
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih π
Next.
Elang pun di periksa oleh tim dokter yang di sana, darah mengalir deras dari lengan Elang. Elang pun hanya pingsan sesaat akan tetapi membuat Nayna menangis sesenggukan sehingga dia meminta agar Elang satu ruangan dengan nya.
Akhirnya pihak rumah sakit pun menyiapkan kamar tersebut, selang beberapa menit dari pemeriksaan Elang pun sudah sadar sebenarnya, akan tetapi dia hanya bisa tersenyum dengan sikap Nayna yang menangis tiada henti.
Dokter pun pergi untuk memeriksa pasien lainnya. Nayna hanya menunggu saja saat Elang bangun dari tempat tdurnya. Elang pun meraba kepala Nayna yang tengah tertidur.
Nayna pun terbangun dengan sangat bahagia, Nayna tersenyum melihat Elang sadar dari pingsan nya.
"Sini sayang, tidur di samping ku," ucap Elang menyuruh Nayna tidur di sampingnya.
"Ayo nggak nggak apa-apa sayang, kita bisa tidur bareng di sini, tenang aku tidak ngapain kamu kok," ucap Elang.
Nayna pun mulai beranjak dan tidur di ranjang yang sama dengan Elang. Elang pun memeluk Nayna dari belakang.
"Ayoo kita tidur sayang, ini sudah malam banget loe," ucap Elang sambil mencium kening Nayna, karena Nayna sudah membalikan tubuhnya.
Nayna pun tertidur hal yang sama dengan Elang tertidur juga dengan pulas nya. Di pagi hari keduanya masih saja tertidur, hingga orang tua dari Elang dan Nayna hanya menggelengkan kepalanya.
"Besan, sepertinya kita segerakan saja pernikahan anak kita," ucap papa Elang.
"Benar sekali, berani sekali mereka tidur di ranjang yang sama, padahal ada ranjang satu nya lagi," ucap papa Nayna.
Mama Nayna dan Mama Elang membangunkan keduanya. Keduanya pun terbangun dan langsung salah tingkah ketika posisi mereka sedang berpelukan.
"Elang, kamu lupa pesan papa, kalau kamu memeluk seseorang wanita kamu harus menikahi nya," ucap papa Elang.
"Iya hal yang sama buat Nayna, kalian sudah kami daftarkan sebagai pengantin, sore ini kita langsung ke KUA saja, infus tinggal bawa saja itu hal gampang, acara resepsi lainnya nanti setelah kalian sehat," ucap papa Elang.
__ADS_1
Keduanya hanya kikuk saja atas kejadian tersebut, Elang dan Nayna hanya terdiam dan sesekali saling melihat satu sama lain.
Lalu mama Elang pun mengatakan agar makan bersama, sedangkan mama Nayna menyuruh keduanya untuk mandi terlebih dahulu.
Setelah beberapa lama keduanya pun bergantian masuk ke dalam kamar mandi. Nayna dan Elang tak banyak bicara setelah orang tua nya membicarakan masalah pernikahan.
Setelah selesai mereka pun makan bersama dengan kedua orang tua mereka. Setelah nya kembali terdiam, dan mereka langsung di suruh memakai pakaian di suruh, karena benar saja keduanya di bawa ke KUA.
Sesampainya di KUA, keduanya langsung di nikahkan, dan semuanya berakhir dengan bahagia. Nayna dan Elang sama-sama serba salah dengan yang terjadi, setelah itu mereka harus kembali ke rumah sakit, karena keduanya masih berstatus pasien.
Sesampainya di ruangan tersebut, keduanya mendapat titah dari mama mereka kali ini.
"Nah, kalian sudah resmi sebagai suami istri, jadi kalian mau melakukan apapun itu halal semuanya," ucap kedua mama mereka.
Keduanya hanya mengangguk saja atas yang terjadi, lagi-lagi mereka tidak menyangka bahwa mereka sudah menikah. Setelah kedua orang tua mereka pergi, keduanya kembali ke ranjang masing-masing.
Dan tidak bicara satu sama lain, keduanya kaku dan kikuk yang telah terjadi sehingga perawat yang periksa mereka pun mengucapkan selamat pada keduanya.
Keduanya saling pandang satu sama lain.
"Elang, apakah benar kita sekarang sudah halal?" tanya Nayna dengan malu-malu.
"Iya kita sudah suami istri, sini kita tidur berdua saja, agar kamu tidak kedinginan lagi," ucap Elang.
"Kamu dong yang kesini, masa' aku yang kesana," ucap Nayna dengan malu-malu.
Elang pun mengabulkan permintaan Nayna, dia pun menuju ranjang Nayna dan tidur bersama. Keduanya tampak berpelukan karena ingin tidur.
Keduanya pun terlelap dalam tidur sebab baru saja selesai dari minum obat sehingga menyebabkan kantuk.
Pagi pun telah melewati masa nya. Elang sudah bangun lebih dulu dan memandang istrinya yang mendekap nya terus tanpa mau di lepas. Elang menatap wajah Nayna dengan senyuman, dia tidak menyangka bahwa mereka akan menikah dalam kondisi infus di tangan mereka.
__ADS_1
Nayna pun bangun dan tubuhnya mulai menggeliat, meregangkan peregangan otot-otot nya agar merasa lega. Nayna belum menyadari bahwa dia bersama Elang, hingga Nayna memandang ke samping dan dilihatnya Elang.
"Elang, kok bisa kita berada di ranjang yang sama, nanti papa dan mama kita marah lagi," ucap Nayna menjawab.
Mama Nayna pun muncul, dan berkata.
"Kalian sudah resmi suami istri, jadi papa dan mama serta keluarga Elang merestui yang kalian lakukan," ucap mama Nayna meletakkan makanan di atas meja.
Elang pun lebih dulu masuk ke kamar mandi. Sebab dia sudah sangat gerah sekali. Setelah itu barulah Nayna.
Kembali mereka sarapan bersama, dengan canda tawa yang di selangin. Waktu sore pun telah tiba keduanya di jemput oleh keluarga Nayna. Elang bingung dengan hal itu, sehingga keduanya hanya saling melirik saja.
Sesampainya di sebuah rumah, keduanya tercengang berada di sebuah rumah. Nayna hanya memandang Elang, dan Elang menatap orang tua nya yang berada di depan pintu rumah.
"Mama, maksud semua ini apa?" tanya Elang pada mama nya.
"Ini rumah kalian berdua sayang, ini lah hasil kamu selama ini, terima saja, dan kalian berdua akan menatap di sini, masalah pakaian kalian di rumah nanti kalian bereskan saja," ucap mama memeluk Elang.
"Iya sayang, ini rumah kalian ke depannya Nayna dan Elang tinggal satu atap kan kalian sudah menikah," ucap mama Nayna memeluk anaknya.
Keluarga besar itu pun bahagia mereka memasuki rumah tersebut dan melihat isi di dalamnya. Nayna tidak menyangka bahwa kedua orang tua mereka sudah mempersiapkan ini semua.
Setelah selesai kedua keluarga beberapa hari akan mengadakan syukuran di rumah ini sekaligus mengadakan syukuran pernikahan keduanya nya sebelum resepsi nantinya.
Nayna dan Elang hanya berdua saja di rumah tersebut, keduanya pun hanya tertawa dan tersenyum bersamaan. Hingga Elang dan Nayna bersepakat bahwa mereka malam ini lah akan mengambil pakaian mereka masing-masing.
Sampai lah di rumah Nayna, Elang pun berpamitan pada Nayna untuk pulang ke rumah untuk melakukan beres-beres juga. Nayna pun mengiyakan, dalam kehidupan kedua nya sangat bahagia atas kebersamaan mereka yang mendadak ini yaitu pernikahan dadakan.
πππ
bersambung π
__ADS_1