
Nayna pun kembali bersekolah, dia sangat senang bisa bernafas lega setelah 3 hari meliburkan diri karena sakit. Banyak teman-teman yang menanyakan kabarnya. Sejak kasus penganiayaan yang terjadu pada Nayna sekolah memperketat penjagaan ini semua berkat Pak Edward yang melaporkan hal ini kepada pihak yayasan hingga di tindak lanjut sehingga penjagaan kepada para siswa tengah di intensifkan.
Hampir seluruh siswa yang menanyai Nayna, namun Joe memegang tangan Nayna untuk menjauh dari kerumunan itu.
"Nay, kamu nggak apa-apa kan? ada yang terluka ngga nie" ucap Joe memeriksa kondisi Nay.
"aku baik-baik aja kok" ucap Nay dengan polosnya.
Bel pelajaran pun dimulai...
Seluruh siswa kembali ke kelasnya, begitu pun dengan Joe yang harus berpisah dengan Nay untuk sementara waktu.
Nayna pun fokua dengan pelajaran setelah selesai dia menanyakan tugas kepada Serly teman dekatnya pertama kali yang kutu buku.
"Serly, terima kasih yaa sudah mau meminjam kan buku catatan mu serta membagi file presentasi yang saya nggak sempat sekolah" ucap Nayna.
"haha nggak masalah Nay, tapi traktir gue makan ya" ucap Serly.
"Beres, nanti jam istirahat kita makan yaa" ucap Nayna.
__ADS_1
"oke... ohya Nay, Joe overprotektif banget ya sama kamu, padahal dulu cuek banget sama cewek, dia pacaran dengan Nely aja biasa nggak ad kayak menjaga kayak kamu gitu, terus gimana ceritanya kamu di orang 2 orang yang tak dikenal, bahkan kata Pak Edward kamu sempat melawan keduanya, hanya saja kamu lengah dan kena sabetan senjata tajam" ucap Serly penasaran.
"haha ya ampun serly banyak banget pertanyaan ku, aku harus yg mana duluan" ucap Nayna.
"Heheh... nanti kita lanjut lagi ceritanya ya Nay, belajar lagi nie kita" ucap Serly kepada Nayna.
Nayna dan Serly pun mengikuti pelajaran seperti biasanya. Nayna benar-benar serius mengikutinya karena 3 hari tidak masuk sekolah membuatnya harus banyak menyelesaikan materi-materi yang dipahami.
Bel istirahat pun berbunyi...
Tampak siswa melakukan kegiatan masing-masing ada yang ke kantin, ke perpustakaan atau masih di kelas berbicara dengan teman lainnya.
"Hey kamu ingat kan dengan janjimu"ucap Serly.
Mereka berdua pun sama-sama ke kantin, namun ada yang tidak senang Nayna memiliki teman yaitu Nely. Dia paling benci jika Nayna memiliki seorang teman, entah kenapa kebenciannya makin memuncak ketika tahu nayna tidak apa-apa.
Dering telpon Nely pun berbunyi...
"Iya pa, aku akan kesana" ucap Nely.
__ADS_1
Nely pun segera menemui papa nya. Saat berada di ruang papa nya tanpa ada cctv. Nayna di tampar oleh papanya.
plaak... bunyi tamparan itu sangat kuat hingga pipi Nely seperti bengkak.
"Pa... kesalahan ku apa? hingga papa menamparku.
"papa melihat sebuah rekaman yang hanya diberikan kepada papa, dan papa tahu itu kamu, pikiran apa yang kamu yang menyebabkan mu jadi begini, jika ketahuan kamu akan dipenjara dan masa depanmu tidak akan cerah, apa alasanmu karena cinta lagi" ucap papa Nely kesal pada dirinya.
"iyaa maaf Pa, aku melakukan semuanya karena cinta Pa" ucap nely.
"Papa capek dengan tingkahmu, pulang sekolah nanti papa berharap kamu introfeksi diri, kamu pikir hidup di dunia hanya masalah cinta saja" ucap papa nya kesal pada dirinya.
"Baik pa, Nely akan introfeksi diri" ucap Nely.
Sepanjang koridor Nely kesal karena tamparan Papa nya begitu keras hingga dia harus memakai masker dan izin dengan Kepala sekolah karena kondisi badannya kurang sehat.
๐๐ท๐ท๐ท๐
*keburukan akan kembali kepada keburukan, begitulah kebaikan akan kembali kepada kebaikan"
__ADS_1
Like and comment ya๐
Terima kasih๐