Gaun Usang

Gaun Usang
Terbongkar


__ADS_3

Sheila merawat Redy dengan sangat baik. Bahkan, dia melihat ketulusan wanita tersebut.


"Sheila, boleh kah kita bicara sebentar" ucap Redy.


"Yups boleh kok, tunggu sebentar yaa buahnya mau disajikan dulu" ucap Sheila.


Sheila pun menyajikan buah tersebut ke Redy dan menyuruh nya makan terlebih dahulu sebelum mereka berbicara.


"Hari ini kamu kuliah kah, dan Bagaimana dengan usaha konveksimu?" ucap Redy bertanya.


"Heheh... kamu mengkhawatirkanku yaa" ucap Sheila.


"Iyaa lah mengkhawatirkan mu, dan satu lagi Sheila kita lupakan kontrak itu bisakah kamu jadi pacar sungguhan" ucap Redy serius menatap Sheila dengan lekat.


"Argh... Kamu bilang apa sih Redy? fokusmu sekarang hanya sembuh, oke. Nanti aku harus pergi kuliah tidak ada yang menjaga mu bagaimana?" ucap Sheila mengalihkan pembicaraan.


Redy pun menarik tangan Sheila dan duduk di dekatnya. Sheila cuma terdiam ketika Redy hanya menundukkan kepalanya di pundak ku.


"Please Sheila, biarlah seperti ini aku hanya perlu pundakmu, kalau aku memelukmu dari depan kamu pasti akan memukulku dan memarahi ku, please sebentar saja" ucap Redy.


"Baiklah, hanya sebentar" ucap Sheila.


Keduanya terdiam dalam beberapa menit. Hingga suara ketokan pintu membuyarkan keduanya...


Tok...tok...


"Masuk.." ucap Sheila.


Elang dan Nayna menjenguk Redy serta membawa buah-buahan.


"Wah bagus deh elo sudah sembuh, gimana rasanya masuk Rumah Sakit" ucap Elang.


"Yaa mana enaklah masuk Rumah Sakit, elo pikir gue mau tinggal di sini, gue mah ogah lama-lama, tapi kalau perawatnya Sheila mau berkali-kali masuk Rumah Sakit" ucap Redy.


"Huuush., gak boleh berkata begitu" ucap Sheila seperti mengancam anak kecil.


"Hahahaha... Redy langsung terdiam ketika Sheila bilang gitu, wah bangunan fuckboy elo udah hilang yaa, ternyata pawangnya Nona Sheila... hahaha" ucap Elang tertawa lepas.


"Iih sahabat macam apa elo ngatai di depan cewek gue malu tahu" ucap Redy.


"Udah cukup berantemnya, ada yang mau saya tanyakan Redy terkait kecelakaan mu" ucap Nayna.


"Kamu merasa nggak siapa yang ingin menyelakaimu" ucap Nayna menyelidik.

__ADS_1


"Ehm, entahlah siapa? aku sedang tidak mau berpikir Nayna, jika aku sudah sehat otakku masih pintar lagi" ucap Redy.


"Hahaha... iyaa yaaa, kita percaya elo pintar kalau gitu kita makan buat yang sudah di kupas oleh kekasih kita" ucap Elang sambil mengunyah buah tersebut.


Mereka berempat pun makan bersama di ruangan tersebut tampak ada canda tawa diantara percakapan mereka, seakan-akan dunia hanya dimiliki mereka saja. Hingga suatu ketika tanpa sengaja Nayna melihat matanya ke arah pintu dan dia melihat seseorang yang mengintip Redy. Nayna pun keluar dari ruangan tersebut berlari mengejar orang tersebut, Elang yang heran melihat tingkah Nayna pun mengejar kekasihnya.


Akhirnya Nayna menemukan orang tersebut, dan mereka berkelahi di tempat umum.


"Hey, apakah kau pelaku yang merusak mobil Redy" ucap Nayna geram.


"Jika Iya kenapa, Mama Redy telah memecat saya secara sepihak maka lebih baik dia menderita" ucap Lelaki tersebut.


Keduanya pun berkelahi dengan sengit, Nayna menghindar ketika tinju tersebut hampir mendarat ke pipinya. Nayna pun mengangkat tubuh Bapak tersebut sangat keras.


Krataaakkk.... Bunyi tulang seperti patah.


Elang yang melihat itu langsung ke tempat dan menelpon polisi setempat dan memegang tangan lelaki tersebut.


"Nay, cukup jangan lagi " ucap Elang menenangkan kekasihnya.


Polisi pun datang tepat waktu...


"Terima kasih Nona, sudah membantu kami mendapat kan buronan ini" ucap Pak Polisi.


"Orang ini selain melukai Teman kaliaan, dia juga terlibat penjual obat-obatan terlarang sehingga kami sangat susah mencarinya karena dia terus berganti wajah" ucap Pak Polisi.


"Ohw baiklah Pak, nanti kita akan ke Kantor Polisi, kita ambil mobil dulu" ucap Elang.


Elang pun menelpon Redy...


"Hallo Redy, saya dengan Nayna mau ke kantor polisi dulu ya nanti kita jelaskan lebih lanjut oke" ucap Elang.


"oke.." ucap Redy.


"Siapa yang menelpon tadi, kok muka kamu khawatir gitu?" ucap Sheila sambil memberikan buah.


"Sepertinya pelaku yang mencelakai sudah tertangkap sekarang Nayna dan Elang ke kantor polisi buat laporan" ucap Redy.


"Yaa udah, kita tunggu saja kabar dari Nayna dan Elang yaa" ucap Sheila menenangkan.


"Iyaa kekasihku.." ucap Redy menggoda.


"idiih kumat lagi yaa" ucap Sheila.

__ADS_1


Keduanya pun tertawa lepas, atas tingkah Redy. Meskipun Redy penasaram tentang Elang dan Nayna.


Di dalam mobil...


Elang pun menghubungi sopir bayaran untuk mengemudikan kendaraan mereka. Karena Elang mau mengobati luka di pipi kekasihnya.


"Sayang, tidak kena nya pasti sakit yaa, pipi kamu sampai merah beginie loe" ucap Elang khawatir.


"Aww... pelan-pelan Elang.." ucap Nayna.


"Lain kali kalau ada yang mencurigai mu bilang ke aku, kalau bawa senjata gimana coba? aku nggak bisa hidup tanpa kamu loe" ucap Elang sangat terlihat jelas diwajahnya kekhawatiran terhadap Nayna.


"Iyaa, aku repleks saja sayang, saat orang itu melihat dengan tatapan kebencian" ucap Nayna mengingat kembali kejadian tadi.


"Ohw jadi hal ini kamu selalu suka nonton film action yaa" ucap Elang bertanya.


"Heheh, may be yes..may be no.. hehe" ucap Nayna sambil tersenyum kecil.


Luka Nayna pun sudah di obati oleh Elang, dan terpaksa hanya mengoleskan saja karena Nayna tidak ingin dirinya terlihat oleh teman-temannya ketika ke kampus.


Sesampainya di Kantor Polisi...


Polisi pun banyak hal yang mereka tanyakan hingga dari kecelakaan Redy dan mereka yang menolong pertama kali serta penyidikan mereka tentang rem blong teman mereka. Setelah setengah jam keduanya pun keluar dari kantor polisi.


"Terima kasih atas bantuan dan Elang dan Nayna dalam membantu tugas polisi" ucap Pak Polisi tersebut.


Mereka berdua pun kembali ke Rumah Sakit karena ingin menceritakan sendiri alasan pelaku melakukan nya. Lagi-lagi Elang menyuruh sopir bayaran untuk mengendarai mobil Elang.


"Elang, kenapa kamu menyuruh sopir bayaran sih, pemborosan tahu" ucap Nayna berbisik di telinga Elang agar tidak di dengar oleh Pak Sopir tersebut.


"Ingin berdua dengan kamu lah" ucap Elang membisik juga.


Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di Rumah Sakit dan menceritakan semuanya kepada Redy. Redy terkejut dengan hal itu sehingga membuat Mama nya syok dan segera menuju ke Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit, Mama Redy mendengar cerita itu dari Elang dan Nayna.


"Baik kalau begitu, biar mama mengujungi beliau ke kantor polisi" ucap Mama Redy.


"Kita temani Tante" ucap Elang.


"Tidak perlu, Tante ada sekretaris yang selalu mendampingi Tante, kalian jaga diri yaa" ucap Mama Redy pergi begitu saja.


Siang pun menjelang, Sheila berpamitan dengan Elang dan Nayna karena harus kuliah. Redy pun mengizinkan nya. Redy, Elang dan Nayna pun masih melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda.

__ADS_1


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


__ADS_2