Gaun Usang

Gaun Usang
Bab 81 - Pertemuan kembali


__ADS_3

Hayyan dan Nayna mengakhiri pertemuan tersebut tanpa klarifikasi apapun dari Hayyan sama sekali. Nayna pun kembali ke rumah nya. Sedangkan Hayyan terus saja terluka atas ucapan Nayna yang sangat ingin mendengar ceritanya.


Hayyan sampai dirumah dan segera melemparkan tubuhnya ke kasur empuknya. Hayyan tidak bisa tertidur selalu terngiang atas perkataan Nayna.


Perkataan Nayna terus saja terngiang di benaknya, hingga suara mama membuyarkan segalanya.


"Hayyan, buka pintunya mama mau bicara?" ucap mama Hayyan.


"Iya ma, tunggu sebentar," ucap Hayyan berdiri menuju pintu kamarnya.


"cekrek."


Pintu kamar pun terbuka, mama Hayyan pun masuk ke dalam kamar Hayyan dan mencoba mengajaknya berbicara.


"Hayyan, apakah kamu sudah mengatakan kepada Nayna? bahwa kamu akan kembali ke Indonesia lagi dan pindah kuliah di sana," ucap mama bertanya.


"Maaf ma, belum sempat Hayyan mengatakan nya, Hayyan belum siap saja, dan lagian lebih baik kita langsung saja ke Indonesia ma, kasian papa dengan adik berada di Indonesia sudah seminggu di sana," ucap Hayyan memandang matanya keluar.


"Ehm, begini saja Hayyan, mama dan papa beri waktu buat mu ya, sekarang kan kamu sedang cuti kuliah, karena kamu sedang pemulihan mama sudah mengambil tiket besok pagi pukul 09.00 jadi maaf mama hanya bisa menemani mu sampai malam ini," ucap mama Hayyan sambil memeluk Hayyan.


"Hehe, santai saja mama, Hayyan bisa melewatinya, beri waktu Hayyan ya, Hayyan pasti akan segera ke Indonesia," ucap Hayyan meyakinkan mama nya.


"Baiklah mama percaya, sekarang kamu rehatlah pasti lelah kan," ucap mama Hayyan sambil berdiri meninggalkan kamar Hayyan.


"Iya ma baiklah, terima kasih atas pengertiannya," ucap Hayyan sambil menutup pintu kamarnya.


Hayyan pun kembali merebahkan tubuhnya, Hayyan pun membuka ponselnya, ponselnya pun berbunyi setelah sekian lama istirahat dikarenakan sedang perbaikan sistem mesin nya di sebabkan ponsel Hayyan sempat terjatuh saat kecelakaan kala itu.


Hayyan pun mengangkat ponsel tersebut.


πŸ“±"Ya Hallo, maaf ini siapa ya? karena ponselku baru saja dibenerin dan kontaknya hilang semua," ucap Hayyan mengatakan tanpa jeda.


πŸ“±"Ini saya Nayna, bisakah saya berbicara," ucap Nayna.


πŸ“±"Bisa sih ada apa?" ucap Hayyan menjawab dengan santainya sambil rebahan.

__ADS_1


πŸ“±"Mengapa kamu menghilang begitu lama?" ucap Nayna bertanya


πŸ“±"Maaf Nayna, lagian kamu saat itu sedang pacaran dengan Elang, bagaimana bisa aku menghubungi pacar orang lain? dan juga kondisi ku saat itu sangatlah terpuruk sehingga Aku tidak bisa menghubungi mu sama sekali selain itu ponselku rusak dan baru sekarang aku bisa membuka ponselku kembali setelah perbaikan cukup lama," ucap Hayyan menjelaskan.


πŸ“±"Meskipun demikian, seharusnya kamu mengatakan hal itu, mengapa harus menghindari ku," ucap Nayna menjawab.


πŸ“±"Baik Nayna, saya akan mengatakannya dengan terus terang sekarang, saya akan kembali ke Indonesia, jadi saya berkuliah di sana ke depannya, karena kondisi papa yang sering sakit dan mama tidak mengizinkan aku lagi jauh dari mereka, jadi tadi adalah pertemuan terakhir kita, sebenarnya aku ingin berbicara tapi saya bingung mulai darimana, semoga kamu bahagia Nayna," ucap Hayyan dengan lega.


πŸ“±"Oh jadi hal demikian yang akan kamu katakan pada ku, jadi kamu memiliki berapa hari disini?" ucap Nayna kembali bertanya.


πŸ“±"Ehm maaf Nayna itu sudah privasi ku, sekarang sudah waktunya aku beristirahat, aku matikan ya panggilan nya," ucap Hayyan bertanya.


πŸ“±"Ehm ya baiklah kalau begitu," ucap Nayna dengan menghembuskan nafas.


πŸ“±"Kenapa nafas kamu seperti itu? sepertinya tidak ikhlas aku menutup panggilan ini," ucap Hayyan bertanya.


πŸ“±"Nggak apa-apa Hayyan," ucap Nayna mulai kembali ke nada semula.


πŸ“±"Nayna, kamu tidak berubah sama sekali, baiklah saya tutup ya," ucap Hayyan mematikan panggilan tersebut dengan nada lembut.


Nayna pun hanya terpaku saat panggilan mereka terputus, bahkan Nayna pun hanya diam tanpa berbicara apapun, hingga dia pun lelap dalam tidurnya yang nyaman.


Setelah selesai Hayyan pun terlelap dalam tidurnya yang sangat nyenyak dan nyaman. Ketika keduanya istirahat dikamar masing-masing, mereka tanpa sengaja bertemu di mimpi.


Mimpi itu kejadian 10 tahun ke depan yang membuat keduanya terkejut hingga bingung berkata apapun.


Matahari menyinari cahaya pagi, Nayna pun sudah bersiap-siap ke kampus, sedangkan Hayyan bersiap untuk mengantarkan mama nya ke bandara.


Setelah acara pertunangan tersebut banyak perubahan terjadi Joe, Joe menjadi lebih dewasa hal itu membuat mama Joe nyaman dengan sikap anaknya sekarang.


Begitupun dengan Nayna, sejak pembicaraan nya dengan Hayyan dia menjadi pribadi yang lebih banyak diam. Dia hanya bicara ketika orang lain mengajaknya bicara.


Nayna melakukan aktivitas biasanya, dia melakukan tugas kampusnya seperti biasa. Akan tetapi tanpa disadarinya ada yang mengamati dari sudut. Elang dan Revan sebenarnya merasa ada yang mengamati Nayna, akan tetapi ketika keduanya bertanya pada Nayna hanya gelengan yang di dapat.


Begitu lah seterusnya Nayna melakukan aktivitas nya, tidak ada komunikasi setelah malam tersebut.

__ADS_1


Waktu terus berlalu begitu cepat, hingga H-1 kepergian Hayyan kembali ke Indonesia.


H-1


Nayna sibuk membolak balik ponselnya, dia menginginkan panggilan dari Hayyan, akan tetapi di tunggu nya tidak ada juga panggilan apapun, Nayna gengsi untuk menelpon duluan.


Hal yang sama terjadi pada Hayyan, setelah dia membereskan barang-barang nya dia pun rebahan dan melihat ponselnya berkali-kali. Akan tetapi tidak satupun dia dapati panggilan atau pesan dari Nayna. Padahal Hayyan sudah mengatakan terakhir kali bahwa dirinya akan kembali ke Indonesia seminggu lagi.


Hingga tanpa sengaja Hayyan menekan tombol panggilan.


"Aduh, gawat terpencet semoga saja tidak di angkat oleh Nayna," gumam Hayyan salah tingkah.


Nayna yang sedang menunggu pun tersenyum mendapatkan panggilan dari Hayyan.


πŸ“±"Ya Hallo Hayyan, gimana kabar kamu?" ucap Nayna bertanya.


πŸ“±"Aku baik Nayna, ohya Nayna malam ini adakah waktu, aku meminjam nya hanya dua jam saja dari jam 8 malam hingga 10 malam, nanti aku jemput di rumah Joe langsung meminta izin dengan mama Joe," ucap Hayyan langsung menanyakan keinginan nya.


πŸ“±"Ehm bisa, datang saja, sekaligus izin dengan Tante, kalau begitu aku siap-siap dulu ya Hayyan, apakah panggilan nya di matikan dulu," ucap Nayna.


πŸ“±"Iya matikan lah, aku juga akan siap-siap kesana," ucap Hayyan.


Keduanya pun mematikan panggilan tersebut. Keduanya bahkan bingung memilih pakaian yang akan dikenakan. Nayna coba ganti dan ganti lagi hingga mama Joe tanpa sengaja masuk ke kamarnya.


"Nayna kamu sedang apa?" ucap mama Joe.


"Masuk saja Tante, tidak di kunci," ucap Nayna.


Mama Joe pun masuk, mama Joe heran dengan pakaian yang tergelatak berantakan di atas kasur. Mama Joe pun membantu memilihkan pakaian buat Nayna. Nayna bahagia dibantu oleh mama nya Joe.


Setelah selesai berpakaian, bel rumah mama Joe pun berbunyi.


🍁🍁🍁🍁🍁


Note *Jika kamu menyukai seseorang jangan di pendam ungkapkan saja*

__ADS_1


Salam dari penulis, like dan comment, gift dan vote ya🀭


Akan tetapi Hayyan belum siap untuk semuanya.


__ADS_2