Gaun Usang

Gaun Usang
Double Date


__ADS_3

Redy sungguh mencintai Sheila dengan tulus bahkan berkali-kali dia mengungkapkan perasaannya namun Sheila belum menerima seutuhnya diri Redy.


Begitu sulit bagi Redy meluluhkan hati Sheila yang terbuat dari batu. Sheila wanita yang sederhana namun dia mampu mengkondisikan dirinya dimanapun ketika berkumpul dengan berbagai teman Redy. Bahkan Redy yang dikatakan beruntung punya pacar seperti Sheila yang mempunyai prestasi dan memiliki usaha konveksi di usia muda.


Bagi Redy menaklukan itu penting. Tapi, nilai kepercayaan yang mulai ditanamkan Redy kepada Sheila. Karena Sheila tipekal orang yang memulai sebuah hubungan dengan kejujuran. Maka, Redy hanya bersabar dengan sikap dingin Sheila. Meskipun Redy sudah mengakui Sheila sebagi pacarnya, namun Sheila belum menganggapnya apapun.


Sheila seorang wanita yang mandiri dan pekerja keras. Sejak ayahnya meninggal dia lah tulang punggung bagi keluarnya. Sheila memiliki seorang adik yang masih berusia 10 tahun sehingga sangat penting pendidikan di usianya dasar. Sehingga Sheila benar-benar terus berusaha, belum lagi Ibu nya yang terkadang sakit. Karena hal itu lah Sheila tidak pernah berhubungan dengan pria manapun. Baginya waktu adalah uang baginya. Jadi, hal bermanfaat yang menghasilkan uang halal agar bisa menghidupi keluarganya.


Maka dari itu Redy sudah melihat kemandirian dan pekerja kerasnya Sheila. Bahkan mama nya saja begitu salut dengan kegigihan Sheila yang terus belajar dan mau belajar. Sehingga mama nya Redy sangat menyayangi Sheila terlepas dia pacarnya Redy.


"Argh baru saja berpisah sebentar sudah kangen dengan Sheila" ucap Redy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Redy pun kembali fokus menyelesaikan tugas akhirnya. Sebenarnya Elang dan Redy sangatlah jauh umurnya. Namun, Redy lebih suka kalau Elang memanggil namanya saja. Karena sejak bertemu dengan Elang banyak perubahan dalam dirinya. Karena hampir saja Redy bunuh diri akibat ulahnya sendiri.


Flashback masa lalu Redy....


Satu tahun yang lalu saat Elang pertama kali menginjakkan kakinya sendiri. Elang sangat asing dengan kota itu bahkan dia tidak mengenal siapapun disana, hanya orangtua memberi tahu sebuah alamat bahwa dia akan tinggal di sebuah rumah sendirian.


Elang pun berjalan menyusuri kota itu dengan berjalan, bukan tidak memiliki kendaraan namun lebih menikmati kehidupan orang lain yang biasa berjalan kaki menikmati kehidupan yang begitu kejam bagi dirinya.


Hingga Elang menemukan seseorang yang niat ingin bunuh diri dengan menghanyutkan dirinya ke laut kala itu, karena Elang menyusuri pantai di kala pagi tiada siapapun disana.


Elang begitu ramah kala itu, hingga dia berani menyapa orang yang sedang putus asa.


"Waah Abang lagi apa sih?, pakai pelampung segala dan ini bawa obat apaan" ucap Elang langsung membuat obat tersebut.


Elang pun di tampar oleh Redy...


Redy pun menampar balik Elang, namun sayangnya Elang mengelak...


Perkelahian pun terjadi di antara Keduanya, namun yang lebih banyak babak beluk malah Redy karena dia posisi dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


Setelah itu Elang pun mengangkat telpon tersebut yang ternyata mamanya. Dan akhir Elang dan Redy di bawa ke Rumah Sakit untuk di obati.


Mama Redy pun banyak berterima kasih kepada Elang. Karena kala itu Redy sudah tidak pulang selama 3 hari sehingga mama nya sangat khawatir tentang dirinya.


Setelah kejadian itu mama Redy selalu meminta agar Elang selalu bersama dengan Redy sejak itulah banyak perubahan yang terjadi pada Redy. Dari sikap dan yang pasti Redy tidak lagi pacaran hingga Elang meminta dirinya untuk meminta maaf kepada semua mantannya untuk minta maaf karena sudah mempermainkan perempuan.


Sontak saja sebenarnya Redy tidak mau melakukan nya. Namun, karena paksaan dari Elang dengan mengancam dia tidak mau berteman dengannya lagi maka Redy pun melakukannya. Meskipun beberapa ada yang menamparnya bahkan menyiramnya dengan air.


Redy pun sadar semua kesakitan oleh wanita yang pernah disakiti nya. Maka, Redy pun berterima kasih kepada Elang karena sudah membuatnya berubah. Di tambah lagi sekarang dia mendapatkan seorang wanita yang selain cantik secara fisik tapi juga cantik secara sikap. Benar-benar Sheila perpaduan sempurna bagi dirinya yang banyak mantan pacar.


Ketika Redy tengah asyik melamunkan kisah-kisah nya dulu, dering ponselnya pun berbunyi...


"Hallo Elang, Oke aku akan ke lapangan sekarang, tunggu aku yaa" ucap Redy segera membereskan karena tinggal di revisi saja.


Redy pun berlari ke parkiran menuju mobilnya dan meletakkan tasnya karena dia mau ke lapangan basket tempat mereka berlatih bersama dengan Elang.


Beberapa menit kemudian, Redy pun sampai di lapangan basket tempat mereka janjian...


"Hey bro, gimana hubungan mu dengan Sheila?" ucap Elang bertanya.


"Hubungan kita sih baik-baik saja, tapi Sheila belum menerima cinta tulus gue mungkin karena mantan gue banyak kali" ucap Redy melempar bola basket ke keranjang.


Elang dan Redy pun bergilir memasukkan bola ke keranjang tersebut sambil berbicara.


"Kalau Nayna gimana kabarnya sekarang dan apakah hubungan kalian baik juga?" ucap Redy kembali bertanya dan dia mengambil botol minumnya dan meneguknya.


"Hubungan kami sangat baik, apapun masalah Nayna masalah juga, bagi ku Nayna sekarang hidupku karena orang tua nya juga sudah menitipkan pada ku sebelum kami jadian, setelah kami jadian aku ingin segera dia menjadi milikku seutuhnya dengan cara menikahinya meskipun bukan sekarang" ucap Elang mengambil minumnya dan meneguknya.


"Elang, malam ini kita double date Yook aku reservasi tempatnya, nanti aku kabari oke. Pokok nya jam 20.00 sudah disana" ucap Redy pergi duluan karena harus mandi dan bersiap buat malam ini.


"Oke siap.." ucap Elang memberi isyarat menyetujui hal itu.

__ADS_1


Redy dan Elang pun mereka sampai di rumah masing-masing. Redy pun sudah mereservasi tempat mereka makan bersama.


Redy pun menelpon Sheila...


"Sheila, malam ini kita date yaa bareng Elang dan Nayna" ucap Redy menelpon.


"Waah beneran ada Nayna, oke jemput jam 19.30 pasti aku sudah ready" ucap Sheila tampak senang mendengar nama Nayna.


"Baiklah see you tonight Sheila" ucap Redy langsung mematikan panggilan tersebut.


Begitupun dengan Elang langsung menelpon Nayna...


"Nay, nanti malam siap-siap jam 19.30 kita ngedate yaa" ucap Elang bahagia.


"Ehm baiklah, aku akan siap sebelum jam segitu" ucap Nayna.


"Tapi kamu sehatkan Nayna" ucap Elang khawatir.


Panggilan pun beralih ke video....


"Kamu lihat muka aku, aku sekarang sedang rebahan lagi capek aja kok, tapi nanti malam pasti udah fresh kok, jadi aku rehat sekarang aja yaa Elang" ucap Nayna memberikan isyarat pada Elang.


"Oke deh" ucap Elang langsung mematikan panggilan tersebut.


***


Malam pun tiba...


Redy dan Sheila pun datang lebih dulu, di susul Nayna dan Elang. Ketika mereka sampai saling berbincang satu sama lain. Bahkan, terlihat seru dan makanan sudah sampai karena Redy sudah memesannya lebih dulu.


Kebahagiaan malam itu tiada tara karena sangat jarang mempertemukan mereka saat bersamaan seperti ini.

__ADS_1


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


__ADS_2