Ganaya, My Adore

Ganaya, My Adore
Apa Yang Ingin Kamu Ketahui?


__ADS_3

Karena desakan Mahendra, akhirnya Alex mau membantu dan membuka jatidirinya kepada Ganaya. Mahendra berjanji akan melindungi Alex dari terjangan Farhan jika lelaki keparatt itu tahu kalau Alex masih hidup. Alex juga ingin Farhan hancur, ia ingin membalas rasa sakitnya, karena dirinya sudah dibuat cacat oleh lelaki itu sekarang.


Dan Mahendra juga sudah berjanji untuk bertemu dengan Gana sehabis dirinya pulang dari Jepang. Gana bilang, ia sudah merekam apa saja yang ia lihat di apartemen Ammar.


Mahendra bertekad ingin membawa Ammar ke jalan yang benar sebagai ungkapan permohonan maaf atas kesalahannya di masa lalu. Mungkin lewat Gana, Ammar akan bertaubat dan meninggalkan Farhan secara tegas. Agar Ganaya lebih percaya, maka Mahendra menghadiri Alex saat ini.


"Ayah ngasih obatnya berapa tetes sih? Kok sampai sekarang Mbak Gana belum sadar?" tanya Mulan. Mulan menyusul dengan mobilnya ketika Mahendra mengatakan kalau dirinya sudah berhasil membawa Gana keluar dari markas.


Mulan mengusap-usap rambut Gana yang sedang tertidur di pangkuannya. Mulan, Gana, Alex dan Mahendra sekarang ada di dalam satu mobil. Lokasi yang sekarang ia pijaki adalah kawasan prostitusii milik Ammar dan Farhan.


Mahendra dan Alex ingin memberikan bukti yang mencengangkan kepada Gana, tentang apa saja yang Ammar lakukan dengan bukti-bukti yang sudah Gana dapatkan.


"Jangan khawatir, Bu. Sebentar lagi Gana juga akan sadar." jawab Mahendra dengan nada ringan di balik kursi kemudi.


Alex terdengar menghela napas panjang dan melipat tangan di dada. Ia menatap jijik perempuan-perempuan yang dipekerjakan Ammar selama ini tengah bersolek menunggu yang datang untuk membeli mereka.


"Siang-siang begini?" ejek Mahendra ketika melihat sebuah mobil mewah berhenti dipelataran rumah bordir tersebut. Si kupu-kupu malam yang berlenggak-lenggok dengan rok pendek menghampiri badan mobil dan menggandeng si empunya untuk di giring ke dalam, agar bisa menuntaskan hasrat.


"Astagfirullah, Kak Dava. Aku enggak nyangka, dia bisa sampai separah ini ..." Mulan bergumam pelan, namun masih bisa di dengar oleh Alex dan Mahendra.


Alex hanya berdecih geli. "Bisa, Lan. Contohnya seperti aku dan Hendra ..."


Mahendra memiringkan sudut bibirnya dan menghentak bahu Alex. "Nyindir kamu, Lex?"


Alex semakin terkekeh. "Ampun deh Pak Haji, lupa kalau sekarang kamu udah tobat."


Alex dan Mulan tertawa. Dan yang ditertawakan hanya pura-pura mencebikkan bibir.


"Hhh ..."


Tak lama, suara eluhan napas terdengar dari Gana. Wanita itu akhirnya tersadar. Masih dalam pejaman mata, tangannya diangkat untuk menyentuh kepala. Seraya memijat pangkal dahi karena rasanya begitu pusing.


"Mbak, kamu udah sadar."


DEG.


Kelopak mata Gana seketika membuka cepat. Tepat seperti jenazah yang kembali membuka matanya. Wanita itu terlonjak tidak percaya, ia beranjak bangun untuk duduk disebelah Mulan karena kaget melihat wanita ini sekarang.

__ADS_1


Dan ketika dirinya ingin memeluk Mulan untuk melepas rindu.


"AHHHHHH----"


Gana kembali berteriak langsung membekap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia kaget karena Alex menoleh ke belakang menatapnya tiba-tiba dari balik kursi.


"Gana tenang. Ini Alex." ucap Mahendra.


"AHHHHH---"


Bukan senang, Gana malah semakin berteriak. Menaikan kedua kakinya di kursi seraya meringkuk. Menatap lagi ke depan dari sela-sela jarinya yang membentang menutupi wajah.


Bukan hanya kaget karena melihat sebelah sisi wajah Alex yang sudah rusak karena luka bakar, tapi yang ia tahu Alex sudah meninggal. Apakah lelaki itu hidup lagi?


Dan Mahendra dapat menebak rasa ketakutan Gana sekarang.


"Jangan takut, Gana. Kenalkan ini Alex. Beliau yang akan menceritakan semuanya padamu."


"Bukannya Alex sudah mati?"


Mulan yang sudah merangkul Gana, seraya memberikan anggukan kepala untuk membenarkan ucapan suaminya.


Bagaimana bisa ia menarik garis senyum hangat kepada orang yang sudah dianggap mati?


Alex menyunggingkan senyum dengan tatapan mata yang hanya terlihat dari kelopak mata kiri, karena yang bagian kanan sudah menutup untuk selamanya. Lelaki itu hanya bisa melihat dengan satu mata saja. Alex cacat, dan itu semua karena perbuatan Farhan.


"Gana ..."


"Alex ..."


Mereka berdua pun saling berjabat tangan.


"Kalian yang membawa ku kemari? Meninggalkan markas Ammar?" tanya Gana dari kursi penumpang.


Mahendra mewakili untuk menjawab. "Ya, benar. Aku dan Alex tadinya ingin menjemputmu di rumah. Tapi ketika kami hampir tiba, aku melihat mobilmu sedang keluar dari gerbang ingin mengikuti Ammar. Maka kami putuskan untuk mengikuti. Dan benar terkaan kami, kamu membuntuti Ammar ke markas---"


"Kamu tau apa yang kamu lakukan itu berbahaya, Gana?" ucap Alex menyela ucapan Mahendra.

__ADS_1


Mendengar ucapan itu, membuat Mahendra memilih diam dan memberi celah agar Alex dapat berbincang serius kepada Gana. Tatapan mata Alex berapi-api menyorot wajah Gana. Membuat wanita itu mengalihkan tatapannya karena sedikit takut.


"Iya aku tau. Yang tadi itu, memang beresiko." jawab Gana pelan, ia mengakuinya dengan lapang dada kalau dirinya sudah salah dan terlalu berani.


Alex menyeringai tawa. "Jangan terlalu tegang, kami di sini tidak akan menyakitimu."


Alex terus mencairkan suasana, agar mereka tidak bersitegang.


"Kak Alex itu orangnya baik ..." bisik Mulan, ikut menenangkan Gana.


"Apa yang ingin kamu ketahui tentang Ammar?" tanya Alex langsung ke inti pembahasan.


Gana merogoh kantung dan membuka layar gawai. Membuka galeri untuk menekan rekaman video yang Yuni rekam ketika mereka sedang ada di apartemen dua minggu lalu. Ketika sudah menekan play, gawai tersebut ia sodorkan kepada Alex.


Mahendra dan Alex mengulum senyum tidak percaya, kalau Gana adalah wanita pemberani. Merek berdua menatap isi rekaman tersebut.


"Aku jadi iri, Ammar bisa mendapatkan wanita secerdas kamu ..." Alex menggoda. Dan Gana ikut tertawa walau singkat.


"Aku terpaksa mendatanginya, karena rasa ingin tahuku sudah ada di atas ubun-ubun. Walau ketika mendapatkan sebagian bukti, berkali-kali hatiku hancur tidak percaya. Kalau Ammar tega menyakiti ku dan keluarga besar kami seperti ini." nada suara Gana terdengar bergetar. Isak tangis serasa ingin muncul kembali. Mulan masih mengelus-elus bahunya.


"Sabar, Mbak. Sabar ..." Mulan terus menguatkan.


Alex dan Mahendra mendengar ucapan Gana dengan rasa iba. Mahendra jadi teringat ketika dulu Mulan menangis-nangis memintanya untuk berhenti dari kemaksiatan ini.


"Aku ingin kamu yang jelaskan. Apa saja yang kamu lihat di sana." Alex menyodorkan kembali gawai Gana yang sedang terputar rekaman video ketika ia sedang masuk ke salah satu kamar di apartemen.


Mulan mengusap kebasahan di wajah Gana dengan tissue dan menyodorkan botol air mineral yang tutupnya sudah dibuka.


"Kamu minum dulu ya, biar ngomongnya enak." ucap Mulan lembut.


Gana mengangguk dan menurut.


****


Aku kasih tigs episode beruntun hari ini. Tapi Like dan Komennya jangan kelewat ya, biar aku gak kapok kasih kalian dobel-dobel eps.


Semangat Gana❤️

__ADS_1



__ADS_2