End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 128. Pernyataan perang


__ADS_3

Keesokan harinya…


Hak-Kun sedang melihat televisi yang tersedia di kamar hotelnya.


ia melihat berita mengenai apa yang terjadi di negaranya ketika ia sedang berada di London.


(Seperti yang kita lihat, bahwa suatu ledakan besar di wilayah pantai Guryongpo, ledakan misterius yang diduga telah terjadinya sebuah gate break di dekat pantai…tim ekspedisi juga menemukan beberapa jejak bekas pertempuran yang tidak hanya ditemukan di pantai)


kemudian reporter memperlihatkan beberapa bangunan yang hancur seperti sebuah menara listrik dan beberapa kaca gedung yang hancur.


"tidak mungkin…jika terjadi sebuah gate break, maka akan ada hunter dari beberapa guild yang segera pergi ke lokasi dan mengalahkan monster tersebut…tapi kali ini bahkan tidak ada laporan mengenai hunter yang pergi ke lokasi gate break…apa yang terjadi?!" ucap Hak-Kun.


Ia pergi mengambil segelas air dan meminumnya.


'pertama kejadian di bandara tadi malam, sekarang ledakan di pantai Guryongpo…kuharap semua ini hanya kebetulan dan tidak ada kaitannya sama sekali!' pikir Hak-Kun.


tiba-tiba pintu kamar Hak-Kun terbuka.


~krek


pintu kamar hotel hanya bisa dibuka menggunakan kartu khusus yang diberikan resepsionis hotel…Hak-Kun cukup terkejut ketika pintu kamarnya terbuka tiba-tiba.


ketika ia mengecek ke arah pintu, ia melihat sosok yang ia kenal.


"hu…hunter Surya?" Hak-Kun gugup.


"kapan konferensi dimulai?" tanya Surya sambil melepas blazer hitamnya yang basah.


"ah…empat jam dari sekarang" jawab Hak-Kun.


'berarti pukul satu siang ya?' membatin Surya.


"baiklah, sepertinya aku mau bersih-bersih…akan kugunakan kamar mandinya" ucap Surya tanpa menoleh ke arah Hak-Kun.


"tentu" jawab Hak-Kun dan merasa heran.


'perasaan hatinya masih buruk ya?' pikir Hak-Kun.


ia merunduk dan menggertakkan giginya.


"cih!"


'sangat berbeda denganku yang tidak bisa membela rekan-rekan ku ketika dalam kesulitan!' membatin Hak-Kun dan menghina dirinya sendiri.


***


Korea Selatan…


Mora yang kini berada bersama ketua asosiasi hunter Korea Selatan…melihat berita di televisi mengenai pertempuran Surya melawan para hunter dari seluruh dunia.


"kapan Oppa pulang?" tanya Mora kepada dirinya sendiri.


"setidaknya dua sampai tiga hari lagi" jawab Ghie sambil berjalan membawa segelas air dan ponsel miliknya.


Mora menerima air tersebut dan meminumnya. wajahnya yang pucat menandakan bahwa Mora tidak tidur semalaman.


"ini dari kakakmu!" ucap Ghie.


mata Mora melebar dan segera mengambil ponsel yang ada di tangan Ghie.


(Oppa!!!) teriak Mora.


(Mora, kau baik-baik saja?) tanya Surya.


(Aku, baik…tapi…Ae-Cha…Ae-Cha) air mata mengalir dari mata Mora.

__ADS_1


Surya dapat mendengar tangisan adiknya, ia mengepalkan tangannya dan menguatkan hatinya.


(Ae-Cha…menghilang! seseorang menyerangnya di rumah kita hingga rumah kita hancur…aku takut! Oppa cepatlah kembali) ucap Mora sambil menangis.


Surya terdiam dan mendengar tangisan adiknya.


(aku akan segera pulang) ucap Surya dan mematikan ponselnya.


waktu menunjukan pukul 12.30…kurang dari tiga puluh menit Surya akan berangkat ke gedung.


seperti biasa ia mengenakan setelan serba hitam, Hak-Kun telah menunggunya di tempat resepsionis.


Surya berjalan beberapa menit dari kamarnya dan tiba di lantai satu.


ketika lift terbuka, belasan bodyguard berbaris dan dipimpin oleh seorang pria paruh baya.


terlihat mereka telah menunggu kedatangan Surya, sehingga mereka berbaris dengan rapih, lalu sosok pria paruh baya tersebut berjalan ke arah Surya.


"hunter Surya…" ucap pria paruh baya tersebut.


"kau mau menangkapku?!" tanya Surya.


pria paruh baya tersebut sedikit bergetar mendengar ucapan Surya.


"ti…tidak, izinkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu" ucap pria paruh baya.


Surya berhenti dan membiarkan lawan bicaranya.


"namaku Nicholas…aku adalah ketua federasi hunter di seluruh wilayah Eropa" ucap pria yang mengaku sebagai Nicholas.


lalu ia melanjutkan kata-katanya dan membungkukkan badannya.


"aku kesini ingin berterima kasih kepadamu, tuan hunter…meski para hunter di seluruh dunia memilih untuk bertarung melawanmu…kau tidak membuat satupun dari mereka mengalami cidera yang mengerikan…aku sangat mengagumimu…hunter Surya Yeon-Jun!" ucap Nicholas.


"tidak masalah!" ucap Surya.


jawaban yang membuat Nicholas terkejut karena Surya tidak memiliki dendam sedikitpun kepada para hunter.


Nicholas berbalik dan meyakinkan Surya atas apa yang telah ia ucapkan.


"aku akan menghalangi para reporter agar kau merasa nyaman, tuan hunter!" ucap Nicholas.


Surya berhenti sejenak dan berkata…


"lakukan sesukamu!"


sekali lagi Nicholas menundukan kepalanya.


'skala pertarungan yang mengerikan…itu bisa dilihat dari kerusakan yang terjadi di bandara…jika saja orang sepertinya menjadi musuh dunia, maka tamat sudah dunia ini!' pikir Nicholas.


***


beberapa menit kemudian, Surya tiba di depan gedung Olympic tempat dimana konferensi pers akan disegera dimulai.


Surya dan Hak-Kun berjalan ke arah pintu masuk ruang konferensi, tiba-tiba…


"permisi" ucap seorang wanita dari belakang mereka.


Surya dan Hak-Kun menoleh ke belakang…lalu Surya mengenali wajah sosok yang menyapanya.


"bisakah aku bicara padamu sebentar, tuan Surya?" ucap wanita tersebut.


~tap


Hak-Kun memegang bahu Surya dan tersenyum.

__ADS_1


"aku akan masuk duluan!" ucap Hak-Kun.


~nod


Surya menganggukkan kepalanya.


Surya dan wanita tersebut berbicara didekat pintu masuk ruangan konferensi.


"apa yang ingin kau bicarakan, nona Agatha?"


tanya Surya kepada sosok wanita yang dapat mengukur kekuatan hunter-hunter terkuat.


"pertama-tama…aku sangat berterima kasih padamu karena tidak membunuhku pada apa yang terjadi semalam" ucap Agatha yang juga menjadi lawan prajurit Surya.


"lalu?" tanya Surya yang langsung mengarah ke intinya.


"pada saat itu aku tersadar…aku melihat sosok misterius dengan kekuatan yang sangat besar sedang berbicara denganmu!" Agatha merinding.


"setelah kusadari…kau juga memiliki aura yang sama seperti sosok tersebut…se…sebenarnya, apa yang terjadi?!" tanya Agatha.


Surya berpikir bahwa Agatha menyadari kemunculan Tentaorich.


"kau akan mendapatkan jawabannya!" jawab Surya.


"be…begitu ya…terima kasih, tuan hunter" ucap Agatha dan memasuki ruangan konferensi.


Surya terdiam dan memutuskan apa yang akan ia lakukan kedepannya.


'Cala!' ucap Surya dalam hati.


[tidak ada pilihan lain…para lord telah menyadari pengkhianatanku dan sepertinya pasukan mereka telah siap!] ucap Cala.


'apa kau mengetahui jumlah pasukan dari seluruh lord?' tanya Surya.


kemudian pesan sistem muncul.


[4 Lord menganggapmu sebagai musuh]


[Lord of All Element「Tentaorich」menganggapmu sebagai musuh]


[Lord of Abyss「Darklynx」menganggapmu sebagai musuh]


Lord of Monster「Gygantic」menganggapmu sebagai musuh]


[Lord of Dragon「Santrades」menganggapmu sebagai musuh]


[130000000 pasukan menganggapmu sebagai musuh]


Surya menyipitkan matanya setelah membaca pesan-pesan dari sistem.


'jumlah yang sangat mengerikan!!!' membatin Surya.


[Bagaimana?] tanya Cala.


Surya tersenyum dan menjawab…


"tentu saja…bantai semuanya!"


ucap Surya dan membuka pintu masuk ruangan konferensi.




**End to be Continued memasuki alur akhir cerita**.

__ADS_1


__ADS_2