Gaun Usang

Gaun Usang
Panik


__ADS_3

Nayna pun sadar dan masih dalam kondisi lemah. Sehingga perlu perawatan.


"Nay, kenapa kamu teriak" ucap mama Joe khawatir.


"aku kangen mama dan papa tante, aku mau pulang ke Indonesia" ucap Nayna menangis.


"Baiklah, tapi kalau kamu sudah sembuh yaa sayang, kata dokter hari ini bisa istirahat di rumah saja" ucap mama Joe.


"Baik tante, terima kasih" ucap Nayna.


Nayna pun kembali istirahat dengan ditemani mama Joe. Joe datang di saat Nayna terlelap tidur.


"Ma, gimana keadaan Nayna?" ucap Joe khawatir.


"Kata dokter Nayna sudah sadar kok, hari ini dia sudah boleh pulang tapi Nayna tidak mau, masih ingin disini katanya" ucap mama Joe.


"Ya sudah Ma, biar Joe aja yang jaga Nayna kalau dia ada apa-apa nanti Joe telpon mama" ucap Joe.


Dering ponsel Nayna pun terus bersuara, namun Joe tidak memiliki keberanian untuk mengangkatnya. Ponsel Nayna terus saja berbunyi karena berbisik Joe mengangkat telpon tersebut.


"Ya Hallo, maaf sebelumnya saya Joe saat ini Nayna tengah terbaring sakit, jadi maaf belum bisa bicara" ucap Joe langsung mematikan panggilan tersebut.


"Apa?, Nayna masuk Rumah Sakit, bagaimana aku bisa menjenguknya itu pasti Joe laki-laki yang ada ditempat tinggalnya tersebut, kalau dilihat dari lokasi tempat berarti Nayna berada di RS dekat rumahnya" ucap Hayyan, Hayyan sengaja memasang signal GPS di ponsel Nayna agar dia tahu keberadaan pacarnya, sejak kejadian penusukan yang hampir menimpa Nayna, Hayyan jadi selektif terhadap pacarnya. Meskipun Nayna memiliki kemampuan membela diri. Namun, sebagai pacar kewajiban dia melindungi Nayna.


Hayyan pun bergegas meninggalkan kampu dan mencari celah menemui Nayna.


"Aku harus bisa menjenguk Nayna, pacar apa aku ini baru tahu kalau Nayna terbaring sakit" gumam Hayyan menyalahkan dirinya sendiri.


"ehm siapa sih laki-laki bernama Hayyan itu, apakah dia pacar Nayna sebenarnya? kalau dia kesini bagaimana aku bersikap?" ucap Joe bertanya-tanya pada dirinya.


Nayna pun terbangun dari tidurnya...


"Aku haus, aku mau minum" ucap Nayna berbicara lirih.


Joe yang mendengarnya meskipun lirih langsung memberikan Nayna minuman dan mencarikan posisi dia duduk yang benar untuk minum.


Nayna pun meminum dengan lega...


"Joe, terima kasih kamu boleh pulang atau ke sekolah saja, ohya ponsel ku kemana" ucap Nayna kepada Joe.


Joe pun memberikan ponsel Nayna yang ada ditangannya.


"Kok kamu yang pegang ponsel aku Joe" ucap Nayna sambil membuka sandi ponselnya.

__ADS_1


"Tadi Hayyan menelpon berkali-kali dan saya angkat, sepertinya dia akan menuju kesini" ucap Joe.


"Aapa? Hayyan akan kesini, Joe bisa kah kamu meninggalkanku sendiri, please" ucap Nayna memohon pada Joe.


"Baiklah aku pergi sementara nanti aku balik lagi" ucap Joe.


Saat Nayna hendak menelpon... Beberapa menit kemudian pintu kembali terbuka, sedangkan Nayna lagi fokus dengan layar ponselnya.


"Kan aku sudah bilang, Hayyan pasti akan datang, please Joe pergilah dulu tinggalkan aku" ucap Nayna sambil berbicara serta tangannya mengusir.


Padahal yang datang mendobrak pintu tersebut bukanlah Joe melainkan Hayyan. Hayyan pun langsung memeluk Nayna, Nayna kebingungan ketika dipeluk.


"Joe lepaskan aku, nanti Hayyan datang ngapain sih kamu meluk aku" ucap Nayna memberontak.


Hayyan pun melepas pelukannya dan menampakkan dirinya..


Nayna pum terbengong atas kejadian itu..


"Sayang ini aku Hayyan, kekasih kamu maaf ya sayang aku baru tahu kalau kamu masuk RS, maafin aku ya sayang" ucap Hayyan sambil memeluk Nayna.


"ehm iya dimaafkan, tapi tadi aku nelpon ponsel kamu, kenapa nggak di angkat?" ucap Nayna bertanya.


"tadi aku tak menghiraukan apa-apa langsung menuju kesini tidak tahu ada telpon dari kamu sayang" ucap Hayyan memberikan penjelasan.


Hayyan dan Nayna pun berbicara satu sama lain. Kadang ada canda tawa, kadang ada kemesraan di antara keduanya. Sehingga Hayyan merasa curiga dengan sikap Nayna..


"Sayang, kamu punya masalah apa sih?" ucap Hayyan bertanyaa serius.


"nggak ada masalah apa-apa sih? mungkin kurang enak badan saja" ucap Nayna mencoba menutupi sesuatu pada Hayyan.


"Kamu yakin nggak ada sesuatu yang ingin kamu katakan padaku, ingatlah loe sayang kamu itu pacar aku, kamu segalanya bagiku, jadi jika punya rahasia berbagi dengan aku, jika memiliki masalah berbagi dengan aku, jangan kamu pendam sendiri, aku curiga dengan sikapmu ini" ucap Hayyan berbicara panjang lebar.


"Maaf sayang, untuk sekarang aku belum bisa cerita apa-apa, saat ini aku lagi butuh sendiri, mungkin aku sakit karena ada yang aku pikirkan, makanya jatuh sakit, intinya kamu tak perlu khawatir, jika nanti tiba waktunya aku pasti akan cerita dengan kamu" ucap Nayna menjelaskan kepada Hayyan.


"oke alasanmu aku terima, jadi janji ya sayang kamu cerita nantinya" ucap Hayyan.


"iya nanti aku cerita" ucap Nayna


Dering ponsel Hayyan pun bergetar dari tadi...


"Yaa Hallo, benarkah baik aku ke kampus" ucap Hayyan kepada temannya.


"Sayang, aku pergi ke kampus ya profesor ada di kampus hari ini" ucap Hayyan sambil mencium kening Nayna dan pergi dengan berlari.

__ADS_1


Nayna hanya melambaikan saja, karena kepentingan belajar lebih penting dari apapun begitulah yang selalu ditanamkan oleh keduanya.


Nayna pun sendirian di kamar pasien. Dia membaca informasi apapun yang ada di ponsel.. Hingga...


"Nay, kamu mau buah ini nggak" ucap Elang sambil memberikan buah kepada Nay.


"whats??, sejak kapan kamu disini Elang, nanti yang lain tahu kamu disini?" ucap Nayna khawatir.


"Nay, aku khawatir sama kamu, tadi aku jenguk temanku yang masuk RS namun aku melihat Hayyan keluar dari ruangan ini, makanya aku langsung ke sini" ucap Elang.


"yaa tapi... thu...thu... ada yang masuk cepatan masuk kolong" ucap Nayna, namun yang dilakukan Elang malah mencium kening Nay, Nay hanya terdiam saja dan terpaku.


"Tadi ada teman kamu yang datang menjenguk yaa Nay" ucap Joe sambil mengamati sesuatu.


"Iya tadi temanku disini, tapi sudah pulang" ucap Nayna.


"Ohw begitu baiklah, apakah laki-laki itu pacar kamu Nay yang bernama Hayyan" ucap Joe.


"iya dia pacar resmiku, ada apa?" ucap Nay.


"ehm tidak apa-apa, meskipun aku hanya pacar bohongan ketika di sekolah untuk sementara aku mengalah, namun ke depannya aku tidak akan menyerah Nay" ucap Joe lantang.


"Joe, wanita banyak diluar sana. Mengapa harus saya, bukankah itu menyakitkan?" ucap Nayna.


"aku tidak peduli Nay, karena saat ini perasaanku hanya untukmu dan tidak ruang untuk siapapun" ucap Joe.


Dering ponsel Joe pun berbunyi...


"Ohya Pa, baik aku akan segera kesana" ucap Joe.


"Nay, aku keluar sebentar ya nemani Pap, nanti aku datang lagi menemani kamu" ucap Joe.


Joe pun pergi meninggalkan Nay.


Nay pun lega karena Elang masih dibawah kolong kasur..


🍂🌷🌷🌷🍂


Bagaimana kelanjutannya?


Like and comment😊


terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2