yang merupakan hunter rank-C dan seorang wanita sedang dipulihkan oleh healer.


"boss gate dalam sekali serang…hanya hunter mage rank-S yang bisa melakukan serangan dengan skala seperti ini!"


ketika seluruh hunter bertanys tanya.


hunter mage yang sedang dalam masa pemulihan…bergetar ketakutan.


'aku melihat asal tombak api itu!' mata hunter mage bergetar ketakutan.


ia mengingat kembali beberapa saat yang lalu dimana ia melihat sosok pria yang berada di atap sebuah apartemen yang jaraknya cukup jauh.


pria itu membentuk tombak api dengan mudahnya, lalu menghempaskannya, dan dia menghilang begitu saja.


'di…dia sangat kuat!' membatin hunter mage.


***


beberapa menit kemudian Surya kembali ke minimarket dimana Mora sudah menunggu dan khawatir.


"oppa…apa terjadi sesuatu?" wajah Mora cemas.


"tidak ada…ayo kita pulang!" ucap Surya.


'dia jadi lebih banyak diam setelah menjadi hunter' membatin Mora.


akhirnya mereka melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.


ketika mereka sampai dirumah…Surya mendapatkan sebuah telepon.


~Tiit


"Mora kau masuklah duluan, aku harus mengangkat telepon" ucap Surya.


Mora mengangguk dan masuk.


Surya mengangkat panggilan dari ketua asosiasi hunter Korea Selatan.


(Hunter Surya…apa aku menganggu waktumu?) tanya Ghie.


(tidak…apa terjadi sesuatu, ketua?) Surya bertanya kembali.


(aku tidak bisa mengabarimu dalam beberapa hari terakhir…kukira terjadi sesuatu) Ghie mencemaskan Surya.


(ah…aku habis dari tempat yang tidak ada akses sinyalnya) jawab Surya.


(begitu ya…ngomong-ngomong ada hal penting yang harus kusampaikan padamu) nada suara Ghie menjadi lebih serius.


(ada apa?) Surya penasaran.


(Salah satu Unbeatable Hunter, hunter rank-S Daneil Osvaldo ingin bertemu denganmu…beberapa hari yang lalu ia datang ke Korea dab berkunjung ke gedung asosiasi)


mata Surya menyipit.


'guildmaster serikat predator? sudah kuduga akan seperti ini' Surya mengingat apa yang ia lakukan kepada salah satu anggota guildnya.


(mungkin aku sedikit tahu mengapa ia ingin bertemu denganmu…karena itu berhati hatilah tuan hunter) ucap Ghie.


(akan kuingat saran darimu, ketua…terima kasih)


panggilan mereka berdua diakhiri.

__ADS_1


__ADS_2