Gaun Usang

Gaun Usang
Bersama


__ADS_3

Elang dan Nayna pun saling bertatap satu sama lain dan salah tingkah keduanya. Nayna pun menutup pintu dan masuk ke kamar mandi. Begitupun Elang yang kembali ke kamarnya untuk mandi karena harus segera ke kampus.


Namun, tiba-tiba Nayna pingsan dan jatuh dengan tiba-tiba...


"gedubrakkk..."


Suara terjatuh terdengar dari kamar Nayna yang tepatinya.


Elang pun segera Berlari menuju kamar tersebut...


Lagi-lagi dia terkejut melihat Nayna pingsan, dia sudah pernah melihat Nayna pingsan tiba-tiba dan akan bangun beberapa hari kemudian...


Elang pun menelpon dokter, dalam beberapa menit dokter pun datang ke rumah Elang. Dokter mengatakan bahwa Nayna tengah stress jadi diberikan beberapa obat. Elang pun mempersilahkan dokter tersebut pulang di antar oleh Pak Leyi.


Dering ponsel Elang pun berbunyi...


"Bagaimana Elang keadaan Nayna sekarang" ucap Mama Nayna bertanya dalam panggilan video.


Elang pun memperlihatkan kondisi Nayna..


mama Nayna hanya menangis melihat itu dan mengatakan bahwa Nayna tengah di alam lain, bertemu dengan neneknya dan disarankan agar Elang selalu mendampinginya karena jika tidak ada orang Nayna akan berjalan dalam tidur. Karena hal itu lah Elang tetap stay atas pesan mama Nayna.


Panggilan video pun berakhir...


"Hello Bery, elo catat semua mata kuliah Ahri ini atau rekam lah, terus kirim ke gue file nya nanti gue kasih uang ke elo" ucap Elang kepada sahabatnya Bery.


"oke siap bos, selalu ku nantikan uang mu untuk ke club" ucap Bery.


Panggilan telpon pun berakhir...


"eham dasar Thu bery, nggak ada perubahan apa?" ucap Elang.


Elang pun menemani Nayna dengan telaten. Bahkan seluruh pekerjaannya dia pindah ke kamar Nayna.


Nayna dalam mimpi nya...


Gauun Usaang.... aku ingin gaun itu, nek Nayna mau gaun itu berikan pada Nay saja.


"Apakah kamu siap menerima penglihatan yang tak dilihat oleh orang lain Nay?" ucap nenek.

__ADS_1


"aku siap nek, selagi nenek selalu disampingku jangan meninggalkan aku lagi" ucap Nayna.


"Baik Nay, nenek akan menjaga mu seperti kamu menjaga gaun usang ini, ketika kamu menyebut gaun usang maka penglihatan di hadapan mu seperti nyata itu akan terjadi jika pikiran mu dalam keadaan jernih" ucap nenek.


Nayna pun menerima pesan dari nenek tersebut...


Nayna pun terbangun setelah 3 hari...


Ponsel Nayna sengaj dimatikan oleh Elang, agar tidak ada yang menghubunginya. Elang hanya menghubungi pihak kampusnya bahwa Nayna sedang sakit sehingga teman-temannya hanya mengetahui keadaan Nayna dari pihak kampus.


'Aku berada dimana sekarang?


"kamu di rumah ku sekarang, sebelum diceritakan kamu minum dulu dan makan buah dulu ya nay" ucap Elang.


Nayna pun menuruti saja yang disuruh oleh Elang, makan buah serta makan yang sudah disediakan oleh Elang.


Nayna tampak terkejut di kamarnya ada dua kasur.


"Nay, kamu tenang saja, saya di suruh mama kamu untuk menjaga mu jadi selama 3 hari semua pekerjaan saya bawa kesini makanya jadi begini keadaan kamar ini sekarang, maaf ya Nay" ucap Elang meminta maaf.


"Jadi, kedua orang tua ku tahu aku sakit lagi" ucap Nayna penasaran.


"baik, terima kasih elang aku akan bersih-bersih dahulu" ucap Nayna meninggalkan elang begitu saja.


Elang pun membereskan kasur tersebut, dan tidak lupa dia merapikan kasur dan barang-barangnya ke keamarnya kembali, sehingga Nayna bisa leluasa di kamarnya.


"Elang kamu bisa di kamar kah, bisakah kamu pergi dahulu" ucap Nayna.


Elang pun melangkah kan kakinya untuk pergi dan berkata "iya Nay, saya sudah keluar ditunggu ruang tamu ya"


"okey" ucap Nayna.


Elang pun duduk santai dengan bukunya. Elang sangat fokus membaca buku tersebut, hingga tanpa dia sadari Nayna sudah dibelakangnya. Saat Elang menoleh ke belakang pandangan mata mereka bertemu. Nayna pun langsung berpindah ke tempat duduk tersebut.


"Nay, bagaimana keadaan mu sekarang?" ucap elang sambil mengalihkan pandangannya ke bukunya kembali.


'sudah lebih baik elang" ucap Nayna.


"ini ponsel kamu, coba hubungi mama mu terlebih dahulu setidaknya mereka tahu kamu sudah sehat" ucap elang.

__ADS_1


Nayna pun mencari kontak mama nya untuk melakukan panggilan video call...


"Hay mom... terimakasih sudah memperhatikan Nayna dan menjaga Nayna" ucap Nayna kepada mama nya.


"yang penting kamu sehat sudah cukup bagi mama dan papa sayang" ucap mama.


"Ma.. aku sayang dengan kalian, maaf sudah membuat kalian jadi gelisah" ucap Nayna.


"papa kamu sudah meminta tolong dengan Elang untuk menjaga kamu, dalam hal ini kami serahkan padanya, jadi jika Elang memberi bantuan itu semua dari mama dan papa yaa sayang" ucap Mama.


"ohw seperti itu baiklah ma " ucap Nayna.


Panggilan video pun berakhir...


"Elang, kamu pasti bolos kuliah kan demi menjaga ku karena orangtua ku" ucap Nayna menanyakan.


"saya menjaga mu karena amanah dari orang tua mu dan juga perkuliahan ku terkadang online juga kok, jadi kamu tak perlu khawatir, sekarang saya sarankan kamu tidur saja di sini untuk malam ini.. bukankah perkuliahan mu besok itu di siang hari, jadi kamu bisa pulang di pagi hari besok" ucap elang panjang lebar.


Nayna pun kembali ke kamar dan beristirahat. Elang bingung dengan sikap Nayna dengan seribu bahasa atas ucapannya tadi, dia pun mengejar Nayna dan menarik tangannya.


"Nayna kamu menanggapi salah tentang yang bilang tadi, intinya jangan berpikir negatif, aku melakukan nya karena orang tua mu" ucap elang mencoba menjelaskan kepada Nayna.


Nayna pun menarik tangannya ingin melepas genggaman Elang, namun semakin ingin dilepasnya semakin elang tidak ingin melepasnya. Dengan teriak Nayna pun berkata...


"cukuuuup Elang... kamu jangan sok peduli denganku, kamu sama saja kan karena kasihan padaku, bukti nya kamu merawat mu karena orang tua ku meminta berarti kalau bukan keinginan orang tua ku kamu akan menolak kehadiranku karena pernah menolak mu iya kan" ucap Nayna kesal.


"Bukan seperti itu Nayna... tidak ada pikiran apapun saya murni menolongmu dan merawatmu' ucap Elang.


"aku yang geer disini tiada yang menyayangi ku dengan tulus, aaaargh (air mata pun keluar tanpa terbendung)".….


Nayna pun menangis sejadi-jadinya..


Elang pun mendekat dan memeluk Nayna, Nayna terus menyalahkan Elang dan dia memukul dada nya Elang, bagi Elang Nayna seorang adik bukan yang lain begitulah pikiran Nayna...


Nayna pun kembali terpingsan setelah tangisannya berakhir...


Tiba-tiba....


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ

__ADS_1


__ADS_2