
Mimpi semalam begitu indah, Nayna bahkan ingin sekali mengulangnya
"Yaaa, aku berada di dunia nyata lagi, napa nggak lama-lama di dunia mimpi," gumam Nayna dalam hati.
Setelah beberapa hari Nayna jatuh sakit akhirnya Nayna kembali bersekolah seperti biasa. Dan hal yang membuatnya enggan ke dunia nyata bertemu dengan Hayyan yang super nyebelin.
Nayna pun kembali bersekolah. Nayna pun bergegas mandi dan sarapan.
"Morning papa dan mama," ucap Nayna sambil sarapan pagi.
"Kamu sudah sehat sayang," ucap papa bertanya.
"Sehat dong Pa," ucap Nayna menjawab.
"Kalau begitu makan ini," ucap mama memberikan buah yang sudah di kupas oleh mamanya.
"Terima kasih mama ku tersayang," ucap Nayna kepada mama nya.
Nayna pun sarapan seperti biasanya, setelah selesai dia pun ingin berpamitan tapi di cegah oleh papanya.
"Pa, Nayna berangkat dulu ya," ucap Nayna ingin berpamitan pada kedua orangtuanya.
"Tunggu Nayna, kami barengan dengan mobil Papa, kamu sedang masa pemulihan jadi perlu bagi kamu bersama papa," ucap papa Nayna.
"Ok siap," ucap Nayna menyalim mama nya.
Papa dan Nayna pun berangkat sedangkan Mama Nayna istirahat di rumah karena kurang sehat badan.
Setelah sampai beberapa menit kemudian di gerbang sekolah.
Nayna pun berpamitan dengan papanya. Nayna pun berjalan santai karena dia tidak telat sama sekali.
Nayna pun hanya melewati Pak Hayyan yang berdiri mengamati siswanya satu persatu.
"Iih napa sih lama kali thu guru magang di sini mana tinggal 2 bulan lagi coba sebentar lagi," gumam Nayna dalam hati.
Nayna berseteru dengan hatinya sendiri antara belum move on dari dunia mimpi nya, sehingga membuatnya seolah-olah bergumam sendiri meskipun tidak terlihat bicara namun pikirannya yang sudah entah kemana.
Nayna pun tiba di ruang kelas, dan bel pun berbunyi pelajaran pertama akan dimulai.
Nayna pun mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa. Beberapa waktu pun berlalu seluruh siswa beristirahat ada yang ke kantin, ke perpustakaan dan ada yang ke taman sekolah. Nayna lebih memilih ke perpustakaan, karena biasanya hanya perpustakaan membuat pikirannya jernih.
Nayna pun mencari tempat bersandar untuk menenangkan pikirannya yang entah kemana sejak tadi.
__ADS_1
Gedeeebukkk...
seseorang jatuh karena kaki Nayna yang menghalangi jalan seseorang.
"Nie siswa siapa sih? buat aku terjatuh," gumam Hayyan dalam hati.
Lalu hayyan membuka buku yang menutup wajahnya tersebut. Betapa terkejut dirinya yang dia dapati ternyata Nayna yang terlelap tidur.
"Hey, banguun Nayna," ucap Hayyan sambil menggoyangkan pundaknya.
"Ehm..." ucap Nayna mencoba membuka matanya.
Hanya itu saja ucapan yang keluar. Sehingga membuat Hayyan kesal, dan tanpa sengaja tangan kanan nya menyentuh sebuah buku dan terjatuh tepat dikepala Nayna.
"aaaduuuh... saakit kali" ucap Nayna meringis kesakitan.
Nayna pun terbangun karena ada benda yang jatuh tepat mengenai kepalanya. Namun, betapa terkejut dirinya ketika mendongak ke atas melihat Hayyan.
Nayna lama memandang Hayyan, seolah-olah dia memandang pangerannya.
"Oh pangeranku, keemana saja kamu pergi?" ucap Nayna dalam bicaranya.
[Ini anak mimpi apaan, bilang aku pangerannya] gumam Hayyan dalam hatim
Hayyan pun langsung menjetikan jari nya ke kening Nayna agar dia sadar dengan kenyataan sekarang.
Lagi-lagi Nayna tersadar bahwa yang dia lihat Hayyan bukan pangeran dalam mimpi.
"Jelas beda lah walau wajah mirip tapi karakter berbeda," gumam Nayna dalam hati.
"Hey, kamu ngapain tidur diperpustakaan Nayna," ucap Hayyan menegur Nayna.
"Ngantuk Pak, semalam bertemu pangeran ganteng. Wajah nya sih mirip bapak, tapi karakternya sangat berbeda. Bapak galak sedangkan pangeran dalam mimpi baik dan lembut, terus juga yaa dia itu argh pokoknya beda dengan Bapak" ucap Nayna mengungkapkan pangeran yang dimimpinya tersebut.
Hayyan pun hanya menggelengkan kepala mendenger pernyataan Nayna.
"Ehm, nie anak udah kecanduan film kartun juga ternyata," gumam Hayyan dalam hati.
Hayyan hanya tersenyum melihat tingkah Nayna ketika bingung dan ketika bangun tidur.
"Waduh kenapa gue jadi mikirin Nayna. Cewek badung kayak gitu, mana ada perasaan dengan laki-laki. Lagian juga siapa mau jadi pendamping wanita badung kayak gitu," gumam Hayyan dalam hati.
Nayna pun kembali dalam lelap tidurnya. Namun, Hayyan mengganggunya sebab pelajaran selanjut akan dimulai. Nayna pun bergegas kelas.
__ADS_1
Β
Nayna pun memasuki kelasnya. Dan dia sadar bahwa dirinya berada di dunia nyata, di alam mimpi.
"Yaaa hanya mimpi saja hanya sesaat," gumam Nayna dengan wajah kecewa.
Meskipun demikian Nayna tetap fokus dengan pelajaran hari ini. Bahkan Nayna bisa menjawab pertanyaan guru di papan. Kebiasaan Nayna pada rutinitas sebelum tidur, dia belajar tentang pembelajaran yang akan dibahas. Makanya Nayna termasuk cepat dalam proses pembelajaran.
Nayna pun beres-beres peralatan dimasukkan ke dalam tas. Nayna pun lagi-lagi senyum sendiri ketika melihat wajah Pak Hayyan ketika wajahnya mendongak ke atas melihat wajah tampan Pak Hayyan ketika mengingat saat di perpustakaan tadi.
"Ternyata tampan juga yaa Pak Hayyan," gumam Nayna dalam hati.
Nayna seperti orang jatuh cinta jika mengingat mimpi bersama pangeran terssbut. Namun, bayangan itu hilang jika berganti dengan wajah Hayyan.
Saat dirinya ingin bergegas pulang.
"Nayna, kamu dipanggil Pak Hayyan di kantornya," ucap Dea temannya.
"Temani aku Yook ke kantor bapak yang garang itu," ucap Nayna kepada Dea.
"Maaf Nay, nggak bisa aku janjian dengan mama pulang sekolah langsung ke rumah, ini saja sudah dijemput," ucap Dea sambil memeluk temannya.
Nayna pun dengan langkah gontai menuju ruangan kantor tersebut.
"Permisi Pak Hayyan, apakah benar memanggil saya kesini?" ucap Nayna bertanya.
"Silahkan masuk Nayna," ucap Hayyan.
Hayyan pun meminta tolong kepada Nayna, untuk membantu koreksi soal. Nayna pun membantu Pak Hayyan. Padahal Nayna sudah gelisah berdua saja diruangan tersebut, meskipun para guru bolak balik ke luar ruangan tersebut.
"Oke semuanya selesai, terima kasih Nayna, ohya ini makanan buat kamu tukar saja voucher nya, nanti kamu akan mendapatkan makanannya," ucap Hayyan memberikan kupon tersebut.
"Baik Pak, kalau begitu saya izin pamit dulu ya," ucap Nayna pamit keluar ruangan guru tersebut.
Nayna pun menuju tempat penukaran voucher makan tersebut.
"Waah, serius nie makanannya enak semua ini, sampai rumah langsung tidur deh jadinya," ucap Nayna sambil mengunyah makanannya.
Hayyan yang melihat dari kejauhan tersenyum melihat Nayna yang memakai voucher makanan tersebut.
"Ehm akhirnya voucher makan tersebut berguna juga buat Nayna, jadinya kan tidak mubazir," ucap Hayyan dalam hati dan dia pun pergi dari tempat tersebut agar tidak dilihat oleh Nayna.
Tanpa terasa Nayna selesai makan nya dan dia pun memesan taxi menuju ke rumah.
__ADS_1
Sore pun perlahan menutupi rasa malunya karena malam akan segera tiba.
πππππ