
Nayna terbangun dari tidurnya seperti biasa melakukan ibadah dan bersiap untuk kembali ke Rumah Sakit Sejahtera sebab mama nya hari ini diperbolehkan pulang.
Setelah semua selesai dibereskan, Nayna pun di antar sopir ke Rumah Sakit Sejahtera untuk membantu keperluan orangtuanya.
"Nay... kenapa kamu melamun?" ucap papa.
"maaf Pa, Nayna semalam bermimpi dan mimpinya itu buruk.. semoga semuanya baik-baik saja" ucap Nayna pada papanya.
"aamiin.,. sayang kamu beres-beres ya.. papa mau gendong adik kamu.. mama sedang mandi" ucap papa sambil mengendong sikecil.
Nayna pun membereskan barang-barang tersebut. Setelah selesai mereka pun masuk ke dalam mobil, tapi mama Nayna merasakan sesuatu di wajah Nay.
"sayang, apakah ada yang kamu pikirkan? apakah tentang sekolahmu? atau tentang Hayyan? maafi ya sayang mama nggak memperhatikan kamu selama kamu pulang di rumah" ucap Mama Nayna.
"ehm nggak ada kok ma, tapi Nayna sedang memikirkan sesuatu yang lain saja" ucap Nayna mencoba berbicara dengan orangtuanya.
"coba ceritakan tentang apa, mama mau mendengarkannya?" ucap Mama Nayna.
"nayna mimpi tentang gaun usang ma.. biasanya akan terjadi sesuatu, di dalam mimpi itu akan terjadi kecelakaan dengan inisial E tapi Nayna nggak tahu maksud E itu apa?" ucap Nayna khawatir sambil berpikir.
"coba kamu pikir lagi sayang yang berinisial E itu siapa? bisa jadi teman kamu kan" ucap Mama.
"terima kasih ma, atas sarannya Nayna akan memikirkannya" ucap Nayna.
Nayna pun berupaya mencari sebuah nama sebelum waktu yang ditentukan tiba... Dia pun teringat seseorang. Nayna pun mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Elang.
"Elang kamu dimana sekarang?" ucap Nayna.
"ehm berada di bengkel sekarang lagi benerin motor" ucap Elang.
"please kamu jangan berkendara sampai pukul 15.00 sore" ucap Nayna.
'iih perhatian banget sama aku sih, emang kenapa dengan jam itu kalau aku berkendara" ucap Elang.
"pokoknya ikuti saja intruksiku" ucap Nayna.
"Nayna jelasi dulu dong kenapa?? karena aku lagi ada pertemuan dengan teman-teman jadi harus jalan" ucap Elang.
__ADS_1
"nggak boleh pokok nya..."ucap Nayna kesal.
"Nay.. kenapa kamu harus perhatian tentangku, ketika aku menyatakan cinta sama kamu tidak ada respon sama sekali, jadi buat apa kamu peduli padaku? sudah yaa aku mau mau jalan... terima kasih kekhawatirannya aku janji akan berhati-hati" ucap Elang kesal dengan sikap Nayna yang tidak jelas.
Elang pun mematikan ponselnya. Begitupun dengan Nayna kesal dengan sikap Elang. Kedua orangtua Nayna yang melihat itu hanya diam saja karena mereka tidak pernah ikut campur urusan anaknya kecuali itu menyangkut hidupnya Nayna.
Nayna pun menyimpan ponselnya ke dalam tas mungilnya. Mobil pun tiba di rumah mereka, Nayna pun menurunkan barang yang bisa di angkutnya. Nayna pun langsung pamit kepada kedua orangtuanya ingin Langsung istirahat.
Nayna pun rebahan dikamar, menghitung hari dia harus kembali ke Austria. Saat dia asyik rebahan, ponsel Nayna pun berdering...
"sayang kamu apa kabarnya" ucap Hayyan.
"aku baik tapi masih lelah saja, makanya rebahan dikamar alias baru pulang dari rumah sakit" ucap Nayna.
"aku ganggu kamu yaa sayang, padahal aku kangen sama kamu" ucap Hayyan manja pada pacarnya.
."maaf Bang Hayyan... kamu lihat kondisiku sekarang, benar-benar dalam kondisi lelah" ucap Nayna.
"kok aku tidak percaya... cerita kan kamu punya masalah apa?" ucap Hayyan.
"bukankah kamu nggak suka kalau dengar cerita" ucap Nayna.
Nayna pun menceritakan semuanya. Nayna pikir ketika bercerita dengan Hayyan perasaannya lega, malah menambah pertengkaran baru.
"sayang.. pacar aku itu kamu.. kenapa kamu harus khawatir orang lain sih.. lagian mimpi kamu kan bisa saja salah.. yaa wajarlah Elang kesal sama kamu.. status kamu itu pacar aku bukan dia" ucap Hayyan kesal.
"argh... aku menceritakan ke kamu agar kamu bisa menenangkan pikiranku.. mimpi itu datang nya tiba-tiba, setidaknya aku sudah berusaha menghentikan Elang, karena petunjuk mimpi itu mengarah ke Elang.. kalau tidak mau mendengar cerita aku.. ngapain aku cerita sama kamu" ucap Nayna kesal dan mematikan ponselnya.
Hayyan terkejut dengan sikap Nayna. Dia pun mencoba menelpon Nayna kembali namun panggilan tersebut tidak bisa tersambung. Hayyan pun kesal dengan dirinya karena cemburu secara berlebihan.
Nayna pun kembali rebahan dikamarnya. ponsel sengaja dimatikan karena dia ingin istirahat tidak diganggu siapapun...
"Ya ampun benar yang dikatakan Nayna terjadi kecelakaan pada diri gue, sepertinya tidak perlu menghubungi Nayna karena percakapan terakhir membuat dia kesal padaku" ucap Elang sambil membangunkan dirinya yang terjatuh dari motor dan segera bangkit untuk ke Rumah Sakit memerikasakan dirinya sendiri.
Nayna pun rehat dengan tenang dengan kondisi dirinya sedang datang bulan. Dia pun tertidur hingga larut malam. Mama nya mendatangi Nayna ke kamar namun Nayna tidak bergerak sama sekali karena pulasnya saat dia tidur.
Di pagi hari....
__ADS_1
Dering ponsel Nayna berdering dengan kerasnya....
"Apakah benar ini Nayna?" ucap suara di seberang sana.
"iyaa saya Nayna... ini no ponselnya Elang tapi suara wanita... maaf siapa ya dan ada perlu apa?" ucap Nayna dengan mata masih posisi terkantuk.
"saya mamanya Elang... bisakah bantu Tante kamu ke rumah tante untuk bertamu karena Elang nggak mau mantap di rumah, padah kakinya sebelah kiri habis kecelakaan" ucap Mama Elang.
"apaa Tante Elang kecelakaan? bagaimana bisa itu terjadi? apa yang bisa saya lakukan Tante?" ucap Nayna penuh dengan kekhawatiran.
"kemaren sore kecelakaan nya, dan dia sendiri menemui dokter ke Rumah Sakit, sekarang mau pergi ke sekolah bahkan" ucap Mama Elang.
"sekarang Elang dimana Tante, biar saya saja berbicara dengan Elang" ucap Nayna.
"Nay... diam-diam saja yaa Tante berbicara dengan kamu, nanti Tante dimarahi"ucap Mama Elang.
"baik Tante.. nanti setelah 5 menit akan saya" ucap Nayna.
Setelah 5 menit kemudian....
"Hai Elang... gimana kabarnya?" ucap Nayna mencari tahu kondisi Elang.
"Saya baik Nay... tumben nanya kabar saya" ucap Elang.
"Saya sekarang ada di depan rumah kamu.. tolong bukakan gerbang ya"ucap Nayna.
"apaa? ngapain kamu ke rumah?"ucap Elang sambil menuju gerbang rumahnya.
Saat Elang membuka gerbang dia terpesona dengan penampilan yang tampil dengan sederhana padahal orangtuanya termasuk kaya...
"Hey elang...ngapain kamu menatapku gitu? terus kenapa dengan kakimu itu" ucap Nayna
"ehm kecelakaan Nayna... yang kamu katakan benar kemarin thu" ucap Elang.
"yaa sudah hari ini kamu nggak boleh kemana-mana ya, kan kakimu lagi sakit" ucap Nayna.
"baiklah Nay... ayok masuk nanti aku panggil mama, agar mama bisa menemanimu dulu" ucap Elang..
__ADS_1
πππππ