Gaun Usang

Gaun Usang
Terpesona 2


__ADS_3

Sheila dan Redy pun sampai ditempat pesta tersebut tidak lama dari mereka datanglah Nayna dan Elang. Mereka berempat pun bersamaan masuk ke dalam. Hingga ada seseorang yang memperhatikan Redy dari tadi.


Redy dan Sheila sangat menikmati pesta tersebut begitu pun dengan Nayna dan Elang, tapi saat mereka asyik bicara seseorang menghampiri Sheila...


"*ohw jadi elo pacarnya cowok brengsek Redy.. laki-laki pelit, gemulay dan tidak macho, cowok elo gak pantas di sebut playboy, di sentuh cewek saja nggak mau jangan-jangan dia gay" ucap Mala.


"Maala... udah dong, malu tahu kamu mabuk Thu" ucap Dina sahabatnya.


"Diam elo Dina, gue cinta banget sama Redy tapi dia menolak menyentuk tubuh ku, bukan kah dia gay" ucap Mala sempoyongan.


"maala.. ayoo kita pulang malu tahu dilihat orang kayak ginie" ucap Dina memapah sahabatnya*.


"aargh... diam elo Dina... mumpung disini ada pacarnya Redy, jadi pacar nya Redy jaga pacarmu dengan baik, suatu saat aku akan mengambil nya kembali" ucap Mala Dempo dan langsung dibawa Dina menuju mobil mereka.


"maaf yaa Redy, dan teman-temannya, Mala memang beginie kalau lagi mabuk" ucap Dina memaksa Mala menunduk kepalanya meskipun harus dipaksanya.


Dina dan memapah Mala ke mobilnya dengan di bantu oleh Redy. Sheila yang melihat hal itu biasa saja, lagian hubungan dirinya dengan Redy hanya sebagai pacar kontrak tidak ada perasaan di dalamnya.


"terimakasih Redy, atas bantuannya kami pamit pulang duluan" ucap Dina.


Dina pun mengemudi dengan kecepatan sedang. Mala sedang tertidur pulang di dalam mobil tersebut.


Di dalam pesta...


Nayna dan Elang tengah asyik berbicara satu sama lain. Begitupun dengan Redy dan Sheila.


"*Ohya Nay, tadi di dalam mobil seperti nya kamu bermimpi, coba ceritakan ada apa?" ucap Elang bertanya.


"Aku bermimpi, mobil yang dikendarai oleh Redy kecelakaan namun kabar baiknya keduanya selamat, jadi bisa nggak sayang kamu sarankan Redy jangan memakai mobil itu dulu, seperti rem blong" ucap Nayna mengingat kejadian dalam mimpinya.


"awww..." ucap Nayna sakit mengingat mimpi itu.


"sudah sayang, jangan dipaksa diingat lagi, kan aku udah bilang sama kamu" ucap Elang memeluk Nayna dengan lembut*.


"*Joe... elo lihat deh itu kan Elang sama Nayna" ucap Hayyan.


"iyaa bener, hayoo kita ke sana" ucap Joe*.


"Hai Nayna... apa kabar nya? bolehkah kita duduk di sini" ucap Hayyan duduk di sebelah Nayna, namun Joe juga berusaha duduk dekat Nayna.


"Sudah kalian jangan berantem gitu, gue baik Bang Hayyan, Abang Hayyan sendiri gimana kabarnya?" ucap Nayna tersenyum.

__ADS_1


" baik sih, tapi sakit hati kamu malah datang ke sini dengan Elang... kalau tahu gitu kan bisa kamu jadi pasangan aku, malu sama Teta jadinya" ucap Hayyan cemberut.


"Nay... mama aku kangen sama kamu, kapan-kapan ke rumah dong" ucap Joe tersenyum kecil pada Nayna.


Nayna tersenyum dengan tingkah keduanya. Namun, ada wajah cemberut di sebelahnya yaitu Elang. Elang lebih memilih diam daripada harus berdebat dengan keduanya.


Nayna pun pergi meninggalkan perdebatan itu. Dan menghampiri Sheila yang tengah makan sendirian.


"*Sheila... kamu tidak cemburu atas sikap Redy terhadap mantannya?" ucap Nayna penasaran atas jawaban Sheila.


"nggak lah, dia bantu juga manusiawi kok, lagi kita juga baru jadian , so jangan terlalu mengekang hak dia juga kan" ucap Sheila.


"wah kamu memang wanita dewasa yaa ya sheila... ohya yaa Sheila saat aku melihat status mu kami bisa desain pakaian, apakah itu benar?" ucap Nayna.


"yups bener banget, aku bisa desain sekaligus menjahit di tempat ku, usahaku masih kecil sih belum ada investor nya" ucap Sheila.


"ehm emang kamu tidak mengajukan diri atau gimana" ucap Nayna.


"sudah sih tapi semua menolak dengan alasan aku masih muda, belum kenal dunia fashion dan lagi mereka tidak mau mengambil resiko seorang mahasiswa yang masih tahap belajar" ucap Sheila menjelaskan.


"ohw gitu toh, tapi kenapa nggak coba dengan Redy atau dengan elang?' ucap Nayna menawarkan.


"coba saja Sheila... kan relasi kamu bertambah Thu, sekali-kali dong ajak kita ke tempat konveksi kamu" ucap Nayna tersenyum kecil.


"oke nanti buat jadwal duli yaa agar kalian bisa melihat usaha yang aku jalani" ucap Sheila.


Redy yang mendengar percakapan itu merasa ada celah mendekati Sheila untuk berhubungan denga mama nya karena sudah sangat mendesak dirinya. Sehingga Redy membutuhkan sosok Sheila yang bisa menghentikan perjodohan oleh mama nya.


"Hay sayang... kalian berdua sedang membicarakan apa?" ucap Redy tersenyum kecil.


"hehe Redy kamu tahu nggak kalau pacar kamu ini memiliki usaha yang keren loe, dan sepertinya sama dengan mama mu yang sedang mencari seorang desainer berbakat" ucap Nayna sambil tangannya memegang pundak Sheila.


"kamu tahu dari mana Nayna, kalau mama ku punya usaha konveksi" ucap Redy keheranan.


"dari aku dong pacarnya.." ucap Elang datang langsung ikutan menjawab.


"Ohio, ternyata dari Elang toh, kalau itu nggak heran lagi" ucap Redy.


"Sheila... apakah benar yang dikatakan oleh Nayna?" ucap Redy bertanya.


"ehm.. benar Redy" ucap Sheila.

__ADS_1


"oke sudah cukup pembahasan, sekarang kita nikmati pesta ini dulu" ucap Hayyan langsung menimbrung teman-teman Nayna.


Pembicaraan mereka pun terhenti, karena mereka harus pulang ke rumah masing-masing.


"tunggu sebentar, jadi Elang dan Nayna kalian berdua sudah jadian" ucap Joe bertanya.


"nggak mungkin itu benar" ucap Hayyan balik bertanya.


"Iyaa mereka punya hubungan spesial" ucap Redy menjawab.


Nayna dan Elang sudah memasuki mobil tanpa menghiraukan keduanya. Saat di mobil keduanya duduk di kursi belakang, karena Elang sudah capek dan menelpon supir bayaran untuk mengemudikan kendaraannya.


"Nay, kamu lelah tidurlah nanti aku antar ke rumah mu ya sayang" ucap elang mengelus rambut Nayna.


"iyaa terima kasih..., ohya sayang kamu sudah kasih tahu ke Redy tentang hal tadi" ucap Elang mengingatkan.


"udah sayang, semoga Redy mendengar kan nasehat aku, karena Thu anak susah percaya dengan orang lain" ucap elang.


di tempat lain...


"kok taxi belum datang sih, ayoo ikut aku aja naik mobilku" ucap Redy mendengus kesal.


"kita kan beda arah, aku nggak mau kamu susah begitu" ucap Sheila.


"ehm baiklah kalau begitu' ucap Redy.


Taxi yangang ditunggu Sheila pun datang...


"Redy terima kasih yaa sudah menunggu ku dan membayarkan, nanti masukan aja di bon aku, karena uang nya nggak cukup" ucap Sheila.


"nggak perlu Sheila, anggap saja hadiah karena menemani ku malam ini" ucap Redy.


"Baiklah aku tidak akan berdebat, sampai ketemu Kemabli Redy" ucap Sheila melambaikan tangannya.


Redy pun balik melambaikan tangannya. Redy pun pulang dengan mobilnya. Redy benar-benar lupa dengan pesan Elang. Hingga tidak jauh dari tempat itu benar-benar terjadi rem blong...


braaaakkkk..... braaakkk....


Mobil pun menabrak sebuah pohon dan Redy masih sadar disana, saat itu Elang tengah menghubungi Redy namun tidak di angkat. Dan Nayna menyuruh putar balik, takut hal yang tidak diingkan terjadi...


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ

__ADS_1


__ADS_2