
Sebulan Kemudian...
Nayna pun menikmati aktivitas menjadi mahasiswa yang disiplin, sekalipun jam pelajaran kosong Nayna selalu tepat waktu ada di ruangan kelas. Hingga keberadaan berandalan itu membuat nya mulai terusik..
(bukan berandalan sembarangan yaa, berandalan cinta maksudnya π).
"Hay Hay....boleh duduk sejenak" ucap Joe sambil tersenyum.
Nayna pun berbalik senyum dan berkata "ngapain kamu disini, bukankah kelasmu di gedung sebelah" ucap Nayna menampilkan wajah serius.
Saat Joe ingin berbicara datanglah Hayyan menyapa...
"Hay Nayna, aku bawakan makanan nie buat kamu pasti belum makan kan" ucap Hayyan sambil memberikan roti dan minuman ke Nayna.
Nayna hanya tersenyum ketika di sodorkan..,
alarm kampus berbunyi pertanda ada beberapa kelas yang sudah memasuki...
"Nay... pergi dulu ya" ucap Joe sambil melambaikan tangannya.
"saya juga Nay... mau masuk kuliah lagi" ucap Hayyan sambil melambaikan tangannya.
Nayna hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah duo laki-laki tersebut karena percuma jika di tegur pasti keduanya tidak mau mengalah satu sama lain. Nayna hanya bisa sabar menghadapi semuanya meskipun sebenarnya hatinya sedang kosong kasih sayang dari orang tua nya "aku rindu mama dan papa" gumam Nayna kembali fokus kuliah karena dosen sudah memasuki kelas.
Dari kejauhan terlihat sosok yang dikenal oleh Nayna. Namun, sosok tersebut sengaja menyembunyikan dirinya. Dia adalah Elang, Elang mengambil perkuliahan perhotelan guna meneruskan perusahaan yang dijalankan papa nya karena beberapa cabang sudah ada di daerah sehingga butuh pengelolaan handal di bidangnya.
Nayna aku merindukanmu, semua tentang mu. Aku tahu yang kamu alami sekarang, sehingga aku hanya cukup melihat mu dari jauh sudah cukup, dua laki-laki tersebut sudah cukup hebat menjaga mu. Aku hanya ingin fokus dengan perkuliahan ku tanpa kamu mengetahui nya sontak ucapan itu keluar dari mulut Elang.
__ADS_1
Elang seorang laki-laki ceria dan periang, namun sejak Ayahnya menjadikan utama perusahaan sehingga dia harus mendewasakan diri secara mendadak. sifatnya yang petakilan, berantakan dirubahnya perlahan meskipun tidak gampang tapi begitulah proses menjadi seorang pemimpin.
Nayna pun kembali fokus dengan perkuliahan nya, setelah jam usai dia pun melanjutkan belajarnya ke perpustakaan untuk mengetahui lebih lanjut mata kuliah yang di pelajari tadi. Saat Nayna fokus dia merass melihat seseorang yang dikenalnya sehingga dia penasaran dan mendekatinya dengan perlahan.
Elang mengetahui Nayna melihat dirinya meskipun sekilas, dia pun berpindah agar yang dia lihat bukan dirinya. Sehingga Nayna tidak mengetahui nya karena dia tidak mau menganggu perkuliahan Nayna. Namun, Elang tidak mengetahui bahwa Nayna butuh sosok dewasa yang mengerti dirinya. dan Elang sudah memiliki sifat seperti itu.
Saat Nayna menemui dan melihatnya serta menepuk pundak seseorang yang dianggap dikenalnya "uft maaf saya salah mengenali orang" ucap Nayna malu dan pergi saja. Nayna terus berpikir bahwa dia tidak merasa salah dengan penglihatannya sehingga dia hanya menggeleng saja dan terus bergumam kalau dirinya sudah banyak pikiran sehingga salah mengenali seseorang.
Elang pun sangat lega akhirnya dia bisa menjauhi dari Nayna meskipun dalam hatinya terdalam ingin menyapa Nayna dan bermain belajar bersama nya. Namun, belajar lebih penting dari segalanya sehingga yang lain baginya bukan prioritas.
"kayaknya aku tidak salah melihat deh, tadi ada yang aku kenal mana mungkin penglihatan ku salah" ucap Nayna sambil melanjutkan baca buku nya...
Nayna pun kembali ke ruangan perkuliahan karena aktivitas pembelajaran kembali dimulai. Ketika sampai di kelas, Joe dan Hayyan kembali memantaunya meskipun keduanya hanya dari kejauhan. "duo laki-laki Thu ngapain di dalam kelas benar-benar aneh" gumam Nayna dalam hati.
Nayna pun masih fokus dengan perkuliahan nya, dia tidak terganggu sama sekali dengan kedua laki-laki tersebut. Setelah perkuliahan selesai diam-diam Nayna meninggalkan kelas tersebut langsung naik taxi. Saat keduanya menyadari mereka pun berteriak mencari Nayna.
"enak saja elo duluan sudah deh kalau gitu kita ke rumahnya saja" ucap Hayyan.
Keduanya pun mengendarai mobil mereka masing-masing..
Nayna di taxi tersebut benar-benar tidak menyadari bahwa mobil tersebut bukanlah taxi. Bahkan dia tidak menyadari ada orang di depan. Padahal sopir taxi tadi mengatakan bahwa dia bukan mobil taxi.
"Maaf Nona, seperti anda harus turun disini, karena saya bukan mobil taxi. Tuan saya sedang istirahat di samping saya" ucap sopir tersebut menunjukkan ke arah tuannya.
"Ada apa sih Pak Kim ribut-ribut di saat aku sedang istirahat, tahu sendiri kan nanti sore aku harus presentasi jadi perlu istirahat" ucap Elang tanpa menyadari ada sesosok mata yang memandang tak lepas.
"E...Lang... itu kah kamu, bagaimana bisa kamu berada di kota ini" ucap Nayna dengan wajah penuh kebahagiaan..
__ADS_1
Elang pun menoleh ke arah Nayna, dia pun tanpa terdiam sejenak setelah memandangi bahwa itu Nayna, cinta pertama yang tak pernah di ungkapkan ya "Ehm kamu Nay, kenapa kamu bisa berada di mobil ini" ucap Elang berusaha menghilangkan kecanggungan di antara keduanya.
"Selesai perkuliahan aku lelah banget Elang, lalu aku menemukan ada mobil yaa aku masuk saja, memang sih sopir kamu bilang dari tadi dia bukan mobil taxi dengan suara pelan, tapi ternyata takdir mempertemukan kita, bisa kah aku siang ini sampai sore ke rumahmu untuk menghilangkan kepenatan" ucap Nayna berusaha memejamkan mata karena kelelahan.
"Boleh saja sih, ada banyak kamar kosong, kamu bisa beristirahat sejenak" ucap elang.
Setelah obrolan tersebut keduanya kembali terdiam. Bahkan mereka lebih memilih istirahat karena keduanya memiliki tujuan yang sama.
Sesampainya di rumah Elang...
Nayna tidak banyak bicara selama diperjalanan dan sampai di rumah Elang. "Nay, kamu bisa memakai kamar ini untuk beristirahat semuanya bersih serta di dalam ada kamar mandinya. Kamu ketuk saja kamarku jika memerlukan sesuatu" ucap Elang pergi begitu saja.
Saat Nayna mau mengucapkan terima kasih, Elang sudah pergi begitu saja "kok dia sekarang berbeda ya, dulu orang nya petakilan, berantakan, dan suka hal-hal yang konyol namun sekarang menjadi pribadi kalem asli berubah total 180 derajat ibaratnya bagai pinang di bilang dua"begitulah gumaman Nayna sambil merebahkan dirinya.
Nayna pun hanya melepaskan sepatunya dan mencuci mukanya. Dan terlelap dalam tidurnya, Nayna sampai lupa waktu untuk pulang malam itu bahkan Elang pun lupa memberi tahu Nayna. Karena Elang pun lupa bahwa Nayna bersama dengan dirinya dalam satu rumah.
Nayna pun mengetok pintu Elang, begitupun Elang keluar pas pintu tersebut terbuka bersamaan...
Tiba... tiba...
πππππ
Penasaran....
Tunggu Episode selanjutnya βΊοΈ
Like and comment yaβΊοΈ
__ADS_1