
Nayna masih sibuk di RS terkadang membawakan makanan buat orang tuanya. Terkadang harus pulang mengambil barang yang dibutuhkan. Nayna tidak menyangka Hayyan menemuinya di RS dan seketika itu juga Elang pun menemui Nayna. Nayna bingung dengan kehadiran keduanya, membuatnya susah memilih. Nayna pun mengajak keduanya untuk menjenguk papa nya yang berada di kamar pasien.
Tidak banyak yang dibicarakan di antara ketiga nya. Namun, Hayyan memahami dan dia memilih berbicara dengan orangtua Nayna. Nayna dan Elang berbicara di luar.
"Sorry, ganggu waktu loe dengan Pak Hayyan. Gue cuma nganterin titipan dari teman-teman saja," ucap Elang dengan santainya dan memberikan titipan dari teman-temannya.
" Ohya terima kasih Elang, tapi kenapa tatapan wajahmu ke Pak Hayyan berbeda dengan yang lainnya?" ucap Nayna penasaran.
"Pak Hayyan itu rival gue dalam memperebutkan loe, yang mana mungkin gue bisa baik dengan dia," ucap Elang dengan nada jengkel.
" Argh kamu salah sangka Elang, hubungan gue dengan Pak Hayyan hanya sebatas siswa dan guru," ucap Nayna dengan ketawanya.
"Iya dulu dia masih magang di sekolah kalian guru dan siswa, lah sekarang beda lah laki-laki dan perempuan. Jika loe gak percaya tanya langsung ke Pak Hayyan, kalau dia menjawabnya dengan terbata-bata berarti benar dia cinta loe," ucap Elang masih nada kesalm
"Oh baiklah, nah kalau loe sendiri kenapa bisa suka dengan gue," ucap Nayna balik bertanya.
"Yaa gue suka saja, selama ini hidup gue nggak pernah indah kayak pelangi sejak kehadiran loe sudah ada bedanya," ucap Elang langsung jawab spontan.
Elang pun bergegas pamitan dengan Nayna. Karena dia tidak mau Nayna terus bertanya tentang perasaannya. Dia jujur seperti itu saja sudah membuatnya malu. Elang tipekal laki-laki yang cuek namun jika dia sayang sama seorang wanita maka akan diincarnya sampai wanita itu menjadi miliknya.
Nayna melihat tingkah Elang hanya mengerjitkan alisnya saja. Karena tingkah aneh Elang yang tiba-tiba menyatakan perasaan padanya dianggap hanya humoran saja. Ketika mau berbalik betapa terkejutnya di belakangnya sudah ada Hayyan.
"Lama sekali, bicara apa sama Elang?" ucap Hayyan menampakkan ketidaksukaannnya.
"Ehm nggak ada, cuma urusan sekolah saja," ucap Nayna menjawab.
"Ohw gitu ya, baiklah. Nay, gue izin pulang dulu ya karena ada urusan sore nanti," ucap Hayyan izin pamit pulang.
"Tunggu sebentar Hayyan, aku mau ambil hadiah buat Hayyan," ucap Nayna.
Hayyan hanya terpaku dengan sebutan namanya tanpa embel-embel Bapak.
"Gue nggak salah dengerkan kalau Nayna tadi manggil nama gue," guman Hayyan dalam hati.
Ketika Hayyan hanyut dalam lamunanya, Nayna mengejutkan dan memberikan sebuah hadiah.
__ADS_1
"Nie Pak Hayyan hadiahnya, maaf yaa kado nya hanya ini,"ucap Nayna langsung memberikan bingkisan kado perpisahan.
"Duh, kok manggil Pak lagi sih ternyata tak ada perasaan di antara kita," gumam Hayyan dalam hati.
"Hey, Pak Hayyan. Kok melamun sih?" ucap Nayna melambaikan tangannya ke arah wajah Hayyan.
"Oooh ya..yaa. Sorry Nay, hehe terima kasih yaa atas kadonya," ucap Hayyan langsung sadar kembali.
Hayyan pun berpamitan dengan Nayna. Nayna menyadari kebingungan dari raut wajah Hayyan. Namun, sengaja di diamkan nya karena dia bingung harus bagaimana.
Hayyan dan Elang pun sama-sama memikirkan Nayna. Mereka ingin memiliki Nayna, namun tidak berani mengungkapkan sebagai saingan memperebutkan Nay. Karena Nay bukanlah barang, tapi wanita istimewa yang patut diperjuangkan begitulah gumam keduanya ditempat yang berbeda dan di waktu yang bersamaan.
Sepanjang perjalanan menuju pulang Hayyan mulai berpikir menaklukan sikap Nayna dan harus bersaing dengan Elang. Namun, Hayyan menepisnya kembali dan bingung atas perasaan nya tersebut.
Elang pun berpikir yang sama, bagaimana bisa melampaui Hayyan. Keduanya larut menaklukan hati Nayna, tanpa tahu Nayna bagaimana bersikap di antara keduanya.
Elang pun mengendarai motornya dengan perlahan sambil memikirkan sesuatu. Begitupun dengan Hayyan mengendarai mobilnya dengan perlahan sambil berpikir.
Sesampainya di rumah Hayyan masih posisi bengong dan diganggu oleh adiknya.
Hayyan tidak menghiraukan adiknya, dia pun memasuki kamarnya. Leo bingung abangnya tidak biasanya nggak marah ketika di goda.
"Argh, aku penasaran dengan Abang Hayyan, kenapa jadi suka melamun gitu?" ucap Leo penasaran.
Karena Leo penasaran dia pun menghubungi Nayna langsung. Namun, tidak di angkat oleh Nayna.
"Uuh Nayna kok nggak angkat telpon gue, pasti ada sesuatu dengan dia," gumam Leo sambil merebahkan tubuhnya.
Saat Leo merebahkan diri, dering ponsel nya berbunyi.
"Wah pucuk di cinta ulam pun tiba, pas benar Nayna telpon balik," gumam Leo.
Leo pun mengangkat telpon tersebut.
π"Yaa Hallo Leo, kenapa tadi nelpon? maaf yaa baru bisa menelpon balik, karena tadi nggak ada mama jagain papa," ucap Nayna berkata.
__ADS_1
π"Kok papa kamu sakit nggak kasih tahu aku Nay," ucap Leo bertanya.
π"Hahah, maaf Leo, kamu jangan marah gitu dong," ucap Nayna.
π"Oke deh, gue nggak jadi marah, tapi jawab pertanyaan gue ya," ucap Leo ingin bertanya.
π"Boleh, mau nanya apa?" ucap Nayna balik bertanya.
π"Kamu tahu nggak, kenapa Abang ku Hayyan, melamun setelah perpisahan sekolah kalian, apakah ada wanita yang dia sukai, atau dia di tolak," ucap Leo bertanya.
π"Kalau itu sih aku nggak tahu Leo, tapi tadi Pak Hayyan habis jenguk papa terus melamun keluarnya, ditanya malah dia senyum saja," ucap Nayna menjelaskan.
π"Oh begitu ceritanya, baiklah deh semoga papa kamu cepat sembuh ya Nayna, aku tutup dulu telponnya," ucap Leo.
Panggilan pun terputus.
Nayna pun di suruh pulang oleh kedua orangtuanya, karena Nayna harus istirahat buat besok ke sekolah.
Sesampainya di rumah dan malam pun tiba.
Nayna pun rebahan sambil membuka ponselnya. Karena cukup lelah Nayna pun tertidur.
Dia pun bertemu dengan neneknya di alam mimpi tersebut.
"Nayna, nenek merindukanmu," ucap Nenek memeluk Nayna.
"Sama nek, Nayna juga kangen nenek, kalau mama tahu aku sering bertemu dengan nenek, pasti dia bahagia dengarnya," ucap Nayna menjawab.
"Nayna, nenek akan memberikan mu suatu hal yang hanya di wariskan padamu, jadi kamu tidak bisa menolaknya, mantra ,,"gaun usang" adalah kekuatan mimpi yang akn menjadi kenyataan jika kamu masuk ke dalam mimpi seseorang, jadi saran nenek jaga dirimu agar selalu sehat, jangan sampai di kendalikan oleh cahaya mimpi gaun usang," ucap nenek memberikan pemahaman pada Nayna.
"Baik Nek, akan Nayna lakukan," ucap Nayna menjawab.
Nayna pun terbangun dari mimpinya, Nayna pun berucap istighfar dan berdoa pada Sang Pencipta agar selalu di lindungi.
π·π·π·π·π·
__ADS_1