
Ketika Nayna bersama Vira dan Dila selalu saja ada dalam gelak tawa mereka, seolah-olah tidak memiliki masalah atas permasalahan mereka sehari-hari.
Nayna dan Hayyan pun menang dalam kompetisi tersebut. Untuk merayakan kemenangan mereka Nayna mentraktir semua teman-temannya. Hayyan pun ikut berpartisipasi di dalamnya begitu juga dengan Elang.
Mereka pun merayakan dengan riang gembira, ketika perayaan itu berlangsung dengan baik dan menyenangkan. Dering telpon Nayna berbunyi.
"Hai Baby ku sayang, masih ingatkan kamu dengan ku, laki-laki tampan yang sangat kamu sukai kala itu," ucap Ravan dengan nada percaya diri yang tinggi.
"Maaf ini siapa ya, saya tidak mengenal anda, dan juga siapa anda mengatakan bahwa saya menyukai anda," ucap Nayna dengan tegas.
"Ohw jadi baby ku sayang sudah melupakan aku demi dua laki-laki itu. Selamat ya sayang kamu sudah memenangkan kompetisi ini, dan aku akan kembali memgejarmu, jadi encamkan itu," ucap Ravan dengan tersenyum.
"Sudah yaa, aku tidak mengenal anda. Jadi saya mau tutup dulu, saya banyak pekerjaan yang harus dikerjakan," ucap Nayna dengan ketus.
"Wait Nayna, masa' kamu tidak mengenalku lagi, laki-laki yang datang dari masa lalu," ucap Ravan mencoba menjelaskan pada Nayna.
Nayna pun menutup panggilan tersebut dengan geram dan kesal. Lagi-lagi wajahnya berubah sehingga membuat temannya bingung dengan wajah masamnya Nayna.
"Loe kenapa sih Nay, setelah menerima panggilan telpon langsung berubah ekspresi loe? elo dapat hadiah, atau ada telpon iseng yang menganggu hidup elo lagi," ucap Dila penasaran.
"Iiyaaa, kita lagi merayakan kemenangan loe dengan Abang Hayyan malah muka loe berubah 180 derajat?" ucap Vira malah bertanya.
Hayyan dan Elang hanya mengamati saja percakapan ketiganya.
"Tadi thu Mas Ravan, di bilang pacar nggak, ada hubungan lagi meskipun tidak ada kata putus setalah 2 tahun baru ada kabar," ucap Nayna dengan wajah yang masam.
"Kok bisa hubungan gak jelas gitu sih Nay, emangnya karena hal apa kalian bisa putus begitu?" ucap Vira mulai makin penasaran, ternyata sahabatnya menyimpan rahasia terpendam.
__ADS_1
"Dia harus menyelesaikan study nya di london?" ucap Nayna menjawab seadanya.
"Aaah jadi sekarang dia sudah kerja dong, berapa jarak umur kalian?" ucap Dila bertanya.
"Ehm jarak 7 tahun sih, iih kalian kenapa malah bertanya umur sih, nggak penting banget deh, " ucap Nayna mendengus kesal.
"Waah penasaran deh jadinya, rupa si Masa Ravan kata kamu itu kayak mana, ganteng nggak, kira-kira Elang sama Bang Hayyan, mana di antara ke tiganya yang ganteng," ucap Dila mulai mengomel tiada henti.
"Ngapain loe penasaran, lagian pacarnya Nayna bukan buat loe, dan juga ngapain elo kepoin mas Ravan nya Nayna," ucap Vira kembali mengomel.
"Iih kan aku nanya ke Nay bukan ke loe, lagian wajar dong kalau gue nanya masalah fisik seseorang, lagian Nayna yang tahu di antara ke tiga nya mana yang cocok buat dia," ucap Dila menjawab.
Saat keduanya asyik bertengkar, Nayna bertengkar dengan dirinya sendiri.
"Argh, kesal banget sih sama mas Ravan, dia selalu menganggu hidupku, padahal aku udah bisa move on atas dirinya, kenapa juga datang di saat aku sudah melupakan nya, buat aku bingung saja dengan sikapnya," ucap Nayna mendengus kesal.
"Elo kenapa Nayna, kesambet apaan yaa? elo baik kan, apakah ada yang sakit? coba ceritakan sama kita, kita bingung kalau elo diam saja," ucap kedua sahabatnya bertanya.
Di saat keduanya menenangkan Nayna yang tengah histeris, Hayyan dan Elang hanya celingukan saja melihat ketiga gadis tersebut.
Tiba-tiba ada yang datang.
"Hello Baby Sayang, " ucap Ravan.
Nayna pun menoleh, betapa terkejut dirinya Ravan dengan tampilan yang berbeda dari dirinya yang dulu. Membuat Nayna hanya terdiam namun tidak berapa lama dia pun mengalihkan pandangannya.
"Kenapa sayang? kamu melihatnya begitu aku ganteng ya, atau ada yang berbeda, hayoo coba tatap deh sayang," ucap Ravan dengan percaya diri.
__ADS_1
"Untuk apa kamu kesini? aku malu dilihat teman-temanku, jangan bersikap begitu deh, kita kan tidak ada lagi hubungan, kenapa kamu masih menggangguku," ucap Nayna dengan muka masam.
"Oke baiklah, aku akan pergi. Ohya Nayna itu masih statusnya pacar saya, jadi aku hanya kalian perlu mengingatnya oke, jaga pacar gue dengan baik, ingat dia pacar gue !" ucap Ravan pergi begitu saja dengan penuh senyuman.
"Pede banget, siapa juga anggap kamu pacar aku, nggak ada kabar sudah lama. Aku udah anggap kita putus, kamu sudah terlalu lama meninggalkan ku hingga aku lupa hubungan kita," ucap Nayna dengan muka yang masih masam.
"Itu nggak sepadan Nay, hanya sebelah pihak saja, oke saya akan pergi. Sampai ketemu lagi sayang, aku akan datang lagi melihat pacar cantikku," ucap Ravan pergi sambil melambaikan tangan.
"Teman-teman kita sudah kan makan-makanan, hayoo kita pulang aku bayar dulu," ucap Nayna pergi ke kasir.
Ketika Nayna datang ke kasir, kasirnya malah bilang kalau sudah dibayar.
"Sudah di bayar oleh laki-laki," ucap kasir tersebut sambil tersenyum.
Betapa kesalnya dia dengan tindakan Ravan. Dia pun berusaha mencari Ravan namun tidak ditemukan. Ketika teman-temannya keluar malah terkejut melihat Nayna sudah jauh. Nayna pun telpon dengan Dila bahwa dia mau pulang duluan. Dila pun menyampaikan ke yang lainnya. Mereka pun berpisah hanya Elang dan Hayyan yang masih mau mengobrol.
"Hayyan kita punya saingan berat nie, mana juga itu masa lalu yang belum usai lagi, tapi sepertinya Nayna tidak menyukainya deh," ucap Elang mulai berpikir.
"Iya sih, tapi kan janur kuning belum melengkung, kita berdua masih punya kesempatan untuk dekat Nayna," ucap Hayyan membalas pernyataan Elang.
Mereka pun tertawa bersama dengan guyonannya. Hayyan dan Elang menikmati senja di pantai, merasakan udara dingin yang meresap di tulang. Angin sepoi-sepoi menyejukkan hati. Hayyan dan Elang pun selesai mereka kembali ke rumah masing-masing dengan kendaraan pribadi mereka.
Keduanya pun berada pada pikirannya masing-masing, Hayyan dan Elang sama-sama berpikir bagaimana bisa memisahkan masa lalu Nayna tanpa menyakiti keduanya.
Lama kedua nya di sana, hingga Ravan melihat mereka dari kejauahan, yang sebenarnya Ravan masih di sekitar situ. Ravan pun meminta teman dekatnya untuk menyelidiki Hayyan dan Elang yang sekarang dekat dengan Nayna.
Bagi Ravan, kedua laki-laki itu saingan terbaik untuk mendapatkan Nayna. Karena kali ini Ravan tidak akan menyerah melepaskan wanita yang dicintainya.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya, nantikan dan like serta comment ya?