Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 74-Renggang


__ADS_3

Yea begitu banyak bercerita dengan Joe. Tanpa terasa malam pun sudah tiba, mereka berdua pun bersiap untuk pulang. Joe dan Yea pun segera ke parkiran.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah Yea.


"Terima kasih yaa Joe sudah mau menemani aku malam ini, dan maaf aku sudah banyak cerita denganmu, semoga kamu tidak bosan denganku," ucap Yea tersenyum.


"Aku juga terima kasih Yea, karena kamu di ajak keluar dan ingat ini kencan kita pertama meskipun belum resmi ya," ucap Joe pamit pergi.


Yea pun masuk ke rumahnya yang di saksikan oleh kedua orangtua Yea dari dalam rumah.


"Aku bahagia Pa, melihat senyum Yea," ucap mama Yea.


Yea pun kembali ke kamar dengan hati yang sangat gembira.


...*****...


Pagi pun tiba.


Elang sudah sehat seperti sedia kala, Nayna pun bahagia melihat Elang sudah sembuh. Begitupun dengan orang tua Elang bahagia atas kesembuhan anaknya.


Saat Elang bangun dia menjahili Nayna.


"Nayna ada yang mau aku bicarakan," ucap Elang.


Papa dan mama nya pun paham.


"Oke deh, baiklah terus kan pembicaraan kalian berdua papa dan mam pergi dulu, cepat sembuh ya Elang, kata dokter nanti siang kamu diperiksa jadi papa dan mama pulang ya," ucap Mama dan papa.


"Oke ma, terima kasih ya sudah menjaga Elang, maaf merepotkan," ucap Elang.


Mama dan papa Elang kembali ke rumah mereka yang di Austria. Mereka Berlin awalnya ingin jalan-jalan karena melihat anaknya sakit, mereka lebih memilih merawat Elang.


"Ada apa Elang?" ucap Nayna bertanya.


"Aku rindu sama kamu Nayna, bisa nggak tidur berdua di sini," ucap Elang menunjuk ke arah kasur.


"Apa? kan kasur nya sempit, mana bisa orang berdua Elang," ucap Nayna mengelak.


"Ih bisa kok, ayoo lah ada yang mau aku bicarakan," ucap Elang.


Nayna pun menurut saja dengan permintaan Elang.


"Nayna, kamu mau nggak jadi istriku?" ucap Elang bertanya.


"Apa kita menikah? kita kan masih mudah, lagi impian kita juga belum tergapai Elang bagaimana bisa begitu?" ucap Nayna bertanya.

__ADS_1


"Jadi, kamu tidak mau menikah dengan ku, atau kamu mau menikah dengan lelaki lain," ucap Elang manyun.


"Bukan begitu Elang, aku masih mengejar karier aku, aku masih ingin mengembangkan karier aku, apakah itu tidak boleh?" ucap Nayna bertanya.


"...... (diam)" Elang tidak bicara sama sekali.


"Kamu marah sama aku, terus tujuan kamu menikah apa?" ucap Nayna bertanya.


Elang lebih memilih diam dan menutup matanya. Nayna bingung harus bersikap seperti apa? ketika menghadapi Elang yang ngambek.


"Elang, beneran kamu ngambek dan marah sama aku," ucap Nayna bertanya dan mengguncang tubuh Elang.


"Aku mau istirahat Nayna, kalau kamu merasa sempit, kamu bisa pulang, aku yakin sehat dan akan segera kembali ke rumah," ucap Elang bicara tanpa memandang Nayna.


"Elang bicara sama aku, kenapa kamu jadi begini?" ucap Nayna bertanya dengan memaksa.


"Nayna, kita istirahat saja ya, kamu istirahat lah juga, besok kan kamu harus kuliah kembali," ucap Elang.


"Elang !!! aku bertanya sekali lagi, kamu kenapa?" ucap Nayna teriak.


"Aku perlu istirahat Nayna, kepala ku pusing," ucap Elang masih menutup matanya.


"Alasan, kamu bohong kan," ucap Nayna bertanya.


Elang pun membuka matanya dan berkata ;


"Baiklah jika itu mau mu, aku akan pulang," ucap Nayna dengan wajah kecewa.


Elang menetes kan air mata dengan sikap Nayna atas penolakannya, seharusnya dia menjawab mau menikah akan tetapi menyelesaikan kuliah dulu, jadi Elang tidak salah paham.


Keduanya pun salah paham satu sama lain, Elang berpikir Nayna belum siap menikah dengannya, sedangkan Elang ingin memiliki Nayna seutuhnya.


Nayna pun dengan hati yang sakit, melihat sikap dingin Elang padanya. Padahal dia mengungkapkan keinginannya, tapi Elang tidak menerima itu semua.


"Kenapa dia tidak menjawab? terus kenapa sikapnya menjadi dingin setelah pertanyaan itu?" gumam Nayna dalam hati.


Nayna terus berpikir tentang hal itu, dia bingung menghadapi Elang ke depannya, sikap Elang berubah ketika Nayna menolak dengan mentah-mentah.


Elang yang berada di kamar pun tidak hentinya mengomel dalam hati.


"Kenapa? kenapa Nayna? apakah kamu masih belum bisa move on dari Hayyan? apakah aku terlalu dini menikahi mu?" ucap Elang dalam hati.


Elang pun mencoba tidur sejenak menghilangkan permasalahannya tersebut. Elang pun mengambil keputusan untuk tidak bertemu dengan Nayna untuk sesaat.


Beberapa jam kemudian.

__ADS_1


Elang pun dinyatakan boleh pulang oleh dokter, papa dan mama nya pun sudah tiba di rumah sakit.


"Sayang Nayna kemana?" ucap Mama bertanya.


"Aku tidak tahu ma, tanya saja langsung ke Nayna nya," ucap Elang acuh.


"Kalian berantem yaa sayang," ucap mama bertanya.


"Pa, tolong bantu aku ke mobil yaa," ucap Elang.


"Okey," ucap papa membantu Elang berdiri.


"Ma, ayoo pulang mau nunggu siapa sih?" ucap Elang.


Mama Elang pun membereskan barang-barang Elang. Mereka pun tiba di mobil dan Elang duduk di belakang.


"Papa dan mama, Elang kan harus istirahat jadi di rumah nanti Elang tidak menerima tamu siapapun? karena Elang mau fokus ke kesehatan ku," ucap Elang.


"Kalau Nayna gimana sayang?" ucap mama bertanya.


"Termasuk Nayna ma," ucap Elang.


Elang pun memejamkan matanya, agar mama nya tidak banyak tanya.


Nayna datang ke rumah sakit, saat ditanya ke resepsionis bahwa pasien atas nama Elang baru saja pulang. Nayna hanya terdiam terpaku, Nayna pun mencari tempat duduk untuk menelpon mama Elang.


Dering ponsel mama Elang pun berbunyi.


"Ma, itu pasti Nayna kan menelpon bilang saja jika Elang mau istirahat belum mau ditemui siapapun?" ucap Elang pada mama nya.


Mama nya pun hanya menuruti anaknya saja, mama Elang pun mengangkat telpon tersebut.


πŸ“ž"Tante, apakah benar Elang sudah pulang?" ucap Nayna bertanya.


πŸ“ž"Iya benar sayang, akan tetapi beberapa hari ini Elang harus istirahat total jadi dia belum bisa ditemui siapapun?" ucap mama menjelaskan dengan hati.


πŸ“ž"Apakah termasuk Nayna tidak boleh menemui Elang yaa Tante?" ucap Nayna bertanya.


πŸ“ž"Iya sayang, maaf yaa, doain saja Elang segera sembuh," ucap mama Elang menenangkan hati Nayna.


πŸ“ž"Baik Tante, terima kasih kalau begitu," ucap Nayna.


Panggilan pun terputus.


"Seperti nya Elang bakal mendiamkan aku, seminggu libur setelah ujian kemarin, kalau begitu aku kembali ke Indonesia saja daripada di sini, kalau di Indonesia bisa melihat mama dan adik bayi," ucap Nayna.

__ADS_1


Nayna pun meninggalkan rumah sakit. Meskipun dia berat dengan sikap Elang, akan tetapi dia menerima semua konsenkuensi itu semua.


🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2