
Elang dan Nayna saling bercanda satu sama lain, hingga ada seseorang yang salah mengetok pintu...
"*maamaa...." ucap Sheila...
"uft salah ruangan maaf yaa..." ucap Sheila pergi begitu saja..
"tunggu... kamu Sheila bukan?" ucap Nayna teriak.
"kok nona tau nama saya Sheila, apakah kita saling mengenal tunggu saya ingat dulu" ucap Sheila.
"nona... saya pergi dulu yaa, aku dikamar d tempat mama ku mau ngantarkan buah kesukaannya, sampai ketemu lagi" ucap Sheila berlari dengan cepat*.
"sayang, siapa wanita tadi?" ucap Elang.
"aku lupa siapa? tapi ingat sedikit saja pernah ketemu di sebuah pertemuan apa gitu lupa, aku boleh yaa ngujungin mama nya dulu, kamu sendirian gak apa-apa kan, tenang saja sayang nggak lama kok" ucap Nayna.
"oke deh, aku tunggu ya sayang, jangan lama-lama" ucap Elang memberi izin pada Nayna.
Nayna pun menemui Sheila ke kamar pasien yang disebutnya tadi. Nayna pun mengetok pintu dan Sheila pun keluar.
"Hey kamu Nayna kan...' ucap Sheila senyum ramah.
"benar banget tapi maaf aku lupa nama kamu" ucap Nayna.
'Sebut saja aku Sheila saat ini masih study semester 4 psikologi" ucap Sheila.
"kita tukaran nomor ponsel yaa, aku yakin suatu saat nanti kita saling bertukar informasi" ucap Nayna saling bertukar nomor ponsel menyodorkan ke Sheila.
"oke baiklah..." ucap Sheila sampai ketemu di lain kesempatan.
"Sheila... mama kamu sakit apa?" ucap Nayna.
"mari nay... kita bicara sebentar mama ku sedang tidur, biasanya lama tapi aku tulis pesan di atas meja tadi" ucap Sheila mencari tempat yang cukup jauh dari ruangan.
"Jadi Nay... mama ku pikir aku tidak dengan laki-laki karena tidak pernah berjalan dengan lelaki manapun, dan juga aku pribadi yang tertutup jarang bicara dengan siapapun, lebih banyak menyendiri dengan membaca daripada berbicara, kalau pun berbicara dengan teman-teman seadanya saja banyak saja alasan ku untuk menghindari pertanyaan tentang pasangan, padahal aku sudah jelasi dengan mama, tapi mama ku tidak mau mengerti kondisiku" ucap Sheila menceritakan.
"Ohya begini saja Sheila... 2 hari lagi nanti saya jemput kamu dengan kekasihku, dia memiliki teman siapa tahu bisa jadi teman lelaki mu, bagaimana kamu bersedia kah?" ucap Nayna.
"boleh lah, tapi itu pesta apa?" ucap Sheila.
"ooh... itu ultahnya teman kampus kekasihkan Seorang wanita seumuran dengan aku" ucap Nayna.
"baiklah, karena aku tidak mengenalnya jadi undangannya bagaimana? kalau hadiah pasti akan ku siapkan" ucap Sheila.
'kamu kan pasangan dari sahabat kekasihku jadi aman kalau masalah undangan" ucap Nayna.
"oke aku menantikan itu, setidaknya bisa membuktikan ke mama nanti nya agar dia tidak gelisah lagi" ucap Sheila.
"Sheila.. aku pamit duluan yaa, karena udah lama ninggali kekasihku" ucap Nayna beranjak pergi.
__ADS_1
Nayna pun melambaikan tangannya, Sheila masih menatap langit itu di pagi hari udaranya begitu sejuk dan membuat nyaman.
Nayna pun sudah sampai di tempat Elang di rawat...
"iih ...lama banget.... peluk aku" ucap elang manja.
"hihi., sebentar loe cuma satu jam saja, ohya elang aku ada permintaan nie untuk party nanti" ucap Nayna.
"mau permintaan apa sayang? gaun sudah aku siapkan, ehm hadiah juga sudah aku siapkan, ehm apakah aku melewati sesuatu." ucap elang berpikir..
"waah... kamu udah siaapkan semua ehm dasar yaa... tadi kan aku bicara sama Sheila intinya ada lah cerita kami, bisa nggak aku ajak Sheila ke party tapi dia nya nggak punya pasangan" ucap Nayna bercerita.
"wait sayang...." ucap elang mengambil ponselnya dan menelpon Redy.
"*Hai Redy... nanti ke party elo datang dengan siapa?" ucap Elang.
"argh ... gue nggak datanglah karena nggak ada pasangan itu kan harus bawa pasangan mana juga pakaian harus sama dengan pasangan" ucap Redy cemberut di tanya gitu.
"ehm pacar gue ada teman nie, sekarang elo ke RS temui gue nanti kita kenalkan dengan teman pacar gue, pokoknya gue tunggu yaa" ucap Elang.
"argh yang seriusss loe... oke deh gue kesana dalam waktu 30 menit yaa" ucap Redy gembira*.
Redy pun berpakaian segera dan mengendarai mobilnya dengan sangat cepat menuju RS tempat Elang di rawat. Setelah sampai dia pun memarkirkan mobilnya, namun terjadi sebuah percekcokan seorang wanita dan laki-laki.
"*wah nie cowok nggak mau ngalah yaa sama cewek" gumam Redy.
Si laki-laki tersebut pun hampir menampar si cewek, Redy pun datang menghampiri...
"eeh elo siapa bela nie cewek, dia itu punya hutang 5 juta sudah sebulan tapi belum dibayarnya" ucap lelaki tersebut.
"mana ponsel loe, gue transfer sekarang" ucap Redy.
Lelaki tersebut memberikan ponsel nya, Redy pun langsung mengirimnya.
"elo beruntung sudah dibantu oleh cowok ini kalau tidak habis elo" ucap lelaki tersebut berkata kasar.
"masih nggak pergi... iighhh" ucap Redy kesal*.
Redy pun langsung berpamitan dengan wanita itu, Sheila mau mengucapkan terima kasih tapi lelaki tersebut sudah pergi.
'Yaa ampun mana ada orang yang sudah bantu dengan mengeluarkan uang langsung pergi begitu, semoga bisa bertemu kembali untuk berterima kasih' ucap Sheila.
Sheila pun berjalan menuju kamar mama nya. dering ponsel Sheila pun berdering...
"*Hai Sheila... bisakah kamu ke ruangan pasien teman pacar ku tadi, aku mau membicarakan hal tadi pagi" ucap Nayna.
"oke baiklah, aku pamitan dengan mama dulu ya" ucap Sheila.
'maa... Sheila mau nemui teman dulu yaa" ucap Sheila.
__ADS_1
"iya hati-hati ya Sheila.." ucap Mama nya*.
***
Sesampainya d ruangan tersebut. Keduanya sama-sama terkejut.
"*kaaamu..." ucap keduanya terkejut.
"ehm kalian berdua saling kenal nie, kok bisa" ucap Nayna bingung.
"nggak kita tadi ketemu di parkir gitu" ucap Redy.
"teman kamu tadi menolong saya nay" ucap Sheila menjelaskan.
"oke to the point aja nie, Redy dan Sheila kalian berpasangan dalam pesta party nanti yaa, bagaimana setuju nggak?' ucap Elang.
"setuju..." ucap keduanya bersamaan.
"waah kalian berdua keren yaa semuanya dijawab bersamaan" ucap Nayna.
"Terima kasih Nayna dan Elang sudah mempertemukan kami,bisakah kami berbicara di luar saja" ucap Redy.
'oke sampai ketemu besok malam" ucap Elang.
Redy pun mengajak Sheila untuk berbicara di kantin, namun sebelumnya dia meminta izin untuk menyapa mama Sheila.
'Kita ke ruangan mama mu di rawat yaa, aku mau minta izin dengan beliau" ucap Redy.
Sheila pun mengiyakan setidaknya ini adalah jawaban doa dia selama ini, agar mama nya kembali sehat dan tidak berpikir apapun. sesampai nya di diruangan...
"Siang Tante, perkenalkan saya Redy ingin mengenal lebih dekat anak Tante apakah boleh?" ucap Redy tanpa basa basi.
Mama Sheila pun tersenyum kecil dengan sikap Redy yang sopan.
"Tentu saja, silahkan kalian berbicara di luar Tante mengizinkan, jaga anak Tante yaa Redy, Tante sudah menscan wajah kamu" ucap Mama Sheila.
Sheila dan Redy pun meninggalkan ruangan tersebut. Keduanya terdiam cukup lama hingga mereka sampai ditempat mereka makan. Sheila melihat makanan yang murah baginya, Redy pun memahami hal tersebut.
"kali ini biarlah aku mentraktir mu yaa, pilih saja yang mana" ucpa Redy tersenyum kecil.
Setelah beberapa menit berlalu, keduanya masih diam. Dan sampilah pesanan mereka, namun naas pakaian Sheila tertumpah makanan oleh Seorang pelayan..
"maaf kak tidak sengaja..." ucap pelayan tersebut.
Redy geram dengan pelayan tersebut, tapi dia terkesima dengan sikap Sheila.
"*tidak apa-apa, lain kali hati-hati yaa" ucap Sheila.
"sungguh bidadari tanpa sayap, dia jodohku" ucap Redy berbinar-binar...
__ADS_1
πππππ*