Ganaya, My Adore

Ganaya, My Adore
Aku Sudah Mencintainya.


__ADS_3

Gana masih berendam dalam erangan tangis yang mulai mereda. Hatinya kembali terpukul dan semua mewajari nya. Gana menenggak habis air yang ada didalam botol sampai percikan air membasahi bajunya.


"Pertama aku melihat ada sekumpulan pistol-pistol yang bertumpuk dalam beberapa kardus, tersimpan didalam lemari." ucap Gana dengan nada datar. Tatapan matanya kosong.


"Hal yang pertama kali kamu lihat itu adalah salah satu dari empat usaha yang di rintis suamimu selama ini. Pistol-pistol yang kamu lihat hanyalah beberapa dari ratusan ribu pistol, granat, bom yang sudah Ammar buat, kemudian dijual dari enam tahun lalu kepada mafia-mafia di dalam maupun di luar negeri."


"Enam tahun?" selak Gana. Tatapannya begitu horor. Ia menoleh ke arah Mulan dengan wajah meringis yang kembali ingin menangis.


"Tenang dulu." bisik Mulan.


"Ya. Selama enam tahun, suamimu menjadi mafia ulung, kuat, cerdas dan ditakuti." timpal Mahendra yang diiringi anggukan oleh Alex.


Gana menyandar lemah di jok. Mendongakkan wajah ke atas untuk mencari kekuatan ketika kulit kejahatan Ammar tengah dikupas semua.


"Lalu yang kedua apa yang kamu lihat?" tanya Alex.


Gana menurunkan lagi tatapannya. Ia menatap Alex.


"Yang kedua, aku tidak sengaja melihat foto Ammar tengah memegang kepala buntung serta beberapa organ-organ tubuh yang ada di toples berjejer di dalam lemari pendingin." selesai berucap, Gana terlihat mual. Ingin muntah.


"Maaf, aku mual jika mengingat foto-foto tersebut. Dan ketika tadi di markas, aku tak sengaja melihat tempat pemotongan daging."


"Selama ini suamimu. Menjual organ-organ tubuh ke beberapa yayasan di luar negeri. Ada yang ingin membeli ginjal, jantung, mata dan lain-lain untuk transplatasi donor. Di jual dengan harga pantastik ... Miliyaran!"


Gana kembali melotot tajam. "Jual organ?" teriaknya mengulangi. Wanita itu seakan tidak percaya, namun bukti yang ia temukan dengan penjelasan Alex, memang sangat berkaitan.


Semua yang ada didalam mobil mengangguk. Termasuk Mulan. Gana sampai menoleh ke arah Mulan untuk membenarkan terkaannya yang mungkin saja salah.


"Mbak?"


Mulan mengangguk, membenarkan bahwa ucapan Alex memang benar. Seketika bulu-bulu halus di sekitaran kulit Gana meremang. Wanita itu merinding dan tergugu.


Benar 'kah Ammar seperti itu? Oh, ya ampun. Rasanya sulit untuk dipercaya.


"Ammar banyak membunuh orang untuk mendapatkan organ yang ia mau. Cara kerjanya sangat ilegal dan menjijikan. Aku juga mempunyai usaha terlarang, tapi tidak dengan usaha yang satu itu! Karena aku tau, nyawa harus dibayar dengan nyawa! Ammar terlalu berani untuk mengambil resiko!"


DEG.

__ADS_1


Gana memejam mata untuk meluruhkan air matanya lagi. "ASTAGFIRULLAHALLADZIM!!" seru Gana nyaring.


Jadi benar Ammar memang seperti itu? Gana terus meyakinkan dirinya.


Jantung dan hatinya seakan ingin terlepas. Tiba-tiba bayangan Mama dan Papa melintas di benaknya. Apa yang akan mereka lakukan, jika tahu anaknya sudah menikah dengan seorang pembunuh?


Hiks ... Hiks. Gana terisak lagi dengan pangkal bahu yang kembali membuncang. Kepalan tangan sudah berada di depan dada. Meremat kain untuk menghilangkan sesak yang kini sedang membuih.


"Menangis lah, Mbak ..." Mulan membiarkan Gana untuk menuntaskan rasa sedihnya. Gana kembali terpuruk. Sampai dimana ia menyelesaikan tangis dan mampu berucap kembali.


"Yang ketiga, aku melihat sebuah alat kontrasepsi dan pil KB tertimbun banyak di kardus. Aku merasa Ammar mengkhianatiku dengan memakai banyak wanita bayaran di apartemen."


Dan semua kembali menggeleng. "Ammar adalah lelaki setia. Terbukti ia hanya mau menunggu kamu sampai sekarang." jawab Alex.


Dahi Gana berkerut. Ia menatap Alex bingung.


"Kamu tau tentang kami?"


"Ya aku tau. Kamu Ganaya yang selalu Ammar sebut-sebut sebagai cinta pertama yang susah sekali untuk direngkuh. Dan aku senang ketika mengetahui akhirnya kalian menikah." ucap Alex dengan sekilas tawa. "Untung saja seperti itu. Coba kalau tidak, Mahendra pasti akan meradang, karena Ammar sudah pasti akan terpikat dengan Mulan."


"Demen banget sih Kakak, ngeledek aku." Mulan mencubit bahu Alex.


"Coba kamu lihat." tunjuk Alex kedepan. Mungkin saja kamu belum sadar. Kita sedang berada di tempat apa."


Gana yang baru saja naik ke awang-awang karena perasaan gembira, langsung mengendurkan garis senyum. Ketika Alex kembali membawanya masuk ke dalam jurang nestapa.


"APA?" bola mata Gana berpendar kesana-kemari. Untuk bisa memutuskan sendiri, mereka sedang berada di mana.


"Tempat prostitusii. Ini adalah rumah bordir yang Ammar bangun. Salah satu dari puluhan yang suamimu dirikan. Inilah jawaban dari sekumpulan alat kontrasepsi dan pil KB yang kamu lihat di apartemen. Dua barang itu diperuntukan kepada para kupu-kupu malam sebagai fasilitas dari Ammar dan Farhan."


DEG.


Jantung Gana kembali memburu dalam detakan kuat. Dadanya bergerak turun naik seakan menahan sesak yang kembali muncul. Wajah Gana menegang. Ingin menjawab ucapan Alex rasanya beku. Lidahnya kelu.


Ammar sungguh menjijikan! Batin Gana mengutuk dan memaki.


Gana menunduk, kembali memegang dada. "Aku enggak sanggup mendengar semua ini ..." lirihnya.

__ADS_1


Mulan mengusap lembut punggung Gana. "Sabar, Mbak. Apapun yang terjadi---"


"Jangan tinggalkan Ammar." selak Alex dan Mahendra bersamaan.


Gana mendongak menatap mereka semua satu persatu.


"Ammar hanya sedang terpengaruh Gana. Berkat pembully-an yang ia rasakan sejak kecil dan memuncak di masa kuliah serta posisi Farhan yang sangat mendominasi dan tentunya karena kesalahanku juga, karena sudah mengajak dirinya untuk bergabung dalam pekerjaan nista ini."


"Walau aku tidak menyangka, Ammar malah melesat jauh, berubah dari jalurnya. Ia menjadi lelaki ambisius dan menggunakan kesempatan ini untuk melawan dan kembali masuk kedalam masa lalu, untuk membalaskan dendam!"


"Tidak jarang kebanyakan dari mereka yang ia benci, akan langsung mati, lalu di mutilasii dan organ vitalnya di ambil. Beruntung saja, Mahendra tidak mengalami hal seperti ini, karena Ammar masih menghargai Mulan." Alex menghentak bahu Mahendra pelan seraya mengingatkan bagaimana perlakuan Mahendra kepada Ammar.


Mahendra mengangguk dan bertutur. "Iya, aku bersalah sekali padanya dulu. Maka untuk itu, aku ingin membawa Ammar kembai ke jalan yang benar seperti kita."


Mulan menggenggam tangan Ganaya. "Maafkan perlakuan suamiku dimasa lalu kepada suamimu ya, Mbak. Bawa Ammar untuk kembali menjadi manusia normal seperti dulu. Jauhkan dari Farhan. Lihat lah Kak Alex, beliau bisa seperti itu karena ulah Farhan!"


"Kok bisa?" Gana kembali terperangah.


"Farhan mencoba membunuh aku. Ketika ia ingin mengajakku bekerja sama dan mencurangi suamimu."


"Astagfirullah ... setelah kebaikan yang suamiku berikan kepadanya, lalu ia ingin tetap membalasnya dengan dusta?"


Semua mengangguk untuk membenarkan ucapan Gana. Gana menghela napas panjang untuk melegakan ruang dada yang masih terhimpit akan sesak.


"Farhan iri dengan Ammar, Gana. Karena Ammar selalu unggul dari segi apapun dibandingkan dia!" timpal Alex.


"Sudah saatnya kamu membantu Ammar untuk terlepas dari Farhan. Membuat Farhan kehilangan Ammar, hanya kamu yang bisa, Gana." sambung Mahendra.


"Jangan tinggalkan Kak Dava, seapapun salahnya dia. Sebagai istri kamu harus bisa menerimanya, Mbak. Walaupun kamu belum bisa mencintainya."


Ganaya menggelengkan kepala dengan bulir-bulir air mata yang menetes. Ia menepis ucapan Mulan.


"Aku sudah mencintainya, Mbak. Sudah! Makanya hatiku sakit sekali. Sakit! Ketika tau, Ammar seperti ini aslinya!!" Gana kembali menangis dan menangis. Menumpahkan rasa pilu nan ngilu yang masih mengendap di hati.


****


Aku kasih tigs episode beruntun hari ini. Tapi Like dan Komennya jangan kelewat ya, biar aku gak kapok kasih kalian dobel-dobel eps.

__ADS_1


Dedek harus bener-bener tobat sekarang.



__ADS_2