End To Be Continued

End To Be Continued
Chapter 87. Keganjilan


__ADS_3

Surya berusaha menutup mulutnya dan tidak membongkar rahasianya.


Surya mendapat pertanyaan yang tak disangka dari orang yang tidak terpikirkan.


apapun yang Surya katakan tidak akan membuat Ghie paham, terlebih jika itu hanyalah kesalah pahaman, itu dapat membuat Ghie semakin bertanya tanya siapa identitas asli Surya.


ketika Surya akan menjawab…


"kak Surya?!"


seorang gadis berteriak memanggil nama Surya.


Surya menengok ke arah suara tersebut.


"Ae-Cha?" ucap Surya.


Ae-Cha dirawat di rumah sakit yang sama dengan Surya, ia berlari dari ruang rawatnya dan mencari Surya ketika ia mendengar bahwa Surya terbangun dari koma.


Surya sedikit terkejut menatap Ae-Cha yang sedikit kewalahan setelah berlari.


"apa yang kau-"


ketika Surya baru akan menegurnya karena berlari disaat kondisi tubuhnya sedang sakit…Ae-Cha tanpa ragu memeluk Surya dan membuatnya berhenti bicara.


"hiks…hiks"


tangisan terdengar dari wajah Ae-Cha yang tertutup pakaian Surya.


pelukan Ae-Cha semakin erat beberapa saat kemudian, Surya memahami apa yang Ae-Cha rasakan.


ia memberikan pelukan yang hangat kepada Ae-Cha dan mengusap kepalanya.


'kuharap ia tidak membenci kebangkitannya, ini pasti terlalu berat baginya!' membatin Surya sambil mengusap kepala Ae-Cha.


"kau sudah bertahan dengan baik!" ucap Surya.


"Hiks…mwaafkan aghu khaena hudah memhuatmu huhah" ucap Ae-Cha yang wajahnya tertutupi


(maafkan aku karena sudah membuatmu susah)


Surya menahan tawanya karena ucapannya menjadi tidak jelas.


"hah? apa yang kau katakan?" Surya mengejek Ae-Cha.


"hmmpppp!!" geram Ae-Cha.


"ahaha, aku hanya bercanda" ucap Surya dan memisahkan Ae-Cha dari tubuhnya.


Surya menatap wajah Ae-Cha yang merah dengan sisa air mata di pipinya.


"lihat, ingusmu keluar tuh" Surya mengejeknya lagi.


"Hmpp!!" Ae-Cha memalingkan wajahnya.


Surya mengelus kepala Ae-Cha dan meyakinkannya.


"aku baik-baik saja, kuda poni" ejek Surya.


namun kata-kata tersebut membuat Ae-Cha tenang.


Ghie yang sekilas terkejut, kemudian hanya mengeluarkan senyum.


namun karena terbawa suasana, ketiganya tidak menyadari beberapa orang yang datang.


"ekhem"


Surya menoleh ke arah belakang, disana sudah ada beberapa orang yang tidak asing baginya.


seluruh hunter rank-S Korea Selatan datang ke rumah sakit dan mau menjenguk Surya.

__ADS_1


kedatangan para elit hunter membuat seisi rumah sakit menjadi heboh dan terfokus dengan kehadiran mereka.


"kalian" Surya terkejut.


"kami berniat untuk menjengukmu, hunter Surya Yeon-Jun" ucap Hak-Kun.


"kami juga ingin berterima kasih dengan benar karena telah menyelamatkan nyawa kami tempo hari" ucap Jin-Ho.


serentak mereka semua menundukan kepalanya terhadap Surya.


adegan dimana elit hunter yang menundukan kepala kepada Surya membuat orang-orang mengabadikan hal tersebut.


Surya menjadi gugup karena tindakan mereka.


"a…ahaha kalian terlalu berlebihan…justru akulah yang harus berterima kasih karena telah datang dan membantuku" ucap Surya dan menundukan kepalanya juga.


setelah beberapa saat, mereka semua mengangkat kepalanya.


"ah, kau sudah siuman ya dik Ae-Cha" ucap Hak-Kun dan memberikan ucapan selamat atas pulihnya Ae-Cha.


Ae-Cha menatap Surya, begitu pula sebaliknya…Ae-Cha merasa sangat senang, karena itu pipinya memerah.


namun keduanya merasakan aura yang cukup panas di sebelahnya.


Surya dan Ae-Cha melihat Su-Jin Ae yang wajahnya merah dengan ekspresi jutek.


dan disebelah Su-Jin Ae terdapat Chun Hei Gi yang menatap ke arah lain dengan pipinya yang merah.


pandangan Chun Hei bertemu dengan Ae-Cha yang berada di belakang Surya.


"Wleee" Ae-Cha menjulurkan lidah dan menarik satu kantong matanya dengan jari telunjuknya.


Ae-Cha menyadari adanya rasa cemburu dari wanita yang menggunakan kemeja kerja.


melihat hal tersebut, Jin Ae merasa kesal dan terdahului.


"a…ah, itu…apa kesehatanmu sudah membaik?" tanya Jin Ae sambil memalingkan pandangannya.


Surya menjawab pertanyaannya tanpa merasa terbebani sedikitpun dengan kehadirsan Jin Ae.


"sepertinya begitu, terima kasih sudah datang" ucap Surya.


"i…iya" Jin Ae menjadi gugup.


tiba-tiba di belakangnya suara pria paruh baya terdengar.


"nak Surya, syukurlah kau sudah siuman, kami sangat mengkhawatirkanmu!"


ketika Surya memalingkan wajahnya, pandangannya bertemu dengan Park dan Lilia tepat disamping Park.


Lilia sedikit terkejut ketika menatap ke arah elit hunter, Surya menyadarinya namun tidak memperdulikannya.


"tuan Park, terima kasih karena sudah menjaga Mora saat aku tak sadarkan diri" ucap Surya.


mendengar kata-kata tersebut membuat Park merundukkan kepalanya serendah mungkin.


"nak, bahkan sujudku tak akan cukup untuk membalas tindakanmu yang telah melindungi anakku berkali kali, bahkan kali ini kau harus mengalami masa kritis berhari hari, aku-"


ucapan Park dihentikan oleh ucapan Surya.


"Ae-Cha berharga bagiku dan Mora, tentu aku akan melindungi apa yang berharga bagiku dan keluargaku!" ucap Surya dengan tegas.


para elit hunter terkejut mendengarkan, terutama Chun Hei dan begitu juga dengan Jin Ae dan Park.


namun yang paling terkejut adalah Ae-Cha sendiri, sekali lagi tangisan keluar dari matanya.


"Hiks…hiks…kak Surya!!" Ae-Cha menangis dan berusaha mengusap air matanya yang tak kunjung henti.


Park juga merintihkan air mata karena merasa sangat bersyukur.

__ADS_1


'dia benar-benar melindunginya!' membatin Jin-Ho.


'tidak kah itu seperti ucapan laki-laki sejati?' membatin Irene.


'be…berharga? apa jangan-jangan mereka berkencan?!' Jin Ae merasa resah dan sedih.


berbagai perasaan yang tercampur terjadi di satu tempat pada saat itu.


***


Moskow, Rusia


10.45 PM


sebuah mobil Lamborghini Aventador melaju cukup cepat di sebuah jalanan yang sepi.


pengendara mobil tersebut adalah Fyodor Andery yang telah menyelesaikan raid di Kazakhstan.


tujuh hari setelah pertarungannya berakhir, ia masih merasakan kelelahan terhadap dirinya.


"aku merasa mengambil keputusan yang tepat untuk tidak mengikuti raid jika terjadi gate sekelas yang ada di Astana" ucap Fyodor.


~BRUUUMMMM


perlahan kecepatan mobilnya bertambah menjadi 90km/jam.


ia memasuki terowongan lefortovo, yang merupakan terowongan jalan dan memiliki panjang 2,2 kilo meter.


lampu orange di sepanjang terowongan membuat terowongan bersinar.


beberapa ratus meter telah dilalui Fyodor ketika memasuki terowongan tersebut.


namum tiba-tiba…


~csttt


~zssttt


dari arah berlawanan, lampu-lampu tersebut berkedip berkali kali dan padam satu per satu dengan cepat.


"apa yang terjadi?!" Fyodor menurunkan kecepatan mobilnya.


ia baru menyadari bahwa tidak ada siapapun di terowongan tersebut kecuali dirinya sendiri.


'ada sesuatu!!!' Fyodor merasakan sesuatu dan memberhentikan mobilnya.


ia berhenti di tengah jalan dan turun dari mobil.


ia berjalan ke depan sambil memahami apa yang terjadi.


Fyodor tidak merasakan aura maupun keberadaan manusia, disekelilingnya hanya terdapat terowongan yang gelap, namun bagi Fyodor padamnya lampu tidak menganggu penglihatannya.


langkah demi langkah Fyodor maju perlahan, setelah beberapa saat…


~wuoong


sebuah gate kecil muncul puluhan meter di depan Fyodor.


'gate?!' membatin Fyodor.


setelah gate tersebut terbentuk, suara langkah kaki mulai terdengar.


~tap…tap…tap


mata Fyodor menyipit, ia merasa waspada dengan kehadiran sosok yang ada didepannya.


sosok tersebut mulai muncul dari dalam gate.


「aku telah memisahkan tempat ini ke dimensi yang berbeda」ucap sosok dari balik gate.

__ADS_1


__ADS_2