Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 9- Klarifikasi dari Nayna


__ADS_3

Nayna masih terbaring di rumahnya, namun dia meminta Dila dan Vira menyebarkan rumor bahwa penyebab sakitnya dia bukan dikarenakan Pak Hayyan. Gosip itu pun tersebar dengan cepatnya. Sehingga menyebabkan desus-desus tersebut tersebar dikalangan para guru.


Dengan seiring berjalannya waktu dan klarifikasi dari Nayna. Hayyan pun bisa bernafas lega. Bahkan di sela jam istirahat, Hayyan menelpon Naya mengucapkan terima kasih. Nayna menjawab seadanya, tapi entah kenapa Hayyan merasa nyaman berbicara dengan Nayna. Begitu pun sebaliknya tapi keduanya segera menepisnya.


πŸ“ž"Nayna, terima kasih yaa atas bantuanmu, benar-benar sudah menyelamatkan aku," ucap Hayyan.


πŸ“ž"Iya pak sama-sama, lagian memang bukan Bapak kok, kenapa juga gosip itu bapak yang membuat saya sakit, takutnya nanti menyebar hal yang tidak baik, nanti nilai magang bapak jadi jelekkan," ucap Nayna menjawab.


πŸ“ž"Nay, terima kasih sekali lagi, saya tutup dulu panggilan nya, karena jam pelajaran akan dimulai, segera sembuh yaa Nay," ucap Hayyan pada Nayna.


Bel pelajaran pun dimulai, Hayyan mengakhiri panggilan dengan Nayna karena harus memasuki kelas.


[Uhm, ternyata Pak Hayyan orangnya cukup asyik juga yaa] gumam Nayna.


Nayna memikirkan percakapan mereka, karena ketika keduanya sama-sama terdiam secara bersamaan mereka menyatakan kenyamanan di antara keduanya. Namun, bel pelajaran dimulai sehingga mengacaukan pikiran mereka. Meskipun hanya percakapan dalam ponsel, Nayna percaya itu hanya perasaan guru dan siswa.


Di lain tempat dan waktu bersamaan. Hayyan tidak fokus memberi materi ke siswa, sehingga dia hanya memberikan tugas ke siswa dan meminta izin ke UKS.


"Aduuh, gue kenapa ya dengan Nayna, padahal gue nggak nyatain perasaan kita hanya bicara satu sama lain. Gimana tanggapan Nayna atas ucapan kami berdua," gumam Hayyan dalam hati.


Hayyan pun istirahat sejenak di ruang UKS. Sehingga membuat kepalanya sedikit rileks.


"Istirahat sejenak saja di UKS, agar nanti bisa lanjut setengah menit lagi," gumam Hayyan dalam hati.


Hayyan pun beristirahat sejenak di ruang UKS.


Di hari berikutnya.


Nayna kembali sekolah seperti biasanya, namun ada hal yang berbeda Nayna bersikap kalem kepada Hayyan, hingga membuat beberapa temannya curiga dengan perubahan sikap Nayna.


Keduanya pun hanyut dalam pikiran masing-masing. Sehingga kedua tidak komunikasi setelah pernyataan rasa nyaman. Malah ketika Nayna kembali ke sekolah, keduanya kikuk dan malah lebih diam ketika ketemu. Teman-temannya yang menyaksikan tidak terbiasa melihat kebiasaan keduanya, mereka mulai curiga dengan keduanya.


"Sebenarnya ada apa diantara kalian berdua?" ucap Dila sambil nyemil makanannya.


"Nggak ada apa-apa kok, gue hanya lagi males berbicara saja," ucap Nayna dengan pengucapan terbata-bata.

__ADS_1


"Uhm gue curiga dari cara loe menjawab pertanyaan Dila terbata-bata, itu pertanda ada something di antara kalian," ucap Vira dengan tatapan serius.


"Beneran nggak ada, lagian untuk apa juga punya hubungan dengan Hayyan, dia juga tinggal sebulan lagi di sekolah," ucap Nayna menjawab dengan mata yang nggak fokus.


"Hayoo lah cerita dengan kita, kenapa ketika bertemu dengan Pak Hayyan loe jadi kaku, satu lagi tadi gue dengar loe nyebut Hayyan" ucap Vira menyelidik.


"Ehm aku suka terceplos Vira, duuh loe nie udah jangan bahas Pak Hayyan lagi, gue nggak mau dia kena gosip lagi," ucap Nayna memberikan klarifikasi pada temannya.


"Jadi, beneran loe nggak suka dengan Pak Hayyan karena dia guru magang di sekolah ini. Tapi jika dia bukan guru magang lagi, ada kemungkinan loe mau nerima Hayyan," ucap Dila dengan kalimat panjang lebarnya.


"Ehm yaa bisa jadi begitu, bisa juga nggak, lagian kalian mikir apa sih? perubahan sikapku pada Pak Hayyan agar dia bisa tenang di sekolah, buka karena aku menyukainya," ucap Nayna memperjelas.


"Argh, aku masih belum percaya kalau kamu tidak menyukai Pak Hayyan," ucap Vira menyelidik dengan sikap Nayna.


Mereka tidak menyadari bahwa Hayyan berada di dekat mereka. Dan Hayyan mendengar semua percakapan mereka.


"Yaa sudah kita kembali ke kelas ya, sudah berhenti bahas Pak Hayyan nya. Nanti dia nongol lagi saat dibicarakan terus," ucap Nayna.


"Tapi lagi seru pembahasan kita tahu," ucap Dila.


Nayna pun meminta maaf dan tertunduk malu atas tingkahnya.


"Aduh, gimana ini bisa terjadi, malu bener dah diliat oleh Hayyan," gumam Nayna dalam hati.


Hayyan hanya senyum melihat tingkah unik Nayna ketika malu.


"Apakah mungkin aku jatuh cinta padanya?" guman Hayyan lagi-lagi Hayyan menepis perasaan itu.


Hayyan pun pergi setelah Nayna pergi.


Di malam harinya.


Tanpa sengaja Hayyan menelpon Nayna.


"Duuh, kenapa jadi terpencet nelpon Nayna sih?" ucap Hayyan mendengus kesal.

__ADS_1


Nayna pun mengangkat telpon tersebut.


πŸ“ž"Ya Hallo, ada Pak Hayyan? apa yang bisa Nayna bantu?" ucap Nayna bertanya sambil merebahkan badannya di kasurnya.


πŸ“ž"Ehm, bagaimana kabar kamu Nayna?" ucap Hayyan terbata-bata.


πŸ“ž"Baik Pak, sekarang lagi rebahan saja sih Pak, kalau Bapak sendiri lagi apa?" ucap Nayna bertanya balik.


πŸ“ž"Ya baik dong, ohya Nay kegiatan mu setelah pulang sekolah apa sih?" ucap Hayyan.


πŸ“ž"Waah kepo yaa Pak, kasih tahu nggak ya," ucap Nayna sambil tersenyum.


πŸ“ž"Iya terserah kamu ajalah mau cerita apa nggak?" ucap Hayyan.


Nayna pun menceritakan semua kegiatannya. Hayyan yang mendengar hal itu merasa takjub dengan Nayna, walaupun dia dari keluarga berada masih berusaha mengisi kekosongan dengan beberapa kegiatan.


Hayyan pun menyimak dengan baik cerita dari Nayna, tanpa terasa waktu menunjukkan jam 22.00. Hayyan ingin menghentikan Nayna, tapi Nayna sudah keburu bercerita. Hingga alarm ponsel Nayna satunya berbunyi. Nayna pun melihat jam tersebut menunjukkan pukul 22.30.


πŸ“ž"Astaghfirullah, Pak maaf yaa, aku jadi kelepasana ceritanya, kita kemalaman tidurnya Pak," ucap Nayna meminta maaf.


πŸ“ž"Iya Nayna, tidak apa-apa, pokoknya semangat dan jaga kesehatan saja ya Nayna," ucap Hayyan.


πŸ“ž"Siap Pak, Bapak juga yaa jaga kesehatan dan selalu semangat magangnya, semoga segera kelar yaa Pak," ucap Nayna.


πŸ“ž"Heheh, kamu tidak betah aku mengajar kamu lagi ya Nayna," ucap Hayyan.


πŸ“ž"Argh, tidak kok Pak, sudah larut Pak, hayoo kita istirahat," ucap Nayna sambil mengucapkan selama malam.


πŸ“ž"Selamat malam juga Nayna," ucap Hayyan keduanya bersamaan mematikan ponselnya.


Hayyan dan Nayna beristirahat, akan tetapi keduanya tersenyum dengan sikap mereka telponan. Keduanya tidak menyadari bahwa benih cinta sudah hadir di hati mereka.


Bagaimana kelanjutannya, tunggu saja yaa teman-temannya... like and comment ya...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2