
Ravan dan Nayna pun berbicara melalui Video call, banyak hal yang dibicarakan bahkan satu sama lain menangis mendengar kisah mereka. Ravan dan Nayna kini hanya masa lalu keduanya mengikhlaskan dan saling memaafkan satu sama lain, sehingga bisa kembali hidup tenang setelah terbelenggu dengan masa lalu.
Mereka pun berdua telah melepaskan belenggu tersebut sehingga keduanya bisa menjalani kehidupan masing-masing. Nayna pun sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Nayna pun pulang bersama orang tuanya dan berterima kasih kepada Elang yang sudah membantu menyelesaikan konflik mereka.
Nayna pun beristirahat untuk memulihkan kondisi dirinya agar bisa mengikuti pelajaran seperti biasanya.
Saat bersama mama nya yang menjaga, Nayna bicara dengan serius tentang perihal. Nayna ingin pindah sekolah alasannya dia ingin meningkatkan bakat desainnya ke dunia bagian desainer dimana Austria salah satu tempat tujuannya.
"Ma, Nayna ingin pindah sekolah bisakah di diskusikan dengan Papa?" ucap Nayna.
"Baiklah, akan mama bicara dengan papa. Jika itu alasanmu pasti papa mu akan mendukungmu," ucap mama.
Nayna pun kembali istirahat agar bisa menghadapi hari-hari selanjutnya.
Saat tertidur Nayna bermimpi hal lain karena sebelum tidur dia teringat gaun usang, bagi Nayna jika menemukan gaun usang atau menyebutkan gaun usang. Maka mantra tersebut akan membawanya ke tempat lain.
Di alam mimpi dia akan bertemu dengan laki-laki yang paling nyebelin, bukan seperti Elang yang selalu ingin melindungi bukan juga seperti Hayyan cuek tapi perhatian. Tapi kali ini pria tersebut akan mengubah kehidupan Nayna. Bahkan Nayna tidak tahu bahwa pria tersebut pernah ditolongnya ketika dia dibully kala itu.
Nayna pun terbangun dan mencari air putih.
"Mimpi kali ini sih sebentar, tapi sungguh membuat penderitaan atas kelelahan, tapi pria tersebut siapa di antara Elang dan Hayyan," guman Nayna.
Nayna pun berberes kamar serta mempersiapkan pelajarannya. Karena dia sudah izin dengan kedua orangtuanya mau pindah ke Austria. Orang tua Nayna mengizinkan karena alasan Nayna masuk akal sehingga orangtuanya memperkenankan nya.
Nayna pun mengendarai mobilnya menuju sekolahnya, meskipun dia berat namun keinginannya dari dulu jadi harus di segera.
Teman-temannya pun sudah mengetahui hal itu, bahkan Elang merasa akan kehilangan Nayna. Nayna pun hanya membujuk teman-teman agar tidak bersedih. Lagian kan masih bisa berjumpa melalui video call.
Mereka pun melakukan perpisahan kecil-kecilan di sebuah resto yang mereka sewa bahkan Hayyan pun datang untuk ikut dalam acara perpisahan tersebut. masing-masing dari mereka pun memberikan hadiah kepada Nayna. Nayna terharu dengan sikap teman-temannya.
Hayyan dan Elang tertunduk lesu, yang lain tahu betul bahwa mereka mengejar Nayna. Namun, Nayna belum punya keinginan menjalin sebuah hubungan. Maka keduanya hanya berteman saja itu pun membuat keduanya terpukul hanya dijadikan teman.
Nayna menyelesaikan semua urusannya. Bahkan teman-temannya membantu membereskan beberapa berkas.
__ADS_1
Setelah semua nya usai, urasan sekolah beres, urusan administrasi kepindahan pun beres.
Setelah sampai di rumah Nayna istirahat sejenak karena 2 hari lagi dia akan berangkat. Hal tersebut dilakukan karena ada beberapa dokumen yang belum di selesaikan sehingga 2 hari dari keberangkatannya.
Di malam hari nya, Nayna bermimpi untuk ke sekian kalinya.
Di dalam mimpi tersebut Nayna di ajak berkeliling taman seperti surga yang sangat indah. Bahkan di tumbuhi oleh tanaman yang sangat langka di dunia.
Nayna terus saja masuk ke dalam mimpi tersebut, hingga dia tersebut ke dalam mantra gaun usang.
Nayna pun masuk ke dalam bioskop scenario cerita hidupnya di masa depan, dia terkejut melihat itu semua.
Dari dia jadian dengan Hayyan, bertemu dengan laki-laki lain di tempatnya studi bahkan berbagai peristiwa yang diluar nalarnya.
Hal yang paling mengejutkannya ialah dia jadian dengan Elang, laki-laki yang sempat dia benci bahkan acuh terhadap Elang. Bahkan, hanya Elang yang mengetahui kelebihan yang dimiliki oleh Nayna.
Nayna pun masih terperangah kejadian yang akan datang terus menjadi Boomerang bagi Nayna yang melihat nya.
Nayna berlari ke sana ke mari, mencari keberadaan cahaya yang biasanya akan memberikan jalan menuju pulang.
Nayna pun berteriak dengan keras, hingga teriakannya sampai di dunia nyata. Papa dan mama Nayna pun mencari sumber tersebut, saat di dengar keduanya dari kamar Nayna di dobrak lah oleh papanya.
Mama Nayna pun berusaha membangunkan Nayna, akan tetapi hanya ada teriakan dan terus teriakan.
"Pa, mama harus apa pa?" ucap mama Nayna bingung.
"Coba sayang kamu bisikan ke Nayna, pulanglah," ucap papa memberikan contoh.
Mama Nayna pun mendekatkan mulutnya ke telinga anaknya.
"Nayna, pulanglah mama dan papa merindukanmu," ucap mama dengan lembut di telinga anaknya.
Di alam tersebut Nayna mendengar suara mama nya, dia pun menuju suara tersebut. Saat dia temui benar saja cahaya tersebut menuju ke tubuh aslinya.
__ADS_1
Saat matanya terbuka, Nayna langsung memeluk mama nya.
"Terima kasih ya ma, sudah memanggil ku," ucap Nayna masih memeluk mama nya.
"Kamu kenapa sayang? coba ceritakan dengan mama," ucap mama bertanya.
Nayna pun menceritakan semuanya pada orangtuanya, orangtua Nayna hanya berpesan agar Nayna cukup menjaga pikiran positif.
Nayna pun menuruti semua nasehat orang tua nya. Mama dan papa nya menciumi kening anak mereka.
"Sayang, tidurlah kembali yaa, mama yakin kamu bisa tidur tenang kali ini, hayoo berdoa dulu sayang," ucap mama Nayna.
Nayna pun tertidur dalam lelapnya, orang tua Nayna pun menutup pintu dengan sangat pelan, agar Nayna tidak terbangun karena suara yang keras.
"Papa, gaun usang itu sekarang menuju anak kita, karena gaun usang kita bertemu," ucap mama mengingat kisah mereka.
"Iya ma, lagian itu adalah neneknya Nayna, wajar jika neneknya Nayna peduli dengan dirinya," ucap papa menyuruh istrinya tidur.
Mama nya Nayna pun berhenti berbicara dan terlelap dalam tidur, di susul papa nya Nayna yang tidur juga.
Bintang pun menerangi bumi di malam itu, bulan pun mengikuti di sampingnya.
Elang dan Hayyan pun mengobrol di cafe, keduanya hanya diam membisu tanpa bicara apapun. Bahkan Elang yang biasa banyak bicara. Hari itu terdiam tak bersuara cukup lama mereka diam selama setengah jam lebih.
Elang dan Hayyan hanya merenungi nasib mereka yang sama-sama cinta bertepuk sebelah tangan.
Meskipun demikian keduanya tidak akan menyerah mengejar cintanya Nayna. Bagi mereka cinta itu di perjuangan kan.
Bagaimana kelanjutannya?? Kita nantikan episode selanjutnya..
__ADS_1