Gaun Usang

Gaun Usang
Perhatian 2


__ADS_3

Sheila salah satu mahasiswi Desainer yang mampu menjadi asisten dosen di kelas lainnya. Kemampuannya bahkan melebih teman-temannya , bahkan beberapa kakak kelasnya berdiskusi dengannya pada tugas akhir. Sehingga kecemburuan Redy semakin menjadi.


Bukan hanya Sheila terkenal karena kecerdasannya saja, tapi juga memiliki usaha konveksi menengah sehingga terkadang beberapa dari wartawan menjadikannya hot Line di sampul depan dengan tema "wanita yang penuh inspirasi".


Selesai dari Perkuliahan, dering ponsel Sheila pun berbunyi...


drrrrtttt.... drrrrtttt...


"Ya Hallo, apaa?" Ucap Sheila langsung berlari memesan taxi.


Sheila panik karena mama nya lagi-lagi pingsan dan yang membuatnya heran yang menelpon adalah Redy.


[Kenapa Redy yang menelpon pakai ponsel mama?] gumam Sheila bingung.


Sheila pun kembali menelpon ponsel Redy.


"Redy, benerkah mama ku sekarang sudah berada di Rumah Sakit," ucap Sheila penuh kekhawatiran.


"Iya aku serius tidak berbohong Sheila, aku sudah mengirim foto mama mu di periksa oleh dokter," ucap Redy menjelaskan.


"Baik Redy, terima kasih atas bantuanmu, saya lagi diperjalanan menuju Rumah Sakit," ucap Sheila khawatir.


"Oke tenang saja Sheila, kamu fokus saja dulu yaa, semuanya baik-baik saja okey," ucap Redy menenangkan Sheila di panggilan telpon tersebut.


Terdengar dari kejauahan Sheila terisak menangis.


"Sheila, please tenangin dirimu yaa, aku di sini mendampingi mama mu," ucap Redy berusha menenangkan Sheila dari panggilan tersebut.


"Baik Redy, terima kasih atas kebaikan mu, taxi ku akan sampai, aku tutup dulu ya panggilannya," ucap Sheila menutup panggilan tersebut.


Setelah keluar dan taxi dan membayar, Sheila berlari ke ruangan dimana mamanya di rawat.


Setelah sampai di ruangan tersebut, dia melihat Redy tengah duduk di samping mama nya dengan menggunakan banyak selang.


Sheila pun langsung memeluk mamanya dan menangis dengan sesungukan. Melihat hal itu Redy bingung melakukan apa?, sehingga dia berniat ingin pergi namun ditahan oleh Sheila.


"Aku mohon kamu disinilah bersama ku, agar mama melihat bahwa calon mantunya sudah membantu nya pertama kali," ucap Sheila memandang Redy dengan tatapan menyedihkan.


Redy pun mendekat dan Sheila langsung memeluk Redy, Redy hanya mengelus lembut rambut Sheila.


"Sheila, kamu sudah makan siang belum," ucap Redy bertanya.


"Aku belum makan, lebih mementingkan mama dari pada aku," ucap Sheila.


"Yaa sudah kalau begitu, biar aku telpon delivery kamu mau pesan apa?" Ucap Redy.


"Nasi ayam panggang saja," ucap Sheila.


"Ohw Sheila lapar atau doyan," ucap Redy menggoda Sheila.

__ADS_1


"Iih apaaan sih? Aku lapar tahu," ucap Sheila memukul Redy.


"Baiklah, bisa nggak lepaskan pelukannya dulu sayang, aku hampir tidak bisa bernafas loe, karena pelukan mu sangat erat," ucap Redy tersenyum kecil.


Sheila pun melepaskan pelukannya, Redy hanya tersenyum melihat Sheila yang malu-malu begitu. Redy pun menelpon delevery.


"Yaa pesan, 2 nasi ayam panggang yaa, terus 2 minum air mineral," ucap Redy.


"Baik Pak," ucap pelayan delevery tersebut.


"Sheila, kamu tunggu disini yaa, aku mau ke mini market sebentar buat cemilan kita yaa," ucap Redy.


"Baiklah," ucap Sheila.


Redy pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Redy pun menutup pintu kamar rumah sakit dengan perlahan. Redy bergegas menuju mini market setidaknya, mama Sheila akan dirawat seharian karena kata dokter perlu pemulihan.


Saat Redy menuju ke mini market, dering ponselnya berbunyi.


drrrrtttt..... drrtttt...


"Ya Ma, ada apa?" Ucap Redy.


"Redy, bagaimana keadaan mama nya Sheila sayang?" Ucap Mama Redy.


"Tante sudah stabil ma, kata dokter kecapean saja," ucap Redy.


"Ohw baiklah kalau begitu, nanti sore mama kesana yaa," ucap Mama Redy.


Redy pun mematikan panggilan telpon tersebut, Redy pun menuju ke mini market. Redy membeli beberapa barang yang dibutuhkan untuk mereka berjaga.


***


Hayyan pun sadar, dia bingung dengan dua orang yang di depannya. Hingga dia menanyakan hal itu pada Nayna.


"Apakah kamu Nayna dan Elang?" Ucap Hayyan bertanya sambil berpikir.


"Iya benar saya Elang," ucap Elang menjawab.


"Yups, saya juga Nayna benar," ucap Nayna membenarkan.


Elang dan Nayna sudah menjelaskan, tapi Hayyan masih bingung keduanya. Elang pun langsung mengatakan bahwa Nayna adalah pacarnya. Mendengar hal itu Hayyan mengernyitkan alisnya.


"Seingat aku, Nayna itu pacar ku sedangkan kamu hanyalah teman dekatnya saja," ucap Hayyan mengatakan.


"Buukan, Nayna itu pacarku, kamu hilang ingatan Hayyan, Nayna sudah menjadi pacarku sejak kalian putus beberapa bulan yang lalu," ucap Hayyan menjelaskan.


"Aaaaaa...," teriak Hayyan pusing ketika berusaha mengingat ingatannya.


Dokter pun datang setelah alarm berbunyi.

__ADS_1


"Kami sarankan, perlahan berikan stimulus kepadanya, jangan membuatnya syok berlebihan nanti akan terasa berat pikirannya," ucap Dokter menjelaskan.


Kedua orangtua Hayyan pun datang ke rumah sakit tersebut, dan mendengar penjelasan dari dokter tersebut.


"Nayna, Tante sarani kamu pulang saja dengan Elang, Tante tidak ingin kamu terluka hanya karena Hayyan mengingatmu sebagai pacarnya, sedangkan kamu memiliki pacarmu sendiri," ucap Mama Hayyan.


"Baik Tante, Nayna izin pergi dulu," ucap Nayna.


"Maaf yaa Tante, Elang juga permisi ya Tante," ucap Elang.


"Ya kalian hati-hati Elang dan Nayna," ucap Mama Hayyan.


Elang dan Nayna pun permisi dari ruangan tersebut. Mereka berdua selama perjalanan menuju parkiran hanya terdiam satu sama lain.


"Aku naik taxi saja Elang, tak perlu kamu antar aku!" Ucap Nayna mendengus kesal.


"Kamu kenapa Nayna?, Salahku apa?, Segera katakan jangan buat aku jadi salah disini Nayna," ucap Elang suaranya meninggi.


"Kenapa kamu menjelaskan hubungan kita? Sudah tahu kan kalau Hayyan amnesia, kemungkinan sembuh butuh waktu berbulan-bulan, jadi aku berharap kita introspeksi diri masing-masing," ucap Nayna melongoskan wajahnya.


"Oke aku salah Nay, aku minta maaf. Jika kamu mau marah dipersilahkan, tapi kami harus ikut aku antar ke rumah, jadi ku mohon Nayna, ikutlah" ucap Elang memohon.


"Baiklah," ucap Nayna melangkah ke mobil Elang.


Elang pun membuka kunci mobilnya. Dan mereka pun melaju dengan sedang. Di dalam mobil tiada pembicaraan di antara keduanya.


Hingga ponsel Nayna berdering.


drrrrtttt..... drrrrtttt....


"Nay, kamu apa kabarnya?" ucap Mama Nayna melalui panggilan telpon.


"Alhamdulillah baik ma, ada apa ma semuanya baik-baik saja kan?" ucap Nayna.


"Semuanya baik-baik saja Nayna, tapi mama mau memberi tahu sesuatu tentang Elang," ucap Mama Nayna.


"Ceritakan saja Ma, Nayna akan mendengarnya," ucap Nayna.


Mama Nayna pun menceritakan semua tentang Elang. Elang yang selalu membantu orangtuanya di kala Nayna berada di Austria serta hal lain yang dilakukannya. Hingga Elang mendapat beasiswa berkuliah di Austria, bahkan Elang tidak ingin memberi tahu Nayna bahwa di berada di Austria kala itu, karena Elang tidak ingin merusak hubungan mu dengan Hayyan.


Mama Nayna sudah tahu kalau, Nayna dan Hayyan putus dan Elang yang menjaga Nayna disana.


"Apakah kalian bersahabat dengan baik dengan Elang? Ucap Mama Nayna bertanya.


"Tunggu maksud mama bersahabat bagaimana? Ucap Nayna bingung.


"Elang menyukaimu sudah sangat lama Nayna, tapi dia malu mengungkapkannya, sampai sekarang ketika mama tanya tentangmu Nayna berkuliah dengan sangat baik," ucap Mama Nayna.


"Baik Ma, terima kasih Nayna tutup dulu yaa telponnya," ucap Nayna.

__ADS_1


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


__ADS_2