Gaun Usang

Gaun Usang
Kenyamanan


__ADS_3

Di rumah sebesar itu tiada satu kata yang terucap dari mulut Elang. Dia lebih memilih mengalah dengan semua sikap Nayna. Baginya wajar jika Nayna marah, karena Nayna berpikir jika Elang memanfaatkan kebaikan orang tua nya untuk mendekatinya.


Saat Nayna beranjak pergi, Elang tidak menegurnya sama sekali. Bahkan lebih berlaku cuek dan tidak peduli. Nayna kesal dengan sikap cuek Elang. Biasanya Elang tidak akan tahan jika dirinya ngambek berlama-lama.


Elang pun hanya memandang pundak Nayna dari ruang tamu, Nayna berpamitan dengan sopir Elang yang akan mengantarkan Nayna ke rumahnya..


"*Nona Nayna, mari saya antar Tuan Elang mengatakan untuk mengantar Nona dengan selamat sampai rumah" ucap sopir pribadi Elang.


"Baik Pak, tunggu sebentar" ucap Nayna menemui Elang dengan muka kesal.


Nayna pun sampai tepat di depan Elang


"bangun kamu Elang, kenapa tidak niat melihat muka ku, apakah aku begitu jijik di mata mu atau kamu kasihan sama aku.. kataaaakaan" ucap Nayna duduk dan sambil menangis.


'Yaa ampun sebenarnya ada apa dengan Nayna tiada henti dia menangis, apa yang harus aku lakukan" ucap elang dalam diamnya*.


"*Nay... katakan saja kamu mau nya apa, aku bingung dengan tangis mu itu, kamu sudah 3 hari di rumah ku, aku sudah menyuruh orang lain meminta izin ke pihak kampus tapi aku meminta izinnya 5 hari " ucap Elang menggoyangkan pundak Nayna.


Nayna diam saja dalam tangisnya dan langsung memeluk Elang dan berkata "karena kamu sudah meminta izin ke pihak kampus selama 5 hari maka biarkan aku disini 2 hari lagi, aku penat dengan rutinitasku" ucap Nayna dalam tangisannya.


"Baiklah aku izin kamu disini 2 hari, terus mau kamu apa lagi selain itu aku nggak bisa melihat kamu menangis terus beginie, hatiku sakit Nay" ucap Elang mencoba memegang pipi Nayna agar dia merasa ada yang memperhatikannya.


Nayna pun mencium bibir Elang sekali kecupan dan berkata "jadikan aku pacarmu, aku ingin tenang dari Joe dan Hayyan, jika bersama mu entah kenapa aku merasakan kenyamanan!" ucap Nayna menunduk kembali.


"apaa!?! pacar, kamu tidak salah Nayna coba dipikir lagi, aku tidak ada waktu buat menyenangkan kamu, aku sekarang hanya fokus dengan perkuliahan tidak ada hubungan dengan hubungan apapun" ucap Elang bicara serius.


"justru karena kamu hanya memikirkan kuliah bukan hubungan makanya aku ingin kamu jadi pacar ku, dan jika kamu menerima perasaanku maka aku ingin kamu bagian dari cerita aneh-aneh ku ke depannya" ucap Nayna dengan nada serius.


"Taapi Nay..." ucap Elang*.

__ADS_1


Entah sejak kapan Nayna menghilang dari hadapannya malah meninggalkan pesan tersebut


"Elang, aku minta maaf sudah menyatakan perasaan ku pada mu, anggap saja aku tidak pernah menyatakan perasaan apapun kepadamu, lupakan semuanya, dan jika kita bertemu anggap tidak mengenalku begitu pun aku terhadapmu, terima kasih atas tumpangannya 3 hari dan merawat ku terkait semua biaya dan waktumu akan aku bayar segera" dari wanita putus asa.


Tulisan Nayna mampu menggoyahkan pendirian Elang. Elang pun berlari menuju ke jalan dan mencari keberadaan Nayna. Namun, Nayna tidak ditemukan. Elang pun menitipkan rumah pada pelayan yang mengurus rumahnya.


Seharian Elang mencari Nayna, bahkan di rumah aslinya sudah lama seperti tidak di huni. Nayna hilang bak di telan bumi.


"coba di telpon saja, kali saja aktif" ucap Elang.


drrrrtttt...


Ponsel Nayna pun berdering...


Nayna memilih mematikan ponselnya, dia berhubungan dengan teman kampusnya melalui Gmail. Hanya Weny yang berkomunikasi intens dengannya. Awalnya sahabatnya bingung kenapa mereka berkomunikasi melalui Gmail, karena alasan Nayna, Weny pun menerima keadaan Nayna sekarang.


Nayna sekarang berada di fase stress berat. Laki-laki yang diharapkan jadi tumpuan kepercayaan tidak ingin menerima dirinya sehingga dirinya makin kacau.


"*Bos saya sudah menemukan Nona Nayna, dia berada di hotel Flower C" ucap anak buahnya.


"oke thanks informasinya" ucap elang*.


Elang mengatur strategi apa yang harus dilakukannya jika bertemu dengan Nayna, dia pun menenangkan pikirannya untuk berbicara dengan Nayna baik-baik.


"*ehm sepertinya ada yang mematai-matai aku nie" ucap Nayna.


Nayna pun meminta tolong kepada tetangga hotelnya yang sepasang kekasih untuk bertukar tempat sementara. Kedua kekasih tersebut pun menolong Nayna, Nayna pun memberikan uang kepada keduanya. Yang mana apartemen tempat nya sengaja diisi oleh sepasang kekasih tersebut, sedangkan kamar hotel sebelahnya sengaja Nayna tinggal disitu dan meletakkan barang-barang nya serta di kunci agar Elang tidak curiga. benar saja dugaan Nayna, elang datang dengan tergesa dan mengetok kamar hotel tersebut.


"permisi, apakah ini kamar hotel atas nama Nayna" ucap Elang.

__ADS_1


"ohw wanita itu, iya benar mungkin, dia sudah pergi sepertinya jadi kamar hotel ini untuk kami berdua lumayan dapat tumpangan gratis" ucap kedua kekasih tersebut.


"oke thanks" ucap elang.


"aaarghhh... ****..." ucap elang kesal dengan dirinya sendiri*.


Elang pun berdiri di pintu sebelah tempat Nayna bersembunyi, tiba-tiba Elang berbicara dan didengar oleh Nayna


"Nay.. gue suka banget sama elo saat kita di Indonesia, saat elo bersama dengan Hayyan cemburu tidak pernah usai, namun aku tetap bersamamu karena ingin kita tetap berteman, akhirnya aku lelah dan tidak menghiraukan perasaan yang datang padaku, sekarang kamu memberikan cintamu pada ku tapi aku menolakku wajar jika kamu kecewa, maafi aku mau, aku masih belum percaya dengan semua ini, aku menyesal nay, yang aku takuti aku tidak bisa membahagiakan mu karena aku sebagai pewaris dari keluarga ku jadi aku hanya fokus dengan kuliahku, namun hadirmu dalam hidupku selama 3 hari ini membuat ku kembali hidup, meskipun aku merawatmu', entah kenapa seperti merawat pasangan ku sendiri, Nay aku menyesal, maka kembali lah kepada ku" ucap Elang berlalu meninggalkan Nayna yang di dalam kamar hotel tersebut dengan tangisan.


Saat Elang sudah pergi jauh, Nayna pun membuka kunci tersebut dan kembali bertukar tempat dengan sepasang kekasih tersebut.


"Uuh lega ketenangan ku akhirnya selesai juga" ucap Nayna.


Nayna tidak mengetahui bahwa masih ada mata-mata suruhan Elang dan memotret pertukaran kamar tersebut. Mata-mata tersebut mengirimkan pesan kepada Elang.


"*Hallo Bos, saya sudah mengirimnya" ucap anak buahnya.


"oke thanks" ucap elang.


Nayna, kamu mau mempermainkan aku ya gumam Elang dalam omelannya.


Malam hari pun tiba....


Saat Nayna tengah asyik menonton tiba-tiba, balkonnya di ketok oleh seseorang. Nayna bingung melakukan apa?


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


Ada yang tahu siapakah itu??

__ADS_1


Like and comment ya☺️


__ADS_2