
Redy dan Sheila pun sampai ditempat yang mereka tuju. Mereka pun berjalan bersama, Menikmati kebersamaan berdua. Begitupun dengan Sheila meskipun belum ada rasa dengan Redy, Sheila bahagia bersama Redy.
Setelah usai perjalanan mereka, mereka pun ke restoran untuk makan berdua. Kenikmatan tiada tara di kala berdua, orang lain ngontrak haha.
"Sheila, makannya yang pelan sayang," ucap Redy membersihkan sudut bibir Sheila.
"Ohya maaf, biar aku saja yang bersihkan malu di lihat orang lain," ucap Sheila sambil membersihkan bibirnya.
Sheila pun membersihkan bibirnya sendiri. Sehingga, Redy merasa kesal dengan sikap Sheila. Melihat hal itu Sheila malah tersenyum tertawa melihat tingkah Redy begitu.
"Kamu kenapa Redy, muka di tekuk begitu?" Ucap Sheila bertanya.
"Ih kamu ngeselin Sheila, aku kan mau bersikap romantis dengan kamu (cemberut)," ucap Redy mendengus kesal.
Saat Sheila ingin menghibur Redy. Dering ponselnya malah berdering.
"Kak Sheila, pakaian kok belum di antar atau aku saja yang kesana," ucap Dea sahabatnya yang minta buatkan pakaian buatnya.
"Ada di rumah Dea, aku sekarang ada di luar, tunggu bentar aku telpon mama dulu yaa, atau pegawai ku yang bekerja di sana," ucap Sheila.
"Hehe, oh gitu lagi sibuk baiklah deh, nanti kabari saja kalau sudah di rumah yaa, aku ke rumah mu saja pas ada kamu saja yaa Sheila," ucap Dea.
"Oke deh makasih yaa Dea atas pengertiannya," ucap Sheila sambil meminta maaf.
"Hehe, santai saja kalau begitu aku matikan panggilan nya yaa Sheila, sampai ketemu lagi," ucap Dea langsung mematikan ponselnya.
Sheila pun kembi fokus ke Redy, tapi Redy sudah menghilang begitu saja.
"Kemana perginya Redy yaa?" Ucap Sheila bingung dengan keberadaan Redy.
Setelah di rasa selesai Sheila pun mencari Redy. Saat dia sibuk mencari Redy, ada pesan yang masuk dalam ponseknya.
[Sheila, aku tadi mau izin dengan kamu tapi kamu begitu jauh telponannya karena ada keperluan perusahaan mendesak jadi aku mengirim pesan saja, maaf yaa Sheila] dari Redy.
Sheila terdiam dalam duduknya, Redy biasanya sabar menunggu ketika telponan selesai, tapi kenapa hari ini sikapnya berbeda? Kok aku merasa bukan masalah perusahaan.
Sheila pun tidak memusingkan hal itu, dia pun ke arah parkiran memakai motornya karena pembyran makanan sudah dibayar oleh Redy.
Setelah sampai rumah Sheila pun melayani beberapa customer nya. Begitu pun dengan Dea yang datang ketika dia mengirim pesan kepada sahabatnya jika sudah di toko.
__ADS_1
Seharian itu pun Sheila disibukkan dengan aktivitas konveksinya. Hingga malam pun tiba, saat menjelang tidurnya ada kegelisahan dalam dirinya.
[Apa yang kurang hari ini yaa?] ucap Sheila berpikir sebelum tidur.
Lama Sheila berpikir, hingga dia melupakan hal yang menjadi beban pikirannya.
Pagi pun tiba.
Sheila melakukan aktifitas seperti biasa.
Memantau karyawan dan memastikan kondisi mama nya ketika berada di toko.
Sheila pun berpamitan dengan mama nya ke kampus. Karena hari ini tidak kabar dari Mamanya Redy.
[Ya ampun aku baru ingat, sejak kemarin siang itu tidak ada kabar lagi dari Redy, apakah dia sesibuk itu hingga tidak menghubungi ku?, biasanya pagi-pagi ponselku berbunyi dengar kerasnya, aku merindukannya] gumam Sheila saat memasuki kelas.
Sheila pun kembali fokus ke perkuliahannya.
Namun, setelah selesai Sheila lebih banyak diam. Dan dia memilih ke taman untuk menenangkan pikirannya.
Lagi-lagi Sheila dibuat galau oleh Redy. Sheila mau menghubungi mamanya Redy malu dan takut. Akhirnya Sheila pun tidak jadi menghubungi Redy.
Redy benar-benar tidak ada kabar selama 3 hari, bahkan Sheila menghubungi tidak dapat terhubung. Sheila pun mencoba menghubungi mama nya Redy.
"Kita bertemu saja ya sayang, di cafe tempat biasa," ucap Mama Redy.
"Baik Tante, saya akan kesana sekarang," ucap Sheila.
"Oke sampai ketemu di sana Sheila," ucap Mama Redy.
Sheila pun bersiap menuju cafe tempat pertemuan dengan mama nya Redy. Mama Redy yang melihat anaknya masih sibuk dengan perusahaan mematikan ponsel pribadi yang khusus untuk menghubungi Sheila ke dalam laci nya.
Mereka pun bertemu di sebuah cafe.
(ilustrasi)
Sesampainya di cafe tersebut.
__ADS_1
Mama Redy memanggil Sheila dari kejauahan.
Sheila pun menyalimi mamanya Redy. Mamanya Redy sangat menyukai budaya Sheila yang suka mensalami dirinya budaya yang tertanam dari Sheila karena darahnya dari Indonesia.
"To the point saja yaa sayang, Redy sekarang tidak banyak bicara setelah pertemuan kalian itu, bahkan mama lihat ponsel yang biasanya yang dikhususkan buat kamu dimatikan dan di letakkan di dalam laci kantornya. Redy selalu pulang dengan lembut, dan memang benar Redy lembur di kantor menyelesaikan pekerjaan selama 3 hari nie juga dia pulang malam dan berangkat pagi, dan hanya tersenyum dan langsung pergi jika mama bertemu dengannya di meja makan, mama bertanya padanya kenapa bisa begini?, dia malah tersenyum dan langsung pergi," ucap Mama Redy menjelaskan.
"Jadi sejak pertemuan kami makan itu Redy jadi gila kerja yaa ma," ucap Sheila sedih.
"Begini saja Sheila, malam ini kamu coba bawa makan biasanya jam 8 malam kantor sudah sepi hanya Redy sendiri yang dikantor nya," ucap Mama Redy.
"Baik Ma, terima kasih sarannya," ucap Sheila sambil menyeruput jus di depannya.
Minuman sudah tersaji saat dia berada di meja tersebut, karena mamanya Redy sudah memesan lebih dulu.
"Sayang, mama pamit duluan yaa mau kumpul dengan Ibu arisan, supir mama sudah menunggu," ucap Mama Redy pergi.
Sheila pun berpikir apa yang akan dilakukannya jika bertemu dengan Redy malam ini. Karena dia tidak pernah menyalin hubungan dengan siapapun. Tapi bukankah kami pacar boongan terus kenapa Redy kesal begitu sampai menghindari ku segala.
Pikiran tersebut terus menggelayut dalam pikiran Sheila.
Hingga malam pun tidak terasa.
Sheila sudah meminta tolong dengan satpam di sana atas perintah mamanya Redy.
Sheila pun perlahan menuju kantornya Redy. Redy sibuk mencari file di lemarinya. Hingga dia tidak sadar kalau Sheila sudah berada di ruangan tersebut di belakang sofa.
Redy pun lelah karena tidak menemukan yang dicarinya.
Redy pun mengambil ponsel khusus menghubungi Sheila, dia terus memegang main ponselnya yang diberikan oleh Sheila.
"Sheila, aku rindu kamu, tapi mengapa kamu tidak suka dengan perlakuan? Apakah aku tidak pantas untukmu? Aargh kesal sendiri kan jadinya. Tapi Sheila sedang apa yaa?, kalau aku buka ponsel ini pasti semua isi pesan darinya semua nya, aku tidak mau Sheila melihat kegalauanku," ucap Redy berbicara sendiri padahal Sheila sudah mendengar semuanya.
Tiba-tiba listrik pun di padamkan.
"Kok padam sih, kayaknya satpam nya lupa aku masih disini," ucap Redy.
"Aaaaaaarrrghhhh," teriak Sheila.
"Suara siapa itu?" Ucap Redy mencari sumber tersebut.
__ADS_1
Dia pun mencari sekeliling kantornya. Saat ditemuinya betapa terkejut dirinya.
πππππ