
Nayna pun menyelesaikan administrasi untuk pindahan sekolah. Teman-temannya pun ikut andil dalam membantunya meskipun elang enggan namun karena dia sayang dengan Nayna dan lebih merelakan kepergiannya saja.
Begitupun dengan Hayyan yang melewati hari-hari kebersamaan dengannya. Meskipun sebentar itu bermakna bagia Hayyan.
Di tempat lain waktu pun berbeda.
"Joe, loe mau kemana sih?" ucap Neli.
"Waduh wanita gila yang mengejar gue terus nie, kapan hidup gue ada persinggahan yang tepat?" gumam Joe dalan hati.
"Hey, loe kenapa diam aja jangan pura-pura nggak denger deh?"ucap Neli.
"Sorry Neli, gue angkat telpon dari my mom dulu ya Neli, gue permisi dulu," ucap Joe.
Untung saja my mom nelpon tepat waktu.
"Hello Joe, kamu lagi dimana kah?" ucap My mom.
"Yes mom ini joe, ada perlu apa dengan ku?" ucap Joe.
"Lusa, tolong bantu my mom, lusa kamu jemput anak dari teman mom dari Indonesia, bisa kan, nanti mom kirim fotonya, mom kasih tahu sekarang agar mom tidak lupa, jangan sampai kamu lupa menjemputnya yaa sayang, karena dia belum pernah sama sekali ke sini," ucap mom dengan tegas.
"Siap my mom laksanakan, Joe pastikan akan mengingat pesan mama dengan tepat," ucap Joe berkata.
"Kamu sudah janji loe sayang, jadi jangan mengingkari janji kamu dengan mama, jika kamu melakukan kesalahan kali ini, mama akan marah denganmu," ucap mama Joe.
"Iya ma, Joe berjanji deh, bagaimana mama puaskan?" ucap Joe berkata.
"Oke mama percaya, kalau begitu mama tutup dulu ya," ucap mama Joe.
"Okey," ucap Joe.
Joe pun menjauh dari Neli. Dia benar-benar nggak sanggup dengan Neli. Wanita yang sudah lama mencintainya, tapi selalu di tolaknya karena Neli bukan tipe nya.
Setelah selesai berbicara dengan mama nya, Joe pergi meninggalkan Neli, Joe tipekal laki-laki yang tidak suka di kejar, baginya laki-laki yang mengejar wanita. Maka dari itu dia membenci Neli, mana juga terkadang Neli suka mempermalukan dirinya mengaku bahwa mereka masih berhubungan.
__ADS_1
Padahal Joe dan Neli sudah lama putus penyebab nya karena Neli sendiri yang selingkuh. Itulah penyebabnya Joe tidak ingin kembali rujuk dengan Neli, baginya jika sudah putus yaa putus, tidak ada hubungan apapun, bahkan hubungan pertemanan Joe pun tidak mau.
Bagi Joe masa lalu tetaplah masa lalu, yang ditatap sekarang yaa masa depan. Maka dari itu di sekolah Joe selalu mencari alasan untuk menghindar dari Neli. Namun, Neli tidak perah menyerah sama sekali untuk mendapatkan kepercayaan Joe.
...*****...
Nayna beserta teman-temannya pun mengadakan pesta perpisahan agar memiliki kenangan dengannya, meskipun Hayyan dan Elang tidak rela.
Dering telpon Nayna pun berdering dengan kerasnya.
π"Hey, inj Nayna kan, anaknya teman mama ku, ehm maaf perkenalkan gue biasa di panggil Joe, sedangkan nama my mom Jeni," ucap Joe.
"Kalau loe udah di bandara kabari gue ya, kalau gue sampe telat jemput loe, bisa-bisa my mom nggak kasih uang saku lagi," gumam Joe yang dari tadi terus bicara.
"Baik, nanti gue kabari kalau sudah sampai di sana, karena sekarang masih di Indonesia," ucap Nayna menjawab.
"Save nomor gue, nanti loe nggak angkat telpon gue, karena elo kan baru di negara gue," ucap Joe.
"Oke baiklah, akan gue save, terima kasih sebelumnya, " ucap Nayna.
"Oke sama-sama, yaaa udah gue matikan yaa kalau gitu, eeh tunggu my mom ada pesan sesuatu nggak ke kamu?" ucap Joe bertanya.
"Oke lah tapi nanti ada makanan yang aku mau ntar aku chatt yaa, because kangen makanan Indonesia, sudah lama tidak mencicipinya," ucap Joe.
"Baiklah joe, kirim saja yang kamu nanti saya belikan, tapi jangan banyak yaa," ucap Nayna.
"Hahahah, tenang saja kok tidak terlalu banyak, saya meminta karena di Indonesia sudah tidak ada produksi," ucap Joe.
"Oke baiklah," ucap Nayna.
Panggilan pun terputus Nayna pun masih melanjutkan kebersamaan dengan teman-temannya.
Nayna pun menghitung hari di Indonesia tinggal beberapa hari lagi dia disini, akan ada dunia baru semuanya serba baru semoga gue bisa berinteraksi dengan baik disana gumam Nayna.
Saat Nayna hendak pergi, Hayyan menarik tangannya ke samping ruangan cafe tersebut. Teman-temannya pada pergi semua begitu pun Elang tugasnya mengantarkan kedua temannya. Karena kondisi mereka tidak menentu lagi hanya Nayna.
__ADS_1
Hayyan meminta Nayna untuk ciuman perpisahan, Nayna bingung berbuat apa meskipun dia benci awalnya dengan Hayyan lama-lama suka tapi sekarang menganggapnya sebagai teman saja.
Nayna pun hanya mengabulkan keinginan Hayyan. Saat itu pukul 22.00, Nayna dan Hayyan pun berciuman. Awalnya ciuman tersebut hanya biasa saja, Hayyan pun responnya biasa saja. Namun Nayna tidak menginginkan ciuman itu lepas, dia pun membuat Hayyan tidak bernafas.
"Hayyan, bisakah kita ke mobil dan cari tempat yang sepi, karena aku menginginkannya," ucap Nayna dipenuhi dengan nafsu.
"Taapi, buat apa Nay? aku hanya menginginkan ciuman mu saja tidak lebih dari itu," ucap Hayyan.
"Aku... aku hanya menginginkanmu saat ini Hayyan," ucap Nayna keburu dengan nafsunya.
Nayna pun menggiring Hayyan ke sebuah motel di samping cafe. Tanpa pikir panjang Hayyan menggendong Nayna tanpa malu. Se sampainya di ruangan yang sempit keduanya bergelut. Nayna yang mencium dulu dengan kasarnya.
"Nay, apakah kamu sudah pengalaman? kenapa kamu?" ucap Hayyan.
Belum sampai Hayyan selesai berbicara Nayna langsung memeluknya. Setelah Nayna selesai mencium tersebut membuat kondisi tubuh Hayyan tidak menentu.
"Aduuh bagaimana ini yang dibawah minta hak nya, tapi tidak mungkin aku merusak Nayna," ucap Joe.
Setelah ciuman panas tersebut Nayna terlelap dalam tidurnya. Hanya satu jam dia tertidur, Hayyan hanya menatapnya saja di tempat kursi tersebut.
Dering telpon pun berbunyi, saat itu Nayna langsung angkat dan bilang dengan kedua orangtuanya dia tidur di rumah temannya.
Nayna pun bercerita dengan Hayyan dalam pelukan, Nayna merasakan kasih sayang seorang abang dari Hayyan.
"Hayyan,maafi aku sudah mencumbu mu malam ini," ucap Nayna.
"Iyaa tidak apa-apa Nay, aku juga minta maaf juga tadi," ucap Hayyan.
Nayna pun mendekati Hayyan.
"Hayyan jika kamu menginginkan ku saat aku sudah Austria kita bisa melalakukan melalui video call hehe tapi itu bercanda," ucap Nayna dalam gelak tawa nya.
"Nayna kamu sudah pintar jahil yaa sekarang," ucap Hayyan tersenyum pada Nayna.
"Hahaha, mana berani aku jahil sama kamu Hayyan," ucap Nayna sambil tersenyum.
__ADS_1
Keduanya pun hanya tersenyum, Nayna pun meminta Hayyan mengantarnya saja pulang ke rumah, karena masih ada hal yang mau dikerjakannya.
πππππ