
Joe tidak berhenti mengunpat dalam hatinya dan selalu menyalahkan dirinya. Tanpa terasa mobil Joe sudah sampai di RS, mama nya pun langsung berlari menuju RS tersebut. Joe pun tidak terkejar lagi keberadaannya. Akhirnya Joe hanya bertanya saja kepada resepsionis.
Ketika sampai dikamar pasien bernama Nayna, mama Joe pun langsung memeluk Nayna dengan erat karena kata dokter pasien perlu istirahat yang cukup sebab darah yang dkeluarkan cukup banyak. Mendengar hal itu Joe merasa bersalah dengan Nayna yang marahan dengannya tadi siang.
"Kalau bukan karena aku, ini semua tidak akan terjadi pada Nayna" gumam Joe terus merasa salah atas kejadian yang menimpa Nayna saat ini.
ย
Nayna di alam mimpinya...
"nenek..." ucap Nayna memeluk nenek yang selalu bertemu dalam mimpinya.
"Nay, kenapa kamu kesini, kan nenek sudah bilang jangan sampai kamu pingsan, bisa-bisa lama di alam mimpi nantinya.
"gaun usang yang nenek berikan kamu bisa menyimpannya kan" ucap nenek.
"iya nek ada di dalam lemari" ucap Nayna menjelaskan
"gaun itu dipakai ketika ke pesta ya, gaun itu hanya terlihat usang bagi hatinya yang kotor" ucap nenek.
"baik nek, terima kasih " ucap Nayna.
__ADS_1
" akan ada pilihan yang menyulitkan mu, pilihlah diantara ketiga laki-laki tersebut karena mereka tulus mencintaimu" ucap nenek.
Ketika Nayna ingin bertanya, dia malah terbangun.
Di real life Nayna di Kasur RS...
"aku dimana tante" ucap Nayna kepada mama Joe.
"kamu di RS Nay, tante bersyukur kami sudah sadar, seharian kamu tertidur tante sudah marahi Joe karena meninggalkanmu dan membuatmu terluka" ucap mama joe.
"ini semua bukan salah Joe tante, kami berdua hanya salah paham saja, saat menunggu bis aku di ganggu 2 orang pemuda, Nay melawan kedua laki-laki tersebut saat lengah pisau itu melukai lengan Nay dan datanglah Pak Edward" ucap Nayna menjelaskan kronologis kejadian tersebut kepada mama nya Joe.
"Bagaimana bisa, kamu bisa melawan kedua laki-laki itu sendirian Nay" ucap mama Joe tidak kalah terkejut dengan keahlian bela dirinya.
"satu-satu jawabnya sayang, mama bingung jawab yang mana" ucap mama Joe dengan gelak tawa keduanya.
"jawab yang mama bisa aja" ucap Nayna sambil menahan sakit.
"Pak Edward tadi izin pulang duluan karena ada janjian sama istrinya, kalau Joe dia menunggu diluar seperti malu menghadap kamu" ucap Mama Joe.
"malu gimana maksudnya tante? emang tante apain Joe nya?" ucap Nayna penasaran.
__ADS_1
"tante menampar Joe ketika mendapat telpon dari Pak Edward, mama mu sudah menitipkan Nay ke tante, jadi tante harus menjagamu lah" ucap mama Joe kesal kalau mengingat hal itu.
"tante jangan gitu sama Joe, dia tidak bersalah, saat itu mungkin aku lagi apes saja" ucap Nayna membujuk mama Joe agar tidak memarahi Joe lagi.
Joe benar-benar takut, apakah harus masuk atau ngga? gimana tidak Nayna masuk Rumah Sakit gara-gara dirinya.
Mama Joe pun keluar kamar tersebut karena harus mengangkat telpon. Joe pun masuk ke kamar Nayna karena sudah diizini mama nya.
"Nay, mohon maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya dan janji akan selalu berada di dekatmu dan tidak akan meninggalkanmu sendiri" ucap Joe terus merunduk minta maaf.
"Iyaa aku maafin kamu kok, lain kali jangan tinggalkan aku ya. Karena aku belum mengenal wilayah disini, aku kan baru 2 minggu disini, tapi jika aku sudah mengenal wilayah tempat sekolah kita dengan baik maka saya akan biasa sendiri" ucap Nayna memberikan ketenangan kepada Joe agar dirinya tidak merasa bersalah dan tidak perlu khawatir.
"ngga boleh gitu, kamu berikan saja saya hukuman apapun, saya akan terima, biasanya mama gitu nantinya akan menghukum saya jika saya salah"ucap Joe menjelaskan.
"heheh... ngga perlu kok Joe, kamu merasa bersalah saja sudah cukup kok" ucap Nayna.
Joe hanya terdiam dengan sikap baik Nayna.
"kalau dia benar-benar bersikap baik, lama-lama gue beneran sayang dan makin sayang, meskipun memang gue punya perasaan sih, tapi sudahlah, saat ini gue harus fokus untuk menjaga Nayna saja, masalah perasaan urusan belakangan saja" gumam Joe dalam hati.
๐๐ท๐ท๐ท๐
__ADS_1
Like and comment ya๐
Terima kasih๐