Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 97 - mencari kerja


__ADS_3

#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya 😀


Next


Joe yang menyaksikan istrinya terluka sedih dengan beberapa luka gores pada tubuh istrinya. Hingga Yea yang sudah sadar malah membujuk suaminya untuk tidak bersedih.


"Suamiku, jangan sedih lagi ya sayang, aku sudah sadar kan, dan juga luka yang terjadi hanya beberapa goresan," ucap Yea membujuk suaminya.


"Iya tapi kan lebih baik yang terluka itu aku sayang, aku kan lelaki tubuh mulus kamu malah tergores aku kan sedih sayang," ucap Joe.


"Apakah aku sebagai istrimu tidak boleh melindungi mu? kita saling melindungi sayang, aku menyayangimu sejak kita menjadi pasangan, jadi menangis nya masih mau di lanjutkan apa nggak?" tanya Yea.


"Iya sayang nggak lagi," ucap Joe menghapus air matanya.


"Sayang, gimana kondisi Nayna?" tanya Yea.


"Dia juga hanya tergores sayang, suami nya sampai histeris melihat nya, tapi sudah di tenangkan oleh Nayna seperti nya," ucap Joe.


Keduanya pun berbicara satu sama lain. Sedangkan Nayna dan Elang, sudah bersiap untuk pulang, sebelumnya mereka harus menjenguk Yea terlebih dahulu.


"Cekrek" bunyi pintu terbuka.


"Hay Yea, bagaimana kondisi mu sekarang?" tanya Nayna memeluk Yea.


"Terima kasih Nayna sudah membantu ku, aku sudah lebih baik kok, sudah di beri beberapa obat oleh dokter," ucap Yea.


"Kamu semangat ya pengantin baru, jaga istri mu dengan baik," ucap Elang.


"Kalian juga pengantin baru kok," ucap Joe bersorak.


Elang dan Nayna pun pamit untuk istirahat di hotel tempat mereka menginap. Dalam sebuah perjalanan Nayna pun terlelap dalam tidurnya.


Di tempat berbeda.


Leo adik dari Hayyan mengikuti perkuliahan seperti biasanya. Meskipun dia bahagia bisa berkuliah akan tetapi dia kembali teringat beberapa nasehat dari sang kakak.


Leo harus berjuang sendiri di perkuliahan ini, dulu dia masih manja banget dengan keberadaan sang kakak. Akan tetapi sekarang dia harus menjadi pribadi yang lebih dewasa ketika sang kakak sudah tidak ada di sisi nya.

__ADS_1


#


Nely harus tinggal di Indonesia selain dia di hukum oleh orang tuanya. Nely pun harus bekerja di bawah kendali neneknya. Nenek Nely memiliki sebuah perusahaan hotel dan beberapa restoran sehingga Nely memegang bagian restoran yang di amanah kan kepada nya.


Awal nya Nely enggan, akan tetapi harus dia lakukan karena uang karena di tipu saat di Austria begitu banyak. Sehingga saat ini Nayna sambil berkuliah sambil kerja.


Nely berada di semester akhir sehingga hanya fokus menyusun tugas akhirnya saja. Saat dirinya mengemudi tiba-tiba ban mobil nya kempes. Hal itu membuat dirinya menendang ban mobil dan teriak kesakitan.


Leo yang pas lewat dan melihat kejadian itu dia pun turun dan memeriksa mobil tersebut. Leo pun memakirkan motornya di belakang mobil Nely.


"Ada yang bisa saya bantu kak," ucap Leo sambil melihat kondisi mobilnya.


"Ban mobil kakak kempes ya," ucap Leo kembali bertanya.


"Iya, aku tidak bisa memasang nya selain berat, aku belum makan juga," ucap Nely terisak karena dia harus segera ke restoran.


"Ya sudah biar aku bantu ya kak, tunggu sebentar," ucap Leo.


Leon pun menurunkan ban ganti dan mengeluarkan alat-alat yang tersedia di mobil tersebut. Tidak lama bagi Leo sudah selesai dalam waktu 5 menit.


"Coba hidupkan mesin nya kak," ucap Leo memperhatikan dari belakang.


Leo pun segera menghidupkan mesin motornya menuju kampus.


Nely yang lupa karena kejadian tadi teringat ketika sudah sampai di restoran.


"Aduh, aku lupa ucapkan terima kasih, wah bisa di bilang aku nggak ada etika sama adik tadi, ehm semoga nanti bisa bertemu dengan dia," ucap Nely dalam hati.


Nely pun masuk ke dalam ruangan nya, dan menikmati secangkir teh hangat di meja kerja nya. Meskipun pengerjaan tugas akhir kuliah sudah menanti di depan mata nya.


Di tempat berbeda.


Leo fokus dengan materi perkuliahan nya pertama. Leo harus hidup mandiri pasca di tinggalkan Abang nya Hayyan. Sedangkan orang tua nya membantu biaya kos serta beberapa bulan uang saku meskipun tidak mencukupi Leo pun selalu berfikir untuk kerja sampingan.


Setelah usai dari perkuliahan Leo pun duduk di kantin bersama teman lainnya. Leo hanya memiliki beberapa teman laki-laki karena dia tidak bisa berteman dengan perempuan selain dia pemalu dan takut jatuh cinta.


Saat dia melamun teman nya memanggil nya dengan cara berbisik ke telinga.

__ADS_1


"Leo, kenapa kamu melamun?" nada lembut namun naik turun oktaf suaranya seperti nyanyian.


Leo pun langsung tersadar dan beralih ke wajah teman nya.


"Maaf tadi ada apa Alex?" tanya Leo.


"Kamu mengapa melamun?" tanya Alex kepo.


"Gue lagi mencari kerja sampingan kan kuliah kita dari pagi sampai sore, tidak ada jam malam, nah gue mau kerja jam malam saja, kira-kira elu ada kenalan nggak," tanya Leo.


"Nah kebetulan sekali, gue punya nie dia itu masih keluarga gue sih namanya Kak Nely orang nya baik kok, mereka sedang mencari bagian sift malam, kalau gue kan sudah kerja tempat lain," ucap Alex sambil memberikan kartu nama sepupu nya.


"Terus gue malu ke sana sendirian," ucap Leo.


"Ya sudah sekarang kita ke sana saja, lu dari belakang ya ikutin mobil gue," ucap Alex.


"Tunggu Alex, lu kenapa kerja juga barista?" tanya Leo.


"Itu cafe punya nyokap sebenarnya, akan tetapi karena sebuah hukuman, jadi gue di suruh kerja di sana selama sebulan, jadi ya gue belajar lah dengan yang lain," ucap Alex sambil tersenyum.


"Terus para pegawai tahu nggak kalau lu anak bos," tanya Leo.


"Ada satu yang tahu, lalu menyebar secepat kilat, hingga gue bilang perlakukan gue seperti teman kalian saja, pokoknya penilaian kalian akan menentukan gue bagus apa nggak nya?" ucap Alex.


"Jadi mereka nya menurut sama lu," tanya Leo.


"Iya lah nurut, biasanya papa dan mama pasti akan bertanya dengan para pegawai, nah jika mereka tulus menjawabnya jadi kan tidak ada kebohongan," ucap Alex.


"Oh begitu, kamu keren juga ya ternyata, aku baru tahu Alex yang terkenal suka memarahi orang malah menurut ketika orang tua mu marah," ucap Leo sambil tersenyum.


"Wah, kalau sudah urusan orang tua, gue menyerah Leo, karena mereka itu susah payah mengobati gue sakit kemanapun, hingga pernah gue sakit dan dokter itu malah hapal dengan nama gue dan kebiasaan gue," ucap Alex mengingat kenangan.


"Wah keren, hayo kita pergi sekarang," ucap Leo.


Keduanya pun terhenti untuk bicara karena harus pergi ke cafe.


🍁

__ADS_1


Bersambung ❤️


like dan comment ya🤭


__ADS_2