Gaun Usang

Gaun Usang
Penyelesaian


__ADS_3

"argh akhirnya sampai juga" ucap Nayna lega turun dari kabin pesawat dan menunggu.


Saat Nayna telah tiba tampak Hayyan dan Joe serta orangtua Joe menjemput dirinya.


"Aduuh ada Hayyan dan Joe bagaimana ini, padahal aku nggak pernah ngabari siapapun hanya mama Joe saja" ucap Nayna bingung.


"Hay semuanya... Tante dan om terimakasih sudah jemput Nay.. Hay juga Joe dan Hayyan" ucap Nayna.


Nayna pun setelah berpelukan dengan mama dan papa Joe, izin berbicara dengan Hayyan pacarnya.


"Tante dan om Nayna mau bicara dengan Hayyan sebentar ya" ucap Nayna.


"silahkan Nayna, Tante mengizinkan" ucap Mama Joe.


Nayna pun menemui Hayyan untuk berbicara dengan pacarnya.


"Sayang.. maaf ya saat ini aku nggak bisa banyak bicara dulu karena aku tinggal di rumah mereka, nanti jika semuanya selesai kita bisa bicara lagi" ucap Nayna sambil berbisik.


"Baiklah.. aku pulang duluan ya sayang, tapi kamu nggak mau peluk aku,, aku kangen sama kamu dan mau minta maaf" ucap Hayyan penuh dengan penyesalan.


"janji nanti kita bicarakan.. oke.. ehm malu dilihat Tante sama Om kalau aku peluk kamu" ucap Nayna..


Hayyan pun langsung pamitan dengan orangtuanya Joe, Joe hanya mengangguk saja ketika Hayyan izin juga dengan dirinya..


"ehm ganteng juga sih, pacarnya Nayna" ucap Joe dalam hati.


"Kamu juga ganteng loe, kamu kan anak papa" ucap papa Joe berbicara di telinga anaknya.


Joe tersenyum saja mendengar papanya bilang begitu. Hayyan pun pergi meninggalkan mereka. Namun, dihati Hayyan sangat sedih tiada sedikit kepedulian Nayna sejak dia bilang beradu argument.


Sesampainya di rumah...


"Tante dan Om, bolehkah Nayna istirahat lebih dulu" ucap Nayna berbicara.


"Boleh sayang, kamu pasti lelahkan" ucap Mama Joe.


"Terima kasih Tante dan om, selamat malam" ucap Nayna.


"uhm dari tadi aku dikacangin saja nggak ada sedikitpun Nayna bicara, saat di dalam mobil berduaan diam saja lalu tidur, ehm nyebelin deh" gumam Joe kesal dengan Nayna.


Saatnya tidur, tapi mandi dulu deh biar segar..


Nayna pun masuk ke kamar mandi, namun pesan datang beruntun dari ponselnya Nayna. Nayna benar-benar tidak tahu notif di ponselnya karena di silentnya. Setelah selesai mandi Nayna pun langsung tidur dengan pulasnya.


"Kok chatt ku satupun tidak dibalas sama sekali, apakah Nayna sudah istirahat atau benaran sudah lelah dengan ku" begitu lah pikiran Hayyan di malam itu.

__ADS_1


Begitupun dengan Joe yang mengirim pesan, karena dia tidak berani mengentok pintu kamar Nayna. Karena hal itu tidak sopan apalagi jika sudah malam hari.


"Ehm lagi ngapain sih Nayna , kenapa pesanku satu pun tidak dibalas" gumam Joe.


Joe pun berpikir sama, sebenarnya apa yang dilakukan Nayna. Pikiran negatif mulai menghantuinya.


Pagi harinya.....


"Pagi Tante...." ucap Nayna.


"waah Segeran sekarang, semalam tidur jam berapa? weekend nya ada agenda apa Nay?" ucap Mama Joe.


"heheh sementara nie di rumah saja Tante, dan semalam tidur lebih awal, sampai sekarang nggak lihat ponsel sepertinya notif banyak... hehe lagi menikmati liburan saja" ucap Nayna.


"ohw begitu, yaa sudah kamu istirahat saja., Tante sama Om ada rencana mau jalan, tapi kalau kamu mau istirahat ya nggak apa-apa" ucap Mama Joe.


"Terima kasih Tante... semoga bisa lain kali ikut" ucap Nayna.


Setelah selesai sarapan, orang tua Joe pun pergi. Namun, Joe memilih tidak ikut karena ingin beristirahat saja. Sejak kemarin Joe dan Nayna tidak ada pembicaraan apapun sehingga membuat keduanya terlihat kaku.


Nayna pun menikmati hari-harinya bersama dikamarnya.


"uhm sungguh bahagia bisa nikmati liburan sambil nonton dan makan cemilan" ucap Nayna dengan riang.


"Nay... gue mau bicara sama loe, boleh ngga" ucap Joe.


"Ehm, Napa sih ganggu kesenangan gue" gumam Nayna kesal tapi harus ditemuinya kalau nggak diganggu oleh Joe.


"Ada apa Joe?, gue lagi menikmati liburan gue" ucap Nayna ketus.


"Sebenarnya salah gue sama loe apa sih?" ucap Joe dengan serius.


"nggak ada, tapi gue lagi males ngobrol dengan siapapun, saat ini lagi menikmati liburan dikamar, jadi Joe mood ku sekarang mau sendiri jadi please jangan gangguin gue ya" ucap Nayna ingin menutup pintu kamarnya..


"tunggu, apakah kamu cuek juga dengan pacarmu" ucap Joe sambil menahan pintu yang mau ditutup oleh Nayna.


"iyaaa... hanya orang tuaku yang aku balas, sorry yaa... selamat liburan" ucap Nayna.


Joe pun melepas genggaman tangannya di pintu tersebut.


"Jadi, Nayna memang benaran mau sendiri, ehm syukurlah kalau bukan aku saja yang di cuekin hehe" gumam Joe bahagia dalam hati.


Dering ponsel Nayna pun berdering....


"ih nyebelin banget sih, siapa yang nelpon" gumam Nayna kesal.

__ADS_1


Saat dilihatnya ternyata Hayyan yang menghubungi nya. Nayna pun enggan mengangkat telpon tersebut. Dan lebih memilih mendiamkan saja.


"Ih nyebelin kenapa sih chatt dan telponku tiada satupun di angkat Nay, apakah dia istirahat?" ucap Hayyan mulai merasa kesal.


Hayyan pun hanya mengomelin dirinya sendiri, entah apa yang salah dengan dirinya? posisi merasa bersalah tapi Nayna tidak pernah memberi tahu kesalahannya apa?.


Di tempat berbeda....


"ehm video call saja dengan Nayna, nanya kabarnya" ucap Elang.


Saat itu Nayna posisi memegang ponselnya tanpa sengaja terklik panggilan video tersebut.


"aduuh, kok aku angkat yaa ehm" gumam Nayna dalam hati.


"Hai Nay..gimana kabar kamu?" ucap Elang melambaikan tangannya.


"argh gue ya... baik kok, kamu sendiri gimana cidera kaki kamu?" ucap Nayna balik bertanya.


"ehm baik juga dalam proses pemilihan kok, ohya Nay loe tahu nggak kabar terbaru" ucap Elang.


"kabar apaan?" ucap Nayna penasaran.


"Kamu tahu kan Sheva Anandya saingan kamu waktu SMP dia sekarang berada di satu kota dengan kamu disana dan ternyata juga dia pernah memiliki hubungan khusus dengan Hayyan dulu maksudnya" ucap Elang menceritakan.


"ehm kamu tahu darimana infonya.." ucap Nayna.


"Sheva Anandya masih sepupu jauh aku, yaa kita sering kumpul keluarga, aku dapat kabar dari orang tua aku lah" ucap Elang kembali.


"ehm jangan-jangan ini trik kamu yaa buat dapati perhatian dari aku"ucap Nayna bercanda.


"Hahah... nggak juga sih, meskipun aku bukan prioritas tapi kamu tetap ada buat aku kan, dan lagian Nay gue belum nyerah dapati loe" ucap elang serius.


"heheh argh Elang.. di luar sana masih banyak wanita yang cocok buat kamu, kenapa mengejar sesuatu yang tidak mungkin kamu miliki" ucap Nayna serius.


"sebelum ada janur kuning belum melengkung, kamu masih hak orang bukan suami kamu" ucap elang.


"Oke...oke ...kalau berdebat memang jago kamu lah, aku tutup dulu yaa elang lain kali kita lanjut kembali" ucap Nayna.


Nayna mulai memikirkan perkataan Elang. Walaupun dia tidak terlalu memikirkannya.


"saatnya weekend, nikmati dulu" gumam Nayna lanjut nonton kembali.


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


Like and Comment ya☺️

__ADS_1


__ADS_2