
Joe rebahan saja di kamarnya. Dia tetap ke sekolah tapi tidak banyak bicara. Di ajak bicara pun sekedarnya saja. Saat Joe hendak tidur dering ponselnya berbunyi.
"Hai Joe... Kamu apa kabarnya?" ucap Nayna.
Joe pun terbelalak dia video call dengan Nayna. Joe pun mengamankan posisinya.
"Hai Nay.. Ehm gue baik kok.. Kabar mama mu gimana dengan debay" ucap Joe.
"sehat semua... Maaf yaa kondisiku seperti ini maksudnya tidak berkata apa-apa ketika mau pergi ke Indonesia" ucap Nayna.
"iyaa aku tahu aku salah, nggak pantas dapat simpati dari kamu apa lagi perhatian" ucap Joe tertunduk lesu.
"aku minta maaf yaa, lagian hanya mama kamu saja yang tahu Joe aku pulang ke Indonesia.... Hayyan pacar ku saja tidak tahu" ucap Nayna menjelaskan.
"Nay.. ketika bersama aku bisa nggak jangan mengucapkan pria lain" ucap Joe dengan nada yang kesal.
"ehm taaapi..." ucap Nay.
"sudahlah... Aku mau tidur, terima kasih kamu video call duluan aku senang kamu sehat.." ucap Joe kesal langsung mematikan panggilan tersebut.
__ADS_1
Nayna bingung dengan sikap Joe. Nayna hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Ada apa dengan Joe sih? Kenapa semua jadi begini?" gumam Nayna dalam hati.
Saat Nayna ingin tidur, ponselnya berdering...
"Hai Nay... Kabarnya kamu di Indonesia yaa boleh ketemuan nggak" ucap Elang.
"ehm kamu tahu darimana aku di Indonesia dan no. Handphone ku" ucap Nayna.
"ehm ada deh... Informasi apapun tentang mu aku tahu semua kok" ucap Elang tertawa.
" yaa aampun Nay... Gitu saja kesal dengan aku, kalau kamu marah coba lihat cermin muka kamu tambah tembem thu" ucap Elang menggodain Nayna.
"hihi baik-baik aku jawab... Kemarin aku ke rumah saakit nggak sengaja lihat kamu yaa aku periksa saja ternyata benar kamu. Nah lalu aku nemui orangtuamu, malah papa dan mama mu meminta tolong, aku pun meminta nomor ponselmu dengan mereka, jadi yang mengantarkan pakaian orangtuau sore itu adalah suruhan saya" ucap Elang menjelaskan.
"Kok kamu tidak langsung menemui aku, malah izin dengan ku" ucap Nayna bingung.
"hihi... Nay aku tahu betul karaktermu, jadi segala sesuatu harus izin denganmu, makanya belum bisa bertemu denganmu, ohya Nay lain kita sambung yaa, klien papa sudah datang" ucap elang langsung mematikan panggilan tersebut.
__ADS_1
Nayna pun hanya terdiam saja padahal dia ssngat merindukan berbicara dengan Elang. Entah itu kerinduan dengan Hayyan pacarnya aatau merasa bersalah dengan Joe. Pikiran Nayna penuh dengan tiga laki-laki tersebut.
'Apakah hatiku sudah berpaling? Padahal saat sekarang pacarku Hayyan" gumam Nayna dalam hati.
Nayna berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Pikirannya sungguh kacau, bahkan pikiran lain tidak dipikirkannya lagi.
Nayna pun kembali istirahat karena badannya lelah dan pikirannya buntu. Jadi, dia hanya mengurung dikamar sendiri. Meskipun bibi yang suka bantu rumah memanggilnya. Nayna hanya menjawab seadanya.
Hati dan pikiran Nayna sudah sangat lelah. Semoga dengan aku tidur lebih awal akan meredakan pikiranku begitulah gumam Nayna dalam hati.
Nayna pun tertidur dengan nyenyak.
"Gaun usang... Gaun usang...aaaarrrgh..." teriak Nayna.
Nayna pun terbangun dari tidurnya dan banyak beristighfar.
"Ya Allah kenapa dengan mimpi ku kali ini" ucap Nayna khawatir..
Nayna pun ambil wudhu dan sholat malam dengan khusyuk...
__ADS_1
π·π·π·π·π·