
Setelah menyiapkan pakaian yang sudah di kenakan. Hayyan pun datang menjemput Nayna. Mama Joe dan Joe pun memperbolehkan asal tidak boleh lebih dari jam 12 malam.
Hayyan pun menyanggupinya, karena sekarang pukul 20.00 malam. Nayna pun keluar dengan gaun yang dikenakannya. Hayyan hanya tersenyum memandang penampilan Nayna.
Nayna pun meminta izin dengan mama Joe. Keduanya pun pergi dengan mobil sewaan. Karena mobil Hayyan sudah di jual, dan keduanya duduk di bagian belakang.
Keduanya untuk sesaat terdiam sejenak. Hayyan pun memulai pembicaraan.
"Nayna, kamu mau kemana?" ucap Hayyan bertanya.
"Ehm tempat dimana bisa ada berbagai destinasi, tapi aku tidak membawa jaket Hayyan," ucap Nayna memandang Hayyan.
Hayyan pun salah tingkah di pandang sepintas oleh Nayna.
"Ada kok, dan itu lah hadiahnya nanti aku pakaikan," ucap Hayyan berbicara dengan terbata-bata.
Sampailah di tempat yang mereka pilih, tempat itu ada permainan dekat dengan mall, dan dekat restoran di pantai. Tanpa sengaja Nayna memeluk kegirangan ke tubuh Hayyan.
Hayyan pun menangkap pelukan itu dengan sangat erat.
"Hay-yan maaf," ucap Nayna ingin melepas pelukan tersebut.
"Tidak apa-apa Nayna, biarlah sebentar saja seperti ini, Nayna mau kah kamu menjadi kekasih ku kembali," ucap Hayyan tiba-tiba.
"A-pa?" ucap Nayna bertanya.
"Apanya apa Nayna?" ucap Hayyan bertanya.
"Tadi kami bilang apa Hayyan?" ucap Nayna bertanya.
"Ehm tidak ada, hayo kita langsung ke sana," ucap Hayyan menunjuk restoran.
Hayyan pun sudah memesan tempat ternyaman. Saat memasukinya Nayna enggan karena bentuk restoran nya seperti kamar dan private.
"Hayyan, kamu nggak salah pilih restoran ini," ucap Nayna bertanya
"Ti-dak salah kok Nayna, aku ta-kut jika nanti kamu pingsan, karena aku melihat tubuh mu seperti melemah," ucap Hayyan mengatakan.
"Argh kamu bilang apa sih?" ucap Nayna bertanya.
"Nayna aku tahu kamu memiliki kemampuan diluar nalar, aku pun demikian setelah kecelakaan yang menimpa ku, hanya saja hanya selintasan saja terlihat ketika aku melihat jalan raya," ucap Hayyan.
__ADS_1
"Ta-pi kenapa tadi tidak kambuh?" ucap Nayna bertanya.
"Nggak tahu, sejak aku bersama mu di dalam mobil itu aku tidak melihat apapun," ucap Hayyan menjelaskan.
Saat Nayna berbicara tiba-tiba kepalanya pusing. Pelayan yang mengetok pintu pun masuk, dan Hayyan meminta kotak P3K untuk pengobatan kekasihnya. Pelayan pun dengan sigap segera mengambil kotak P3K tersebut.
Setelah mengambilnya pelayan tersebut memberikan kepada Hayyan kotak P3K tersebut.
"Terima kasih ya, nanti saya obati dulu kekasih saya, jika tidak bangun juga maka saya akan memencet bel," ucap Hayyan.
"Baik tuan," ucap pelayan tersebut.
Hayyan pun berusaha membangunkan Nayna. Nayna pun bermimpi cukup lama, akan tetapi tidak seperti biasanya Nayna pingsan lama. Nayna hanya pingsan beberapa menit saja setelahnya dia pun sadar kembali.
Setelah itu Nayna pun bangun sekitar sepuluh menit dia pingsan, saat dilihatnya ada Hayyan dan langsung di peluknya.
"Hayyan kamu janji ya, besok jangan pulang ke Indonesia, kamu belum beli tiket kan," ucap Nayna bertanya.
"Maaf Nayna, aku sudah janji dengan mama untuk pulang, aku nggak bisa kecewakan mama dan papa," ucap Hayyan menjelaskan.
"Tapi kamu belum beli tiket kan!" ucap Nayna dengan tegas.
Nayna pun melepaskan diri dari Hayyan dan hendak pergi meninggalkan Hayyan, Hayyan pun memegang tangan Nayna dan berkata ;
"Nayna, tolong percaya dengan takdir, jika memang saya meninggal saat itu juga, maka kita memang tidak berjodoh akan tetapi orangtua saya tetap nomor satu diluar keperluan penting lainnya," ucap Hayyan mengatakannya dengan tegas.
Nayna pun membalikkan tubuhnya dan memeluk Hayyan seraya berkata ;
"Jangan lagi mengatakan tentang kematian, aku tidak ingin mendengar mu membicarakan hal itu lagi," ucap Nayna memukul dada bidang Hayyan.
"Baiklah Nayna, aku janji tidak akan mengatakan hal itu lagi, jadi kita nikmati malam ini ya Nayna, kamu jangan berpikir negatif dulu okey," ucap Hayyan membujuk.
Sebenarnya Hayyan mempercayai insting Nayna, akan tetapi janji dengan orangtuanya adalah hal yang penting sehingga baginya itu hal yang sangat prioritas.
Keduanya pun menikmati kebersamaan malam itu dengan kesyukuran dan kebahagiaan meskipun hari esok Hayyan harus kembali ke Indonesia.
Setelah selesai keduanya pun bersiap untuk pulang, Nayna tidak banyak bicara karena dia sudah sangat lelah dengan kondisi tubuhnya. Karena pingsan beberapa menit tersebut membuat tubuh terkuras.
Hayyan pun menyuruh Nayna untuk beristirahat sejenak, perjalanan menuju rumah Joe sekitar 30 menit. Nayna pun menuruti saja hal itu. Nayna pun pulas dalam tidurnya.
Sampailah mereka di rumah Joe. Nayna masih terlelap dalam tidurnya. Untung nya ada mama Joe dan Joe yang mengetahui suara mobil Hayyan.
__ADS_1
Joe pun mengantarkan Nayna ke dalam. Hayyan pun langsung pamitan dengan Joe dan mamanya.
Hayyan pun pergi mengendarai mobilnya dengan secepat kilat. Hayyan pun masih kepikiran insting Nayna, akan tetapi janji lebih penting.
Setelah sampai rumah Hayyan pun segera tidur untuk mempersiapkan stamina ke depannya.
Tibalah waktunya Hayyan pergi meninggalkan kenangannya. Menit pun cepat berlalu, akan tetapi terjadi sebuah kecelakaan dijalan yang dilalui oleh Hayyan. Sehingga Hayyan tidak bisa melewatinya.
"Argh sial, kenapa juga ada gangguan begini sih?" ucap Hayyan mendengus kesal.
Hayyan pun hanya menunggu saja. Setelah selesai semua kendaraan pun berjalan sesuai dengan jalannya masing-masing.
Hayyan pun tiba di bandara, akan tetapi semua sudah terlambat Hayyan pun menyesal dengan keterlambatan nya. Dia pun menghubungi orang tuanya untuk mengatakan tidak jadi berangkat karena delay.
Setelah itu ponselnya pun mati total, karena semalam Hayyan lupa mencharger ponselnya.
"Argh, bagaimana ini kok bisa-bisanya sih ponselku mati?" ucap Hayyan mendengus kesal.
Hayyan pun terus saja mendengus kesal dengan dirinya sendiri. Hayyan pun hanya tertunduk diam saja.
Sesaat kemudian Hayyan yang bersedih karena tidak jadi pergi pun teringat bahwa dirinya bawa power bank, dia pun mencharger ponselnya.
Saat Hayyan ingin mencari makan di dengarnya sebuah berita bahwa pesawat yang harusnya di tumpangi nya terjadi sebuah kecelakaan.
Hayyan pun hanya terkejut saja, dia tidak percaya bahwa insting Nayna benar.
Disisi lain Nayna yang tengah asyik di kantin kampus di kejutkan dengan berita tersebut, dia pun teringat bahwa Hayyan berangkat hari itu.
Nayna pun berlarian ke parkir menuju kendaraan nya akan tetapi dia lupa, bahwa dia menumpang dengan Joe. Nayna pun menghubungi Joe untuk mengantarkan nya ke bandara.
Joe pun menyanggupinya, mereka pun berangkat menuju bandara.
Penasaran !!!
lanjutkan ya🤭
Liek, comment, gift dan vote
terima kasih😘
Tanpa terasa waktu cepat berlalu
__ADS_1