
Elang dan Nayna pun bergegas menuju TKP. Saat mereka lihat benar adanya mobil kecelakaan dengan BG yang mereka kenal. Elang pun mendekati orang yang kecelakaan tersebut. Betapa terkejutnya Redy kecelakaan tapi tanpa ada nya Sheila.
"Sayang, kamu pegang ponsel ini, segera hubungan penggerek dan hubungi Sheila dan hubungi mama nya" ucap elang.
Elang pun memopong Redy ke dalam mob, sedari beberapa warga yang melihat kejadian itu sedari tadi.
"Pak tolong jagain mobil teman sayang, nie uang nya penggerek ny akan datang sebentar lagi.
Redy pun tertidur di dekat Nayna. Nayna pun menghubungi Sheila. Sheila yang hendak tidur bingung di telpon oleh Nayna.
"Yaa Hallo Nay.. ada apa?" ucap Sheila mengucek matanya yang baru mau tidur..
"Redy kecelakaan, kamu segera kesini ya, aku sudah sharelock" ucap Nayna langsung memutuskan panggilan karena harus menelpon mama nya Redy pakai ponsel Redy sendiri...
"Hallo Tante, saya teman nya Redy, Redy sekarang kecelakaan Tante, saya sudah mengirimkan lokasi Rumah Sakit nya" ucap Nayna mematikan ponsel.
Sheila yang berada di rumah langsung pamit dengan mama nya dan akan langsung menginap di Rumah Sakit tersebut karena teman dekatnya kecelakaan.
Begitu pun dengan Mama Redy yang segera menyuruh sopirnya menemani ke Rumah Sakit yang dituju. Sehingga dia wanita yang sangat oleh Redy berada dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit..,
Elang dan Nayna sibuk bolak balik di depan ruangan ICU, tiba lah mama Redy dan Sheila secara bersamaan. Nayna pun memeluk mama Redy dan menenangkan keduanya.
"Elang, Bagaimana keadaan Redy coba ceritakan Bagaimana kejadiannya?" ucap Mama Redy.
"Redy kecelakaan tunggal tante, saya sudah laporkan ke pihak berwajib karena sepertinya terjadi rem blong di dalam mobilnya. Untungnya Redy hanya menabrak sebuah pohon dan itu tidak menyebabkan apa-apa selain mobil rusak dan Redy pingsan saat kami menemukan dia di dalam mobil" ucap Elang menjelaskan.
"Terus kekasih yang dibawa nya tidak apa-apa, karena Redy bilang membawa pacarnya, Tante harus menemui mama si gadis itu" ucap Mama Redy.
"Tante jangan khawatir, disamping Tante itu Sheila dialah wanita itu tapi Sheila naik taxi karena berbeda arah tujuan" ucap Nayna membantu menjelaskan.
Mama Redy pun memeluk Sheila...
"Syukurlah kalau Sheila baik-baik saja, jadi Tante bisa tenang kalau begitu" ucap Mama Redy.
"iya Tante, semoga Redy cepat sembuh ya. Kita tunggu kabar Redy dari dokter" ucap Sheila.
"Sheila kamu membawa apa?" ucap Nayna mendelik matanya mengamati.
"iyaa kamu membawa apa? sepertinya pakaianmu' ucap Mama Redy.
"Iya Tante, aku sudah izin sama mama untuk menjaga Redy meskipun aku tidak mengatakan bahwa Redy kecelakaan karena kalau tahu nanti mama kesini, sedangkan mama ku tidak boleh keluar malam" ucap Sheila menjelaskan.
Mama Redy pun memeluk Sheila...
__ADS_1
"Sheila, terima kasih yaa mau menerima anak Tante yang tidak jelas itu, meskipun sifat seperti fuckboy bagi wanita, tapi bagi mama Redy tetaplah anak Tante satu-satunya" ucap Mam Redy sambil terisak menangis.
Dokter pun keluar dari ruangan tersebut.
'Bagaimana dok, keadaan anak ku?" ucap mama Redy.
"Kondisi belum stabil, masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, Anak Ibu harus di Rumah Sakit untuk pemeriksaan ke depannya" ucap dokter tersebut.
"Baik Dokter, terima kasih" ucap Mama Redy
Mama Redy dan Sheila menemui Redy di dalam ruangan begitu pun dengan Nayna dan Elang. Tapi, hanya sebentar saja karena Nayna harus di antar pulang.
"Tante, kami permisi pulang dulu yaa karena sudah larut" ucap Elang.
"Ya Tante, nanti kabari kita kalau Redy sudah sadar" ucap Nayna.
"Terima kasih yaa Nayna dan Elang, kalian hati-hati dijalan" ucap Mama Redy.
Keduanya pun pulang, namun Elang khawatir dengan Nayna karena jalan Rumah Sakit ini lebih dekat ke rumahnya.
Dalam perjalanan...
"Sayang, kamu nginap di rumah ku saja yaa kan ada kamar satunya" ucap Elang kasian lihat Nayna yang kelelahan.
"Boleh sayang, aku kasian lihat muka kamu sudah sayu begitu, jadwal kuliah besok jam berapa? kalau aku jam 13.00" ucap Elang.
"Besok jam 14.00, ehm baiklah aku turuti. Nayna pun langsung tertidur" ucap Nayna langsung menggelayut tidur.
Elang pun menelpon supir panggilan, dalam beberapa menit sopir tersebut datang dan Elang duduk di belakang untuk menemani Nayna.
Mobil pun berjalan perlahan....
"Pak, tolong pelan-pelan yaa, apalagi jika ada sesuatu?" ucap Elang.
"Baik Tuan.." ucap sopir tersebut.
Elang pun memegang rambut Nayna dengan belaian. Elang begitu menyayangi Nayna, bahkan orangtua Nayna meminta dirinya menjaga Nayna dan hal itu hingga sekarang tidak diketahui oleh Nayna sama sekali.
Sesampainya di rumah Elang...
Elang pun menggendong Nayna, karena kalau Nayna sudah tidur pasti dia nya susah bangun.
Elang pun kembali ke tempat istirahat nya. Keduanya lelap dalam tidur mereka.
***
__ADS_1
Pagi harinya...
Sheila dan sigap membeli makanan dan menyajikan di meja makan yang tersedia. Dan membangunkan mama Redy untuk sarapan bersama.
"Tante.. hayoo makan dulu, Sheila sudah beli makanan, jika Tante tidak suka nasi, saya sudah belikan roti" ucap Sheila.
"Terima kasih Sheila, Tante cuci muka dulu yaa" ucap Mama Redy.
Mama Redy pun menuju ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
"Ternyata sudah dibelikan oleh Sheila, Redy memilih wanita yang tepat untuk dijadikan istri" ucap Mama Redy.
Setelah selesai mama Redy pun keluar dari kamar mandi, mereka pun bersama-sama makan bareng.
Sheila pun melihat pergerakan tangan Redy, dan segera memencet tombol tersebut. Dokter pun menuju ke ruangan tersebut dan menyatakan bahwa pasien sudah stabil, sebentar lagi akan sadar. Mama Redy pun berucap syukur atas karunia-Nya.
"ma..ma... Sheila kalian berdua disini" ucap Redy membuka matanya saat mama Redy berbicara dengan dokter.
Dokter pun permisi untuk mengobati pasien yang lain.
"Iya sayang ini mama, Alhamdulillah kamu sudah sembuh yaa sayang" ucap mama Redy.
Mama Redy pun memeluk erat anaknya. Sheila tersenyum melihat Redy kembali sehat. Dering ponsel mama Redy pun berbunyi.
"Ya Hallo, Baik saya akan ke kantor dalam waktu 1 jam" ucap Mama Redy.
"Sheila, tolong jaga Redy yaa kabari mama jika kalian perlu apapun" ucap Mama Redy.
Mama Redy pun mencium kening anaknya dan segera menelpon sopirnya untuk bersiap dirumah, karena mama Redy lebih naik taxi menuju ke rumah agar lebih efektif dan efisien.
"Sheila, makasih yaa kamu udah mau jaga aku, baru juga pacaran 2 hari udah nyusahin kamu" ucap Redy tersenyum.
"Tidak apa-apa kok, ohya Redy aku telpon mama dan Kyira dulu ya' ucap Sheila.
"oke" ucap Redy.
Panggilan telpon...
"Morning Nayna, mau kasih tahu kalau Redy sudah sadar sekarang" ucap Nayna masih setengah sadar.
"Argh serius Sheila, oke nanti 1 jam lagi kita ke sana yaa" ucap Nayna bangun dari tempat tidurnya dan langsung mandi.
Elang yang mendengar teriakan Nayna pun menuju ke kamar tersebut, namun di dengarnya Nayna tengah mandi. Elang pun turun kembali menyiapkan sarapan buat mereka.
πππππ
__ADS_1