Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 12-Keusilan Elang


__ADS_3

Nayna pun kembali beraktifitas kembali ke sekolah dan aktifitas lainnya. Namun keusilan Elang tidak berhenti begitu saja, bahkan dia mulai mengikuti Nayna kemanapun pergi.


"Ihw Elang, loe napa sih ngikuti gue terus," ucap Nayna dengan nada kesal.


"Gak apa-apa, gue cuma mau melindungi loe aja dari siapapun," ucap Elang dengan nada cuek.


" Yaa udah stop ngikuti nya, nanti saja bicara di kantin oke," ucap Nayna dengan nada tegas.


"Oke, baiklah Nayna," ucap Elang berhenti mengikuti Nayna.


Nayna pun pergi ke perpustakaan karena ada buku yang dicarinya. Lagi-lagi Elang datang tiba-tiba di perpustakaan. Jelas saja membuat Nayna terkejut, bahkan karena keusilannya membuat orang-orang di dalam perpustakaan memelototinya dengan tajam. Karena di ruang perpustakaan tidak diperbolehkan ada suara besar.


Nayna pun tidak memperdulikannya, setelah mendapatkan buku tersebut Nayna pergi meninggalkan ruang perpustakaan.


"Iiih nyebelin, mau nya Elang apa sih? kan tadi janji tidak mengikuti aku lagi, Napa juga ke perpustakaan," gumam Nayna dalam hati.


Bel pelajaran pun dimulai, Nayna mempresentasikan hasil yang di dapatkannya. Lagi-lagi Elang terpesona dengan kepintaran Nayna dan kecantikannya. Nayna jadi salah tingkah atas sikap Elang. Elang tidak memperdulikan hal itu yang dia tahu saat ini dia sangat mencintai Nayna.


"Aduh nie cowok, mau aku jitak apa? ngelihatnya begitu banget sih, nanti orang lain mikir apa lagi," gumam Nayna kesal dengan tatapan Elang.


Pelajaran pun usai seperti biasa Nayna menunggu jemputan. Lagi-lagi Elang mendekatinya.


"Kok kamu nggak nepati janji sih, tadi katanya ketemu dikantin," ucap Elang sambil menatap wajah Nayna.


"Ehm sorry, tadi aku harus ke perpustakaan karena ada hal penting dan lagian juga ngapain kamu nongol di perpustakaan," ucap Nayna balik bertanya.


"Ohw itu, aku ke perpustakaan memang mau mengembalikan buku saja, lagian setelah nya aku menghilangkan, jadi tepati janji kamu yaa Nayna, ingat janji besok yaa," ucap Elang memperingati.


"Gak janji ya, kan belum tentu juga kita kan nggak tahu dengan kondisi kita nanti," ucap Nayna menjawab.


"Ya ampun Nay, baiklah terserah kamu saja lah," ucap Elang berlalu meninggalkan Nayna.


Nayna pun masuk ke dalam mobilnya, bahkan dia berpikir jika Elang sudah berlebihan mengikutinya seharian di sekolah membuatnya kesal. Beberapa menit setelah mereka meninggal sekolah, terjadi sesuatu pada Nayna.


Siapa sangka, mobil Nayna di cegat oleh seseorang.

__ADS_1


"Aduh gimana nie Pak, aku takut nie," gumam Nayna.


Sopirnya pun turun tangan untuk berkelahi dengan para penjahat. sayangnya kalah karena banyak orang dan pakai senjata. Nayna pun diseret oleh perampok tersebut. Elang pun datang dengan tiba-tiba tiba dengan sigapnya dan menendang semua perampok tersebut.


Nayna cuma terpaku melihatnya. Elang menendang dengan keras pukulannya kepada perampok tersebut. Perampok itu pun berlari meninggalkan tempat itu. Nayna pun bermaksud membantu sopirnya namun Elang yang membantu sopirnya buat bangkit. Elang pun menelpon temannya untuk mengambil motornya dilokasi ini karena dia harus mengantar Nayna dalam keadaan selamat.


"Pak Sopir dan Nay, kalian duduk saja dengan tenang ya, biar saya yang akan menyopir kalian," ucap Elang mengambil kendalikan mobil tersebut.


Nayna hanya diam dan terpaku mendengar ucapan Elang. Elang pun menyerahkan jaketnya kepada Nayna karena kelihatannya Nayna sangat ketakutan.


"Eeehhh... Elang, kita mau keemana? ini bukan tujuan rumah aku," ucap Nayna dengan gagap.


"Kita ke klinik terdekat dari sini, kamu nggak lihat sopir kamu babak belum begini. Mana kamu juga kelihatan pucat," ucap Elang dengan tatapan khawatir.


Nayna pun hanya mengangguk mendengar ucapan Elang. Mereka pun tiba di Klinik Mandala, setelah selesai di obati. Sopirnya sudah cukup sehat untuk menyopir kembali, Elang pun berpamitan dengan Nayna.


"Kamu mau kemana?" ucap Nayna sambil menarik lengan baju sekolah Elang.


"Tenang saja, aku dari belakang mengikuti mu pakai motorku," ucap Elang untuk menenangkan Nayna.


"Benar ya dan maafkan aku Elang," ucap Nayna berkata.


"Eelang, maafin aku," ucap Nayna mengatakan.


Elang pun menghampirinya.


"Iya aku terima maafnya, sekarang kamu masuk mobil, kamu perlu istirahat ya Nayna, aku berada di belakang kalian, okey," ucap Elang menenangkan Nayna.


Nayna pun masuk ke dalam mobilnya di sertai pak sopir. Saat kendaraan tersebut melaju, Nayna melihat Elang dari kaca belakang. Nayna menyesal menolak Elang, bahkan Elang rela membantu nya. Padahal dia sudah mentah menolak Elang.


"Ehmz, kalau tidak ada Elang tadi, aku tidak tahu sudah jadi apa diriku," gumam Nayna dalam hati.


Elang pun mengikuti mobil tersebut menuju perumahan elit. Setelah sampai Elang pergi pamitan dengan Nayna, namun wajah Nayna menampakkan kesedihannya. Elang bingung harus berbuat apa, karena selama ini dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun.


"Nay, kamu masuk kerumah ya. Kan ada mama dan papa kamu," ucap Elang menyuruh Nayna masuk ke rumahnya.

__ADS_1


Nayna hanya mengangguk dan berlalu begitu saja. Sebelum pergi Nayna pun berbicara.


"Eeeelang, kamu nggak apa-apa kok mengikuti ku tapi jangan berlebihan ya," ucap Nayna dengan nada yang lemas.


"Iya, baik Nayna," ucap Elang menjawab.


Bukannya senang Elang malah takut dengan sikap Nayna. Nayna pun masuk ke rumahnya dalam keadaan lemas. Orangtuanya yang melihat kondisi Nayna langsung membawa anaknya ke kamar dan menenangkannya.


"Nay, kamu mandi lalu tidur ya sayang," ucap mamanya.


"Nayna langsung tidur saja ya ma," ucap Nayna menjawab seadanya.


Nayna pun beristirahat di kamar nya.


Tiba-tiba ponselnya berdering, dari nomor yang tidak dikenal.


πŸ“ž"Hallo Nay, ini aku Elang," ucap Elang menyapa.


πŸ“ž" Iya Elang ada apa?" ucap Nayna bertanya.


πŸ“ž"Bagaimana keadaanmu sekarang?" ucap Elang bertanya.


πŸ“ž"Aku sedang istirahat sekarang, terima kasih yaa Elang atas bantuannya," ucap Nayna.


πŸ“ž"Iya sama-sama, kalau begitu aku tutu dulu ya Nayna, aku menelpon hanya ingin tahu keadaan mu saja," ucap Elang.


πŸ“ž"Oh baiklah, aku juga mau tidur saja, agar syok ku cepat hilang," ucap Nayna.


Panggilan pun terputus.


Nayna pun terlelap dalam tidurnya. Dalam tidurnya Nayna bermimpi bertemu dengan neneknya. Nayna pun bercerita dengan neneknya, tiba-tiba neneknya malah berkata.


"Nayna, laki-laki yang awalnya nggak kamu cintai, dia lah yang akan menjadi takdirmu dan hanya dia lah yang bersabar dengan semua keanehan yang ada pada dirimu, takdir kalian akan menyatu suatu saat nanti," ucap nenek.


"Aaargh, tidak mungkin," teriak Nayna bangun dari tidurnya.

__ADS_1


Nayna pun melihat jam,ternyata masih jam 1 pagi, Nayna pun kembali tidur lagi.


🌷🌷🌷🌷


__ADS_2