
Nayna sudah berada di rumah sehingga beberapa temannya menjenguknya.
Teman-teman Nayna menjenguk ke rumah Nayna. Karena mereka tidak pernah menemui Nayna dalam keadaan sakit seperti ini.
"Nay, loe kok bisa pingsan di UKS kemarin," ucap Vira bertanya
"Iya Nay, Kita khawatir dengan kesehatan loe dan tahu nggak Pak Hayyan selalu gelisah lihat ke arah pintu terus, ada apa sih kalian berdua?" ucap Dila dengan wajah yang penuh penasaran.
" Ehm, nggak ada apa-apa?" ucap Nayna menjawab.
Namun, belum berhenti Nayna bicara di potong oleh Vira.
"Yang gue dengar sih, Pak Hayyan thu merasa bersalah sama loe karena dia memarahi loe di dalam UKS bersama seorang pria dan loe pingsan deh," ucap Vira menjelaskan.
Nayna pun hanya tersenyum dan jawab dengan kebenarannya.
"Ada bener yang di katakan Vira, namun saya pingsan bukan karena Pak Hayyan hanya kondisi saya lagi lemah saja ditambah Pak Hayyan ngomel mulu' membuat kepala makin pusing kayak gitu. Jadi sepenuhnya bukan salah Pak Hayyan," ucap Nayna kembali memperjelas kan duduk perkaranya.
Teman-temannya pun memahami maksud Nayna. Dila dan Vira cukup lama bercakap-cakap di rumah Nayna. Mereka biasanya selalu bersama-sama sehingga membuat sahabat-sahabatnya merasa kurang tidak ada kehadiran nayna dalam kelas.
Dila dan Vira pun berpamitan kepada Nayna. Orang tua Nayna tidak ada dirumah mereka berada diluar negeri. Bahkan sakitnya saja tidak ditunjukkan kepada kedua orangtuanya ketika video call pun Nayna memaksakan wajanya sehat, karena Nayna tidak mau membuat orangtua nya khawatir. Sebab orangtua lagi menikmati masa bulan madu kembali (hehehe bagi yang paham ya ).
Meskipun mama nya lagi hamil muda, justru karena hal itu lah mama Nayna mau berjalan berduaan dengan suaminya. Papa Nayna pun mengabulkan permohonan istrinya, toh juga demi kebaikan si cabang bayi yang di dalam perut mama nya.
Percakapan mereka pun sangat hangat banyak yang di cerita kan oleh orangtuanya begitu pun Nayna yang bercerita dengan kedua orangtuanya. Orangtuanya menutup panggilan tersebut karena ada beberapa urusan. Meskipun Nayna masih sangat rindu dengan kedua orangtuanya.
Β
Drrrrrttt........derrrrrrttttt....
Bunyi ponsel Nayna pun bersuara dengan bertubi-tubi. Nayna pun mengangkat telponnya. Ternyata yang menelpon Hayyan.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Hai Nay, gimana keadaan kamu?" ucap Hayyan dengan nada yang kikuk.
"Wa'alaikumussalam saya sehat Pak Hayyan, hanya perlu istirahat mungkin 3 hari izin nya," ucap Nayna menjawab seadanya.
"Oh gitu, maaf ya Nayna, saya bersalah atas kejadian kemarin itu," ucap Hayyan dengan penuh penyesalan.
"Gak apa-apa Pak Hayyan, biasa saja. Jangan dengerin gosipnya, Pak Hayyan nggak ad salah apapun kok, kenapa harus minta maaf segala sih, " ucap Nayna.
"Masalahnya orangtua saya marah besar karena kejadian itu" ucap Hayyan menjelaskan.
"Kok ada hubungannya dengan orangtua Pak Hayyan, kan yang sakit saya bukan Pak Hayyan" ucap Nayna dengan penuh kebingungan.
"Nanti lain kali saya jelaskan kenapa begitu? " ucap Hayyan.
"Sebenarnya Pak Hayyan, punya tujuan apa magang di sekolah" ucap Nayna dengan penuh penasaran.
Hayyan pun menceritakan kepada Nayna. Nayna hanya bisa tersenyum dibalik ponselnya dan terkadang tertawa dengan tingkah Hayyan yang begitu patuh kepada orang tua. Sehingga membuat Hayyan malu membicarakan hal ini kepada Nayna. Namun, disebalik pembicaraan mereka terhubung sebuah percakapan.
"Nay, atas kesalahan saya. Saya akan melakukan apa saja, yang penting gosip saya yang membuat kamu sakit hilang dari sekolah," ucap Hayyan.
"Tidak, saya akan bertanggung jawab atas izin mu 3 hari ini," ucap Hayyan.
" Yaa sudah terserah Pak Hayyan saja lah, Nay mau istirahat ya. Ingat Pak Hayyan jangan terlalu memikirkan hal apapun, doain saja saya sehat dan bisa segera ke sekolah," ucap Nayna.
"Nay, bolehkah kita video call. Ehm nggak ada apa-apa kok saya hanya melihat kondisimu saja," ucap Hayyan.
Nayna dan Hayyan punn video call, Hayyan menatap lekat wajah Nayna tanpa polesan mack up begitupun Nayna menatap ketampanan Hayyan. Mereka pun video call tidak lama, tapi Hayyan sudah banyak bicara dan memberikan perhatiannya kepada Nay. Membuat Nayna tertawa melihat tingkah Hayyan.
"Nayna kenapa kamu tertawa melihat ku, emangnya ada yang salah dengan muka saya," ucap Hayyan bertanya dan memeriksa wajahnya di kaca.
"Yaa emang nggak ada apa-apa Pak, hanya salut saja dengan Bapak yang sangat patuh kepada orang tua padahal Bapak punya adik bernama Leo," ucap Nayna berbicara.
__ADS_1
"Kok kamu bisa kenal dengan Leo, kenal dimana kalian?" ucap Hayyan bertanya dan penasaran.
"Haha, panjang Pak jika mau diceritakan perkenalan kami," ucap Nayna menjawab.
"Yaa nggap apa-apa ceritakan saja, karena Leo jarang bicara di rumah," ucap Hayyan menjawab.
Nayna pun menceritakan semua perkenalan dia dengan Leo. Hayyan pun masih mengamati setiap perkataan Nayna. Nayna pun menceritakan berbagai hal tentang Leo, mereka bertemu pada sebuah akun games, hal itu tidak diketahui oleh orangtuanya Hayyan. Mendengar hal itu Hayyan memahami alasan Leon tidak mau kuliah mengambil kedokteran, dia lebih suka ke dunia IT. Hayyan pun mengerti dan akan mencoba berbicara pada adiknya.
"Nayna, terima kasih yaa kamu sudah memberi tahu tentang adikku setidaknya, aku memiliki bahan untuk berbicara dengannya," ucap Hayyan.
"Yaa, sama-sama Hayyan, saya tutup ya mau istirahat juga," ucap Nayna.
Percakapan pun selesai, mereka pun istirahat.
Malam hari pun tiba.
Hayyan beserta keluarga nya makan seperti biasanya. Leon pun hanya makan dan jika selesai dia pun kembali ke kamarnya. Hayyan pun mengirim adiknya ke kamarnya.
"Leo, bolehkah kakak bicara," ucap Hayyan bertanya.
"Silahkan saja mau bicara apa? asal tidak membicarakan tentang kedokteran lagi," ucap Leo memberikan penekanan.
"Bukan hal itu kok," ucap Hayyan.
Hayyan pun memulai percakapan dengan adiknya. Hayyan memberi jalan kepada adiknya untuk mengembangkan bakatnya dan memberikan sebuah brosur agar dia berharap adiknya bisa mengikuti kompetisi tersebut.
Setelah selesai bicara, Hayyan hendak keluar namun langsung di peluk oleh Leo.
"Kak, terima kasih sudah mendukung dan memberikan aku kesempatan," ucap Leo dalam pelukan kakaknya.
"Iya adikku sayang, kakak mendoakan yang terbaik semoga kamu dapat mengembangkan bakatmu, dan buktikan pada papa dan mama, bahwa kamu ingin kuliah bagian IT, semoga papa dan mama memahami hal itu, tapi kami harus menang kompetisi ini, dengan begitu papa dan mama pasti akan mendukung mu," ucap Hayyan menjelaskan pada Leo.
__ADS_1
Keduanya pun kembali pelukan yang hangat, yang tidak biasa mereka lakukan.
π·π·π·π·π·π·