Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 94 - selalu bersama


__ADS_3

#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya ๐Ÿ˜€


Next


Setelah selesai mereka pun menuju ke rumah, Nayna tertidur pulas dalam mobil. Elang sangat bahagia bersama istri nya tercinta.


Sesampainya di rumah Elang perlahan merebahkan istrinya. Lalu Elang mencium kening istrinya. Elang pun membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan dia pun langsung mandi.


Tiada berapa lama, Elang membuka leptop di meja tamu di kamar mereka. Elang membaca proposal yang di buat oleh para karyawan untuk di pelajari.


Saat Elang tengah fokus, Nayna mulai bergerak mengacau tidak menentu. Elang pun segera mematikan leptopnya dan mendekati istrinya.


"Tidak, jangan biarkan itu terjadi, aku tidak mau berpisah dengan suami ku, aku mencintai nya," racauan Nayna keluar dari mulutnya.


"Elang, jangan dekati itu sayang, aaaaaghhh," teriak Nayna dan dia pun terbangun dari tidurnya.


Saat dia lihat Elang baik-baik saja, Nayna pun langsung memeluk suaminya dengan sangat erat. Bahkan tetesan air mata jatuh di atas kasur tidur mereka.


"Sayang, kamu kenapa mimpikan aku? ceritakan dengan ku sayang, jangan di pendam begitu, aku tidak mau kamu sampai menyimpan semuanya sendiri," ucap Elang memeluk erat istrinya dan mencium kening Nayna.


"Ehm... Ehm...," Nayna menangis sejadi-jadinya.


"Baiklah, kalau begitu jangan bercerita dengan dulu ya sayang, kamu menangis lah dulu, kalau sudah kuat dan baru bercerita aku tunggu," ucap Elang pada istrinya.


Nayna pun melepas pelukan nya, suaminya pun melonggarkan nya dan sepertinya istrinya mulai mau bicara.


"Sayang, aku lapar bisakah kamu bantu buat kan makanan, atau beli saja," ucap Nayna dengan tatap sedih.


"Sayang mau makan apa? nanti kita pesan," tanya suaminya.


"Aku mau pesan kentang goreng, nasi goreng, ayam krispi dan es teh dingin lagi sayang boleh nggak," tanya Nayna dengan tersenyum malu.


"Boleh sayang, mau pesan apa lagi?" tanya suaminya.

__ADS_1


"Nah beliin permen sayang stok buat di kamar, terus belikan mie rasa rendang 10 saja , ehm sepertinya cukup sayang," ucap Nayna langsung berlari ke kamar mandi.


"Minuman nya mau apa sayang selain es teh dingin," ucap suaminya.


"Terserah sayang, tapi kalau minuman bisa besok kita beli nya sayang ke mini market, di kulkas masih ada kan minuman atau cemilan lain nya," ucap Nayna bertanya.


"Aman sayang, ke kamar mandi lah sana, nanti aku ambilkan air hangat nya ya sayang," ucap Elang ke dapur.


Nayna pun ke kamar mandi untuk membersihkan muka terlebih dahulu. Sebab dia tidak mandi jika kondisi air nya dan dingin serta malam sudah sangat larut.


Elang pun membantu istrinya untuk membuat air mandi Nayna agar tetap hangat, setelah selesai Nayna pun segera mandi.


Elang kembali membuka leptop nya. Elang hanya menggelengkan kepala dengan tingkah istrinya. Maka dari itu Elang, selalu meminta bantuantu teman terdekat nya untuk memantau Nayna. Meskipun Elang tidak memberi tahu secara detail.


Lumayan lama Nayna mandi nya, setelah selesai dia pun mengangguk pakaiannya. Setelah selesai Nayna pun mendekati suaminya.


"Sayang kamu mengerjakan tugas kantor atau kuliah," tanya Nayna melihat isi laptop suaminya.


"Tadi tugas kantor sayang, sekarang beralih tugas kuliah, oh ya sayang tadi kamu bilang mau cerita tentang mimpi kamu, hayo cerita aku tidak kemana-mana nie, nanti kamu teriak lagi," tanya Elang mulai meletakkan leptop nya dan mematikan nya.


"Jadi mau nya sayang kapan?" tanya Elang kembali.


"Sayang habis mandi badan ku capek banget, aku tidur sebentar ya, nanti bangunkan kalau makanan nya sudah datang, dan sayang jangan kemanapun, telpon bibi saja ke kamar," ucap Nayna dengan nada tinggi.


"Baik sayang, aku melanjutkan tugas kuliah ku kalau begitu," ucap Elang mulai membuka leptop nya kembali.


"Nah begitu sayang, kamu kerjakan tugas mu saja okey, aku mau tidur dulu, pokoknya kamu nurut dulu jangan keluar dari kamar ini," ucap Nayna langsung tertidur.


Elang hanya menuruti istrinya saja, biasanya feeling istrinya benar, sebab istrinya bisa melihat masa depan melalui mimpinya. Sehingga Elang hanya menuruti istrinya.


Jika tidak Nayna akan marah atau pun ngambek seharian. Sehingga kali ini Elang pun kembali menurut kata istrinya.


Lama kiranya pesanan mereka datang sekitar setengah jam berlalu sudah, kamar mereka berbunyi dari bibik.

__ADS_1


"Tuan dan nyonya, ini ada pesanan," ucap Bibik dari luar.


Elang meletakkan leptop nya dan membuka pintu kamarnya.


"Terima kasih bibik, oh ya ini cemilan buat bibi dan kantong ini berikan sama satpam yang jaga ya, terima kasih bik," ucap Elang dengan tersenyum.


"Iya sama-sama, saya tutup ya pintu nya bi," ucap Elang menutup pintu kamar mereka.


Bibi pun langsung menuju ke tempat keamanan untuk memberikan cemilan pada mereka. Para satpam lagi-lagi merasa senang jika tiap malam selalu ada saja cemilan dari tuan mereka.


"Enak ya kerja di sini, baru seminggu sudah di kasih gaji alasan tuan dan nyonya perkenalan, argh bahkan di tempat kerja gue lama, mana ada tuan dan nyonya baik begini," ucap penjaga 1.


"Iya sih, kamu benar banget bahkan ya meskipun di tempat lama baik juga, tapi tidak sebaik ini, walau mereka berdua menikah muda, tapi tutur kata keduanya sangat mencerminkan orang kaya yang patut di contoh," ucap penjaga 2.


Keduanya meneruskan obrolan mereka, sambil menyantap makanan.


Di tempat berbeda, sudah berlalu menuju satu jam, Elang membangunkan istrinya.


"Sayang, kamu bilang tadi mau makan, hayo makan, ini sudah hangat loe sayang, kalau kamu nggak bangun, aku nakal nie," ucap Elang berbicara di telinga istrinya.


Nayna langsung bangun mendengar kata nakal. Bagi nya jika Elang sudah berkata begitu, pasti pagi nya dia susah berjalan, karena hal itu pernah terjadi pada nya setelah hari pertama pernikahan mereka.


Nayna pun angsung menuju kamar mandi mencuci muka nya agar segera bangun kembali. Setelah itu dia pun menikmati makanan beratnya terlebih dahulu.


"Sayang, tadi janji kan mau makan nya berdua, nanti aku nggak habis lagi kan mubadzir sayang," ucap Nayna manja.


"Kamu nggak bilang makan berdua sayang, tapi baiklah karena aku belum makan juga, jadi asyik kalau aku makan juga kalau begitu," ucap Elang tersenyum.


"Hehe, maaf lupa sayang, kebiasaan bicara dalam hati, jadi nya aku nggak tahu belum bicara dengan mu," ucap Nayna kembali tersenyum.


Keduanya pun makan bersama, dengan candaan yang di lontarkan oleh Nayna. Keduanya tertawa bersamaan, bahkan Elang lupa bertanya tentang mimpi istrinya. Setelah makan dengan kenyang, keduanya malah tertidur setelah membereskan meja makan kamar mereka.


๐Ÿ

__ADS_1


Bersambung ๐Ÿคญ


__ADS_2