
Redy, Elang, dan Nayna pun kembali diskusi dengan sengit tentang hal yang terjadi pada mereka. Hingga dering ponsel Nayna membuyarkan pembicaraan mereka.
"Nay, ini gue Joe, mama mau bicara dengan kamu nie" ucap Joe.
Nayna pun menjauh dari ruangan pasien tempat di rawatnya Redy.
"Iya Tante gimana?" ucap Mama Joe.
"Hari ini ada jadwal kuliah nggak, temani Tante Yoo masak bareng, Tante ada acara arisan dengan para Ibu-ibu di Perusahaan Papa Joe, dan masing-masing bawa sajian makanan gitu, Nayna bisa bantu Tante nggak" ucap Mama Joe memohon.
"Bisa Tante, tapi arisannya kapan emang Tante?" ucap Nayna bertanya.
"Malam ini Nay, kira-kira terkejar nggak yaa" ucap Mama Joe.
"Bisa Tante, Nayna on the way ke sana yaa, yang penting Tante sudah beli bahannya kita masih punya waktu Thu" ucap Nayna.
"Baik Tante tunggu di rumah ya" ucap Mama Joe.
"Oke Tante, Nayna langsung matikan yaa mau ke rumah tante" ucap Nayna langsung mematikan ponselnya.
Nayna pun menemui Elang dan Redy langsung pamitan dengan kekasihnya. Elang pun mengantarkan kekasihnya sampai menemukan taxi.
"Elang, kamu nggak marah kan aku kesana" ucap Nayna.
"Nggak marah lah, tapi janji pulang jangan malam-malam atau kalau kamu nginap di sana kasih tahu aku" ucap Elang.
"Siap komandan, thu taxi nya sudah datang aku pamit ya, see you honey" ucap Nayna melambaikan tangannya ke arah Elang, Elang pun membalas melambaikan tangannya.
Elang pun kembali ke ruangan pasien tersebut karena dia harus menjaga sahabatnya. Sebab mama Redy masih sibuk dengan perusahaan dan menemui seseorang yang berada di penjara karena menyelakai Redy.
Sesampainya di rumah Joe, Nayna langsung membantu mama Joe membuat beberapa makanan, dan Nayna termasuk jago masak, jadi Nayna bagian kue-kue. Setelah beberapa jam pun berlalu, selesai juga makanan yang mereka buat. Keduanya pun menyajikan makanan tersebut di tempat wadahnya dan di sajikan di atas meja makan.
"Tante, sudah pukul 17.00, boleh kah saya pamit pulang" ucap Nayna.
"Baiklah Tante tidak bisa memaksamu tetap disini, besok juga harus berkuliah" ucap mama Joe.
"Joe, kamu antar Nayna ke rumahnya ya" ucap Mama Joe.
"Baik Tante" ucap Nayna.
Mama Joe pun memberikan masakan yang mereka buat hari itu. Mama Joe sungguh terbantu dengan bantuan Nayna.
[andai saja Nayna bisa menjadi menantu ku] gumam mama Joe.
__ADS_1
"Mari Nay..." ucap Joe.
"Oke Joe, terima kasih" ucap Nayna.
"Ohya Nayna bolehkah aku berbicara" ucap Joe.
"Boleh.." ucap Nayna.
"Nay, jika kamu tidak berkenan saya memgejarmu maka jadi kan lah aku sebagai kakakmu" ucap Joe tegas.
"Heheh, mana bisa gitu, aku saja anak tunggal mana mungkin punya kakak"ucap Nayna tersenyum kecil.
Joe dan Nayna hanya tertawa kecil melihat tingkah keduanya, namun Nayna terlihat nyaman ketika Joe lebih memilih menjadi kakak kandung daripada kekasih, karena dia tidak bersaing dengan orang telah lama mengenal Nayna.
Sesampainya di rumah Nayna pun melambaikan tangan ke Joe. Setelah Joe menghilang, suara motor terdengar mendekat.
"Nayna..." ucap Elang.
"Eeelang, aku pikir tadi siapa?, aku udah mau ambil posisi siap memukul" ucap Nayna sambil membuka pagar rumahnya.
"Kamu nggak mau masuk" ucap Nayna.
"Okez, aku masuk untuk memastikan kamu aman" ucap Elang.
Saat mereka memasuki rumah Nayna terkejut dengan rumah Nayna yang berantakan. Tertulis di sebuah kertas "Jangan mengusik kehidupan orang lain".
"Iya Pak Polisi, di tunggu yaa.." ucap Elang.
"Sayang, kamu kok tidak menangis melihat gituan malah diam" ucap Elang khawatir.
"Aku bingung saja, siapa yang melakukannya?, tapi kita belum cek cctv nya yang" ucap Nayna.
"Ehm terkoneksi ke ponsel kamu juga nggak Nay" ucap Elang..
"Sepertinya iya..." ucap Nayna.
Elang pun mengamati perilaku orang tersebut di rumah Nayna dari cctv yang mungkin ingin dijangkau nya namun sulit.
"Permisi Nayna, saya Pak Baskoro tetangga sebelah, maaf tadi saya terdengar seperti kamu kemalingan, dan Bapak merekam kejadian itu serta langsung ke sini. Kejadian nya setengah jam yang lalu" ucap Pak Baskoro tetangga sebelah.
"Terima kasih Pak, saya Elang kekasih Nayna, kami sudaj menelpon pihak polisi yang akan segera kesini"
Polisi pun datang ke TKP...
__ADS_1
Mereka pun memeriksan cctv dan rekaman dari ponsel Pak Baskoro serta bukti tulisan.
"Nona Nayna, sepertinya beberapa hari ini anda harus mengungsi silahkan mengambil keperluan anda di kamar" ucap Pak Polisi.
"Terima kasih Pak, baik saya akan mengambil barang saya" ucap Nayna.
Elang pun menemui Pak Baskoro karena rekaman sudah di kirimkan ke ponselnya. Karena Elang mengenal polisi yang bertugas.
"Terima kasih Pak Baskoro atas keterangannya, maaf sudah menggangu Bapak" ucap Elang.
"Sama-sama Nak Elang, jika ada apa-apa Bapak siap menjadi saksi" ucap Pak Baskoro.
Setelah Selesai berbicara dengan Pak Baskoro Elang membantu Nayna membereskan barang keperluan nya.
Beberapa jam kemudian...,,
" Nayna, kamu tidur di rumah ku saja yaa ini udah sore loe sayang" ucap Elang khawatir.
"Baiklah, pegang erat yaa sayang, maaf pakai motor, atau kamu naik taxi aja" ucap Elang langsung menelpon taxi.
Sopir taxi pun datang tepat waktu...
"Elang ini loe yaa" ucap Windam.
"Wah orang keren nie kebetulan, kenapa jadi supir taxi" ucap Elang.
"Papa gue bilang semalam gue nggak mungkin bisa menghasilkan uang, jadi gue inisiatif nyupir taxi saja, mana di batasi sampai 7 malam, sekarang kan udah jam 6 sore, bingung gue Elang'"ucap Windam.
"Nah kebetulan thu, nanti kita tukaran saja gimana?, kamu mengendarai motor ku sampai di rumah, aku memakai mobil taxi pun karena rumah pacar ku habis dari kerampokan" ucap Elang.
"Oke deh, mana kunci nya, baik kita tukaran kunci, ini mah keren namanya hahaha" ucap Windam.
"Oke sampai ketemu di rumah gue yaa Windam, thanks elo udah mau bantu gue" ucap Elang.
Windam pun lebih duluan, Elang pun membantu meletakkan koper pacarnya di bagasi.
"Sayang kamu mau tiduran di depan atau di belakang'" ucap Elang.
" Di depan saja lebih tenang" ucap Nayna.
Nayna pun duduk di depan dekat dengan Elang. Elang pun mengemudi mobil dengan perlahan meskipun sedikit kencang. Nayna pun terlelap dalam tidurnya. Elang pun meletakkan Jaketnya dikala lampu merah.
[kenapa sih, masih ada orang yang merampok di rumah Nayna padahal buat apa juga? tapi herannya tidak ada kehilangan apapun hanya kerusakan saja bahkan kamar Nayna tidak di sentuh sama sekali, saat di tanya ke Nayna tidak ada barangnya yang hilang, ini sungguh aneh] gumam Elang dalam hati.
__ADS_1
Mobil pun melaju dengan sangat cepat, beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah Elang. Elang pun membangunkan Nayna.
πππππ