Gaun Usang

Gaun Usang
Perhatian


__ADS_3

Setelah taxi nya sampai di rumah sakit, Nayna pun segera ke meja informasi mencari keberadaan Hayyan.


"Maaf Mbak, yang terjadi kecelakaan massal atas nama Hayyan dimana yaa?" Ucap Nayna.


"Tunggu sebentar ya, akan kami lihat dulu," ucap Resepsionis tersebut.


"Iya mba," ucap Nayna sabar menunggu.


"Silahkan lurus dan belok kanan kamar B2A," ucap resepsionis tersebut.


"Baik Mba, terima kasih," ucap Nayna bergegas meninggalkan resepsionis tersebut.


Nayna pun berlari menuju ke sana, dia teringat bahwa orang tuanya tidak berada di sini. Mereka pulang ke Indonesia karena nenek mereka sedang sakit sedangkan Hayyan banyak urusan kampus yang tidak bisa ditinggalkan sehingga hal itu penting bagi Hayyan begitulah ingat Nayna ketika mengingat pembicaraan mereka kala itu.


Sesampainya di ruangan massal itu. Hayyan terbaring sesaat.


"Dokter bagaimana keadaan pasien ini," ucap Nayna menunjuk ke Hayyan.


"Hanya luka ringan, tapi kepala nya terbentuk sedikit perlu pemulihan saja agar bisa kembali sehat," ucap Dokter.


"Baik dokter, terima kasih," ucap Nayna.


Nayna pun menatap Hayyan yang penuh dengan luka. Nayna pun menelpon Elang agar dirinya tidak dikhawatirkan olehnya.


Dering ponsel Elang pun bersuara dengan kencang...


"Ehm siapa sih menelpon malam-malam begini, baru saja mulai tidur," ucap Elang mendengus kesal.


Saat Elang melihat panggilan tersebut dia terkejut yang menelpon ternyata Nayna.


"Ya Hallo sayang, ada apa kamu menelpon malam-malam? Kami baik-baik saja kan sayang," ucap Elang banyak tanya dan mengganti posisinya dengan duduk yang awalnya rebahan.


"Aku baik sayang, mimpi ku terjadi lagi Elang, Hayyan sekarang masuk rumah sakit, sekarang aku berada disini, orang tuanya tidak ada di sini waktu saya mengingatkan untuk berhati-hati ketika dijalan," ucap Nayna menjelaskan kepada Elang.


"Sudah sayang jangan nangis ya, aku akan kesana menemui ya sayang," ucap Elang bersiap-siap.


"Iya sayang, terima kasih yaa," ucap Nayna.


Panggilan pun dimatikan...

__ADS_1


Elang pun mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit yang dituju. Elang khawatir dengan keadaan Nayna yang justru nanti jatuh sakit. Sehingga Elang harus mendampinginya.


Setengah jam kemudian sampai di rumah sakit tersebut, Elang menuju ke ruangan tersebut karena sudah diberi tahu oleh Nayna.


Elang pun menemui Nayna, ketika bertemu kedua nya pun pelukan. Setelah selesai Elang bertanya dengan Nayna keadaan Hayyan..


"Gimana keadaan Elang Nay?" Ucap Elang bertanya.


"Kata dokter masih dalam pemeriksaan tapi ada sedikit benturan di kepalanya," ucap Nayna menjelaskan.


"Sayang, kok aku punya firasat jelek yaa, nanti dia ingatnya kamu pacarnya dia lagi, lalu aku gimana dong," ucap Elang mulai berburuk sangka.


"Ih jangan berpikir begitu deh Elang, berbaik sangka saja lah," ucap Nayna.


"Ehm, baiklah tapi kalau terjadi apakah aku harus mengikhlaskan mu gitu," ucap Elang cemberut.


"Kalau itu terjadi, kita harus membantu penyembuhan dia sayang, hanya itu yang bisa kita lakukan," ucap Nayna.


"Oke, kita lihat saja nanti kalau begitu, intinya aku tidak mau menyerahkan kamu kepada Hayyan," ucap Elang cemburu.


"Iyaa, yaa... Kita doain saja semoga semuanya baik-baik ya," ucap Nayna.


Elang dan Nayna terus berdebat hingga keduanya berhenti, karena ada tanda-tanda kehidupan dari pergerakan tangan Hayyan.


Elang yang melihat hal itu langsung memanggil dokter, dokter pun segera ke tempat pasien.


Dokter pun memeriksa kondisi Hayyan, dokter mengatakan bahwa keadaan Hayyan sudah stabil meskipun nanti masih perlu pemulihan lebih lanjut.


Dokter pun pergi meninggalkan pasien. Dan meminta salah satu dari mereka untuk menemuinya, Nayna pun meminta izin kepada Elang untuk menemui dokter.


"Ya silahkan Nayna, biar saya saja yang menunggu Hayyan," ucap Elang.


Nayna pun pergi menemui dokter, untuk mendengar informasi terkait Hayyan.


***


Redy dan Sheila pun berbincang satu sama lain, Sheila sempat berdebat dengan Redy. Namun, keduanya kembali berbaikan karena Redy tipekal laki-laki yang tidak memperpanjang masalah.


"Sheila, mama memanggilmu ke ruangannya," ucap Redy.

__ADS_1


"Oke Redy saya akan menemui mama mu sekarang," ucap Sheila melangkahkan kakinya.


"Permisi Nyonya, apakah memanggil saya?" Ucap Sheila.


"Silahkan duduk Sheila," ucap Mama Redy.


Sheila dan Mama Redy berbicara banyak hal. Bahkan, sepertinya sangat penting karena hal berhubungan dengan tender yang akan di usung mama Redy dalam rapat. Sehingga mama Redy perlu penguatan untuk menguatkan pernyataan pada para karyawan nya.


"Oke Sheila, terima kasih atas masukannya, setidaknya mama tahu apa yang harus yang harus dilakukan," ucap Mama Redy berdiri bersalaman dengan Sheila.


"Oke Mama Redy," ucap Sheila bersalaman dan izin pamit pulang karena harus kuliah.


"Hati-hati ya Sheila, kabari jika sampai kampus, kalau di kantor tidak apa-apa kamu memanggil mama dengan sebutan mama Redy, Tante lebih suka daripada di panggil nyonya," ucap Mama Redy.


"Hehe, lebih baik aku memanggil dengan sebuta Bu Resta saja," ucap Sheila sambil tersenyum kecil dan izin pamit.


Mama Redy hanya tersenyum dengan sikap ramah Sheila. Keduanya terlihat sangat akrab satu sama lain, terkadang Redy cemburu dengan kedekatan mereka bahkan Sheila terkesan cuek dengan dirinya.


Padahal, terkadang yang dilakukan Redy membuat orang lain terkesan. Berbeda halnya dengan Sheila sedikitpun tidak terpengaruh dengan segala suprise nya.


Meskipun demikian, Redy sangat sayang dengan Sheila. Karena Sheila mampu disukai oleh mama nya, bukan hanya sekedar calon menantu saja tapi bisa di ajak berdiskusi dalam urusan perusahaan. Bahkan, mama nya lebih nyaman berbicara dengan Sheila. Di situlah terkadang Redy memiliki kecemburuan pada kedua wanita yang sangat dicintainya itu.


"Hey Redy, kenapa melamun?" Ucap Sheila membuyarkan lamunan Redy.


"Hehe, nggak ada kok hanya rindu saja dengan kamu Sheila," ucap Redy tersenyum kecil.


"Ohw begitu, baiklah kalau begitu, aku mau ke kampus ya," ucap Sheila melangkah.


"Wait... Naik apa ke kampus kan lumayan jauh jaraknya?, Aku antar saja ya, pokoknya jangan menolak, hayoo kita ke parkiran," ucap Redy melangkah kan kakinya.


Keduanya pun menuju ke parkiran. Sheila pun di antar oleh Redy. Tidak begitu lama jika ke kampus hanya memerlukan waktu 10 menit saja.


Sheila pun sampai di kampus, dan dia keluar dari mobil Redy.


"Redy, terima kasih ya sudah mengantar ku ke kampus," ucap Sheila tersenyum kecil.


"Oke Sheila, yang semangat kuliahnya ya, kalau kamu pulang kabari aku oke," ucap Redy tersenyum kecil.


Sheila pun hanya menggelengkan kepalanya, dan melaju saja dengan cepat karena perkuliahan akan di mulai satu jam lagi.

__ADS_1


Sesampainya di kelas, Sheila sudah dikerumuni oleh teman-temannya karena Sheila salah satu mahasiswi yang cerdas dan mampu menjawab beberapa pertanyaan dari teman-temannya.


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


__ADS_2