Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 85 - kepergian Hayyan


__ADS_3

Setelah di periksa oleh dokter sebuah keajaiban terjadi pada tubuh Hayyan. Dokter pun heran dengan kejadian demikian, dokter pun meminta semua nya untuk keluar karena ada pemeriksaan ulang.


Nayna berharap keajaiban akan terjadi pada Hayyan, karena dia memiliki keinginan untuk menikah dengan Hayyan. Nayna tidak ingin berpisah dengan Hayyan.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, Nayna pun menunggu begitupun dengan orang tua Hayyan yang menunggu kabar dari dokter yang memeriksanya dan memasang alat-alat itu kembali.


Dokter pun keluar dari ruangan tersebut dan mengatakan bahwa denyut nadi Hayyan kembali lagi, dan ini merupakan sebuah keajaiban dari Tuhan untuk Hayyan. Dokter pun berkata pada Nayna.


"Nona, sepertinya memang benar yang anda katakan tadi Hayyan belum saat nya pergi meninggalkan dunia ini, mungkin ini salah satu doa anda yang tulus makanya Tuhan mengabulkan doa anda," ucap dokter pada Nayna dengan senyuman dan berlalu pergi.


Mereka pun melihat Hayyan, keluarga nya merasa senang dengan Hayyan hidup kembali, apalagi sejak kedatangan Nayna yang melihat Hayyan keajaiban datang dengan cepat.


Hingga mama Hayyan berbicara pada Nayna.


"Nayna, jika Tante menikahkan kamu dengan Hayyan, mau kah kamu menikah," ucap mama Hayyan bertanya dengan Nayna.


"Saya siap Tante," ucap Nayna menjawab dengan senyuman indahnya.


Elang yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum. Elang hanya menginginkan kebahagiaan Nayna, sehingga Elang akan berusaha berada di samping Nayna. Karena Hayyan sudah kembali Elang pun harus pergi menjauh dari Nayna. Agar Nayna hanya fokus pada Hayyan.


Waktu sungguh cepat berlalu, Hayyan pun perlahan membuka matanya dan dinyatakan oleh dokter sudah sembuh seperti sedia kala. Hayyan dan Nayna kembali bersama. Nayna pindah kampus ke Indonesia, dan dia menetap bersama orang tua nya.


Tinggal satu tahun bagi Nayna untuk menyelesaikan perkuliahan nya, akan tetapi dia memiliki keinginan bahwa mau menikah dengan Hayyan.


Malam pun tiba, Nayna beristirahat dengan tenang karena pernikahan mereka tidak akan lama lagi. Di dalam mimpi Nayna dia melihat sebuah kejadian yang sangat menyedihkan baginya, kejadian yang membuat nya tidak mampu bertahan hidup lagi.


Nayna pun terbangun dari mimpinya yang panjang, dia menangis dan mengusap air matanya. Akan tetapi dia mengelak bahwa itu hanyalah sebuah mimpi tidak mungkin terjadi apa-apa sama mereka.


Nayna pun pergi sarapan bersama orang tuanya, banyak hal yang dibicarakan karena waktu pernikahan mereka menghitung hari. Bahkan sahabat nya yang dari luar pun akan bersedia datang.

__ADS_1


Keluarga Hayyan dan Keluarga Nayna sibuk mempersiapkan pernikahan tersebut meskipun keduanya melakukan dengan sederhana karena keinginan keduanya.


Waktu pun telah tiba di hari pernikahan yang menghitung waktu, keduanya bertelepon di malam itu, dan perkataan Hayyan yang membuat Nayna kembali menangis.


"Hai calon istriku, besok kita akan menikah, dan hanya kamu jadi istriku tiada yang lain," ucap Hayyan mengatakan dengan lantang.


"Iya Hayyan," ucap Nayna dengan penuh malu-malu.


"Nayna, jika suatu saat nanti aku pergi lebih dulu, kamu menikah lah dengan Elang, dia adalah pria yang baik dan tulus setelah aku," ucap Hayyan berkata dengan lantang.


"Ih kamu bilang apa sih? aku dengan Elang hanya berteman saja," ucap Nayna menjawab dengan lantang nada cemberut.


"Haha, aku sudah lama tidak mendengar nada cemberut mu, pokoknya ingat ya kamu harus bahagia dan jangan banyak menangis, aku tidak mau wanita ku menangis, nanti nggak cantik lagi, besok kan kamu jadi istriku," ucap Hayyan menjawab dengan tersenyum.


"Tapi kenapa kamu bahas pergi dan tentang Elang? bukannya bahas masa depan kita," ucap Nayna bertanya.


"Masa depan itu misteri sayang, aku hidup sampai sekarang itu sudah keajaiban malah, dan aku bahagia di masa akhir hidup ku bisa menikah dengan kamu," ucap Hayyan dengan jawabannya.


"Iya sayang, akan tetapi hanya sebentar status itu, waktu ku tidak lama di dunia ini, ingat ya kami harus bahagia jangan bersedih, kalau kamu bersedih maka aku akan bersedih," ucap Hayyan.


"Argh, jangan bicara yang aneh Hayyan, kita akan hidup bahagia dan akan bahagia, hanya itu saja," ucap Nayna dengan tegas.


"Iya, aku berharap kamu selalu bahagia sayang," ucap Hayyan sambil tersenyum.


"Nah gitu dong sayang," ucap Nayna.


Keduanya pun mematikan panggilan telpon tersebut. Setelah itu mereka pun tidur untuk mempersiapkan hari esok yang sangat melelahkan.


Hari itu pun tiba, dan peristiwa itu pun tiba.

__ADS_1


Pernikahan berjalan seperti biasanya, meskipun Hayyan belum juga datang sedangkan akad waktunya tidak lama lagi. Sehingga Nayna bingung menghubungi siapa lagi.


Saat semuanya tengah dalam kekalutan. Datanglah pihak polisi dan mengatakan bahwa satu keluarga Hayyan mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit.


Nayna pun bergegas menuju mobilnya dan kunci mobil tersebut di ambil oleh Elang.


"Aku akan mengantar kamu ke sana, yang lain ikut dari belakang dan sebagian tunggu kabar," ucap Elang pada teman-teman nya dan keluarga Nayna.


Orang tua Nayna pun ikut di belakang mobil Nayna dan Elang. Tidak begitu lama mereka sudah tiba di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, satu keluarga Hayyan di periksa oleh dokter.


Papa Nayna pun menanda tangani sebagai wali dari keluarga besan nya tersebut.


Satu jam dua jam pun berlalu, dokter pun keluar dari ruangannya dan meminta salah satu dari orang tua Nayna menemuinya di ruangan. Dan papa Nayna yang menemui dokter, setelah cukup lama sekitar setengah jam papa Nayna keluar dengan mata yang sedih.


"Papa, katakan dokter bicara apa?" ucap Nayna penasaran.


"Leo, Papa dan mama Leo sebentar lagi akan sadar, akan tetapi Hayyan tidak terselamatkan lagi, karena dia yang paling parah, dan ternyata kata dokter sebetulnya Hayyan bisa selamat akan tetapi dia menarik adiknya dari mobil tersebut dan malah Hayyan yang merasa kesakitan, hingga tidak tertolong lagi," ucap papa Nayna.


"Ti-dak, itu tidak mungkin kan pa, Hayyan masih hidup kan pa," ucap Nayna dengan histeris.


"Hayo papa temani ke kamar jenazah," ucap papa memegang Nayna.


Saat Nayna ke kamar jenazah benar saja, Nayna melihat sendiri bahwa Hayyan sudah meninggal. Nayna pun menangis dengan sejadi-jadinya.


Selang beberapa waktu, bangun lah orang tua Hayyan serta Leo dan langsung menangisi kepergian Hayyan. Hingga Leo menyalahkan dirinya sendiri, dan meminta maaf pada Nayna.


"Kamu tidak bersalah Leo, kata dokter Hayyan sudah memiliki penyakit bawaan, dan dia berharap kamu bisa menjaga mama dan papa kamu," ucap Nayna menenangkan Leo.


Mereka pun menangisi kepergian Hayyan yang kali ini benar-benar meninggalkan dunia ini. Nayna tiada hentinya menangis, bahkan mama nya hanya bisa memeluk Nayna dalam tangisannya.

__ADS_1


🍁🍁🍁


like dan comment ya


__ADS_2