
Pasca kejadian tersebut.
Nayna tidak berkeinginan untuk ke sekolah, bahkan dia lebih memilih mengurung dirinya. Papa dan mama nya bingung harus berbuat apa, walau baru sehari Nayna bersikap begini, membuat orang tua Nay bingung harus bersikap seperti apa, hingga papa Nay langsung menghubungi Elang.
Bunyi ponsel Elang pun berbunyi.
π"Iya om ada apa nie?" ucap Elang bertanya.
π"Elang, kamu ke rumah pagi ini ya, Nayna masih histeris tidak mau sekolah, om pikir hanya sehari dia meminta libur tapi ini sudah hari kedua," ucap papa Nayna..
π"Okey om, Elang akan kesana," ucap Elang menjawab.
Panggilan pun terputus.
Beberapa menit kemudian, Elang datang bertamu ke rumah Nayna.
Elang pun di suruh masuk oleh Mama Nayna. Saat Elang mengetok pintu Nayna tidak ingin membuka pintunya, akan tetapi Elang memberikan janji karena hal itu lah Nayna membuka pintunya.
Elang pun masuk ke kamar Nayna. Elang pun berbicara dari hati ke hati, agar Nayna memahami dirinya dan orang lain. Perlahan sikap Nayna berubah. Elang pun meminta izin kepada pihak sekolah karena ada urusan mendesak.
Elang pun hari itu tidak jadi ke sekolah, dan orang tua nya sudah tahu kalau Elang berada di rumah Nayna. Perlahan Nayna pun mau berbicara, Elang pun perlahan menasehati Nayna, dan berjanji akan selalu menjaganya, asal Nayna mau bersekolah.
Nayna pun menuruti semua keinginan Elang. Elang pun berhasil membujuk Nayna untuk beraktivitas seperti biasa. Dengan syarat jika Elang harus selalu bersama.
ππππ
Hari sekolah pun tiba.
Sejak hari itu dimanapun Nayna pergi Elang selalu di belakangnya meskipun terkadang tidak terlihat. Namun Nayna mengetahui bahwa Elang ada di dekatnya.
"Nay, maaf yaa jika gue harus berdekatan sama elo, ini semua untuk keselamatan elo saja," ucap Elang menjelaskan.
__ADS_1
"Iya gue tahu kok, terima kasih yaa Elang, kalau buka karena kamu, aku mungkin tidak mau sekolah lagi," ucap Nayna.
Kedekatan keduanya sudah jadi buah bibir bahkan dikatakan sudah berhubungan pacaran. Sampailah berita tersebut ke telinga Hayyan. Hayyan awalnya biasa saja mendengar gosip itu tapi lama kelamaan dia penasaran tentang kebenaran berita tersebut.
Hayyan pun langsung menelpon Nayna, Nayna yang saat itu lagi santai mengangkat telpon Hayyan.
π"Ehm hallo Nay, apa kabarnya? apakah aku menganggu kamu?" ucap Hayyan dengan banyak tanya nya.
"Aaah tidak Bang Hayyan, ada apa?" ucap Nayna bertanya.
"Gosip kamu berpacaran dengan elang apakah benar adanya? jika itu benar adanya aku akan mundur mendekatimu dan tidak lagi bertemu denganmu," ucap Hayyan banyak tanya.
" Hehehe, ternyata gosip itu sampai ke telinga bang hayyan hihi, banyak kali pertanyaan yang harus aku jawab bisa nggak satu-satu gitu nanya nya, agar enak aku jawabnya kan," ucap Nayna tersenyum.
"Jawab aj, kan aku nanya ke kamu Nay? jangan pakai berbelit-belit segala, karena pertanyaan ku banyak, jadi kamu bingung jawabnya," ucap Hayyan mulai cemberut atas perkataan Nayna.
"Baik, sebelum aku menjelaskan gosip itu, aku kan menceritakan tentang hal tersebut," ucap Nayna.
"Begitulah cerita sebenarnya bang, aku juga ikut seni bela diri bahkan ortu sengaja mencarikan bodyguard dari jarak jauh untuk memantau aku, mungkin waktu itu sedang lengah saja, jadi ada Elang yang membantu, kalau tidak Elang tidak tahu harus bagaimana lagi, dan juga dia yang membantu ku untuk ke sekolah yang awalnya aku enggan sekolah, tapi Elang janji akan menjaganya, sejak itu Elang terus menjagaku," ucap Nayna panjang lebar.
Begitulah Nayna bercerita dengan Hayyan dengan lugasnya. Hayyan hanya memberikan beberapa nasehat kepada Nayna agar merasa diayomi.
Di sekolah.
"Nay, sini deh ada yang aku tanya?" ucap Elang kepada Nayn
"Nanya apa?? lah tumben kamu mau belajar?" ucap Nayna dengan candaannya.
"Yaa jadi pasangan kamu kan harus pintar setidaknya sama lah," ucap Elang dengan malu-malu.
Nayna hanya bisa tersenyum melihat Elang. Elang jadi malu-malu saat diajarin Nayna. Nayna tidak tahan tertawa melihat tingkah Elang. Mereka pun tertawa bareng, orang-orang yang melihatnya menatap curiga keduanya. Karena Elang salah satu laki-laki yang sangat jarang serius belajar. Namun ketika ada Nayna hidupnya sudah berubah.
__ADS_1
Kedekatan mereka pun heboh di seantero sekolah, bahkan di isukan mereka sudah pacaran.
"Nay, loe beneran sudah jadian sama Elang, serasi loe sama dia, Elang sudah ganteng, misterius, dan sekarang dia rajin belajar, dan kecuekannya sudah memudar sejak bertemu sama elo, kayaknya Elang beneran suka sama elo Nay, hayoo Nay terima saja gitu," ucap Vira memberikan semangat pada temanya.
"Nggak kok Vira, kita teman saja kok, gosip murahan gitu dipercaya, lagian aku senang berteman dengan Elang," ucap Nayna berterus terang.
"Ooh hanya gosip, konfirmasi dong ke teman-teman kalau kalian hanya berteman, agar gosip tersebut segera hilang dari permukaan bumi sekolah kita," ucap Dila langsung nimbrung.
"Loe darimana aja Dila, langsung nimbrung dengan pertanyaan aja, kayak jailangkung saja, datang tak di antar pulang tak dijemput," ucap Vira tertawa.
"Hahahaahha, enak saja mengatakan gue jailangkung, gue disamping kalian kok, lagi bicara dengan teman lainnya jadi sdkit denger pembicaraan kalian," ucap Dila menjelaskan.
"Iya nanti aku konfirmasi kok dengan caraku sendiri, makasih yaa teman-temanku," ucap Nayna memeluk sahabatnya.
Nayna, Dila dan Vira pun tertawa bareng atas candaan mereka. Membuat suasana jadi meriah.
"Akhirnya bisa juga melihat senyuman Nayna," gumam sahabatnya dalam hati masing-masing.
Nayna pun beraktifitas seperti biasanya, bahkan dia bisa tertawa seperti biasanya. Elang pun bahagia melihat tawanya Nayna. Seakan-akan dunianya bangkit kembali.
Ketika Nayna dan teman-temannya jalan ke mall, Elang mengawal mereka dari belakang. Teman-temannya jadi kepo melihatnya. Dan terus bertanya kepada Nay, Nayna hanya tersenyum melihat tingkah sahabat-sahabatnya.
Dia pun menjelaskan kepada teman-temannya. Mereka pun memahami kondisi Nayna, karena ortu nya pun menyuruh bodygourd untuk menjaga Nayna dari jarak jauh.
Meskipun sudah ada penjagaan Nayna tetap rutin mengikuti seni bela diri. Dan kebetulan salah satu pelatih adalah Hayyan. Nayna dibuat malu-malu ketika Hayyan jadi pelatihnya. Entah kenapa hal itu terjadi Nayna merasa ada yang berbeda.
Hayyan awalnya biasa saja atas pertemuan dengan Nayna, namun lama kelamaan keduanya merasa ada yang aneh mereka. Lebih banyak diam dan menjaga jarak.
Sikap Hayyan membuat Nayna bingung, walau dia berlatih di tempat tersebut akan tetapi dia risau dengan tingkah Hayyan yang lebih banyak diam.
π·π·π·π·π·
__ADS_1