
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih π€
Next
Elang dan Nayna bangun dari tempat tidurnya, akan tetapi Nayna bangun dengan keadaan yang biasa, dia bergumam sesuatu dalam mimpi nya hingga bersuara.
"Yea, hati-hati jangan kesana," teriak Nayna.
"Aaaaaargh," suara teriakan datang dari mulut Nayna, dan dia pun terbangun.
Saat Nayna membuka matanya, dia melihat Elang memegang minuman dan langsung di ambil oleh Nayna. Elang terkejut dengan tingkah Nayna, Elang pun menunggu Nayna bicara baru di dengarnya.
"Sayang, bisa nggak kamu selesaikan urusan mu di Indonesia selama beberapa hari, agar kita bisa ke pesta pernikahan Yea dan Joe sekaligus bulan madu kita," ucap Nayna memohon.
"Yakin hanya hal itu saja yang ingin kamu katakan sayang, kamu teriak tadi mengapa coba?" tanya Elang dari dekat.
"Tadi, aku mimpi sayang, di pesta pernikahan Yea dan Joe ada benda yang jatuh dan itu melukai Yea sayang, setidaknya meminimalisir kecelakaan sayang," ucap Nayna pada Elang.
"Oh begitu baiklah sayang, aku akan memaksimalkan tugas kantor ku, tapi kamu juga ya sayang, komunikasi dengan dosen kamu selama seminggu itu, agar kamu nggak ketinggalan nantinya," ucap Elang pada istrinya.
"Siap suamiku, hayo kita makan, aku lapar nie," ucap Nayna sambil tersenyum.
"Ya sudah hayo, kita makan sayang, pasti bibi sudah mempersiapkan sarapan kita," ucap Elang menggendong istrinya.
"Ih lepaskan sayang, aku bisa kok berjalan," ucap Nayna malu-malu.
"Ih kenapa sih sayang? sudah lah nikmati saja, aku mau menggendong istri ku saja kok, memang nya nggak boleh begitu," ucap Elang bertanya sambil berjalan.
"Hehe, boleh sih, malah aku suka banget,," ucap Nayna tersenyum pada suaminya.
"Nah gitu dong tersenyum, kan jadi enak menggendong kamu nya kalau mantap begini," ucap Elang dan menurunkan istrinya secara perlahan karena sudah sampai di meja makan.
Keduanya pun makan bersama menikmati hari bersama. Setelah selesai Elang pun pamit langsung ke kantor, Nayna pun menyalim tangan Elang.
Nayna pun kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas kampus nya, saat sedang asyik mengerjakan tugas kuliahnya. Ponsel nya berdering dengan sangat keras, dan dia tahu betul bahwa dering itu dari suaminya.
π±"Sayang, maaf sebelumnya, aku hari ini pulang malam atau pulang telat ya sayang, karena ada tugas kantor tadi, aku lupa kasih tahu kabar kamu tadi sayang," ucap Elang.
__ADS_1
π±"Kamu tidak sedang mengemudi kan sekarang, menepi kan," tanya Nayna.
π±"Iya sayang, sekarang aku sedang menepi kok, kamu jangan khawatir sayang, aku mendengar semua perkataan mu kok," ucap Elang.
π±"Ya sudah baiklah, kembali lah mengemudi, hati-hati sayang," ucap Nayna menutup panggilan nya.
Nayna kembali mengerjakan tugas nya, kuliahnya bagian kelas siang, sehingga masih banyak waktu nya kembali istirahat kembali. Akan tetapi Nayna takut mimpi, dia pun membuka televisi dan mencari film Korea.
Nayna asyik dengan dunia nya sendiri, begitupun dengan Elang yang fokus mengemudi menuju kantornya.
Di tempat berbeda dan waktu berbeda.
Keluarga Yea dan Keluarga Joe sibuk mempersiapkan pernikahan mereka, yang sebentar lagi terselenggara. Hingga Yea mengajak Joe berbicara.
"Joe, ada hal yang ingin aku tanyakan dan ini sangat penting," tanya Yea dengan nada serius.
"Apa sayang katakan saja?" ucap Joe melihat Yea.
"Apakah Nayna memiliki ilmu spiritual atau semacam punya hal lebih dalam dirinya," tanya Yea dengan nada serius.
"Setahu aku sih ada, dan jika dia berkata tentang diri kita celaka, setidaknya kita harus hati-hati, begitulah kiranya, kenapa memang nya sayang?" tanya Joe pada Yea.
"Berhati-hati lebih baik sayang, daripada tidak sama sekali," ucap Joe.
"Iya sih sayang, yang kamu katakan benar banget, setidaknya aku harus hati-hati ke depannya," ucap Yea berusaha tenang.
"Iya sayang, kita harus saling melindungi ya, oh ya sayang Nayna dan suami nya akan datang kah," tanya Joe.
"Aku dengar kemarin, mereka akan datang kok sayang, makanya keduanya menyelesaikan tugas mereka lebih awal, begitu lah rencana Nayna dan Elang kata mereka saat kami telponan," ucap Yea.
"Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya," ucap Joe mengatakan.
Yea dan Joe berpelukan setelah nya, dan mereka kembali ke aktivitasnya masing-masing.
Kembali ke tempat Nayna di perkuliahan. Nayna banyak hal yang dilakukan hingga dia lupa menghubungi suaminya, Elang yang tidak lagi memiliki kesibukan langsung ke kampus Nayna.
Sedangkan Nayna kala itu masih sibuk di perpustakaan, dia sibuk menyiapkan materi beberapa hari ke depan agar tidak ketinggalan. Elang pun mencari keberadaan Nayna, Nayna masih sibuk dengan buku-buku nya.
__ADS_1
Akhirnya Elang menemukan Nayna, diam-diam dia pun mendekati istrinya. Nayna belum mengetahui kalau Elang di samping nya.
Saat Nayna menoleh dia pun terkejut, ternyata ada suaminya di samping. Nayna pun mendekati suaminya.
"Sayang, kamu kok bisa ada di sini, sejak kapan?" tanya Nayna berbicara berbisik pada suaminya.
"Sudah setengah jam yang lalu sayang," ucap Elang berbisik pada istrinya.
"Apa masa' sih sayang? kamu bohong kan sama aku," ucap Nayna sambil membalikkan buku nya.
"Sayang, kamu masih sibuk kah, kapan kita pulang nya?" ucap Elang bertanya.
"Hehe, sabar sebentar lagi ya sayang, aku harus pinjam beberapa buku," ucap Nayna sambil melihat beberapa buku.
Setelah beberapa menit berlalu, Nayna pun meminjam buku yang di bawa kan oleh suaminya. Yang melihat Elang langsung takjub dengan ketampanan suaminya. Nayna yang melihat hal itu langsung memeluk suaminya.
Elang yang melihat hal itu hanya tersenyum melihat sikap cemburu istrinya. Setelah itu Nayna pun masih memegang lengan suaminya.
Keduanya pun pergi meninggalkan perpustakaan tersebut. Nayna bersegera mendekati suaminya, dan mulai cemberut dengan kegantengan suaminya.
"Sayang, kamu kok ganteng banget sih, kenapa semua wanita melihat kamu sih?" ucap Nayna cemberut.
"Hihi, ini anugerah dari Tuhan, harus di sayangi jangan di cemberut begitu sayang," ucap Elang tersenyum pada istrinya.
"'Iya sayang maaf, habis aku cemburu lah, wajar kan aku istrimu," ucap Nayna memonyongkan mulutnya.
"Iya istriku tersayang, dan tercantik kamu selalu yang nomor satu," ucap Elang pada istrinya.
"Ya sudah, hayo kita ke mini market terlebih dahulu," ucap Nayna.
"Oke sayang, siap," ucap Elang mengemudi dengan penuh semangat.
Elang pun tersenyum melihat istrinya kembali tersenyum dan bersemangat. Keduanya saling memandang satu sama lain.
πππ
bersambung π€
__ADS_1
like dan comment ya