Gaun Usang

Gaun Usang
Terungkap


__ADS_3

Sampailah di rumah Elang, Nayna pun langsung meringkuk diam atas sofa karena sudah kelelahan.


"Sayang, kalau kamu tidak bangun sekarang, aku gendong kamu sampai ke kamar tamu" ancam Elang.


"Ohya Elang, kamu merasa nggak saat Pak Baskoro dan kita tengah mencari informasi tersebut ada seseorang yang mengamati gerak-gerik kita" ucap Nayna curiga.


"Iih apaan sih sayang?, kan sudah sore yaa wajar lah warga sekitar melihat kondisi kamu, udah aah jangan pikir yang nggak-nggak, kita juga belum tahu kan kabar dari kantor polisi" ucap Elang.


"Sekarang ayoo aku antar ke kamar tamu, terus kamu mandi dan kita makan" ucap Elang.


"Emang makanan sudah disiapkan" ucap Nayna bertanya.


"Sudah dong sayang" ucap Elang.


"Siapa?" ucap Nayna..


"Seorang Ibu yang suaminya sudah meninggal dan tinggal dibelakang rumah, ceritanya panjang sayang, jadi beliau yang membantu semuanya dan mama serta papa sudah pernah kesini dan setuju dengan hal itu" ucap Elang.


"Ehm begitu baiklah, kalau begitu" ucap Nayna.


Setelah Elang membantu Nayna meletakkan barangnya. Keduanya pun turun untuk makan malam bersama. Setelah mereka malam malam kedua nya membicarakan kasus perampokan dirumah Nayna yang tidak ada kehilangan apapun hanya tulisan berupa ancaman.


Keduanya pun berbicara panjang dan mengira-ngira kemungkinan terjadi hingga mereka mengarah pada Bapak yang mencelakai Redy. Namun, lagi-lagi hal itu dipatahkan karena fakta yang ada. Kedua saling berdebat satu sama lain. Sehingga keduanya pun terlalu larut dam kembali ke masing-masing.


Hingga suatu malam, Nayna di datangin lagi dengan neneknya..


[Nayna, sebutkan saja mantra gaun usang, maka gaun usang yang hanya bisa dilihat olehmu dan kamu memakainya maka akan melihat siapa yang melakukan itu] ucap nenek dalam mimpi itu.

__ADS_1


[Tapi nek, saya sudah lama tidak menggunakan mantra gaun usang, gunakan saja saat waktu yang genting, maka kamu akan bisa melihat dengan penglihatan mu sendiri] gumam nenek.


[Nayna pun masuk ke dalam mimpi tersebut terkejutnya dia yang melakukanny adalah Mantan karyawan Mama nya Redy, namun yang melakukannya adalah anaknya sendiri karena dendam Nayna ikut campur di dalamnya, sama mimpi tersebut Nayna melihat bahwa keluarga Bapak tersebut memiliki banyak hutang akibat PHK tersebut padahal mama Redy dari cerita nya sudah memberikan pesangon kepada karyawan yang mem PHK nya]


Nayna pun kembali ke dunia nyata dengan keringat dingin yang bercucuran. Elang yang melihat teriakan Nayna ketika dia bangun terkejut dengan badan Nayna yang mulai panas dan dingin, Elang sungguh panik saat itu, hingga dia mengompres badannya Nayna. Nayna pun terbangun...


"Aaaaaghhh.... Gaun usang, nenek..." ucap Nayna berteriak keras dan jatuh pingsan.


Lagi-lagi Nayna jatuh pingsan setelah bermimpi. Elang pun segera menelpon dokter yang bisa dihubunginya.


"Sabar yaa sayang, aku tahu pasti kamu berat berada di alam mimpi" ucap Elang panik dan terus mengompres Nayna.


Nayna dalam mimpi....


[Nek, jadi semua ini hanya kesalahpahaman saja yaa] ucap Nayna.


"Bagaimana dokter kabar Nayna" ucap Elang khawatir.


"Sebentar lagi dia bangun kok, efek stress yang membuatnya down tubuhnya, maka jaga lah dengan baik" ucap Dokter.


"Terima kasih dokter sudah membantu Nayna, maaf saya tidak mengantar dokter sampai ke pagar rumah" ucap Elang.


Dokter tersebut pun meninggalkan kediaman Elang.


Perlahan Nayna membuka matanya, dia pun melihat Elang dihadapannya dan langsung dipelukanya dengan erat. Elang bingung bukan kepalang ketika Nayna memeluknya dengan erat dan menangis..


"Elang, kamu janji dulu sama aku, tidak akan meninggalkan aku, dan tidak akan meminta putus dengan ku dan jangan berbalik dulu aku malu kamu melihatku menangis" ucap Nayna melepaskan dahaga tangisannya, Elang pun hanya menuruti kemauan Nayna, baginya melakukan hal terbaik bagi orang istimewa itu hal yang harus di lakukan.

__ADS_1


"Nay, sudah kah aku rindu kamu loe sayang, aku panik melihat kamu berteriak dan langsung pingsan belum lagi kondisi tubuh yang panas dingin, kamu tahu nggak sayang hal apa yang aku takutkan aku tidak bisa bertemu dengan mu lagi, jadi ku mohon jika ada apa-apa bilang sama aku, aku akan selalu bersama mu, meskipun orang akan menganggapmu aneh, wanita ku hanyalah orang terhebat yang tidak dilihat orang lain" ucap Elang memberikan semangat pada Nayna.


"Terima kasih Elang, selalu ada buat ku, sekarang ku mohon kamu berbalik lah dan tunggu aku di meja makan, karena aku mau mandi dan berbersih dulu" ucap Nayna.


"Baiklah Nayna ku tersayang, aku akan menuruti kamu" ucap Elang melangkah pergi meninggalkan kamar Nayna dan menuju ke ruang makan yang berada di lantai satu.


Nayna pun ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah itu dia pun berpakaian untuk ke penjara menuju Bapak yang mereka tujuh namun sebelumnya mereka harus mengunjungi Redy yang sore ini akan pulang.


Nayna pun menuruti anak tangga menuju ruang makan. Nayna dan Elang pun makan bersama, ketika mereka makan pun pembahasan tidak jauh kasus yang menimoa Redy dan Nayna memiliki hubungan satu sama lain..


"Menurut mu jika pelaku benar adalah anaknya Bapak tersebut apakah aku harus membatalkan saja?" ucap Nayna bertanya kepada Elang.


"Ehm itu sih tergantung kamu sih sayang, intinya kamu pikirkan baik buruknya saja" ucap Elang.


"Baiklah aku sudah memikirkannya, ayoo kota jalan ke Rumah Sakit kebetulan ada Sheila disana" ucap Nayna.


"Oke siap sayang, aku ambil jaket dulu yaa" ucap Elang berlari menuju kamarnya.


Elang dan Nayna pun menuju Rumah Sakit tempat di rawatnya Redy. Mereka pun sampai di kamar rawat inap Redy.


" Hai Bro.," ucap Elang kepada Redy.


"Kalian mau jemput aku nie, masih lama gue keluarnya Elang nanti sore" ucap Redy.


"Huu geer, kita ke sini nanya tentang Bapak-bapak yang mencelakai elo, dan apakah mama mu berkata sesuatu padanya?" ucap Elang.


"Mama sih sudah menjelaskan semuanya ke aku, dan semua ini kesalah pahaman uang pesangon itu istrinya yang menerima sedangkan istrinya tidak melaporkan ke suaminya, dan mama sudah bertanya ke pihak bendahara perusahaannya bahwa memang benar, istrinya yang mengambil bahkan membuat surat kuasa, saat itulah bapak itu meminta maaf sama mama, dan dia meminta agar kamu Nayna memaafkan anaknya mungkin sebentar lagi pihak polisi akan menghubungi kamu jadi semua kembali sama kamu bagaimana anak masih yang remaja labil itu'" ucap Redy menceritakan.

__ADS_1


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


__ADS_2