
Waktu terus berlalu setelah komunikasi mereka melalui pesan tersebut.
Elang dan Nayna pun kembali ke aktivitasnya, akan tetapi Nayna masih belum kembali ke kampusnya, karena masih ada sesuatu yang harus dikerjakan nya.
Hingga orang tuan nya sendiri menyuruh Nayna pulang. Nayna pun pergi setelah beberapa hari penundaan nya.
Saat sampai bandara dia terhenyak ada Elang yang menunggunya, Nayna pun bersembunyi di balik orang-orang menuju mobil taxi tersebut.
Hingga di menabrak seseorang.
"Eh kamu Joe, sedang jemput siapa?" ucap Nayna bertanya.
"Ya jemput kamu lah, di suruh mama," ucap Joe.
Nayna pun berbisik pada Joe agar segera menunjukkan mobilnya dan meminta bawakan barangnya. Nayna sampai di mobil Joe tanpa diketahui oleh Elang.
Namun, naas saat Elang melihat Joe. Elang pun menyapa Joe dan bertanya.
[Aduh Elang datang lagi, mana Nayna ada di dalam mobil, aku harus menjawab apa?] gumam Joe dalam hati.
"Joe, kamu sedang menjemput siapa di Bandara?" ucap Elang bertanya dan melihat mobilnya.
"Menjemput seorang teman," jawab Joe seadanya.
"Oh benarkah," ucap Elang langsung membuka pintu mobil yang belum terkunci.
"Joe, kamu pakai mobil ku dulu, tenang saja, aku akan antar Nayna ke rumah kamu, aku mau bicara dengannya," ucap Elang melempar kunci mobilnya.
"Hey, tapi aku kan bisa masuk ke mobil ku, karena aku bawa sopir sendiri," ucap Joe teriak.
"Baguslah ada sopir kamu, intinya bawa kan mobil ku, kamu cukup ikuti jalan kita saja," ucap Elang.
__ADS_1
Elang pun meminta sopir pribadi Joe untuk berjalan, Elang pun bertanya dengan santun sedang Nayna tidak berbicara sama sekali sejak tadi.
"Nayna, apakah kamu membenciku? liburan di Indonesia yang hampir dua minggu membuat ku tidak tenang menghadapi ini kecuali kita bicara dengan lugas, maka katakan saja," ucap Elang bertanya.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Elang, kita berdua tidak memiliki hubungan sama sekali, aku dan kamu fokus ke pendidikan saja, aku pun demikian, terkait hubungan kita aku lebih memilih kita menjalani nya masing-masing saja," jawab Nayna tanpa memandang wajah Elang.
"Nayna, apakah aku telah membuatmu membenciku? atau kamu memang muak dengan ku, katakan dengan jujur maka aku akan pergi dari hidupmu," ucap Elang bertanya pada Nayna.
"Aku tidak membenci mu atau muak dengan sikapmu, akan tetapi kita batas di sini saja, lebih baik kamu mendapatkan wanita yang bisa memahami mu," jawab Nayna dengan wajah datar.
"Kalau kamu tidak membenci ku, maka tatap lah mata ku saat kita bicara jangan berpaling," ucap Elang.
"Sebentar lagi sampai rumah Elang, aku sudah mengatakan nya, hubungan kita kembali ke awal hanya berteman," ucap Nayna dengan penegasan.
"Kenapa? Apakah benar-benar menyakitkan bagimu perkataan itu atau aku sudah menganiaya mu? jika ada maafkan aku Nayna," ucap Elang berkata serius.
"Lupakan kita kembali berteman saja, dan kembali fokus dengan pertemanan kita saja, dan juga tidak lama lagi kita tidak akan bertatap muka hari ini, aku berharap kamu baik-baik saja," ucap Nayna melihat arah pandang ke depan.
"Elang lupakan semuanya, aku sudah memaafkan mu, akan tetapi kita tidak bisa seperti dulu, tolong mengertilah," ucap Nayna menjawab seadanya.
Nayna pun keluar dari mobil dan mengambil barangnya. Elang berniat membantu akan tetapi Joe sudah berada lebih dulu mengambil barang Nayna.
Saat Nayna memasuki rumah, Joe pun berkata kepada Elang.
"Elo tenang saja, aku akan membantu ku sebisa ku, yang penting dekati terus Nayna, dan tunjukkan bentuk penyesalan mu, gue masuk dulu ya kalau begitu, nie kunci mobil elo," ucap Joe sambil memberikan kunci mobil Elang.
Joe pun masuk ke rumah sedangkan Elang hanya terdiam sesaat melihat Nayna dari kejauahan. Elang merasa dia akan semakin jauh dengan Nayna. Entah karena hanya sebuah firasat, akan tetapi begitulah perasaan Elang saat ini.
Nayna pun di sambut dengan kebahagiaan karena mama Joe sekarang menganggap nya sebagai anak angkatnya selain anaknya Jihan. Nayna pun banyak bicara dengan orang tuanya Joe.
Hingga malam pun tiba Nayna meminta izin untuk beristirahat sejenak. Nayna hanya berpikir bahwa setelah semester ini usai dia akan memindahkan study nya atas saran dari papa nya, karena urusan administrasi sudah di bantu oleh orangtuanya Joe yang memiliki koneksi di kampus barunya yang mana memiliki asrama nya sendiri.
__ADS_1
Nayna pun tertidur pulas, sedangkan Elang berpikir dengan jernih bagaimana bisa menaklukkan hati Nayna. Hingga sekarang Nayna masih acuh padanya, dia memaklumi bahwa Nayna bersikap demikian akan tetapi dia tidak ingin berpikir Nayna memilih berpisah dengannya. Walau dia tahu Nayna saat dirinya sakit tetap berada di luar menjenguknya walau terus saja di usir nya.
*
Pagi pun tiba.
Joe berangkat lebih awal karena memiliki janji dengan Yea. Perkembangan asmara keduanya sudah memperkenalkan kepada orangtuanya masing-masing. Yea tidak ingin berlama dalam pacaran sedangkan papa dan mama nya menurut saja.
Joe dan Yea pun berangkat ke tempat seminar yang mereka ikuti keduanya tampak kompak dan mengikuti nya dengan senang hati.
Setelah usai keduanya pun mencari tempat makan dan bicara sambil bercanda ria hingga ada seseorang yang menghampiri keduanya.
"Wah, ternyata mantan gue sudah move on ya sekarang, mana dapatnya malah lebih buruk dari gue, penampilan nya nggak oke, cupu pakai kacamata, hey Yea hanya gue yang pantas jadi pacar elo," ucap mantannya.
Yea hanya diam saja, akan tetapi hampir saja Joe tersulut emosinya kalau tidak di tahan oleh Yea.
"Oh ya Yea sayang, nah ini pacar ku sekarang cantik dan kalau di cium dia mau, lah elo di pegang saja nggak boleh apa lagi di cium, dasar cewek munafik," ucap mantannya.
Joe pun melayangkan pukulan nya ke muka mantan pacarnya, hingga mereka di lerai oleh pengunjung setempat, keduanya pun terpisah satu sama lain. Dan di urus oleh pacar mereka masing-masing.
"Joe, kamu jangan berkelahi lagi ya, aku tidak mau kamu terluka," ucap Yea khawatir sambil meletakkan air dingin ke wajahnya Joe.
"Aw sakit, tapi Yea aku nggak suka jika orang lain menyakiti mu, apalagi di depan mata ku sendiri, kita hadapi sama-sama lelaki bangsat itu, aku tidak ingin kamu terluka karena perkataan bejatnya tidak tahu malu itu," ucap Joe penuh emosi.
Yea pun menghibur Joe dengan hati-hati. Joe pun terhibur hingga keduanya harus ke klinik terdekat agar luka Joe bisa segera di obati.
πππππ
like, comment, gift dan vote ya.
Terima kasihππ
__ADS_1