Gaun Usang

Gaun Usang
Tertawa


__ADS_3

Nayna pun berlari dari dalam rumah...


"*apa yang terjadi Elang?"


"heheh... gak sengaja nabrak tong sampah kosong sayang, maaf yaaa kamu jadi terkejut" ucap Elang sambil terkekeh.


Nayna pun memukul dada bidang Elang...


"*awww... sakit sayang, kamu kok mukul sih" ucap Elang manja, coba cium aku di sini, sambil menunjuk ke pipinya.


"huuu enak saja... hati-hati di jalan, kalau sudah di kampus kabari aku" ucap Nayna dengan muka di tekuk...


"siap ratu ku, nanti kita vcan sebelum aku memasuki kelas, agar kamu tidak khawatir dengan ku" ucap Elang berlalu pergi meninggalkan Nayna*.


Nayna pun menutup pagar rumah dan masuk ke dalamnya untuk beristirahat, karena rumah Elang sudah dibersihkan sebelum keduanya bangun dari tidurnya.


Nayna pun mempelajari materi yang dikirim oleh teman-teman kampus nya, dan dibuat semacam konsep agar bisa dipahami oleh Nayna sendiri.


Sampai dikampus...


"*Hey apa kabar Elang?' ucap Redy.


"Baik bro... elo gimana kabarnya?" ucap Elang sambil duduk santai di tempat duduk ruangan kampus.


"Gue juga baik, ohya elo kemarin nggak masuk karena apa Thu? atau elo udah punya cewek nie, hayoo senyum elo hari ini benar-benar beda, gue nggak bakal tertipu nie" ucap Redy.


"Iyaa tebakan elo benar, gue sudah punya pacar dan pacar gue itu first love gue" ucap Elang.


"wah keren dong, bilang sama pacar elo, ada nggak dia teman cewek kenelin ke gue gitu, gue jomblo nie" ucap Redy menyenderkan badannya.


"haha... loe playboy gitu mana mau gue kasih teman cewek gue, bisa-bisa elo permaini lagi, yang ada gue berantem sama cewek gue" ucap elang.


"huuu dasar peelit loe ..." ucap Redy memajukan mulutnya yang ngomel*.


Saat keduanya asyik mengobrol, dosen datang memberikan materi perkuliahan dan Elang memfoto serta mengirmkan ke Nayna agar dia tidak khawatir tentang dirinya.


Pesan pun diterima oleh Nayna...

__ADS_1


"*Sayang, aku sedang kuliah yaa udah aku kirim fotonya" ucap elang dengan emoticon senyum.


"oke semoga berjalan lancar ya*


Elang pun kembali fokus dengan perkuliahan. Sebenarnya dia terpikir atas ucapan Nayna. Namun, dia lebih berhati-hati ketika melakukan aktifitas.


Joe dan Hayyan pun menemui Elang, keduanya sudah pernah melihat Nayna di bantu olehnya jadi keduanya pengen tahu keberadaan Nayna.


"*Elang... elo masih ingat dengan gue" ucap Hayyan menempuk pundak elang.


"ingat dong... gimana bang ada apa menemui saya, apakah Abang berkuliah di sini" ucap Elang.


"Enggak sih, Joe teman gue yang ini ngampus disini, ohya ada yang ingin kami tanyakan, dan saya berharap kamu jujur " ucap Hayyan.


"Kamu tahu nggak keberadaan Nayna sekarang dimana? kami sudah bertanya dengan teman-teman yang sering ditemuinya tidak ada satu pun berkata tinggal dengan mereka hingga kami melihat Nayna memasuki rumah mu di kota X" ucap Joe.


"Oke saya jawab ya Abang Hayyan dan Joe, Nayna memang berada di apartemen tapi...." belum selesai elang bicara tinjuan sudah mendarat di hidungnya oleh Hayyan.


"Hayyan.. loe jangan meninju sembarangan nanti bisa masuk penjara" ucap Joe menenangkan Hayyan.


"Awalnya saya yang melihat Nayna pingsan waktu itu, terpaksa saya bawa ke Rumah karena situasi waktu itu tidak memungkinkan ke Rumah Sakit sehingga dokter pribadi yang merawatnya dan yang mengganti pakaian ketika dia terbaring sakit pelayan saya yang melakukannya, setelah itu orang tuanya menelpon dan mempercayai saya menjaga Nayna, begitupun dengan Nayna tetap ingin berada di rumah saya dengan sebuah alasan.." ucap Elang sambil memegang hidungnya*.


"*Alasan apa yang kamu maksud?" ucap Hayyan penasaran cerita dengan kami.


"untuk alasannya silahkan tanyakan pada Nayna langsung, dan thanks Abang Hayyan atas tinjuannya kamu akan menyesal telah melepaskan Nayna" ucap Elang meninggalkan keduanya*.


Ponsel Elang masih posisi telponya dan dia belum memeriksa ponselnya. Seseorang temannya berkata :


'*Elang, hidung loe kenapa? kok bisa berdarah jadi benar mereka meninju elo, waah gue balaskan dendam elo ya" ucap Redy geram dengan sikap kedua laki-laki yang menganiaya sahabatnya.


"lupakan saya pantas mendapatkan nya dan saya tidak mau membuat keributan" ucap Elang.


"Nanti kalau Nayna nanya tentang hidung elo gimana elo mau jawabnya?" ucap Redy penasaran dengan sahabat nya yang sulit berbohong.


"Tinggal jawab saja kalau gue tertabrak tembok saat berjalan" ucap Elang dengan santainya.


"ehm masuk di akal sih, tapi nggak mungkin dia bisa menerima jawaban itu" ucap Redy.

__ADS_1


"sudahlah.. ayoo kita ke UKS temani gue ngobatin luka di hidung gue" ucap Elang disusul oleh Redy*.


Nayna pun mematikan ponselnya, sekitar 10 menit Nayna video call dengan Elang.


"*Redy tolong gue dong Nayna menghubungi gue nie' ucap Elang gelisah.


"Hay ... Kamu ceweknya Elang ya, maaf ponsel Elang di tinggal nanti hubungi lagi yaa" ucap Redy langsung mematikan panggilan video tersebut.


'argh... syukur deh nggak tahu" ucap Elang menghela nafas panjang.


"taapi Elang.. nanti juga dia nanya lagi Thu" ucap Redy.


"gue males nyeritain di telpon hidung gue masih sakit nie, mana pakai perban di hidung lagi" ucap Elang*.


Kedua sahabat tersebut pun pergi meninggalkan UKS. Menuju ruangan kampus yang berisi seminar tentang perkuliahan mereka dan di buat rangkuman untuk nilai evalusi perkuliahan setiap akhir bulan. Sehingga beberapa mahasiswa ada yang fokus ada juga yang tidak. Redy dan Elang termasuk yang serius tanpa berbicara sedikitpun.


Seseorang mendekati Elang...


"*Elang lusa datang ke pesta ultah gue ya ajak cewek elo" ucap Teta memberikan undangan untuk Elang dan Redy.


"oke thanks" ucap Elang*.


Elang pun meneruskan undangan tersebut.


"*Yaa gimana gue jomblo, ini mah pesta pasangan, elo datang nggak Elang" ucap Redy.


"entah lah, gue nggak nyaman berada di pesta yang nggak penting" ucap Elang.


"Ehm elo tinggal ngajak Nayna saja, nah apakah cewek elo mau kalau di ajak jangan-jangan kalian pasangan membosankan sukanya ditempat yang damai" ucap Redy dengan menatap mata elang penasaran.


"seperti dugaan elo, kami pasangan yang elo ucapkan tadi suka dengan kedamaian" ucap tertawa terbahak-bahak". ucap Elang.


Redy hanya menggelengkan kepalanya, Elang sangat jarang tertawa bahkan tak pernah di lihatnya tertawa lepas seperti itu.


"Apakah ini efek jatuh cinta yaa, semua jadi gila" ucap Redy dalam lirihnya.


"elo bilang apa tadi Redy" ucap Elang*.

__ADS_1


Redy pun ikut tertawa yang sebenarnya dia bingung menertawakan apa?. Namun Elang pun mengikuti nya seolah-olah ada yang membuat keduanya tertawa.


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


__ADS_2