
Mereka menikmati makan dengan sangat senang dan bahagia, bercakap dengan penuh canda dan tawa. Hingga dering ponsel Sheila pun berbunyi.
"Maaf ya, aku angkat telpon dari mama dulu" ucap Sheila langsung mengangkat telpon mamanya.
"Iya ma, ada apa?" ucap Sheila tersenyum.
"Mama pengen sate ayam beliin buat mama yaa sayang, terus lontong sama kuahnya dipisah saja yaa" ucap Mama Sheila.
"Baik ma, selain itu mama mau apa lagi?" ucap Sheila menawarkan.
"Hehe itu saja Sheila, ohya sayang kalau kamu pulang nanti kabari mama ya" ucap Mama Sheila.
"Baik ma, hehe tidak biasanya mama mengkhawatirkan Sheila" ucap Sheila bercanda dengan mamanya.
"Kamu kan baru menjalin hubunga baru kali ini jadi mama mau melihat langsung kalau Redy benar-benar baik dengan kamu sayang" ucap Mama Sheila.
"Okey mama ku sayang, siap" ucap Sheila langsung mematikan ponselnya karena mamanya mau istirahat.
"Wah, Sheila kamu sangat dekat yaa dengan mama kamu, apakah mama kamu tinggal sendirian di rumah" ucap Nayna bertanya.
"Iyaa, adikku tinggal di asrama alasan memilih asrama agar tidak menganggu kami dan katanya tidak mau jadi anak laki-laki yang nakal, dia mau jadi anak laki-laki yang bisa melindungi mama dan aku begitulah dia ucapkan sebelum pergi ke asrama" ucap Sheila mengenangnya.
Setelah mereka menyelesaikan dinner sampai jam 22.00. Mereka pun mengantarkan pasangan mereka masing-masing.
"Sheila tadi mama mu minta belikan sate ayam yaa, kamu tahu tempatnya dimana?, karena aku nggak tahu tempatnya dan tidak pernah memakannya" ucap Redy malu-malu.
"Are you seriusly?" ucap Sheila terkejut.
"Serius, nanti kita makan dulu yaa aku mau nyoba, terus nanti beliin buat mama juga, dan para pelayan di rumah pasti mereka menyukainya kan" ucap Redy membuka pintu mobil.
"Oke deh, nanti kita video call dengan mama dulu, agar mama tahu kalau kamu sedang mencoba makanan sate" ucap Sheila menutup mulutnya karena baginya terlalu unik baginya seseorang tidak pernah makan sate.
"Waah selama ini pasti dulu sekolah kalian nggak pernah ada sate gitu yaa, tapi kamu tahu kan sate itu kayak mana" ucap Sheila bertanya.
"Ehm sate itu kayak lidi yang ditusuk ada dagingnya kan, dulu di kantin waktu sekolah itu ada, tapi banyak anak-anak yang nggak terlalu suka jadi diganti menu nya, kalau aku makan yang pernah aku suka saja" ucap Redy malu-malu.
"Yaa sudah fokuslah menyetirnya nanti aku kasih tahu kita pesan sate dimana" ucap Sheila.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah warung, Redy ingin duduk tapi bingung bagaimana. Akhirnya dia hanya berdiri saja.
Sheila tersenyum saja dengan tingkah Redy. Sheila pun memesan satu pedas dan satu yang tidak, satu nya lagi di bungkus. Sheila pun kembali ke tempat duduk yang ada kursinya dan langsung membersihkan dengan tisu basah yang di bawa nya.
Sheila pun melambaikan tangan agar Redy duduk di sini. Redy pun mendekati Nayna.
"Sudah aku bersihkan nie, kamu duduk di sini yaa Redy, maaf kamu belum terbiasa yaa makan di sini atau ini yang pertama kali makan di warung" ucap Sheila bertanya.
Dengan malu-malu Redy mengatakannya dengan pelan ke telinga nya Sheila.
"Iya, ini pertama kali aku makan di warung Sheila" ucap Redy berbicara pelan.
Sheila pun tersenyum dengan sikap malu-malunya Redy. Sate pun sampai di meja mereka, Redy hanya menatap 2 piring di hadapannya. Sheila yang melihat hal itu duduk dan mendekatinya.
"Yang sedang ini punya aku, aku nggak suka hambat tapi nggak suka yang terlalu pedas, sedangkan yang ini punya kamu yang hambar, sekarang coba lah" ucap Sheila mencoba kan langsung ke mulutnya Redy.
Redy pun mengunyahnya dengan perlahan, dia pun mulai mengunyahnya dan merasakan lidahnya menikmati setiap daging yang terasa di mulutnya. Redy pun tertarik, tapi dia heran perkotaan seperti ini kok ada yang jualan sate.
Sheila menanggapi guratan di wajahnya Redy.
" Tuan yang punya sate ini dulu nya seorang pelancong yang suka ke Indonesia, saat itu dia mencicipi berbagai masakan orang Indonesia, hingga dia sangat menyukai sate tersebut, karena kesukaannya itulah mengantarkan dia pada jodohnya sendiri sehingga sudah hampir 5 tahun banyak pelanggan yang datang kesini, bahkan teman-teman kampus kalau suka ngumpul di sini, karena di buka nya di berbagai tempat kalau pagi sampai sore, kalau malam di tempat khusus" ucap Sheila menjelaskan.
Setelah selesai kedua nya menaiki mobil untuk mengantar Sheila pulang ke rumahnya.
"Sheila, kamu sudah ngabarin mama nggak kalau sebentar lagi sampai rumah kamu" ucap Redy sambil mengemudi.
"Sudah tadi aku chatt mama, beliau sedang menunggu di ruang keluarga" ucap Sheila sambil membuka ponselnya.
"Oh baguslah kalau begitu sayang" ucap Redy.
***
"Terimakasih yaa Elang sudah mengantar ku ke rumah" ucap Nayna masih kepikiran masalah mimpi nya kemarin.
" Kamu masih pikirin mimpi itu yaa Nayna, coba telpon saja Hayyan nya, agar dia bisa ingat dengan peringatan mu" ucap Elang memberi saran.
'Kamu nggak marah kan Elang, aku menelpon Hayyan" ucap Nayna bertanya.
__ADS_1
"Heheh, ngga lah cemburu kan sudah kamu kasih tahu aku" ucap Elang langsung pamit pulang.
Nayna pun memasuki rumahnya. Setelah sampai kamar dia pun mencoba menelpon Hayyan, saat itu pukul 22.30.
Dering ponsel Hayyan pun berbunyi..
"Yaa Hallo Bang Hayyan" ucap Nayna spontan.
"Ehm baik, tumben nelpon" ucap Hayyan bertanya.
' Bang Hayyan sekarang berada dimana?" ucap Nayna bertanya.
"Aku baru selesai rapat kampus di cafe, nie sudah di parkiran mau pulang, kenapa Nayna?, kok aku merasa nada bicara kamu khawatir.
" Hindari jalan dengan kerumunan orang banyak dan berkendara nya pelan-pelan saja" ucap Nayna dengan nada khawatir.
"Heheh, makasih Nayna sudah mengkhawatirkan saya, tapi saya aman kok nggak bakal kenapa-kenapa, kalau aku ada apa-apa janji akan menuruti semua nasehat mu jika itu benar-benar hahah, Nay aku tutup dulu yaa udah terlalu malam nie" ucap Hayyan langsung mematikan ponselnya.
Beberapa menit kemudian...
Setelah Hayyan melajukan kendaraan nya cukup pelan tidak mengebut meskipun kecepatan standar, kecelakaan pun tak dapat terelakkan...
Kecelakaan terjadi beruntun di tempat itu...
*Bruuuuuk .........
Braaaakkkk.....
Motor dan mobil bertabrakan, setelah beberapa menit* ....
Pihak kepolisian pun bergegas menolong para pengendara...
Ambulance pun berdatangan membantu para korban....
"Nayna maafin aku..." ucap Hayyan dalam pesannya ke Nayna.
Nayna pun menerima pesan tersebut dengan tubuh yang gemetar. Saat dia melihat sosial media tempat kejadian itu tidak berjauhan dari Hayyan yang memberi tahunya dari sana..
__ADS_1
Nayna pun segera menelpon taxi dan mengambil tas serta jaketnya.
πππππ