
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya π
Next
Β
Waktu berlalu dengan begitu cepat, langkah kaki melangkah menuju waktu yang telah di janjikan. Seminggu sudah berlalu, Yea sudah sembuh dari sakitnya. Joe pun bahagia melihat istrinya sudah kembali sembuh sedia kala.
Elang memandang istrinya yang tengah terlelap dalam tidurnya. Elang pun bangun dari tempat tidurnya dan menyiapkan makanan untuk mereka.
Setelah semua selesai Elang pun membangunkan istrinya dengan bisikan lembut.
"Sayang, kamu mau bangun sekarang, atau aku cium kamu berulang-ulang," ucap Elang berbisik.
"Ih suami ku tega banget sih sama istri nya sendiri, iya sayang aku akan bangun sekarang, tapi jangan di gempur lagi sayang, aku capek semalam," rengek istrinya.
"Hehe, maaf istri ku tercinta aku kelepasan, lagian juga kita kan sudah sah sayang," ucap Elang membujuk.
"Iya juga sih kita sudah halal melakukan hubungan suami istri, kalau begitu aku yang minta sama sayang," ucap istrinya.
"Aku akan memaafkan jika sekarang kamu mandi setelah itu berpakaian dan kita sarapan, masih ingat kan kita nanti janjian jam 10 dengan Joe dan Yea," ucap suaminya.
"Baik sayang, aku mandi dulu ya sayang," ucap Nayna beranjak dan menuju kamar mandi.
Elang pun menuju ruang tengah untuk membuka file dokumen kantor nya. Nayna mandi dan berpakaian cukup lama lebih kurang 1 jam, jadi pas mereka makan bersama jam 8.
Sehingga Elang membaca dokumen tersebut. Saat sedang fokus Elang di telpon oleh sekretaris nya dan mereka pun berbicara di telepon cukup lama.
Di tempat berbeda.
Joe begitu perhatian pada istrinya. Keduanya sudah memiliki rumah dan jauh dari kedua orang tua mereka. Alasan keduanya masuk akal, agar tidak ada kecemburuan sosial satu sama lain.
Dan mereka lebih memilih sesekali saja menginap di sana. Sehingga Joe dan Yea lebih leluasa jika berduaan.
"Istriku, sarapan nya sudah jadi kita makan sekarang ayo," ucap suaminya
__ADS_1
"Oke sayang, tapi aku sambil nonton ya," ucap sang istri.
" Boleh kita nonton bersama-sama di depan televisi," ucap Joe.
Keduanya pun makan bersama di di depan telivisi. Ada saja ekspresi yang terjadi pada wajah istrinya ketika menonton drama. Hingga Joe pun bertanya kepada istrinya yang berganti episode.
"Istriku, aku mau bertanya boleh kah, sebentar saja," ucap Joe melihat istrinya.
Yea pun menyetop episode selanjutnya dan memandang suaminya.
"Kok bisa wajah kamu berubah-ubah terus menerus saat menonton drama, bagi ku biasa saja menonton nya," tanya Joe.
"Ya wanita kan perasa sayang, hati nya lembut maka nya dia gampang menangis bahkan cepat berganti ekspresi nya," jawab Yea.
"Kalau begitu, kamu juga begitu ya sayang, waduh aku harus bersiap ketika kamu lagi haid, karena emosi mu saat itu meledak-ledak," ucap Joe sambil tersenyum.
"Hehe, sayang tahu saja, iya bener banget sayang, sebenarnya wanita itu ketika lagi ngomel dengerin saja sayang jangan balik balas, kalau di jawab bisa perang dunia 2 sayang," ucap Yea dengan nada serius.
"Yang dikatakan oleh kamu benar juga ya sayang, baiklah ke depan nya ajarin aku tentang wanita bagaimana? nanti aku ajarin kamu juga bagaimana sifat lelaki, oke sayang," ucap Joe.
"Oke sayang, ayo kita lanjut makan kalau begitu," ucap Yea.
Di sebuah restoran.
Leo sudah bekerja di restoran nya Nely. Akan tetapi Nely sudah seminggu tidak ke restoran karena ada hal mendesak sehingga dia hanya meminta laporan melalui online saja.
Leo melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, dia sudah membuat kesepakatan dengan bos nya yaitu Nelly. Hanya saja hanya di berikan dokumen tanpa tahu siapa pemilik cafe tersebut.
Leo sempat penasaran akan tetapi dia memahami bahwa bos mereka sangat lah sibuk.
Hingga suatu hari Leo pulang dari tempat kerja nya, dan kembali bertemu dengan Nely. Hal itu membuat Leo terheran-heran atas pertemuan kedua mereka dan sepertinya Nely mengalami hal yang sama pada mobil nya.
Leo pun kembali turun dari motornya dan bertanya.
"Kenapa lagi dengan motor mbak," tanya Leo.
__ADS_1
"Tidak tahu, tidak bisa hidup sudah setengah jam aku melihatnya, jarang juga orang yang turun membantu," rengek Nely.
"Nanti saya periksa dulu ya mba, apa yang terjadi pada mobil mba," ucap Leo sambil melihat mesin mobil tersebut.
Setelah di periksa ternyata hanya perlu beberapa perbaikan. Sehingga Leo meminta di hidupkan mesin mobilnya. Dan benar ada nya mesin mobil tersebut hidup kembali. Nely pun turun dan keluar Ndaru mobilnya.
"Nama kamu siapa? apakah butuh pekerjaan saya bisa membantu mu, kamu sudah dua kali membantu ku, dan aku belum sempat bilang terima kasih ya," ucap Nely sambil tersenyum.
"Iya mba sama-sama, tapi tidak perlu kok mba, saya sudah dapat pekerjaan bagus dan juga bos nya sangat baik pada ku dengan status mahasiswa dan para karyawan lain memaklumi jadi saya kerja bisa di sesuaikan dengan jadwal asal jam yang sudah di tentukan tidak di langgar," jawab Leo.
"Oh bagus deh, aku juga melakukan hal yang sama dengan pegawai baru ku, walau aku tidak tahu siapa dia akan tetapi ketika ada laporan yang masuk bahwa dia mahasiswa jadi nya saya memberikan dispensasi tersebut, oke deh ini kartu nama saya nanti hubungi ya lain kali, atau kita makan sekarang," ucap Nely.
"Lain kali saja mba, ini sudah sore saya harus ke kosan dan masih ada urusan yang belum saya selesaikan," ucap Leo.
"Oke terima kasih ya atas bantuannya, tunggu nama kamu siapa?" tanya Nely kembali.
"Panggil saja saya Leo mba, kalau mba sendiri siapa?" tanya Leo.
"Panggil saja Nely kok, atau panggil Kak Nely, ehm mana yang menurut mu nyaman dan sopan saja," ucap Nely.
Leo pun menyuruh Nely duluan, dan Nely pun masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobilnya. Leo pun berangkat setelah Nely berangkat.
Leo sampai di kosan nya dan merebahkan dirinya. Leo membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk makan. Setelah itu dia pun rebahan dan melihat kartu nama tersebut.
Leo pun memberi pesan pada Nely.
π©" Kak Nely, maaf ganggu malam nya ini aku Leo," pesan terkirim.
Dayang bersambut tidak lama dalam hitungan menit Nely pun membalas pesan tersebut.
π©"Oh iya Leo, kakak ingat, terima kasih ya sudah mengirim nomor ponsel mu, lain kali kakak traktir ya, kamu sudah menolong kakak 2 kali," ucap Nely dalam pesan tersebut.
π©"Baik kak, kalau begitu selamat malam," ucap Leo.
Pesan pun terkirim, keduanya saling berkirim pesan dan tidak lama keduanya lelap dalam tidurnya.
__ADS_1
π
Bersambung β€οΈ